March 18, 2017

Me time

Ada saatnya dalam hidup aku lelah berpura pura tersenyum
Tak sanggup berpura pura tidak ada apa-apa padahal apa-apa itu memenuhi pikiranku
Masalah cinta? Hahaha Bukan.
Ini tentang apa saja yang sulit aku cerna.
Ini tentang apa saja yang sulit untuk aku pahami.
Yang bisa saja ku sugestikan "tidak apa-apa" tapi nyatanya apa-apa.
Kalau sudah begitu hal yang paling menyenangkan aku lakukan adalah menyendiri.
Bukan mengurung diri di kamar. Itu tidak menyenangkan.
Biasanya aku ke tempat ramai, nonton film sendiri, jalan jalan sendiri.
Rasanya menyenangkan, ke tempat ramai dimana banyak orang tapi mereka tidak mengenalku.
Acuh saja. Lewat lewat saja.
Jadi aku tak usah berpura pura senyum ketika aku sama sekali tidak ingin senyum.
Atau sekedar mencoba ngobrol agar memecahkan keheningan ketika aku sama sekali malas untuk ngobrol.

Sendiri saja...bersenang-senang dengan diriku sendiri.
Tanpa perlu pakai topeng.
Ah, Menyenangkan sekali :)

Bandung,
09 April 2017

February 23, 2016

Gen

Ada yang otomatis diwariskan
Karena kesamaan aliran darah
Kesamaan gen
Akan jadi serupa dengan sendirinya
tapi rasanya jadi menyebalkan
jika yang diwariskan bukan kebaikan
Tapi aku yakin
keberadaan manusia bukan hanya untuk diwarisi
Perubahan bisa terjadi
dengan kemauan yang kuat
meski untuk masalah ini
diperlukan tenaga yang ekstra
manusia selalu punya pilihan
menyerah pada keadaan?
atau berjuang menjadi yang lebih baik?
ya. manusia selalu punya pilihan
apa-apa yang menyebalkan
biar aku buat daftar
dan kuganti judulnya menjadi
"apa-apa yang harus dihindari untuk diwariskan"

Goodluck! dear self.




Bandung
24 Pebruari 2016
09.23

ditemani kernyitan dahi

February 22, 2016

Menjadi Dewasa

Ternyata bayangan sewaktu kecil bahwa menjadi dewasa itu berarti menyenangkan, tidak semua betul.


Mungkin dulu terlihat begitu, karena definisi dewasa dalam kapasitas pemikiran seorang anak kecil berarti bisa melakukan banyak hal. Melakukan hal yang tidak dapat dilakukan saat kita masih dianggap anak ingusan.


Setelah menjadi dewasa, barulah tersadar bahwa dibalik setiap kebebasan bertindak yang dimiliki, ada tanggung jawab yang sangaaaat besar untuk dipikul.


Tidak semudah yang dibayangkan.


Yang kadang menyeramkan adalah, ketika diri dipaksa untuk pintar bermain peran.


Tak bisa seenaknya menangis lagi, merengek, hanya karena apa yang dimau tidak bisa dicapai.
Menunjukan senyuman terbaik saat hati rasanya dihantam besi beton.


Banyak hal yang harus dipertimbangkan, bahkan hanya untuk sekedar jujur menunjukan apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam diri.


Bahkan bisa dibilang seorang dewasa bisa jadi mencemburui kebebasan anak kecil dalam menunjukan apapun yang dirasakan (?)


Ah tapi, rasanya terlalu malu untuk mengeluh.

Lantas apa yang diharapkan?

Terus menjadi anak kecil dalam balutan tubuh orang dewasa?

Rasanya terlalu egois.

Ketika kecil banyak dilayani.

Dan sekarang saatnya melayani.

Walaupun banyak rasa yang harus disembunyikan di depan keramaian.

Rasanya tak perlu risau.

Karena selalu ada sunyi yang bisa menjadi curahan kejujuran.

Sunyi dalam kekhusyuan rapalan doa setiap shalat.

Tak ada yang bisa disembunyikan disana.

Bahkan jika kita bersikeras berbohong semua baik-baik saja.

Sang Pendengar doa tahu segalanya.

Jadi, selama koneksi antara diri dengan Allah baik-baik saja, tak usah khawatir dan merasa kehilangan.

Karena berarti kita selalu punya tempat untuk menjadi jujur dan mencurahkan semuanya.

Semuanya yang ditutupi dalam hubungan horizontal.
 
Semuanya akan selalu terbuka dalam hubungan vertikal.

Selalu.





Bandung, 22 Pebruari 2016
23:31
ditemani hujan rintik-rintik

October 10, 2015

Bersyukur

Ada kebaikan pada apa yang tidak kita miliki.
Ada kebaikan pada apa yang kita miliki.
Ada kebaikan pada apa yang belum kita miliki.
Tugas kita?
Bersyukur banyak - banyak.
Pada setiap tahap.
Pada setiap proses.

Tergesa adalah sifat alamiah manusia.
Allah mendeskripsikan langsung melalui firmanNya.
Bersabar dan bersyukur itu lebih utama
itu juga firman Allah di ayat yang lainnya.

Jika bersyukur adalah sebuah kurikulum yang harus dipelajari
maka itu adalah pelajaran favorit saya.
Saya belum menjadi ahli syukur
maka dari itu kini sedang mempelajarinya
dan sangat menikmatinya

Bersyukur itu kayak nyalain lampu
membuat yang tidak terlihat menjadi terlihat
lalu menyadari ternyata ada banyak hal yang menarik
hal yang sebelumnya tidak saya sadari

Bersyukur itu kayak kunci
kunci pembuka kotak harta karun

Bersyukur itu kayak peluntur otot
melenturkan otot muka biar sering - sering senyum

Bersyukur itu kayak tombol ON
tombol ON untuk menghidupkan semangat

Bersyukur, maka nikmat akan semakin akan bertambah.
Allah tidak pernah menyalahi janji :)

Bersyukur pada apa yang tidak kita miliki.
Bersyukur pada apa yang kita miliki.
Bersyukur pada apa yang belum kita miliki.

Tapi...apakah kita benar benar memiliki sesuatu?
Jawabannya?
Kita tidak pernah benar - benar memiliki
bahkan diri kita sendiri.
ruh dan raga adalah amanah.
ada masa nya.

Jadi,
Lakukanlah yang terbaik pada apa yang kini sedang diamanahkan.
Bersiaplah dengan apa yang akan diamanahkan.
Relakanlah apa apa yang pernah diamanahkan.

Karena bersyukur tak hanya sekedar ucapan lisan
tapi juga diwujudkan dalam perbuatan.

:)

Bandung,
11 Oktober 2015
07:37





August 16, 2015

Abadi

People come. people go.
bukan satu hal yang aneh kan dalam hidup?
balik lagi karena semua peran ada masa nya.

karena pada akhirnya... yang selalu ada... dan tak akan pernah pergi...
hanya.... Allah SWT :)

Allah ada dan Allah kekal
manusia ada tapi manusia tidak kekal


July 10, 2015

Untuk Para Matahari

Kali ini aku hanya ingin berterima kasih pada matahari.
Ini bukan tentang sang surya yang setia memancarkan sinarnya pada bumi.
Ini tentang manusia yang menjelma matahari.
yang terkadang membuatku iri dengan kilauan sinarnya.
yang seakan tak pernah henti menginspirasi.
menyinari setiap hal yang ditemui.
tak ada yang sempurna di dunia ini. Itu benar
tapi sinarmu, matahari, selalu berhasil menutupi setiap kekurangan.

ketahuilah ini bukan cerita tentang satu jiwa
ini tentang berpuluh puluh jiwa
yang memiliki cahaya sendiri
yang bersinar menerangi
menjelma jadi matahari

dan aku
belum kumiliki cahayaku sendiri.
atau mungkin masih tersembunyi.
tapi yang pasti
walaupun tak ku miliki cahaya
aku akan berusaha menjelma menjadi bulan
yang memantulkan cahaya matahari

sampai nanti akhirnya ku miliki cahaya ku sendiri

terima kasih kalian para matahari yang senantiasa menyinari, menginspirasi.




Tertanda, Bulan.
:)

10-07-15



May 17, 2015

Sekedar Sadar

ada yang lebih menyebalkan dan merugikan dibanding terjatuh.
jatuh itu sebenarnya tanda
kata Allah ada yang tidak beres dengan hidupmu
ada yang tidak beres dengan jalan yang kau ambil
karena jatuh kita sadar.

ada yang lebih menyebalkan dan merugikan dibanding terjatuh.
saat sadar kita sengaja dijatuhkan demi kebaikan
saat sadar dan tahu jalan apa yang harus ditempuh
saat sadar tapi ujungnya memilih diam

jatuh..lalu sadar..kemudian sekedar diam.
sangat menyebalkan.
sangat merugikan.

menyia-nyiakan kurikulum yang sudah Allah persiapkan begitu indahnya.
bodoh, bukan?

faghfirlii..
Free Blog Template by June Lily