April 25, 2013

Hijrah Story 1 : Pakaian


“Eeeh dinot, meuni pangling”.

“dinot, Alhamdulillah sekarang jilbabnya udah panjang”

Dan sapaan lainnya yang sering saya temui saat bertemu dengan orang-orang. Hehehehe biasanya pernyataan pernyataan tersebut diakhiri dengan pertanyaan gimana saya bisa jadi sampai sekarang? Kok bisa ya? Jadi, ijinkan saya bercerita sejarah perubahan saya dalam hal berpakaian..
*jeng jeeeeeng....* *drum roll*

by the way, kisah ini adalah kisah sambungan dari postingan saya sebelumnya, ayooo yang belum baca tengok dulu yaa link berikut My Story : Jalan Hijrahku (prolog)

jadi... pakaian saya dulu...heem ya seperti remaja pada umumnya. memakai jeans ketat atau yang dikenal dengan sebutan "skinny jeans" ke atasan kemeja atau kaos. Kadang kalau kemejanya kepanjangan malah suka saya masukin ke dalam celana, style style tahun 80an itu lhoo, jamannya mamah dan bapa saya lagi falling in love kyknya.hehehe yaaa pokoknya secara garis besar saya cenderung memakai pakaian yang casual dan masih menampakan dengan jelas lekuk tubuh saya, alhamdulillah kerudung masih melekat walau tidak menutup dada. kalau istilah teh pepew mah "jilbab lontong" hehehehe kaki juga masih dipamerin kemana mana alias nggak pake kaus kaki.

Titik baliknya dimulai saat.... suatu hari, temen saya di tag suatu note di facebook dengan judul "kerudung tidak cocok dipasangkan dengan jeans" singkatnya di note tersebut dijelaskan bahwa selayaknya muslimah tidak menggunakan celana jeans ketat yang menampakan lekukan tubuh. esensi berpakaian kan untuk menutupi aurat, tapi kalau cuma dibungkus kan tetap keliatan jelas bentuknya. saya pun mulai berpikir.... "iya juga ya" dan membiasakan pakai rok dengan kerudung yang masih tidak menutupi dada hihi *nyengir*

Sebenernya beberapa hari sebelum saya baca note tersebut saya juga kadang memakai rok, dan saya ngerasa nyaman. Sempat terbersit untuk sering pake rok kedepannya dan Allah takdirkan ketemu sama note tersebut. PAS! Saya pun semakin mantap jadi rok-ers :)

Hari-hari kedepannya saya jalani hari dengan ditemani rok dalam setiap kegiatan yang memungkinkan ada lawan jenis atau yang bukan muhrim. Kalau di dalem rumah mah yaa pake celana aja, apalagi pas tidur kan ga enak kalau tidur pake rok. Hehehehe :d

sampai kutemukan, saya yakin ini bukan kebetulan. Suatu hari, masih di ranah facebook. (thanks mark zukerberg for your product) Allah takdirkan saya membaca suatu hadits yang di share salah seorang teman saya. Bunyi haditsnya adalah sebagai berikut:
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Pada awalnya saya belum begitu paham dan sekedar ber “oh” ria saat membaca hadits tersebut. Tapi kemudian, di beberapa hari selanjutnya saya terus menemukan (dipertemukan) dengan hadits tersebut. Saat saya sedang berada di toko buku bersama sahabat saya, saya temukan kembali hadits tersebut di cover depan sebuah buku...! i am sure this is what they call “Allah’s sign”. Pada saat itu saya yakin itu bukan kebetulan, kuberanikan diri bertanya pada sahabat yg menemani saya. Yang saya tanyakan adalah

“beb (panggilan saya buat sahabat saya), kalau **** (nama teman saya yang jilbabnya panjang) keliatan ngga sih sanggul rambutnya?”

“heeeem, ngga beb.” Jawab sahabatku segera.

Saya pun mengerti oooh mungkin itu maksudnya puntuk unta. Karena memang saya sadari, ketika kita menyanggul rambut, itu bisa membuat lawan jenis menerka seberapa panjang rambut kita. Mungkin sebagian dari temen-temen ada yang berpikir, “ah, nggak mungkin ada lah. Masa iseng banget sih cowok nyampe segitunya.” Eit eit jangan salah, saya udah pernah survey langsung dari seorang teman laki-laki dan jawabannya “ya”. Apalagi sekarang model kerudung paris kan tipis bangeeeet tuh, kalau pake sanggul tinggi tinggi pas kena sinar tuh jelassss banget keliatan rambut kita. Nah makanya, mulai saat itu saya putuskan untuk tidak menggulung rambut ;)

Ternyata, dengan tidak menggulung rambut, kerudung melebar dengan sendirinya. Ini bukan mistis pemirsa haha tapi, dengan menghilangkan sanggul rambut maka bagian kerudung yang biasanya tertarik akan terulur. Saya mematut diri dan berkata pada sosok saya dicermin dalam hati, “wah sekarang udah kayak jilbaber” hehehe tapi perasaan saya waktu itu senang dan tenaaang rasanya :)

Langkah saya semakin mantap ketika membaca kultwit nya ustadz Felix Siauw. Di linimasa nya beliau membahas, mengkupas tuntas, membabat, membeberkan dengan jelas tentang hadits ini. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi dokter.. #eh, maksudnya periksa ke klinik tong fang #oops no no no, cuma intermezzo hehehe sila di cek ke http://chirpstory.com/li/7525 untuk lebih jelasnya ;)

Saya mencoba merangkai segala runutan kejadian yang terjadi, segala pecahan puzzle yang mulai saya temukan satu persatu. Saya sadar Allah sedang menuntun saya untuk menjadi seorang hamba yang lebih memahami perintahNya dan tentu saja mengamalkanNya.

Memang sudah sejak lama saya pakai kerudung, tp masih kayak lontong hehehe dengan lekukan tubuh yang masih bebas dipandang mata. Esensi hijabnya belum dapet.
Dulu saya sempet mikir sama mereka yang lebih sempurna hijabnya, kalau mereka berlebihan atau bahasa gaulnya mah lebay. Dalam pikiran awam saya dulu, “udah deh yang penting di kerudung.” Nah itulah contoh amal tanpa ilmu. Jadi sekenanya, yang penting ngelakuin and case closed.  

Hasil observasi pribadi saya dari beberapa responden lelaki, dari sudut pandang mereka ternyata kerudung yang sekenanya a.k.a jilbab lontong nggak menjamin dapat melindungi kita dari pandangan lelaki iseng. Kok bisa? Karena yang namanya lelaki (ini masih menurut observasi pribadi hihi) sudah menjadi fitrah saat melihat perempuan pasti matanya langsung menjelajahi bagian bagian sensitif, dan bagian bagian sensitif tsb umumnya tidak tertutupi dengan style jilbab lontong. Nah makanya muslimah, waspadalah, waspadalah! Saya nggak mau nyinyirin temen temen yg mungkin hijabnya belum syar’i. Saya ucapkan selamaaat buat temen temen yang sudah menentukan untuk menutup auratnya, apapun style temen temen sekarang. Akan tetapi, kita harus ingat ilmu dan amal is unseparated. Jadi mari kita merujuk ke ayat Al-Qur’an yang menjadi landasan para muslimah untuk menutup aurat.

1. Qur’an Surat An-Nur ayat 31 tentang kerudung
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (Q.S. An-Nur:31)

2. Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 59 tentang jilbab
“Hai Nabi,katakanlah pada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Ahzab : 59)       

Nah, dari dua ayat qur’an di atas, hijab yang Allah perintahkan adalah kerudung yang menutupi dada dan jilbab yang mengulur ke seluruh tubuh. Itulah pelindung kita sebenarnya teman teman muslimah. Jadi jangan heran kalau misalnya kita udah dikerudung nih, tapi masih aja suka diisengin lelaki, bisa jadi pelindung kita belum seperti apa yang Allah perintahkan :)

Jelas sekali kan teman teman betapa Allah melindungi kita para muslimah. Dengan rahmat dan kasih sayangNya Allah perintahkan kita untuk menutup aurat, memakai kerudung hingga menutupi dada dan mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh agar kita para muslimah tidak diganggu :’) untung ruginya ada di kita bukan di Allah. Allah tidak akan rugi jika kita tidak menaatiNya, tapi kita yang justru akan sangat merugi.  

Bismillah, saya pun semakin mantap untuk menggunakan hijab sesuai apa yang Allah perintahkan atau dikenal sebagai hijab syar’i, hijab yang sesuai syariat J saya merasa lebih tenang dan nyaman. Benar benar merasa dilindungi Allah dengan melalui firmanNya.

Setelah dirunut dan dirangkai satu persatu segala “Allah’s sign” yang terjadi dalam hidup saya maka...... jadilah saya yang sekarang. Tadaaaa~ saya dengan kerudung panjang plus rok, no more skinny jeans, dan tidak lupa lengkap dengan kaus kaki. Hehehe

and you know what i feel? I’m feeling protected :) yes i do really feel that. Karena dengan style saya sekarang saya lebih ngerasa aman dari pandangan mata jail lelaki. Alhamdulillah, udah kerasa esensinya sekarang :’) 

Semoga kisah ini bisa menjadi jalan kemantapan hati teman teman yang sudah muncul benih benih cinta #eh, maksudnya benih benih keinginan untuk berhijab dan menyempurnakan hijabnya. Hehehe

Saat bisikan bisikan kebaikan itu datang, jangan ditangkis teman karena setiap bisikan kebaikan datangnya dari Allah. Jangan tunda kebaikan karena esok hari mungkin niat itu udah expire, atau bahkan bisa jadi kitanya yang expire duluan, you know what i mean, bisa jadi waktu kita udah keburu abis duluan sebelum merealisasikan bisikan baik untuk berhijab atau menyempurnakan hijab. And i hope not :)

Tidak ada niat menggurui sama sekali hanya niat berbagi sedikit pengalaman hidup yang telah dilalui. Semoga menjadi tempat lewatnya inspirasi dari Sang Illahi Rabbi :’) aamiin


"jika untuk mendapatkan perhatian makhluk saja kita kadang rela tidak menjadi diri kita sendiri. mengapa untuk Dia yang siap menerima apa adanya kita saja, kita harus berpikir berkali kali untuk membenahi diri?" - dinot :')


April 17, 2013

My Story : Jalan Hijrahku (Prolog)

Berharap menjadi jawaban dari segala pertanyaan di benak teman-teman yang kenal saya sejak dulu jaman badung sampai sekarang yang sedang mencoba terus meraih cintaNya. 
berharap menjawab setiap tanya "dinot, how come? ko bisa jadi kayak sekarang gini?" hehehehe
ya Rabb, ridhoMu adalah tujuan hidupku. 
ya Rabb, hadirkan kebaikan dalam tulisan ini.
Sebuah perjalanan yang amat berharga, anugerahMu ya Allah.

and the story begins...


"Hitam kelam pernah kulalui
 detik waktu aku penuh lupa
aku khilaf dalam resah
aku lelah tanpa arah
ku ingin menuju cahayaMu"
Pewski - Jalan Hijrahku

Ada satu fasa dimana saya ngerasa...hidup saya nggak punya arah tujuan. Saya nggak biasa hidup dengan segala targetan atau mimpi-mimpi besar. Saya cenderung menjadi penganut paham "let it flow" dan memikirkan sesuatu memakai paham "the power of kepepet". Nggak biasa punya planning jarak jauh, biasanya cuma buat yang jarak dekat. Lulus SD mau nerusin ke SMP mana? abis SMP mau nerusin ke SMA mana? Lulus SMA mau nerusin kuliah dimana? ngambil jurusan apa? semua keputusannya hampir semua berlandaskan "let it flow". "sekolah ini bagus", "kampus ini bagus", "ambil jurusan ini aja" dan bla bla bla. Dulu saya kebanyakan ngekor. sedih juga kalau dipikir sekarang. Nyesel sih ngga, saya percaya semua pasti takdir terbaikNya dimanapun saya ditakdirkan berada :) dan karena terbiasa hidup dengan paham "let it flow" ya saya nggak pernah tertantang untuk berprestasi. Jadi manusia yang seneng banget bercokol di zona nyaman, jadi murid rata-rata, dan yaaa..bisa dibilang nggak eksis juga hehehehe.
Tapi, Alhamdulillah dulu waktu SD pernah ngoleksi piala juara I MTQ sedesa dan juara ke II MTQ se kecamatan. Pernah jadi juara I lomba Da'wah sedesa juga :D jaman SMP alhamdulillah pernah jadi juara umum ke 1 waktu kelas 2 dan selalu masuk 3 besar. 
Nah, di SMA prestasi belajar saya turun drastis. Sebel juga sih, ngga tau kenapa saya juga bingung. emang males aja kali ya, dan alibinya saya sih dulu di SMA rata-rata muridnya dateng dari SMP-SMP favorit jadi emang kompeten, yang seharusnya sih saya jadikan motivasi buat lebih maju lagi ya. eh ini malah melempem.. nggak pernah masuk 10 besar kecuali waktu kelas 1 doang :( sedih juga sih, walaupun orang tua nggak pernah ngomel tapi tetep aja rasanya aneh. yang anehnya lagi, tetep aja nggak ada motivasi buat berprestasi. ckck malah dulu jaman SMA itu jaman-jamannya sering main banget. *tepok jidat* *tutup muka*
Nilai yang selalu meroket dari SD sampai SMA, yaitu bhs inggris. Saya suka banget dan emang seneng aja cuap cuap ngoceh pake bahasa internasional ini. karena emang seneng ya jd Alhamdulillah nggak pernah dapet nilai jelek buat pelajaran yang satu ini. hehehe
dalam berpakaian, Alhamdulillah Allah menanamkan keinginan saya untuk menutup aurat sejak SD kelas 6. Jadi, pas SD kelas 6 saya memutuskan untuk berkerudung dan alhamdulillah bertahan sampai sekarang dan in shaa Allah selamanya aamiin :)
Alasannya....ya karena enakuen aja pake kerudung. hehehehe nggak ada alasan yang keren atau islami. cuma karena pengen aja, enakeun :) waktu SD kadang pake kemeja panjang, rok pendek tapi di kerudung. hihi lucu juga dulu kalau diinget-inget. Akhirnya pas SMP bener-bener mantap di kerudung.
Oya, kembali ke soal prestasi selain prestasi belajar. prestasi ibadah pun menurun di SMA.. saya mulai meninggalkan shalat tahajud yang saya biasakan sejak SMP. pokoknya seinget saya masa SMA bagi saya adalah fasa terjun payung. 
Saya pun nggak kebiasa aktif di organisasi-organisasi kesiswaan seperti OSIS dan lain-lain. nggak eksis banget kan? :D aduuuuh sayang banget ya padahal kalau dipikir ulang sekarang :( but time has passed. have a sit and learn from our past ;)

Sekarang kita bahas soal love life... saya tipikal orang yang ambisius dalam mengejar orang yg dikeceng -__________- dulu saya masih menganut paham remaja pada umumnya untuk berpacaran. nggak jelas tujuan nya buat apa tapi yang penting batin ini senang. beres.
saya pacaran pertama kali waktu SD kelas 6 hahahahaha sooooo early rite? dont try this at home ok. :D dengan modal surat-suratan yang akhirnya dipergokin sama bapa saya pas lagi surat suratan dan langsung di amuk. hihihi makasih ya bapaaak :) pasca kejadian itu nggak pernah diijinin Allah punya pacar lagi sampai kelas 1 SMA pacaran cuma 1 bulan lalu putus. abis itu ngeceng anak band yang katanya soleh. ngeceng ampun-ampunan banget, kayak nggak ada kerjaan ckck padahal mending ngejar prestasi kan daripada ngejar yang nggak jelas. *tepok jidat lagi* abis itu patah hati karena ternyata dulu dia sukanya sama temen saya. oh well, kinda dramatic but i wanna laugh now for my own stupidity hihihihi gilaaaa dasar gue dulu :DDDD
dan akhirnya menjomblo lagi sampai akhir semester kelas 3.. kemudian pacaran lagi sama anak kuliahan. beda 4 taun. ini fasa pacaran terlama, yaitu 16 bulanan. untuk yang ini putus karena.....diputusin hahaha saya sekarang bisa ngikik ketawa kalau inget galaunya saya gimana dulu hahaha ini ngetik juga sambil ketawa :D
saya galaunya kebangetan disini, karena dulu ngerasa sayang bangeeeeet. dan lagi sayang sayangnya itu diputusin. ouch banget kan? :)))) dulu kerjaannya nangis dan nginget nginget memori. kayak nggak ada kerjaan manfaat lain aja. haha oya ini kejadiannya di semester awal perkuliahan. dan jadilah nilai saya anjlok karena nggak fokus kuliah malah fokus galau -_____________-
Love life saya nggak beres sampai disitu. sejak kejadian itu saya deket sama beberapa cowok dalam waktu yang tentu saja berlainan. tapi kesemuanya selalu berujung sama. dideketin dan pas deket banget udah ada feelnya, ditinggal gitu aja. selamat! kayak semacem dapet zonk gitu :D yaaa gitu lah jadi kalau dirunut kebanyakan dulu kerjaan saya galau, berprofesi sebagai galauers tetap. 
tapi selanjutnya saya mulai mikir, saya nggak boleh terpuruk terus. saya pun berusaha merapihkan serpihan serpihan hati #tsaaah lebay banget ya. haha ya intinya berusaha buat move on ke arah lebih baik. saya lebih giat belajar. saya berniat menaikan Indeks Prestasi saya dalam tiap semesternya dan alhamdulillah naik terus sampai di semester terakhir berhasil dapet IP sempurna. alhamdulillah :)

Dan perjalanan hijrah ku pun dimulai.....
"Inilah Jalan Hijrahku
dengan segala liku liku
penuh cobaan ku lalui
hari berganti hari
kutegar yakin di jalanMu"



entahlah di awal semester 4 kalau nggak salah saya tiba tiba berpikir, saya udah diam terlalu lama menjadi orang rata-rata, biasa-biasa aja. Apa nggak bosen? saya seorang muslim sejak lahir, apa kontribusi saya terhadap agama saya? saya alhamdulillah shalat 5 waktu apakah saya tahu arti dari bacaan yang saya bisikan dalam setiap shalat saya? apakah saya sudah benar-benar mengenal agama saya?
saya seorang warga negara indonesia, lahir di tanah air ini. bertahun tahun numpang di tanah subur ini. kontribusi apa yang telah saya berikan?
Kemudian saya berpikir, tidak mungkin Allah takdirkan saya hidup tanpa ada tujuan. kenapa saya diciptakan? mau apa saya di dunia ini? apa jadi daging hidup yang cuma menuh-menuhin dunia aja? useless.. setelah meninggal nanti, akan kemana saya?
Saya sadar, saya sedih, saya merasa telah membuang buang banyak waktu.. astaghfirullahaladzim
saya yakin sekarang bisikan nurani kebaikan itu datangnya pasti dari Allah dan saya sangat bahagia karena saya telah mengambil keputusan yang tepat dengan menjawab seruanNya
dan selanjutnya saya putuskan untuk memperbaiki hidup
gambaran umum agenda saya waktu itu adalah :
1. lebih mengenal Islam dan memahami betul setiap ajaranNya.
2. melakukan kontribusi terbaik untuk negara
3. mulai menyusun mimpi yang bukan hanya untuk saya tapi bermanfaat bagi orang banyak.

In shaa Allah cerita hijrah saya selanjutnya akan dibagi menjadi 4 bagian
Hijrah story 1 : pakaian
Hijrah story 2 : love life
Hijrah story 3 : passion
Hijrah story 4 : dreams

Kenapa saya menulis ini? saya ingin berbagi, berharap cerita saya ini bisa menjadi jalan kebaikan, tempat lewatnya inspirasi yang datangnya dari Allah.. saya yakin setiap yang ditakdirkanNya adalah yang terbaik, maka saya mencoba memaknai setiap butir takdir yang hadir dalam hidup saya. Berharap teman-teman tidak melakukan kesalahan yang sama dengan saya dan mau berjalan beriringan bersama saya membersamai saya, berubah menjadi yang diinginkanNya, berusaha meraih ridhaNya.
ada sebuah kata mutiara yang saya lupa berasal dari siapa, kata mutiara tersebut berbunyi, "hidup terlalu singkat untuk melakukan segala kesalahan, maka belajarlah dari kesalahan orang lain" :)

next post akan berisi hijrah saya dalam hal berpakaian. dari yang senang pakai jeans ketat menjadi seorang rok-ers, dari kerudung dililit menjadi kerudung panjang. hehehehe
penasaran? tunggu saya di "Hijrah Story 1 : Pakaian"
:)

April 14, 2013

Be an Outlier and Be an Expert!

Sedikit curhat, sebenarnya saya pengen ngeblog kemarin malem. tapi berhubung kemarin bablassss ketiduran, semacam balas dendam karena dari hari sabtu over shift terus (dari shift 3 ke shift 2 besoknya shift 1 :O) jadi ya alhasil rem tidurnya agak blong. hehehehehehe #infopenting (nggak juga sih :D)

Yup cukup intermezzonya, so the story begins with... seorang teman yang nonton acara highlight sepakbola. Jadi pas menjelang pulang kemarin, setelah semua pekerjaan di pabrik Alhamdulillah selesai sambil nunggu jam pulang teman saya nonton highlight sepakbola dari hp TV nya. Acara tsb sedang menceritakan tokoh pesepak bola handal Christiano Ronaldo. bagi yang kurang paham sepakbola atau baru denger nama Ronaldo ini, silahkan di googling aja ya. jangan sampai kalian kira Ronaldo ini tukang sayur di komplek sebelah. *nyengir*
Nah, diberita itu sedang dibicarakan tentang mobil Lamborgini nya Ronaldo yang baru seharga kurang lebih 9 Milyar Rupiah kalau ngga salah. Wooow, angka yang cukup fantastis ya buat saya. Tapi... yang bikin kita-kita ketawa ngikik miris itu adalah ternyata mobil tersebut adalah hadiah dari produsen mobil tersebut karena sang bintang lapangan menjadi bintang iklannya. Teman saya bilang, "batur mah nyak lulumpatan hungkul oge dibere mobil." (orang lain mah ya, lari-lari juga bisa dikasih mobil) dan kita pun serempak ketawa, dan saya pun mulai berpikir.... Keren ya! itulah contoh orang yang sudah menemukan passion/kelebihannya. Kemudian, dia benar-benar asah kelebihannya tersebut dan menjadi seorang expert. Kini dia sudah menjadi seorang pesepak bola hebat dengan segala prestasinya. Dan pastinya dengan pundi-pundi yang semakin tebal. Dapat bonus mobil pula. *standing applause*
Saya jadi teringat kata-kata Ustadz Felix Siauw di buku ketiganya yang berjudul "Habits". Di salah satu bab nya beliau menuliskan bahwa hidup ini memang tidak adil. Kita bisa melihat bahwa dunia ini somehow memanjakan, menghargai atau menilai lebih mereka yang jadi Outlier bukan Out of order. Dengan kata lain, orang yang hebat, berprestasi, lebih dinilai lebih tinggi dibandingkan mereka yang biasa-biasa, hidupnya lempeng, dan mengasung prinsip hidup "let it flow". Orang-orang yang seperti itu cenderung dilupakan dan tergerus zaman.
Maka dari itu, masih di buku yang sama, Ust. Felix menasehati para pembaca untuk "be an outlier"-jadilah orang yang beda dari yang lain (dalam hal positif tentunya yaaa), jangan menjadi "out of order". Pasti teman-teman pernah menemukan di mall atau di tempat-tempat umum, ada lift rusak kemudian ditempelin label "Out Of Order", artinya lift tersebut rusak dan nggak bisa digunakan sebagaimana mestinya. nah, manusia pun bisa jadi seperti itu, kita hidup tapi hidup kita tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Kita hidup males-malesan, ngga bergairah, dan banyak melakukan hal yang sia-sia. jadilah mereka menjadi kaum-kaum "out of order". Semoga kita tidak termasuk ya teman-teman ;) Selain itu, Pak Jamil Azzaini di buku terbarunya yang berjudul "ON" mengarahkan kita untuk menjadi seorang expert, beliau menyampaikan, "Pilihlah profesi yang kamu enjoy, mau terus belajar dan niatkan juga untuk bekal di kehidupan nanti #jadilahexpert" .
Masih bingung dengan kelebihan kita? Atau bahkan malah ada yang mengatakan bahwa "Duh, Saya nggak punya kelebihan deh kayaknya." Berikut ini jawaban dari Pak Jamil Azzaini, masih dari buku "ON":

"mulai sekarang cari dan fokuslah pada kekuatan dan kelebihan Anda. Bila ada yang mengatakan, "Saya tidak punya kelebihan dan kekuatan, Mas." Pernyataan ini sebenarnya telah menghina Allah, Sang Pencipta. Dia telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna. Setiap orang diciptakan dengan kelebihannya masing-masing. Miliaran penduduk bumi sidik jarinya berbeda. Sungguh hina dan tak tahu rasa bersyukur orang-orang yang merasa dirinya tidak diberi kelebihan dan kekuatan oleh Allah."

Nah, hati-hati lah jika kita sampai mengatakan bahwa kita tidak punya kelebihan, secara tidak langsung kita telah menghina Allah. Naudzubillahimindzalik.. Jadi teman-teman tugas kita sekarang adalah mencari passion/kelebihan kita apa. Pasti ada! Asah sampai kita menjadi seorang expert. dan lihat di pernyataan pertama Pak Jamil Azzaini yang saya kutip. ada bagian yang saya cetak tebal, yaitu "niatkan juga untuk bekal di kehidupan nanti" Yup, itulah pondasinya, niatkan karena Allah bukan hanya karena mengejar yang bau bau keduniawian saja ya. Misal, "ah aku mau jadi orang hebat, biar dapet Lamborgini kayak Christiano Ronaldo" itu namanya #gagalpaham dan #salahkonsep. Jika kita menjadi orang hebat untuk meraih segala penghargaan keduniawian saja itu merugikan banget! Aseli deh. Mari kita renungkan, kita hidup di dunia ini mungkin ya, maksimalnya usia 100an. itupun udah jarang sekarang, rata-rata sampai usia 75an. mari kita bandingkan dengan kehidupan akhirat yang abadi selama lamanya, bukan hitungan ratus tahunan lagi teman-teman. Jadi rasanya rugi banget kalau kita cuma ngejar kesejahteraan dunianya saja. Biar lebih mantap dan keren, hebatnya kita itu bernilai di dunia dan di akhirat.
Saya pun sedang berlatih untuk menjadi seorang expert. Saya ingin menjadi seorang penulis buku motivasi islami yang akan menjadi best seller. Tujuan utama saya bukan uang, tapi saya ingin menjadi sebaik baik manusia seperti yang tertera dalam hadits berikut, "sebaik baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.(HR Bukhari dan Muslim)" aamiin :)
Apa ngga boleh kita memiliki target-target keduniawian? Misalnya nanti kita sudah menjadi expert di kelebihan kita, kemudian Allah melimpahkan rezekinya pada kita melalui kelebihan kita tersebut, apa ngga boleh kita beli mobil, rumah, dan lain-lainnya yang bersifat duniawi? tentu saja BOLEH teman, tapi..... hal-hal tersebut diusahakan jangan jadi faktor utama yang jadi landasan kita untuk menekuni keahlian kita. Ingat, Niatkan karena Allah. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus :) Mari kita kejar akhirat, dan biarkan dunia mengejarmu. :)

So now, temukan kelebihan mu Be an Outlier and Be an Expert! maka akhirat bisa kau raih dan dunia akan mengejarmu!
dan tentu saja lakukan SELALU dengan niat karena Allah Suka :)











NB: mohon maaf banget kalau ada yang kurang nyambung, salah pengetikan dan sebagainya. disebabkan penulis buru-buru mau siap-siap berangkat nguli jadi belum sempat dilakukan pengeditan, hehehehe.
Semoga bermanfaat :)

April 10, 2013

Ini Hafalanku Mana Hafalanmu?

Sharing atau yang lebih dikenal dengan istilah curhat memang selalu menjadi agenda yang menyenangkan apalagi untuk kaum perempuan. hehehe
Saya sendiri sangat menyukai berbagi atau mendengarkan cerita. entah kenapa Alhamdulillah banyak teman saya yang memercayai saya untuk mereka bagi dengar cerita-cerita unik, sedih, bahagia, atau mengharukan yang mereka alami. Bahkan ada yang baru kenal beberapa waktu tapi udah cerita panjang lebar ngalor ngidul. Tapi saya senang sekali dan sangat menikmati setiap detiknya. Walaupun tak sering ujung ujungnya saya cuma jadi pendengar setia aja tanpa ngasih solusi aplikatif apapun. hehehe tapi setidaknya mudah mudahan dengan kedua telinga yang siap mendengar dan pundak yang siap untuk jadi sandaran #tsaaah bisa sedikit memberikan kelegaan.
Alhamdulillah pada hari sabtu-ahad tanggal 6-7 april kemarin Allah meridhai saya untuk bisa mengikuti Training Muslimah Hijrah di Hotel Banana Inn Setiabudi, Bandung. Singkat cerita di hari kedua training ada satu sesi dimana peserta diharuskan membuat sebuah kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang. Saya segera berkelompok bersama teman saya Ui dan adiknya Agnes, juga bersama dua orang teman baru saya bernama Ria, dan Andini. Lalu hubungannya sama sharing apa yaaa? hehehehe :D
Naaaaah, di sesi tersebut ternyata kita disuruh curhat. wuihhh, seneng dong. Agenda favorit kaum hawa, hehe. Dengan sifat naluriah perempuan yang susah di stop kalau lagi curhat, maka sang co-trainer membatasi waktu curhat hanya 3 menit saja :D Konten curhat nya adalah menceritakan satu peristiwa menyenangkan atau menyedihkan yang terjadi pada seminggu terakhir, menceritakan prestasi yang diraih di sebulan terakhir, dan terakhir kita dituntut untuk menceritakan harapan kita kedepannya.
sesi curhat di kelompok kami dimulai dengan..... gambreng, dan saya menjadi pencurhat urutan ke 3. Saya ngga akan cerita apa yang saya ceritakan hehehe rasanya udah terlalu sering saya penuhin blog ini sama curhatan pribadi. jadi sekarang saya mau share sebuah percakapan jleb, menohok, penuh hikmah yang terjadi pada sesi curhat ini. 
Cerita yang berasal dari sosok perempuan anggun dengan jilbab oranye dan kerudung senada yang lebar menutupi dada, berkulit putih berwajah cerah, cantik sekali. Dia bernama Ria, siswa kelas 1 Madrasah Aliyah di sebuah sekolah penghafal Qur'an. Dia mulai bercerita dengan semangat pada  kami. Dia menceritakan pengalaman menyenangkan di seminggu terakhirnya adalah dia berhasil menambah hafalan qur'an dengan lancar. Saya dengan segala penasaran dan kekaguman bertanya  "sampai sekarang udah hafal berapa Juzz?" dan Ria menjawab, "Udah hafal 4 Juzz teh". Subhanallah :') saya semakin kagum di usia yang jauh lebih muda dari saya hafalan qur'annya jauuuuuh lebih banyak. Selain kagum saya juga jd malu sendiri :(
Ternyata Ria ini sudah menghafal Juzz 1,2, 29, dan 30. *standing applause* Ria pun menambahkan bahwa di pesantrennya selain dituntut untuk bisa menjadi seorang hafidzah mereka pun dibekali dengan ilmu Tauhidnya. Jadi dua hal tersebut yang benar-benar diperdalam karena menurut Ria hafal Qur'an saja kurang lengkap tanpa ilmu Tauhidnya. Saya mengangguk semangat dan penuh iri positif saat mendengarkan setiap penuturan Ria.
Banyak sekali hal yang saya pelajari dari Ria, begitu banyak hikmah yang saya ambil. Syukur Alhamdulillah Allah mentakdirkan kedua telinga saya mendengar cerita inspiratif tersebut dengan segala kejutannya. Selain kejutan hafalan Qur'annya yang sudah banyak ada satu kejutan lain yang benar-benar mengejutkan, yaitu saat Ria bertanya dengan muka berbinarnya.. "Kalau teteh udah hafal berapa Juzz?" #JLEBBB disitu saya hanya bisa nyengir malu (maluin :d)
Jujur sampai saat ini saya cuma hafal surat-surat pendek Juz 'Amma. Sebenarnya, "Hafal Juzz 30" sudah masuk resolusi saya tahun ini dan sudah mulai saya jalani. perkembangan sampai saat ini hafalan saya sudah menapaki Ayat ke 30 di surat....... An-Naba -______________- yup, surat pertama di Juzz ke 30. huhuhuhu *tutup muka*
Pertemuan saya dengan Ria beserta segala ceritanya tentang hafalan suratnya menjadi mood booster saya kembali untuk menambah hafalan. Semangat Semangaaaaat!!! Semoga teman teman yang membaca ini juga jadi terpacu semangatnya untuk terus menambah hafalan Qur'annya ya dan tentu saja pengamalannya juga.
Lalu kenapa kita harus menghafal Qur'an? Saya jawab sama jawaban pribadi aja ya hehe, kalau saya pribadi sih yang jadi motivasinya adalah.....di akhirat nanti, ketika saya ternyata tidak layak masuk ke syurganya Allah, saya bisa setorin hafalan Qur'an saya. Mudah-mudahan bisa menjadi jalan penolong aamiin :')
Cita-cita saya, saya ingin mendapat perhatian dari Allah, saya ingin istimewa dihadapanNya makanya saya cari cara-cara yang bisa jadi jalan agar saya bisa istimewa di mataNya kini dan nanti di akhirat di antara bertriliun triliun manusia yang telah Allah ciptakan dari jaman Nabi Adam A.S. Bantu aamiin kan ya teman-teman dan saya aamiin kan juga untuk teman-teman semua.
Semoga dengan hafal Qur'an atau minimal hafal beberapa juzz bisa menjadi salah satu cara menarik perhatian Allah di akhirat kelak yaa. aamiin Pengen kan dapet perhatian dari Allah Sang Pencipta, Sang Maha Pemurah, Pemilik bumi langit dan segala isinya ? Kalau saya sih pengen BANGEEEEET hehehe :')
jadi, ini hafalanku mana hafalanmu? :)
mari menghafal.
HAMASAH! :)
Free Blog Template by June Lily