April 14, 2013

Be an Outlier and Be an Expert!

Sedikit curhat, sebenarnya saya pengen ngeblog kemarin malem. tapi berhubung kemarin bablassss ketiduran, semacam balas dendam karena dari hari sabtu over shift terus (dari shift 3 ke shift 2 besoknya shift 1 :O) jadi ya alhasil rem tidurnya agak blong. hehehehehehe #infopenting (nggak juga sih :D)

Yup cukup intermezzonya, so the story begins with... seorang teman yang nonton acara highlight sepakbola. Jadi pas menjelang pulang kemarin, setelah semua pekerjaan di pabrik Alhamdulillah selesai sambil nunggu jam pulang teman saya nonton highlight sepakbola dari hp TV nya. Acara tsb sedang menceritakan tokoh pesepak bola handal Christiano Ronaldo. bagi yang kurang paham sepakbola atau baru denger nama Ronaldo ini, silahkan di googling aja ya. jangan sampai kalian kira Ronaldo ini tukang sayur di komplek sebelah. *nyengir*
Nah, diberita itu sedang dibicarakan tentang mobil Lamborgini nya Ronaldo yang baru seharga kurang lebih 9 Milyar Rupiah kalau ngga salah. Wooow, angka yang cukup fantastis ya buat saya. Tapi... yang bikin kita-kita ketawa ngikik miris itu adalah ternyata mobil tersebut adalah hadiah dari produsen mobil tersebut karena sang bintang lapangan menjadi bintang iklannya. Teman saya bilang, "batur mah nyak lulumpatan hungkul oge dibere mobil." (orang lain mah ya, lari-lari juga bisa dikasih mobil) dan kita pun serempak ketawa, dan saya pun mulai berpikir.... Keren ya! itulah contoh orang yang sudah menemukan passion/kelebihannya. Kemudian, dia benar-benar asah kelebihannya tersebut dan menjadi seorang expert. Kini dia sudah menjadi seorang pesepak bola hebat dengan segala prestasinya. Dan pastinya dengan pundi-pundi yang semakin tebal. Dapat bonus mobil pula. *standing applause*
Saya jadi teringat kata-kata Ustadz Felix Siauw di buku ketiganya yang berjudul "Habits". Di salah satu bab nya beliau menuliskan bahwa hidup ini memang tidak adil. Kita bisa melihat bahwa dunia ini somehow memanjakan, menghargai atau menilai lebih mereka yang jadi Outlier bukan Out of order. Dengan kata lain, orang yang hebat, berprestasi, lebih dinilai lebih tinggi dibandingkan mereka yang biasa-biasa, hidupnya lempeng, dan mengasung prinsip hidup "let it flow". Orang-orang yang seperti itu cenderung dilupakan dan tergerus zaman.
Maka dari itu, masih di buku yang sama, Ust. Felix menasehati para pembaca untuk "be an outlier"-jadilah orang yang beda dari yang lain (dalam hal positif tentunya yaaa), jangan menjadi "out of order". Pasti teman-teman pernah menemukan di mall atau di tempat-tempat umum, ada lift rusak kemudian ditempelin label "Out Of Order", artinya lift tersebut rusak dan nggak bisa digunakan sebagaimana mestinya. nah, manusia pun bisa jadi seperti itu, kita hidup tapi hidup kita tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Kita hidup males-malesan, ngga bergairah, dan banyak melakukan hal yang sia-sia. jadilah mereka menjadi kaum-kaum "out of order". Semoga kita tidak termasuk ya teman-teman ;) Selain itu, Pak Jamil Azzaini di buku terbarunya yang berjudul "ON" mengarahkan kita untuk menjadi seorang expert, beliau menyampaikan, "Pilihlah profesi yang kamu enjoy, mau terus belajar dan niatkan juga untuk bekal di kehidupan nanti #jadilahexpert" .
Masih bingung dengan kelebihan kita? Atau bahkan malah ada yang mengatakan bahwa "Duh, Saya nggak punya kelebihan deh kayaknya." Berikut ini jawaban dari Pak Jamil Azzaini, masih dari buku "ON":

"mulai sekarang cari dan fokuslah pada kekuatan dan kelebihan Anda. Bila ada yang mengatakan, "Saya tidak punya kelebihan dan kekuatan, Mas." Pernyataan ini sebenarnya telah menghina Allah, Sang Pencipta. Dia telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna. Setiap orang diciptakan dengan kelebihannya masing-masing. Miliaran penduduk bumi sidik jarinya berbeda. Sungguh hina dan tak tahu rasa bersyukur orang-orang yang merasa dirinya tidak diberi kelebihan dan kekuatan oleh Allah."

Nah, hati-hati lah jika kita sampai mengatakan bahwa kita tidak punya kelebihan, secara tidak langsung kita telah menghina Allah. Naudzubillahimindzalik.. Jadi teman-teman tugas kita sekarang adalah mencari passion/kelebihan kita apa. Pasti ada! Asah sampai kita menjadi seorang expert. dan lihat di pernyataan pertama Pak Jamil Azzaini yang saya kutip. ada bagian yang saya cetak tebal, yaitu "niatkan juga untuk bekal di kehidupan nanti" Yup, itulah pondasinya, niatkan karena Allah bukan hanya karena mengejar yang bau bau keduniawian saja ya. Misal, "ah aku mau jadi orang hebat, biar dapet Lamborgini kayak Christiano Ronaldo" itu namanya #gagalpaham dan #salahkonsep. Jika kita menjadi orang hebat untuk meraih segala penghargaan keduniawian saja itu merugikan banget! Aseli deh. Mari kita renungkan, kita hidup di dunia ini mungkin ya, maksimalnya usia 100an. itupun udah jarang sekarang, rata-rata sampai usia 75an. mari kita bandingkan dengan kehidupan akhirat yang abadi selama lamanya, bukan hitungan ratus tahunan lagi teman-teman. Jadi rasanya rugi banget kalau kita cuma ngejar kesejahteraan dunianya saja. Biar lebih mantap dan keren, hebatnya kita itu bernilai di dunia dan di akhirat.
Saya pun sedang berlatih untuk menjadi seorang expert. Saya ingin menjadi seorang penulis buku motivasi islami yang akan menjadi best seller. Tujuan utama saya bukan uang, tapi saya ingin menjadi sebaik baik manusia seperti yang tertera dalam hadits berikut, "sebaik baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.(HR Bukhari dan Muslim)" aamiin :)
Apa ngga boleh kita memiliki target-target keduniawian? Misalnya nanti kita sudah menjadi expert di kelebihan kita, kemudian Allah melimpahkan rezekinya pada kita melalui kelebihan kita tersebut, apa ngga boleh kita beli mobil, rumah, dan lain-lainnya yang bersifat duniawi? tentu saja BOLEH teman, tapi..... hal-hal tersebut diusahakan jangan jadi faktor utama yang jadi landasan kita untuk menekuni keahlian kita. Ingat, Niatkan karena Allah. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus :) Mari kita kejar akhirat, dan biarkan dunia mengejarmu. :)

So now, temukan kelebihan mu Be an Outlier and Be an Expert! maka akhirat bisa kau raih dan dunia akan mengejarmu!
dan tentu saja lakukan SELALU dengan niat karena Allah Suka :)











NB: mohon maaf banget kalau ada yang kurang nyambung, salah pengetikan dan sebagainya. disebabkan penulis buru-buru mau siap-siap berangkat nguli jadi belum sempat dilakukan pengeditan, hehehehe.
Semoga bermanfaat :)

Comments:

Post a Comment

Free Blog Template by June Lily