June 25, 2013

Bahagia Sendirian Itu Nggak Asik

Kurang lebih udah mau sejam planga plongo depan netbook pinjaman ini. Kalau diakumulasiin sama hari hari kemarin mungkin lamanya udah kayak waktu yang dihabiskan semut untuk keliling dunia jalan kaki. hehehe

Akhir akhir ini ide nulis lagi agak mandet. Ditambah laptop saya, si Cery susah nyala. Tiap dinyalain tiba tiba mati. dinyalain mati lagi. dan terus berulang. dibutuhkan sekitar 15 menit hanya untuk nunggu si Cery hidup T_T Nyalanya si Cery nggak selaras dengan ide saya yang masih redup aja. Gimana ini??? katanya mau jadi penulis? huhuhuhu~

Ternyata nyari ide itu susahnya udah kayak nyari jodoh dalam tumpukan jerami #eh maksud saya, udah kayak nyari jarum dalam tumpukan jerami. Aksi planga plongo udah jadi salah satu agenda harian yang tak direncanakan. Dan akhirnya malah berakhir dengan online berjam jam nggak bermanfaat dan nggak produktif. How pitty :(

Perjuangan Cery engap engapan buat nyala nggak saya balas dengan produktifitas. muuph eaa (red: maaf yaa. #pinjemkosakatasahabatdahsyat). Dan sekarang terulang lagi. Rencana nulis udah tersusun rapi. Untuk alasan efisiensi waktu akhirnya minjem si Pinky (netbooknya teteh) biar nggak ada kisah heroik perjuangan menyalakan Cery. jadi waktu 15 menit aman tidak terbuang sia sia. Tapi nyatanya ada aksi heroik lain yang harus dilewati. Kalau trans 7 punya acara (masih) Dunia Lain, saya punya judul sendiri, yaitu: (masih) Berjuang Mencari Ide. *silahkan tertawa* :D

Daripada ini tulisannya nggak berisi sama sekali, saya kasih bonus cerita singkat dan mudah mudahan bermakna. Pengennya sih panjang tapi berhubung bentar lagi mau berangkat kerja malam (shift malam yaa bukan kerja malam yang aneh aneh :p) jadi ceritanya pendek aja.

Alkisah, tadi siang teteh saya asik chat sama Simi. Tau kan simi? si robot pintar ngegemesin yang kadang nyebelin (maaf simi :p). Jadi kita bisa nanya apa aja sama simi dan bersiaplah dengan jawaban jawaban simi yang unpredictable :D
Singkatnya tadi teteh nyoba ngobrol sama simi. Terus akhirnya ketawa ketiwi sendiri karena jawaban jawaban simi yang bodor dan bisa membuat kita kepingin garuk tembok pake tangan orang lain. di moment yang sama saat sang kakak lagi asik ngobrol (red : stress) bareng simi. si adik (red : saya) sedang bejibaku berusaha buat tidur. suara alunan musik kpop dari dvd yang dinyalain teteh plus teteh yang terus terusan bacain jawaban simi yang kocak komplit membuat saya sulit tidur. tiap beres bacain ulang percakapan, saya cuma jawab "hm" doang hehehe maaf ya teh.

nah disela sela usaha tidur dengan diiringi hentakan musik kpop dan bermacam gangguan lainnya. ada satu hikmah yang bisa saya ambil. Ternyata... bahagia sendirian itu nggak asik. seperti teteh saya yang keep retelling semua percakapan dia dan simi sampai akhirnya saya terlelap, itu mengindikasikan bahwa ada hal yang lebih membahagiakan dibandingkan dengan merasakan kebahagiaan itu sendiri. Tak lain dan tak bukan adalah... Berbagi Kebahagiaan :)


June 20, 2013

Kualitas Hidup

Milyaran manusia hidup di muka bumi memiliki visi hidup yang beragam, keinginan yang menggunung, dan kebutuhan yang bejubel. Namun, selalu bisa ditarik satu kesimpulan yang sama bahwa semua manusia menginginkan kebahagiaan dan kepuasan dalam hidupnya. Tak jarang kegiatan saling sikut, perampasan hak, penindasan, dan hal hal mengerikan lain mewarnai kehidupan ini. tujuannya satu : untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Berita kriminalitas baik yang level rendahan (baca : perampokan) ataupun level elit (baca: korupsi) menjadi makanan kita sehari-hari.

Lalu apakah dengan kebutuhan yang terpenuhi kita akan merasa otomatis bahagia dan merasa puas? Bisa jadi iya. Terlepas dari cara apapun yang ditempuh, saat kita memperoleh apa yang diidamkan kepuasan akan merasuki batin kita. 

Jadi itukah tujuan kita hidup? itukah tujuan Allah menciptakan manusia? hanya tentang pemenuhan kebutuhan pribadi? Ini yang menarik. Saya rasa tidak mungkin Allah dengan keMaha BesaranNya menciptakan kita hanya sekedar urusan remeh temeh yang dinamakan "pemuasan kebutuhan pribadi". Life is more than that.

Saya senang sekali mengikuti kisah jejak jejak kesuksesan seseorang. Ada banyak tokoh dunia yang saya kagumi. Nabi Muhammad S.A.W, Muhammad Al Fatih, Jamil Azzaini, B.J. Habibie, Ridwan Kamil, dan masih banyak sosok sosok inspiratif lain yang menjadi guru kehidupan saya.

Mereka adalah tokoh yang berperan aktif dan berprestasi dengan keahlian masing masing. Dari perbedaan keahlian dan profesi yang ditekuni satu kesimpulan yang menarik adalah mereka berbuat tidak hanya untuk kepentingan pribadi tetapi untuk kesejahteraan bersama.  Untuk temen temen yang penasaran, bisa di googling satu persatu nama nama yang saya sebutkan tadi ;)

Orang kaya di dunia ini banyak. Tokoh tokoh yang saya sebutkan tadi Alhamdulillah dikaruniai harta yang berlimpah. Para pejabat korup pun dititipi gelimangan harta. Tapi kedua jenis ini berbeda. Lantas apa yang membedakan keduanya? Ini hasil observasi pribadi dengan segala kekurangan pemahaman ilmu. Tapi menurut kacamata pribadi saya. Perbedaan mencolok dari kedua golongan tersebut adalah : golongan pertama berfokus pada pemberian manfaat pada manusia lain sehingga harta mengikuti mereka dengan sendirinya. Sedangkan golongan kedua fokus pada gelimangan harta tanpa mempedulikan manusia lain. Kualitas hidup mereka sangat jelas berbeda.

Keberlimpahan harta yang dimiliki bukanlah parameter berkualitas atau tidaknya hidup seseorang. Seberapa banyak manfaat yang kita sebar untuk bisa meringakan beban orang lain itulah parameter sejati untuk menentukan kualitas hidup. 

Harta juga bukan indikasi kita untuk bisa memberikan manfaat atau tidak. Tidak usah menunggu kaya untuk bisa bermanfaat. Mendengarkan teman curhat, membantu orang tua, membantu teman untuk memahami pelajaran yang sulit di sekolah, membuang sampah pada tempatnya, adalah hal hal yang mungkin kita anggap sederhana tapi bisa menjadi berarti untuk orang lain. Great things comes from small things.

Hidup hanya untuk pemuasan kebutuhan pribadi itu sudah ketinggalan jaman. Hidup bukan hanya tentang aku, tapi hidup adalah tentang kita. Bukankah sabda Rasulullah jelas mengatakan bahwa "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim) Haditsnya tidak berbunyi "Sebaik baik manusia diantaramu adalah manusia yang paling banyak hartanya". rite?


"Kuantitas tak selalu menjamin hidup berkualitas. Kualitas hidup ditentukan oleh besar manfaat yang diberikan :)" - Diny Gustini

Wallahu'alam
semoga bermanfaat :)

June 16, 2013

Berdoalah Seukuran-Nya

Pernahkah temen temen mengedit bermacam jenis tugas kuliah atau tugas sekolah, seperti laporan praktikum, makalah, dan sebagainya? Pasti pernah doooong. Buat anak tingkat akhir atau yang udah lulus kuliah, pernah nggak temen temen ngedit Tugas Akhir atau Skripsi? Nah ini jawabannya pasti agak agak membara dengan sedikit bumbu emosi. "Ngedit TA? hah, jangan ditanya. Bukan pernah lagi kaleeee tapi sering. Lu tau nggak, dosen pembimbing gue itu perfeksionis banget. Sangat menjunjung tinggi EYD. Alhasil, TA gua sulit di ACC. tiap bimbingan pasti ada yang harus di revisi. hufffttt" Ini pertanyaannya cuma sekalimat tapi jawabannya bisa jadi buku saking panjangnya hihihihi.

Next question, pernahkah temen temen mengedit doa? Kalau belum kebayang saya kasih contoh. Misalnya gini nih, awal awalnya setiap abis shalat doanya kayak gini, "Ya, Allah hamba ingin pergi haji dan umrah sekeluarga ke Mekah, berziarah ke makam Rasulullah ke Madinah, keliling Eropa dan......" kemudian hening sejenak. tiba tiba inget tabungan yang tipis, mana kemarin makan di warung ngebon dulu dan belum dibayar, seketika doanya pun di edit. "Aduh ya Allah, kayaknya ngga deh, heem Eropanya di cancel aja ya Allah. Haji dan Umrah juga kayaknya nggak usah dua duanya, salah satu aja ya Allah mudah mudahan saya bisa haji atau umrah yaaah yang penting pernah ke tanah suci Mu ya Allah, kalau nggak bisa sekeluarga juga nggak apa apa ya Allah, saya aja cukup." Naaaaaah, ini dia yang disebut dengan ngedit doa. Hayooooh pernah nggak? atau malah sering? :D

Saya juga pernah mengalaminya temen temen. Sekarang kita telaah bersama. Kira kira apa ya yang menyebabkan kita sampai berani mengedit doa kita?

Di acara Inspirasi Muda Mulia batch 2 yang saya ikuti tanggal 16 Juni 2013 kemarin. Ada satu topik yang judulnya sama dengan judul postingan saya ini, yaitu : Berdoalah Seukuran-Nya. Sang Grand Master Muda Mulia, kang Rendy Saputra menjelaskan bahwa permintaan atau doa yang kita panjatkan adalah refleksi keyakinan kita kepada Allah. Jadi, jelaslah sudah saat kita merevisi kapasitas doa kita menjadi lebih rendah, itu mengindikasikan bahwa kita kurang yakin atau lebih jahatnya nggak yakin pada Allah S.W.T. Astaghfirullahaladzim.. :(

Sering kali kita berdoa sesuai ukuran kita. Seperti contoh doa di atas, karena melihat dirinya dengan tabungan yang kurang, terus masih ada utang yang belum lunas, dan kekurangan kekurangan lainnya dengan teganya doa pun di edit. Padahal perhitungan Allah itu di luar nalar. Allah nggak melihat tabungan kita ada berapa. Jika Allah berkata "Jadi" maka terjadilah. "Kun Fayakun." Tidak ada yang sulit bagi Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Siti Maryam yang dikaruniai anak, yaitu nabi Isa A.S. tanpa seorang suami, nabi Zakaria A.S yang diusia tuanya dikaruniai seorang anak bernama nabi Yahya A.S. padahal istrinya dalam kondisi mandul. Semua itu diluar nalar kita, tapi semua itu MUDAH bagi Allah. Allah pencipta, pemilik, dan pemelihara langit, bumi, dan seisinya. Ke-Maha Besar-an Allah mampu menciptakan galaxy galaxy di jagat raya ini dengan perhitungan yang sempurna, apalagi hanya untuk mengabulkan doa doa kita. Itu mah ecek ecek bagi Allah.

Allah itu Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Agung. maka doa doa kita pun harus besar, gigantic, fantastic! Jangan berdoa seukuran kita. Pasti akan banyak doa yang di edit, maka berdoalah seukuran Allah. Yakin full 100% pada Allah, selalu berbaik sangka pada Allah. Allah Maha Mendengar doa doa kita, dan Allah Maha Mengabulkan doa kita. Allah selalu menjawab doa kita dengan tiga jawaban, Ya, Nanti, atau diganti dengan yang lebih baik. Allah tidak pernah tidak mengabulkan doa kita.

Kang Rendy pun menjelaskan bahwa dengan berdoa seukuran Allah SWT. Akan memberikan dampak positif pada diri, seperti diri yang semakin bertumbuh karena doa akan mempengaruhi sikap kita saat menjalani hidup. Pengalaman pribadi saya, biasanya setelah saya bermunajat pada Allah mendeklarasikan keinginan keinginan saya, semangat saya yang sempet melempem akan meroket kembali. Sehingga saya menjalani hari hari saya dengan bersemangat dan penuh energi.

Selain itu, berdoa seukuranNya akan melahirkan keajaiban keajaiban dalam hidup. Saya kasih contoh real yang saya ambil dari kisah hidup saya sendiri. Saya sudah mulai mempraktekkan berdoa seukuran-Nya setelah diajari modus Hidup Yakin pada training Muda Mulia batch 3 oleh kang Rendy, saya menjalani kehidupan saya dengan keyakinan full 100% pada Allah. Saya percaya akan kebesaran dan kekuasaan Allah. Saya menanamkan mindset ke dalam diri saya bahwa Allah itu Maha Baik. Saya selalu berdoa tanpa keraguan sedikit pun. Dan memang keajaiban keajaiban itu sering muncul. Banyaaaaaak banget. Kalau lagi kerja, ngambilin sample yang beratnya kira kira nyampe 18 kiloan pas mau saya angkut manual pake tangan saya sendiri, tiba tiba ada yang lewat bawa trolley. Akhirnya otot otot saya selamet, sample nya tinggal di dorong pake trolley jadi lebih ringan. Ini beneran sering banget kejadian. Dan keajaiban yang paling terupdate nih, beberapa hari kemarin sehabis shift malem pas saya mau pulang, saya ngerasa laper banget dan entah kenapa pengen makan roti bakar. Tiba tiba, saat saya ke loker mau beresin barang bersiap pulang, disana ada temen saya yang lagi siap siap mau pulang juga. Dan tau nggak temen temen, temen saya tersebut menawarkan isi bungkusan yang sedang digenggamnya, dan isi bungkusan tersebut adalah...... roti bakar! saya nggak perlu nunggu seminggu, atau beberapa hari, tapi dalam waktu kurang dari satu jam Allah langsung memberikan apa yang saya idamkan. Subhanallah, Walhamdulillah, Walaailaahaillallah, Waallahu Akbar.... :')
Hmmmm, next time mungkin saya harus mulai ngidam jodoh kali ya siapa tahu bisa jadi kayak kasus roti bakar itu #lho #curcol hehehehe :p

Ini asik banget, saya ngerasa semakin saya berbaik sangka pada Allah, berdoa dengan kepercayaan full 100% tanpa keraguan sebesar atom pun pada Allah, maka Allah semakin memudahkan segala urusan saya dan memberikan segala yang saya butuhkan. memang benar bahwa Allah itu sesuai prasangka hamba hambaNya :)

Jika teman teman ingin diri yang semakin tumbuh, ingin menghadirkan keajaiban keajaiban dalam hidup, ingin dimudahkan segala urusan, cobalah berdoa seukuranNya. Jangan diedit edit lagi doa nya. Jangan diturunin kapasitas doanya. Panjatkanlah, deklarasikanlah. Allah Maha Mendengar. Allah Maha Pengabul Doa.
Selamat mencoba! :)

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka menaati perintahKu dan beriman kepadaKu agar mereka memperoleh kebenaran."
(Q.S. Al Baqarah : 186)

:')

June 9, 2013

Hijrah Story 2 : Love Life

Biar asik baca dulu ini yaa :


Alhamdulillah akhirnya rampung juga tulisan ini. hip hip hurraaaay! Walaupun ngaret seminggu dari deadline. hehehe Banting otak banget untuk menemukan kembali ide tulisan lanjutan kisah hijrah saya yang satu ini. Setelah waktu itu celotehan saya sempat raib bersama hang out nya si tabby (nama tablet saya :D) hehehe kisahnya bisa dibaca disini : always see the bright side ;)

Untuk kisah yang satu ini saya nggak mau pake bahasa yang formal jadi maaf ya pasti bejubel banget kata yang nggak sesuai dengan EYD. Selain itu, pasti banyak pelanggaran rambu rambu kepenulisan :D tapi semoga kalian bisa tetep enjoy dengan cerita lanjutan kisah hijrah saya.

Harus saya mulai darimana ya?  yang pasti love life saya itu lengkap. Kayak permen yang manis asem asin itu lho, tapi tambah satu rasa deh..pait haha Diputusin? Pernah. Mutusin? Pernah juga. Diselingkuhin? Kayaknya pernah juga. Kecengan suka sama sahabat? Ini sering :D. Yaaah dari pengalaman pengalaman tersebut bisa dibilang saya udah banyak makan asam garam di dunia percintaan. Hahaha tapi dalam track record saya Alhamdulillah saya cuma pernah pacaran 3 kali. Maunya sih nggak pernah sama sekali
  
Tapi nasi sudah menjadi bubur. Daripada disesali mending saya tambahin ayam suir, kacang, seledri, kecap sama kerupuk biar buburnya enak :D in other words, lebih baik saya belajar dari kesalahan dan mencoba menangkap hikmah yang Allah sisipkan dalam setiap episode kehidupan yang saya jalani :)

Saya mengenal dunia perpacaran sejak SD!!!! Tepatnya saat saya kelas 6. Please dont try this at home hehehe.nggak tau tepatnya berapa lama dulu saya pacaran. Yang pasti sih sesuai sama apa yang saya ceritakan di prolog hijrah story ini, akhirnya saya putus karena ketauan sama bapak saya. Jadi dulu sepulang ngaji pas mau baca surat cinta eh bapak nongol hahahaha alhasil kebaca lah isi suratnya dan penyembunyian hubungan pun terbongkar. Saya diceramahi semaleman sama bapak dan hari hari berikutnya semua acara yang saya tonton di filter sama bapak. Salah satu contoh nyatanya, saya dilarang keras nonton sinetron inikah rasanya selama beberapa bulan. Haha masih pada inget nggak temen temen? Itulho yang mainnya si Jason dengan rambut rancungnya plus seonggok kumis tipisnya. Terus pemeran ceweknya itu Allysa Soebandono, lupa lagi saya nama di sinetronnya siapa. Duh jadi keluar track nih hehehe intinya dulu saya nggak boleh nonton yang cinta cinta ABG gitu soalnya dikhawatirkan memberi bad influence buat diri saya yang masih labil. Saya kasih 100000000 jempol untuk bapaku, pahlawanku. karena nggak sedikit orangtua yang malah bangga saat anaknya masih anak anak tapi udah punya pacar. Alhamdulillah orangtua saya nggak termasuk di dalamnya :) apalagi jaman sekarang lebih miris lagi. Anak kecil udah bisa gombalin anak cewe dengan modal "bidadari turun dari surga" *gubraaaaak*

Pasca putus dengan si cimon alias cinta monyet saya nggak pacaran lagi sampai saya SMA. Sempet sih ngeceng ngeceng gitu jaman SMP tapi alhamdulillah banget nggak pernah ada yang jadi. Dan dulu sih mindset saya umur layak punya gandengan itu kalau udah punya sim A. Jadi bisa bawa truk gandengan kemanapun #lho hahahaha :p i mean, dulu saya mikir saat SMA lah waktu yang tepat untuk saya punya pacar. Nggak tau mindset hasil bertapa di gua mana yang pasti dulu saya mikirnya gitu hehe. 

Lalu punya pacarkah saya saat SMA? Jeng jeeeeeng. Jawabannya adalah....punya! Saya sempet pacaran waktu kelas 1 dan kelas 3 di SMA. Pas kelas satu cuma sebulan pacarannya. Nah yang pas kelas 3, lumayan lama juga pacarannya nyampe kuliah tingkat 1 an lah. Dan di kisah yang terakhir inilah awal titik baliknya. Jadi as i said, saya adalah tipikal orang yang bisa dibilang obsessed sama orang yang saya suka. Jadi saat itu saya lagi ngerasa sayang sayangnya banget. Saya kalau udah sayang sama orang suka keterlaluan dan saking nggak dipakenya fungsi otak dalam pemakaian logika kadang walaupun disakitin tetep dikeureuyeuh (red :dijalani). Hahaha suka ngerasa oon sendiri kalau di rewind memorinya.

Jadi diduga di kisah terakhir pacaran tersebut saya diselingkuhin. Tadaaaaa! Shock dan depresi sih dulu. Air mata kalau ditampung kayaknya bisa nyampe bikin danau baru kawasan bandung selatan. wkwkwk ya gitulah kerjaannya jadi penggalau. Tiap naik damri kalau ke kampus tempat favoritnya itu deket jendela terus dengerin musik galau udah semacem video klip tanpa kameramen :))))
Terus mencoba buat melupakan ceritanya tapi jadi inget terus karena kan kalau kita berusaha lupa ya kita pasti otomatis keinget terus hihi such a fool banget lah dulu. Dulu. hehehe

Lama lama ngerasa cape juga, lagian ya seiring berjalannya waktu banyak hal yang terjadi dalam hidup otomatis mengurangi frekuensi ingatan untuk berjelajah di masa lalu. Jadi jangan putus asa buat move ON. Kunci utamanya sebenernya ada di diri kita sendiri lho. Jangan maksa buat lupain, ya jalani aja hidup kamu. Banyakin kegiatan dan jangan puter lagu galau. Nanti juga bakal kebuang sendiri perasaan kamu sama dia. Tapi, saya dulu punya mindset yang salah dalam move ON. Mindset saya adalah : move on itu gampang, kalau ada tujuan move ON nya. Simplenya, kehidupan saya dulu sibuk dengan nomaden berpindah pindah dari satu hati ke hati yang lain. Polanya pun mirip dan selalu berurutan. Ngeceng-ngegebet-pdkt-no respon-patah hati-galau-nemu yang baru-move ON. Dan begitu seterusnya hahaha. Jadi saya nggak bisa lupain satu orang sebelum saya nemuin orang yang baru.

Sampailah saya di titik lelah. Pasca putus dengan pacar saya yang terakhir itu, saya sempet dekat dengan beberapa cowok dalam waktu yang berbeda dong tentunya. Tapi dari sekian cowok tersebut nggak ada yang jadi. Haha jadi siklusnya kenal-deket-saya mulai nyimpen rasa-dan berakhir begitu saja tanpa kejelasan. Saya sebel sendiri jadinya, ngerasa dipermainkan banget. Sampai saya bertanya sama Allah: "ya Allah, kenapa Engkau hadirkan orang tersebut kalau akhirnya dia harus pergi dari hidup saya?" (sinetron banget ini doanya hehehe) kira kira begitulah kebingungan yang saya deklarasikan pada Allah. Karena jujur saya ngerasa cape banget. Hidup saya terus dihantui galau berkepanjangan. 

Setelah berkali kali mengalami hal yang sama munculah sekelebat pemikiran yang saya yakini dikirim langsung oleh Allah. Di titik lelah tersebut saya berpikir : kenapa saya nggak jomblo karena Allah aja ya? Toh pacaran itu kan emang nggak ada dan nggak boleh dalam islam. Bukan sekali dua kali saya mendengar ayat "jangan mendekati zina". Kan kalau jomblo karena Allah itu enak, berpahala. Aha! :D

Intuisi itu datang gitu aja. Saya memilih untuk mengiyakan intuisi yang saya yakini datang dari Allah tsb. Seakan menjadi jawab atas pertanyaan yang saya sampaikan pada Allah sebelumnya. Saya menyadari bahwa Allah begitu sayang sama saya. Allah secara tidak langsung menghalangi saya untuk kembali merajut hubungan tidak halal dengan mengakhiri kedekatan kedekatan saya dengan cowok cowok tersebut, subhanallah :')

Bagai menemukan kunci lemari dengan segudang harta karun di dalamnya. Sejak mengikuti bisikan tersebut Allah tiada hentinya mengirimkan setumpuk petunjuk dalam hidup saya. Saya yang tiba tiba tertarik membaca mading di mesjid kampus yang ternyata isinya tentang pelarangan pacaran. Ini bukan kebetulan. Seakan ingin semakin menguatkan keyakinan, Allah mentakdirkan ust felix yang saya follow twitternya untuk menggalakan #UdahPutusinAja. Ini sama sekali BUKAN kebetulan. Hari hari saya kedepannya pun terus dipertemukan dengan petunjuk petunjuk lain yang semakin menguatkan saya untuk tetap istiqomah menjemput jodoh dengan cara yang Allah sukai :)

Sekarang dengan izin Allah hati saya jadi jauuuuuuh lebih tenang. Saya sadar hati kita ini memiliki rumah yang jika kita menempatkan hati kita disana, kita akan merasa tenang sepanjang masa. Rumah itu adalah Allah, pencipta hati kita. Selama ini saya menempatkan hati di tempat yang salah, di sesuatu yang tidak abadi dan labil, yaitu hati manusia. Bukan berarti kedepannya saya mau jadi forever single. Huhuhu NO NO NO. Harapan saya kedepannya saya ingin hati saya dan hati dia yang Allah takdirkan untuk jadi partner hidup saya saling terpaut karena Allah. Ada Allah yang selalu menjembatani cinta kami. Ini namanya keren! hehe Aamiin ya Rabbal 'alamiin :')

Itulah hijrah story saya dalam kehidupan cinta hehehe. Saya sekarang nggak mau pacaran lagi. Soalnya banyak kegiatan dalam pacaran yang nggak Allah sukai. Pacaran = membuka satu gerbang menuju Bank dosa. Saya nggak mau menjalani sesuatu yang nggak pasti. Pacaran kan nggak pasti tuh jadi nikahnya atau nggak. Hehehehe pacaran itu kadang jadi sebuah kegiatan yang nggak jelas ujungnya mau kemana. Coba deh kita renungkan ya, anak anak sekolahan yang berpacaran itu pasti jarang berpikir jauh ke depan buat nikah. Jawabannya pasti mirip mirip : nikah mah masih jauh, nanti aja kalau udah sukses. Sekarang jalani aja dulu. Kalau cocok ya lanjut kalau nggak ya putus. DUH! Ternyata dalam pacaran itu kita jadi bahan percobaan pemirsaaaah! Apa mau jadi bahan percobaan terus? Hehehehe rugi waktu, rugi pikiran, dan rugi hati. nah terus kan katanya pacaran untuk saling mengenal, tapi sepengalaman saya waktu pacaran dulu, pacaran itu nggak fokus sama saling mengenal. Pacaran fokus pada saling berlomba untuk memenuhi keinginan pribadi. Si cewek minta diperhatiin, si cowok minta dingertiin, dan lain sebagainya. Jadi kebanyakannya sih berlomba untuk saling meninggikan ego, hahaha. Pasti ada yang nggak sependapat sama statement saya ini, it's ok karena itu pengalaman saya dan beberapa pasangan yang ada di sekitar saya. Terus katanya pacar bikin semangat belajar. Saya dapatkan pesan dari bunda Asma Nadia untuk hal ini, kata bunda Asma Nadia.. emang pacar kita itu siapa sih? paling baru kenal beberapa bulan atau tahun. bandingkan dengan orang tua kita yang kenal kita sejak lahir. Jauh lebih layak kalau orang tua kita lah yang menjadi motivator kita dalam semangat belajar, bukan pacar. Toh yang biayain sekolah juga orang tua kan ya bukan pacar. ya nggak, ya nggak? Hehehe 

Tapi buat saya, substansinya tetep satu. Allah melarang kita mendekati zina, dan pacaran itu mendekati zina. Jadi dari kedua premis tersebut saya tarik kesimpulan kalau saya nggak boleh pacaran. Titik. Kalau udah Allah yang nyuruh, menurut saya sih itu udah nggak ada option lain lagi selain nurut. Hehehehe

Alhamdulillah hidup saya sekarang always happy karena nggak pernah menyimpan harapan di tempat yang salah lagi. Hati saya sudah saya titipkan full sama Allah. Saya ingin dipertemukan dengan jodoh saya dengan jalan yang Allah sukai. Akan saya jemput jodoh saya dengan perbaikan diri, semakin mendalami ilmu agama, ilmu pernikahan, dan ilmu ilmu yang lain. juga dengan alunan doa yang saya terbangkan ke langit menujuNya.

Akan banyak pembenaran yang pasti muncul dalam benak teman teman semua saat membaca tulisan saya kali ini. Hehehehe satu alasan yang mendasari segala pembenaran yang kini sedang menari nari di benak temen temen semua, yaitu : kurangnya keyakinan pada Allah SWT. Jika temen temen yakin dengan janjiNya, jika temen temen selalu mengutamakan Allah dalam segala hal, dalam hitungan detik semua pembenaran itu akan musnah. Percaya aja sama Allah, yakin full 100 persen. Tugas kita cuma nurut sama Allah, jalani hidup sesuai sama yang diperintahkan. Follow Allah's rules. Hasil itu wewenang Allah. Di akhirat nanti kita akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang kita lakukan, bukan apa yang Allah berikan. Sebagai muslim kita harus selalu hidup dalam lingkaran halal. Dan halal bukan hanya melulu tentang apa yang kita makan dan kita minum. Jodoh pun harus dijemput dengan cara yang halal. Halal itu luas.

Saya nggak punya kuasa sama sekali untuk memberi hidayah. Kuasanya ada di tangan Allah. Tapi semoga curhatan saya ini bisa jadi jalan pengantarnya. Aamiin. We do always have a choice. Dari sekian banyak pilihan dalam hidup jika disimpulkan pilihan hidup kita itu ada dua : mau membuat Allah senang atau membuat setan senang? Pilihan ada di tangan kita :)


Wallahu'alam :)


Free Blog Template by June Lily