October 24, 2013

Rumah Gratis

Alkisah, ada seorang miskin dihadiahi Rumah Gratis oleh sang kaya dermawan. Jangan bayangkan Rumah Gratis ini sederhana, seadanya, sempit, berada di kawasan kumuh, tidak terawat. Orang Kaya ini sungguh sangat dermawan. Ia memberikan sebuah rumah super duper mewah. Dibuat dengan bahan bangunan terbaik. Dihiasi taman indah megah bertaburkan berbagai macam bunga cantik dan wangi. Tak lupa sayuran dan buah yang bisa langsung dipetik dari pohonnya.

Jika butuh refreshing si miskin bisa langsung menghibur diri dengan memancing di kolam ikannya sendiri. Kolam renang pun tersedia disana. Mobil mewah nan mahal pun tak terlewatkan oleh sang kaya untuk dihadiahkan pada si miskin. Sejumlah uang juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan si miskin dan keluarganya sehari-hari. Pokoknya lengkap, semua yang dia butuhkan ada disana.

Luar biasa senang sekali si miskin. Dia tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih, mengecup punggung tangan, dan memeluk sang kaya dermawan itu.

"Sungguh dermawan sekali engkau Pak, saya tidak pernah menyangka bisa mendapat hadiah seistimewa ini." Sambil memeluk sang kaya dermawan mungkin untuk keseribu kalinya, si miskin kembali berterima kasih. 

"Duhai pria dermawan, apa yang harus saya lakukan untuk membalas kebaikanmu ini?" Lanjut si miskin sembari mencoba menangkis curahan air mata dengan kedua tangannya yang bergetar hebat saking senangnya.

Sang kaya dermawan lantas hanya tersenyum, menatap si miskin, membalas pelukannya dengan erat, "Pak, semoga rumah ini bermanfaat bagi anda dan keluarga. Saya tidak akan menuntut lebih, ini semua sudah sepenuhnya milik anda. "

Berhenti sejenak, sang kaya dermawan kemudian melanjutkan, "Pak, Jika engkau menanyakan tentang pembalasan, tidak ada pembalasan yang lebih baik dari hal satu ini. Jagalah, rawatlah dengan baik rumah ini. Sungguh itu adalah bentuk pembalasan yang paling baik."

Mendengar hal itu si miskin semakin senang. Dia tak menyangka bisa mendapatkan rumah super duper mewah dan megah. Dan yang terpenting adalah Gratis! Ditambah syarat yang ecek ecek menurut si miskin, yaitu merawat rumah tersebut. Semburat kebahagiaan semakin terpancar dari wajahnya. 

***

30 tahun berlalu, kalian tahu apa yang terjadi? Rumah mewah itu bertransformasi menjadi kumuh dan apek. cat temboknya pun perlahan memudar. Jika hujan tiba, tetesan airnya mampu merangsak masuk ke rumah melalui lubang-lubang di atapnya. Ikan-ikan sudah tidak ada yang sanggup tinggal di kolam karena kekeruhannya yang membahana. Kolam renang? Mengering, tidak berair, dilengkapi dengan noda-noda coklat di keempat sisinya. 

Tanaman indah itu berubah gersang, tidak ada satu pun bunga, sayuran, ataupun buah yang berani tumbuh di tanah kering itu. Kemewahan juga telah meninggalkan mobil yang dihadiahi sang kaya dermawan 30 tahun yang lalu itu. kacanya berdebu, ban nya tinggal 3, tempat duduk dihiasi berbagai lubang dimana-mana. Intinya sih, sudah tidak layak pakai.

Kalian tahu mengapa bisa seperti itu? Simply hanya karna si miskin tidak melaksanakan bentuk pembalasan terbaiknya. Menjaga dan merawat. Sebuah pesan yang dulu diremehkan si miskin. Lalu sekarang apa sang kaya dermawan rugi? Tentu tidak. Kekayaan dia menggunung. Kehilangan satu rumah itu saja tidak mempengaruhi kekayaannya. Yang rugi ya jelas jelas si miskin, habitatnya kini sumpek, bau, dan tidak layak huni.

Dih, sungguh menyebalkan sekali kan si miskin ini. Sudah diberi segala apa yang dibutuhkan dan dalam bentuk yang terbaik, hanya diperintahi untuk menjaga dan merawatnya saja ia malas. Rasa syukur hanya sampai pada bibirnya saja.

Eh tapi tunggu dulu, jangan-jangan kita ini sejenis dengan si miskin. Ko bisa? Mari kita renungkan bersama. Kalian tahu sejak kita lahir kita menumpang di sebuah planet pemberian Sang Maha Kaya bernama bumi dengan GRATIS! kemudian kita bernapas menghirup oksigen yang Dia ciptakan juga dengan GRATIS! Dia Yang Maha Kaya tidak pernah menyuruh kita untuk membayar sepeserpun. BagiNya planet bumi yang besar ini tidak ada apa-apanya. Hanya setitik ciptaan di antara jutaan karya luar biasaNya. 

PerintahNya kepada kita manusia-manusia gratisan ini juga simple sekali. "Jangan berbuat kerusakan di muka bumi." Pesan sederhana yang terdapat dalam sebuah kitab berisi kumpulan firmanNya. 

Lalu kita lihat kondisi bumi sekarang. Sampah menggunung, sungai tercemar, perubahan iklim, pemanasan global, pencemaran udara, dan sederet kerusakan lainnya. Pelakunya? siapa lagi kalau bukan penghuninya sendiri. Lalu apakah Allah, Sang Pencipta, Sang Maha Kaya rugi? Oh tentu tidak kawan. Jelas sekali kitalah yang rugi. Keburukan yang kita lakukan ya akan kembali pada kita.

Maka, ketuklah pintu hati kita. Allah itu sudah luar biasa baiknya terhadap kita. Memberikan dengan cuma-cuma bumi ciptaanNya untuk kita tempati. Tugas kita hanya sekedar menjaganya dengan baik. Sungguh itulah bentuk pembalasan terbaik. Rasa syukur tidak cukup hanya di bibir, tapi harus menjalar ke seluruh bagian tubuh dan melahirkan tindakan-tindakan nyata. Yuk, jangan cuma bisa mengeluh atas segala kerusakan, tapi mulai berkontribusilah untuk memperbaikinya :) Ingat segala upaya kita untuk merawat bumi ini adalah untuk kita sendiri. Karena mau bumi ini hancur pun tidak akan mengurangi secuil pun KekayaanNya dan KeagunganNya. 

So Let's #SaveOurEarth ! ♥


Semoga bermanfaat :)
@dinott

October 22, 2013

Cara Mengetahui Berhentinya Menstruasi

Proses peluruhan dinding rahim dari tubuh, atau dikenal sebagai proses menstruasi merupakan suatu rutinitas bulanan kaum wanita. Siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari paling lama 15 hari. Jika darah keluar lebih dari 15 hari maka itu termasuk darah penyakit. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya. (Wikipedia)

Hal yang sering membuat kita para wanita gundah gulana adalah proses menentukan kapan menstruasi ini berakhir. Biasanya jika sudah menginjak lebih dari tiga hari, darah menstruasi yang dihasilkan agak sedikit malu-malu alias hanya sedikit. Warna nya pun berubah menjadi kecoklatan. Kemudian hari-hari berikutnya cairan semakin sedikit dan berwarna putih keruh. Fase ini cukup menyebalkan karena tak jarang membuat galau. Apakah sudah waktunya mandi besar atau belum? Karena banyak terjadi ketika sudah mandi besar ternyata Nona Mens nongol lagi dan hanya secuil. Ini sukses bikin dongkol. hehehe

Akhirnya, dengan berbekal curiousity yang tinggi dilakukan riset via internet. Mendatangi Mbah Google dan mengkonsultasikan kegalauan yang dialami. Ada banyak artikel yang dijumpai dan semuanya memiliki benang merah yang sama. Berikut saya pilihkan sebuah penjelasan yang singkat, padat, dan jelas yang telah berhasil menjawab semua kegalauan. 

Dalam kitab Shahih-nya, Imam Bukhari membuat satu bab khusus masalah ini, dengan judul: Iqbal Al-Mahidh wa Idbarihi (Bab tentang Datang dan berhentinya haid).

Dalam bab tersebut, beliau membawakan atsar:
Bahwa dulu para wanita menemui Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan membawa tas kecil berisi kapas yang ada shufrah (cairan kekuningan). Kemudian Aisyah mengatakan:
لاَ تَعْجَلْنَ حَتَّى تَرَيْنَ القَصَّةَ البَيْضَاءَ
“Jangan kalian terburu-buru, sampai kalian melihat al-Qasshah al-Baidha’.”
Bukhari mengatakan: “Maksud Aisyah adalah (jangan buru-buru merasa telah) suci dari haid.” (Shahih Bukhari, 1:71).

Terdapat beberapa pendapat ulama tentang makna al-Qasshah al-Baidha’ pada keterangan Aisyah di atas:

Pertama, al-Qasshah al-Baidha’ adalah kapasnya masih utuh putih sebagaimana serpihan batu bata putih. Sehingga maksud perkataan Aisyah adalah jangan kamu terburu-buru menganggap sudah suci sampai kamu melihat kapas yang dimasukkan ke farji itu bersih (tetap putih) tidak ada bekas darahnya dengan berbagai macam warnanya, termasuk sufrah. Penafsiran ini diberikan Ibnu Rajab dan beberapa ulama lainnya.

Kedua, al-Qasshah al-Baidha’ adalah cairan putih yang keluar sebagai tanda berhentinya haid. Tafsir kedua ini merupakan tafsir Imam Malik, az-Zaila’i, dan beberapa ulama lainnya. Sehingga maksud Aisyah adalah bahwasanya tanda sucinya haid itu dengan keluarnya cairan putih. (Mausu’ah Kuwaitiyah 2:12197 dan Syarh Shahih al-Bukhari Ibn Rajab 2:126).

Kesimpulan yang lebih tepat dalam hal ini bahwa makna al-Qasshah al-Baidha’ memuat dua makna di atas. Karena tidak semua wanita memiliki tabiat yang sama ketika haid. Bagi wanita yang memiliki kebiasaan mengalami keputihan paska haid, maka berhentinya haid ditandai dengan keluarnya cairan itu. Sementara bagi wanita yang tidak mengalami keputihan pasca haid maka indikator berhentinya haid adalah kepastian tidak ada lagi cairan yang keluar. Sehingga ketika dibersihkan dengan kapas maka kapas itu masih putih seperti semula. (Fatwa Islam, no. 5595)

Keluar Cairan Setelah Suci

Jika setelah datang tanda suci, dengan salah satu indikator di atas, kemudian muncul cairan keruh atau kekuningan, atau kecoklatan maka tidak dihitung sebagai haid. Sehingga tetap berkewajiban shalat, puasa, sebagaimana layaknya wanita suci.

Ini berdasarkan keterangan Ummu Athiyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan:
كُنَّا لَا نَعُدُّ الْكُدْرَةَ، وَالصُّفْرَةَ بَعْدَ الطُّهْرِ شَيْئًا
Kami tidak menganggap cairan keruh atau kekuningan setelah suci sebagai bagian dari haid. (HR. Abu Daud 307 dan dishahihkan al-Albani).

Kesimpulan
Cairan keruh atau kekuningan yang bersambung dengan haid, dihitung sebagai haid. Dan baru dikatakan haid berhenti jika keluar cairan putih atau tidak keluar cairan apapun. Cairan keruh atau kekuningan yang muncul setelah haid berhenti, baik dengan keluarnya keputihan atau sudah tidak lagi keluar cairan.
Allahu a’lam
(Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com) 
Sumber : http://www.konsultasisyariah.com/cara-mengetahui-berhentinya-haid/#

Nah, bagaimana sudah hilangkah kegalauannya? :) Mudah-mudahan setelah ilmu ini kita kantongi, kedepannya bisa menjadi acuan untuk menentukan apakah kita masih mengalami menstruasi atau belum. Sehingga kita nggak akan dongkol lagi karena merasa dikibulin sama Nona Mens dan bisa segera mandi besar.


Semoga bermanfaat :)
@dinott

October 21, 2013

Perahu Kertas

Sepenggal Kisah cinta Kugy & Keenan pernah saya post disini. Tulisan yang saya kutip langsung dari E-book nya. Part ter-bittersweet tapi berhasil menjadi bagian yang paling disukai. Makanya walaupun panjang tapi rela saya ketik ulang :D Entahlah, mungkin karena realistis dan nggak lebay khas kisah cinta ababil. hehe

Perahu kertas telah difilmkan. Jika kebanyakan orang membaca bukunya dulu kemudian menonton filmnya, saya melakukannya terbalik.. Karena jatuh cinta sama filmnya maka saya penasaran dengan bukunya. Saat membaca kisah dalam suatu novel, kita selalu menciptakan sebuah imajinasi tersendiri. Yang sayangnya kadang tak sukses digambarkan dalam film karena entah jalan cerita sedikit berbelok atau dialog yang diubah. Sehingga kurang mempresentasikan inti cerita di buku. Maka dari itu saya ingin baca novelnya. Tadinya mau beli tapi Alhamdulillah nemu E-book nya. *peluk erat dompet* :D

dan tadaaa~ inilah scene yang diadaptasi dari bab Cinta Tak Berujung dalam buku Perahu Kertas.

  

Gimana menurut kalian? Ah tapi nggak usah sibuk membandingkan deng. Karena memang film adaptasi nggak akan pernah sama 100% dengan novelnya. Itulah kekuatan sebuah tulisan, bisa menciptakan suatu imajinasi yang sulit untuk dideskripsikan, divisualisasikan, hanya bisa dibayangkan.

Untuk my favourite bittersweet moment ini saya kasih nilai 7/10. Secara garis besar scene ini sukses menyalurkan inti cerita. Tapi disayangkan pernyataan cinta Keenan pada Kugy dirombak. Padahal In My Humble Opinion (IMHO), versi bukunya lebih pas dan "ngena" ke hati. (Cieeee~ udah berasa jadi Kugy aja :D)

Walaupun dialog dan setting diubah, tapi scene ini masih berhasil memberikan kesan bittersweet nya. Dialog tambahan Keenan tentang bagaimana dia berhasil nemuin Kugy bukan karena Radar Neptunus tapi karena hati sambil nempelin tangan Kugy di dadanya, itu juga cukup membuat kelepek moment dan hati berdesir #halah -__________- 

Honestly, film Perahu Kertas adalah film romance favorit saya setelah Crazy Little Thing Called Love karena realistisnya. Kisah cinta Kugy & Keenan yang isinya bukan melulu tentang cinta yang menggebu-gebu, tapi juga mengisahkan tentang keberanian untuk bermimpi dan mewujudkannya adalah kekuatan tersendiri untuk buku dan film Perahu Kertas. Sang pengarang novel Perahu Kertas, Dee (Dewi Lestari) berhasil menyisipkan banyak hikmah dalam setiap liku kehidupan Kugy & Keenan. Banyak deretan kalimat filosofis dan quoteable yang tentu saja nggak akan bisa disisipkan dalam film.

Keunikan kisah cinta Kugy & Keenan terletak pada mimpi mereka yang saling melengkapi. Keenan yang jago ngelukis dan Kugy sang master dongeng. Keenan yang pada awalnya sulit menemukan ide melukis akhirnya menemukan inspirasinya, yaitu dongeng karya Kugy. Di sisi lain sebuah dongeng tanpa ilustrasi kadang terasa kurang menarik. Dan terciptalah sebuah kolaborasi yang luar biasa, Kugy & Keenan, Sang Pendongeng & Ilustrator :)



Gara-gara tadi keputer lagunya Perahu Kertas di handphone yang sukses dibawakan suara indahnya Maudy Ayunda (pemeran Kugy dalam film Perahu Kertas) alhasil jadi keinget sama buku&filmnya juga. Jadi kebawa suasana dan terlahirlah postingan ini. Sebagai bonus akan saya kasih lirik lagunya. Here it is...

Perahu kertasku kan melaju 
Membawa surat cinta bagimu 
Kata-kata yang sedikit gila 
Tapi ini adanya
 
Perahu kertas mengingatkanku 
Betapa ajaibnya hidup ini 
Mencari-cari tambatan hati 
Kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi(cinta-cinta) 
cita-cita 
Yang lama ku pendam sendiri 
Berdua ku bisa percaya
 
Ku bahagia
 kau telah terlahir di dunia 
Dan kau ada 
di antara milyaran manusia 
Dan ku bisa 
dengan radarku
 menemukanmu
 
Tiada lagi 
yang mampu berdiri  
halangi 
rasaku 
Cintaku 
padamu…

Ku bahagia
 kau telah terlahir di dunia 
Dan kau ada 
di antara milyaran manusia 
Dan ku bisa 
dengan radarku
 menemukanmu




Dear Kugy & Keenan,
Saya jatuh cinta pada kisah cinta kalian <3
-sekian-
@dinott

October 20, 2013

Untuk Apa?

Siang hari, baru beres istirahat, pelajaran Agama. Saat itu saya kelas 2 SMA, kurang lebih.... 5 tahun yang lalu. Dih, udah lama juga ya? hehehe Jam pelajaran setelah istirahat adalah salah satu not good moment buat belajar (Alibi Detected! :D) karena yang dibayangin adalah pulang...pulang...dan pulang. Kalau dibumbui dengan cuaca mendung dan angin sepoi sepoi maka akan terjadi ngantuk moment sepanjang pelajaran. Tapi siang itu berbeda.

Nggak begitu ingat dengan gamblang nama bab yang dibahas. Namun, hari itu Guru Agama saya, bapak Atik Tapipin  telah mengajarkan sesuatu yang masih terus melekat kuat dalam memori hingga kini.  

"Apa tujuan hidup kita?" pertanyaan dari Guru saya yang pada saat itu cuma berhasil bikin saya bengong-bengong-so-mikir. Kemudian beliau melanjutkan sembari mencontohkan pada salah satu teman kelas, seorang siswa anggota Pecinta Alam, "Jika suatu saat kalian tersesat, misalnya Oris (nama teman saya) lagi tersesat di gunung, bingung nggak tahu mau kemana, maka ingatlah selalu surat Adz-Dzariyat ayat 56 : "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." itulah tujuan hidup kita."

Pesan tersebut nggak cukup berhasil "menyetrum" otak ababil saya pada saat itu. Tapi sungguh pesan itu terus terngiang. Dan setelah melalui berbagai liku di labirin kehidupan saya semakin paham dengan apa yang disampaikan beliau 5 tahun silam.

Beribadah kepada Allah. Itulah sejatinya tujuan hidup kita di dunia ini. Lalu apa ibadah berarti melakukan hubungan vertikal selama 24 jam? Sepertinya bukan. Mengapa? Karena tauladan kita pun, Rasulullah Muhammad SAW tidak melulu berada di Mesjid 24 jam, sholat, dzikir, dan melakukan ritual ibadah lainnya. Beliau juga bekerja, menghidupi keluarga, berbagi ilmu, berjihad.

Artinya, ibadah itu bermakna luas. Ibadah tidak terbatas hubungan vertikal dengan sang pencipta dan terbatas tembok Mesjid saja. Hidup adalah tentang membuat segala aktivitas kita selama 24 jam menjadi ibadah. Belajar menjadi ibadah, bekerja menjadi ibadah, makan dan minum menjadi ibadah, membaca menjadi ibadah, menulis menjadi ibadah, nonton TV menjadi ibadah, ngobrol menjadi ibadah, masak menjadi ibadah, dan beribu kegiatan lainnya kita jadikan ibadah. Bagaimana caranya? Lakukanlah segala kegiatan dari hati dengan niat  Lillahi Ta'ala. Semua hanya untuk Allah. Maka In Shaa Allah semua kegiatan kita menjadi ibadah dimataNya. 

Jika prinsip "semua hanya untuk Allah" ini kita pegang dengan kuat, in shaa Allah mampu mengurangi frekuensi kegiatan nggak bermanfaat dalam hidup kita. Misalnya nih kalau yang sering saya alami, pas saya mau males-malesan, keinget prinsip ini, malah jadi malu sendiri. Ya masa iya saya mau meniatkan males-malesan ini untuk Allah, kan ngga sinkron banget. hehehe Begitulah contoh kecilnya. Selain itu, prinsip ini juga selalu sukses menjadi charger saya saat bekerja dengan mengubah lelah menjadi Lillah :) Pokoknya prinsip ini mampu membuat hidup menjadi lebih hidup!

Terima kasih kepada Gurunda Bapa Atik Tapipin yang telah mengingatkan tentang hakikat kehidupan. Firman Allah Surat AD-Dzariyat : 56 akan selalu saya jadikan sistem navigasi. Terlebih saat mulai melenceng dan tersesat. Karena tersesat dalam kehidupan itu jauh lebih mengerikan dari sekedar tersesat di jalan.

Dan pemikiran panjang ini diikuti oleh sebuah pertanyaan kecil yang mungkin menggelitik bagi sebagian orang. Terkadang memang otak saya memproduksi unpredictable question. Jika kita manusia dan golongan jin diciptakan Allah untuk beribadah dan mengabdi padaNya. Lalu kenapa Allah menciptakan dua golongan makhluk hidup lain di dunia ini, yaitu hewan dan tumbuhan? Untuk apa? i mean, saya tahu bahwa hewan dan tumbuhan mengabdi pada Allah dengan cara mereka sendiri, dalam diam mereka berzikir walau tak bisa tertangkap indera pendengaran kita. Tetapi Allah tidak memasukan hewan dan tumbuhan dalam ayat ke 56 surat Adz-Dzariyat. Berarti bukan itu tujuan utama mereka ada. Then Why?

Pertanyaan yang tergolong cukup aneh dan kurang kerjaan mungkin, jadi tidak diutarakan pada siapapun. Saya renungkan saja sendiri. Tidak lebih dari satu jam hingga perenungan saya sampai pada sebuah kesadaran bahwa...ternyata..apa yang saya konsumsi setiap hari...semua...berasal..dari...hewan dan tumbuhan :') Saya pun membayangkan bumi tanpa hewan dan tumbuhan. Akan jadi apa kita ini? Tidak ada bahan makanan = tidak ada energi. Mungkin umur manusia hanya akan bertahan dalam itungan minggu atau hari. Ya Rabb, sungguh begitu besarnya kasih sayangMu pada kami, manusia yang hina dan sering membangkang ini. Hewan dan tumbuhan juga berkontribusi banyak dalam kehidupan manusia dan  keseimbangan alam. Sungguh, tiada suatu kesia-siaan pun  atas segala yang Allah ciptakan.

Dengan tujuan hidup yang telah jelas tertera dalam Al-Qur'an, ditambah dengan kesadaran besarnya kasih sayang Allah terhadap kita, maka sepertinya kita tidak perlu banyak ngeles lagi untuk melakukan penghambaan dan pengabdian terbaik pada Allah. Siap? Mari kita laksanakan!

Semoga Bermanfaat :)
@dinott

October 18, 2013

Mengapa Menulis?

Jum'at 11 oktober 2013 saya mengikuti workshop kepenulisan yang diadakan oleh para mahasiswa FISIP UNPAD di jatinangor. Untuk acara istimewa ini saya bela-belain cuti hehehe. dari dulu sangat ingin sekali bisa mengikuti workshop kepenulisan, tapi belum diijinin terus sama Allah. Sampai akhirnya....di fan page salah satu penulis favorit saya tertera sebuah event invitation workshop kepenulisan dan beliau menjadi pembicaranya. wuih such a combo!

Darwis Tere Liye, biasa dipanggil bang Tere. Seorang penulis hebat yang telah melahirkan banyak buku best seller dan sebagian telah difilmkan seperti Hafalan Sholat Delisa, Bidadari-Bidadari Surga, dan yang paling baru Moga Bunda Disayang Allah. Kepiawayan beliau dalam mendeskripsikan seluruh setting secara sangat detail, gaya bahasa yang simple tapi sarat makna, kemampuannya untuk menarik para pembacanya ikut masuk ke dalam cerita adalah kelebihan-kelebihan penulis novel Kau,Aku, dan sepucuk Angpau Merah ini. Sehingga beliau berhasil mencuri hati para penikmat novel untuk terus mengkonsumsi karyanya. Tak hanya itu, ketegasan beliau dan keteguhan dalam memegang prinsip hidupnya menjadi salah satu ciri khas bang Tere yang tak kalah menarik dan bikin penasaran.

Saat mengisi workshop, tidak seperti penulis atau tokoh terkenal pada umumnya, beliau tidak pernah mau foto bareng. Keunikan lainnya adalah prinsip beliau yang tidak ingin kehidupan pribadinya terekspos. Hanya ingin dikenal simply sebagai penulis, itulah alasannya. Maka jangan heran jika biodata detail beliau sulit ditemukan dalam media bentuk apapun. Bikin penasaran kan? hehe itulah keunikan beliau ;) bahkan ketika seorang pembacanya menyatakan bahwa dia ngefans sama bang Tere, beliau langsung menolak dan bilang "No, no, no, kamu ngga usah ngefans sama saya. cukup bilang, kamu suka dengan karya-karya yang saya buat." ♥

Dan beliaulah orang yang saya maksud diawal postingan ini :) such an honour buat saya bisa belajar langsung dari seseorang yang karyanya sudah diakui di dunia tulis menulis. Itulah kenapa sampai rela cuti demi workshop menulis ini. it was a golden chance for me :)

Workshop ini terbagi menjadi dua sesi, dan bang Tere mengisi sesi kedua. 5 tips menulis beliau bagikan pada sekitar 200 peserta yang hadir. tidak akan saya bahas semua disini, in shaa Allah di postingan lain. Ada satu pesan bang Tere yang menjadi pengantar sebelum beliau berbagi 5 tips menulis. Sebuah pesan yang menjadi dasar dari segala torehan kata yang tercipta.

Berawal dari sebuah pertanyaan "mengapa harus menulis?" dan mengalirlah sebuah pesan sederhana bermakna dalam dari seorang Darwis Tere Liye. Dengan nada bicara laiknya pak Mario Teguh beliau berkata, "Setiap orang punya alasan masing-masing untuk menulis. Maka gigitlah alasan itu hingga kamu menjadi penulis."

Nasihat ini selaras dengan apa yang disebutkan oleh Bunda Sofie Beatrix dalam bukunya Jangan (Takut) Jadi Penulis. Beliau menginstruksikan para pembaca untuk membuat motivasi menulis dan menempelkannya di dinding kamar. Kurang lebih sudah 4 bulan lamanya sebuah kertas A4 menempel indah di dinding kamar saya lengkap dengan motivasi menulisnya :)

Jadi mengapa saya harus menulis? Bismillah...Ada dua alasan dasar mengapa saya ingin terus menulis.
1. Menulis adalah passion saya. Passion adalah kado istimewa yang Allah anugerahkan pada setiap manusia yang sangat harus disyukuri. Bentuk kesyukuran paling nyata, yaitu mengoptimalkan dan mengembangkannya. Maka untuk membuktikan rasa syukur, saya harus menulis.
2. Menulis = Menebar manfaat. Visi Dunia saya adalah ingin menjadi sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Menulis adalah salah satu langkah nyata yang akan saya ambil.

Sesuai pesan bang Tere, alasan tersebut akan saya gigit terus, hingga tidak hanya sekedar menjadi penulis tapi mampu memproduksi tulisan yang dapat memberi manfaat bagi para pembacanya. Dan pada akhirnya bisa menjadi sebuah prestasi yang dapat saya banggakan dihadapanNya kelak. aamiin :')

Kemalasan, susah cari ide, bingung dalam penggunaan kata yang baik, dan masih banyak hambatan-hambatan lain yang menghantui dalam proses menulis. Saat para resistor itu datang maka saya harus ingat pada apa yang saya gigit, mengencangkannya, dan tentu saja...mulai menulis.

"Dengan membaca kita tahu dunia. Dengan menulis dunia tahu kita."
Sofie Beatrix

semoga bermanfaat ♥
@dinott

October 15, 2013

Pesan Kematian

Saya menyaksikan dengan jelas hari ini. Prosesi pemakaman itu. Menghantarkan raga yang sudah ditinggalkan oleh jiwa dengan hati-hati ke tempat peristirahatan terakhir di dunia. Isak tangis keluarga mengiringi. 

Hangat terasa di pipi. Perlahan air mata saya turun. Menyaksikan salah satu saudara sampai pada batas akhir waktu tinggalnya di dunia tentunya menciptakan sebuah rasa duka. Saya sadar betul ini takdirNya. Setiap yang bernyawa pasti memiliki batas waktunya. 

Dalam hidup kita dikelilingi banyak ketidak pastian. Tapi kematian...adalah sebuah kepastian. Pagi ini, kematian berbisik tepat ke dalam hati saya. Dia berpesan... hari itu pasti tiba. hari dimana kematian akan mendatangi saya. "Hakikatnya, semua manusia ada dalam antrian kematian" katanya. 

Mengingat itu saya langsung memandangi kedua orang tua saya... apa yang telah saya lakukan untuk mereka? Kemudian semua impian seketika mendesak masuk dalam ingatan. Semuanya. Saya takut... semua impian itu akan berakhir sebatas mimpi. Tidak berubah wujud. 

Seperti mampu membaca semua apa yang sedang bergelayut dalam pikiran saya.. Kematian kembali berpesan.. "Diny, you still have time. And you should do more. Kejarlah mimpi, wujudkan. Sungguh saat kau telah kembali pada asalmu, berada dalam himpitan tanah, tidak ada lagi yang bisa kau lakukan. Maka gunakanlah waktumu dengan baik. Jadilah sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Genggam erat mimpimu itu dan wujudkanlah. Lakukan yang terbaik, selagi Allah masih memberimu waktu"

Perlahan kaki meninggalkan pemakaman.. Pesan kematian itu akan selalu saya jadikan reminder dalam menjalani sisa hidup. Semoga saat sang kematian datang untuk menjemput saya semua impian saya telah terwujud. Saya telah melakukan pengabdian terbaik untuk Sang Pencipta, dan telah mengumpulkan cukup bekal untuk pulang ke kampung akhirat. Dan semoga bekal-bekal itu mampu menghantarkan saya untuk bertemu denganNya dan kekasihNya. Allahu Akbar..aamiin ya Rabbal 'alamin 

 Semoga bermanfaat :')
@dinott

October 13, 2013

Jangan Sampai..

Semenjak pertama kali mengikuti training motivasi, Training Muda Mulia, saya jadi ketagihan mengikuti training-training atau seminar motivasi lainnya. Selain mengikuti training saya juga menjadi anggota sebuah kelompok mentoring bersama teman-teman di kantor. Alhamdulillah banget bisa dipertemukan dengan mereka. Karena belajar bersama mereka menjadi penyegar di sela-sela ke(so)sibukan kerjaan yang melanda.

Oke saya akui, saya merasa pentingnya menimba ilmu setelah saya lulus kuliah. Telat? banget. Hehehehe tapi ya nggak apa apa lah ya, lebih baik terlambat dari pada nggak nyadar seumur hidup. Naudzubillah :( Beneran kerasa pentingnya ilmu. Karena dalam setiap gerak gerik dalam kehidupan ini ada ilmunya. Atas kesadaran itulah maka saya selalu berusaha untuk mencari ilmu dari majelis ta'lim, seminar, training, mentoring, atau dari buku-buku. Pengen sih sekolah formal, alias ngelanjutin lagi kuliah. Tapi pindah jurusan ke psikologi boleh nggak? ehehehehe :D

Nah tapiiii..ada satu kekhawatiran yang mempertakut dan mempersuram juga mengakibatkan kontroversi hati. Saya takut kesibukan menimba ilmu ini nggak dibarengi dengan kesibukan mempraktekannya atau mengamalkannya. kalau udah kayak gitu kan ilmunya sia-sia. Saya nggak mau jadi orang yang jago teori doang. Dua kutipan ini menohok banget ke sanubari #halah

"There is difference between KNOWING the path and WALKING the path"
(Morpheus – The Matrix Revolution)

"Di dunia ini tak sedikit orang yang berpengetahuan. Namun, apakah dunia jadi lebih baik hanya dengan itu. Dunia akan berubah ketika mereka melakukan sesuatu yang baik berdasarkan pengetahuan yang mereka punya." 
(Ustadz Herry Nurdi - The Secret of Heaven)

Selain itu, karena saya seneng berbagi ilmu dan share hasil pemikiran saya lewat blog, atau saat cerita sama temen itu makin menambah kelabilan hati saya -_________- Saya tahu persis Allah sangat membenci golongan orang-orang munafik, salah satu ciri munafik adalah mengatakan apa yang tidak dilakukan. Saya takut banget menjadi salah satu dari golongan itu...takut banget :'( Nggak pernah mau ngebayangin gimana rasanya dibenci sama Allah. Astaghfirullahaladzim. hidup jauh dari keberkahan. Naudzubillahimindzalik. 

Ketakutan ini bukannya nggak beralasan karena sering saya dapati diri saya mengetahui/berbagi sesuatu tapi saya sendiri nggak mengamalkannya. Atau masih ngelakuin sesuatu yang salah padahal saya tau itu nggak boleh, ya contohnya ngegossip, mengundur waktu shalat, ngelawan orang tua, dan lainnya :'( Astaghfirullahaladzim

Jangan sampai ya Rabb...jangan biarkan saya masuk golongan munafik yang Engkau benci itu. Yang Engkau janjikan Jahanam sebagai tempat bagi mereka sebagaimana yang Engkau firmankan dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 68. Jangan sampai... :'( :'(

Kekhawatiran ini nggak akan mengkudeta keinginan saya untuk terus belajar. Bagaimanapun untuk menjadikan waktu hidup-kita-yang-singkat-ini berkualitas kita membutuhkan ilmu. Dan saya adalah Dinot si pembelajar. Sampai kapanpun saya akan terus belajar. Selain itu, saya juga ingin menyebarkannya agar menjadi ilmu bermanfaat yang pahalanya nggak putus sampai tubuh saya ditimbun tanah kelak. Berbagi ilmu juga menjadi salah satu cara untuk menjadi sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.

Ketakutan ini akan saya jadikan cambuk untuk menjalani hidup kedepannya agar meningkatkan perhatian dan kepedulian saya pada pasangan abadi sang ilmu, yaitu amal. Semoga saya nggak menjadi si tong-kosong-nyaring-bunyinya. Dan semoga temen-temen bisa mengambil manfaat dari sejumput kegalauan saya ini. hehehehe :)


Salam,
Dinot si pembelajar
@dinott

October 1, 2013

Ketika Mamah Berdoa

Judulnya udah kayak judul film banget ya hehehe tadinya sih postingan ini mau dijudulin "Doa Ibu" tapi takut disangka jadi promosi Bis ngga jadi deh :D Lagian di rumah saya manggilnya 'Mamah', bukan 'Ibu' jadi biar pas dan agak keren jadilah "Ketika Mamah Berdoa" dan ini bukan sequel atau prequel dari film 'Ketika Cinta Bertasbih' :D Ini cerita tentang bukti saktinya doa seorang Mamah :)

Alhamdulillah saya tumbuh di lingkungan keluarga yang penuh kehangatan. Honestly, hubungan saya sama Mamah sama Bapa itu lebih banyak kayak ke temen. Bukan berarti mengurangi rasa hormat saya ke orang tua ya hehehe Nggak sama sekali :) Tapi bisa dibilang sih di antara saya dan keluarga saya baik Mamah, Bapa, atau Teteh, itu nggak ada yang namanya jarak-jarakan, atau pembedaan status. Kita ini kalau udah ketawa ketiwi, asik-asikan bareng udah kayak sekumpulan anak nongkrong aja :D

Kenikmatan berupa kedekatan dan kehangatan di keluarga saya yang pasti merupakan pemberian dari Allah SWT adalah hal yang sangat saya syukuri. Bahkan saking deketnya, saya sering cerita masalah pribadi terutama sama Mamah. Mamah itu asik banget lah orangnya, selalu berusaha masuk ke dunia saya jadi kalau ngobrol tuh nyambung. Sampai masalah cinta-cintaan juga saya sering sharing sama Mamah. hihi *tutup muka* jadi kalau saya ngeceng siapa, deket sama siapa, Mamah pasti tau banget. Tapi itu dulu sih, sekarang obrolannya udah naik level jadi tentang pernikahan walaupun pas ditanya calonnya saya cuma bisa nyengir doang hahahaha :p 

Dan moment yang paling saya suka bangeeet adalah moment saat saya dipeluk mamah, manja-manjaan sama mamah. Itu adalah posisi yang paling nggak pengen saya akhiri. Ditambah belaian pluuuuus doa-doa yang selalu mamah panjatkan saat meluk dan ngelus saya. Ada sebait doa yang sejak saya kecil sampai sekarang selalu mamah dengungkan, saya hafal persis doanya saking seringnya. Mamah selalu berdoa : "sing sholehah, sing bageur, (Semoga menjadi anak sholehah, anak baik)... sing seueur nu mikanyaah (semoga banyak yang menyayangi) dimanapun ade berada." :') 

Untuk permintaan Mamah yang menginginkan saya menjadi anak sholehah dan anak baik saya nggak bisa ngukur apakah sudah terkabul atau belum, itu Allah yang bisa ngukur dan saya yakin saya masih jauh dari itu,saya harus terus memperbaiki diri. Tapi, untuk doa terakhir....Subhanallah, saya benar-benar merasakannya. Doa Mamah terkabul karena dimanapun saya berada saya selalu merasakan disayangi, mungkin bisa aja saya GeeR. hehe tapi kenyataannya, dalam pandangan saya itulah yang saya rasakan :') Dimanapun saya berada, semenjak saya kecil sampai sekarang  saya selalu merasakan kehangatan dan kasih sayang dari orang-orang di sekitar saya :) Subhanallah Walhamdulillah :')

Ini membuat saya menyadari betul bahwa perkataan orang tua itu sangat krusial, berharga, ajaib, dan mujarab. Sekedar ucapannya saja begitu berharga, apalagi doa mereka yang terpanjatkan khusus untuk kita. Memang benar adanya bahwa hubungan baik dengan kedua orang tua adalah salah satu kunci kesuksesan, dimana kunci kesuksesan kita yang lain adalah hubungan yang baik dengan pasangan hidup (bagi yang sudah menikah hehehe).

Saat saya merasa kehangatan dan kasih sayang dimanapun saya berada, saya suka terharu sendiri kadang sampai berkaca-kaca, karena seketika terdengar kembali doa yang selalu Mamah dengungkan di telinga saya :') terima kasih Mah atas segalanya <3 atas doa-doa yang Mamah panjatkan dengan penuh ketulusan. Terima kasih karena telah memberikan pelajaran berharga untuk bekal saya di masa depan :)

Kelak saat Allah mengaruniakan saya keturunan (aamiin) saya akan melakukan hal yang sama seperti apa yang Mamah biasa lakukan. Saya akan berusaha menjaga ucapan dan selalu mendoakan segala hal baik bagi anak-anak saya. Karena saya tahu betapa Allah memberikan posisi istimewa untuk doa-doa yang terlontar dari mulut kedua orang tua. Subhanallah :')

Semoga bermanfaat :)
Free Blog Template by June Lily