Saya menyaksikan dengan jelas hari ini. Prosesi pemakaman itu. Menghantarkan raga yang sudah ditinggalkan oleh jiwa dengan hati-hati ke tempat peristirahatan terakhir di dunia. Isak tangis keluarga mengiringi.
Hangat terasa di pipi. Perlahan air mata saya turun. Menyaksikan salah satu saudara sampai pada batas akhir waktu tinggalnya di dunia tentunya menciptakan sebuah rasa duka. Saya sadar betul ini takdirNya. Setiap yang bernyawa pasti memiliki batas waktunya.
Dalam hidup kita dikelilingi banyak ketidak pastian. Tapi kematian...adalah sebuah kepastian. Pagi ini, kematian berbisik tepat ke dalam hati saya. Dia berpesan... hari itu pasti tiba. hari dimana kematian akan mendatangi saya. "Hakikatnya, semua manusia ada dalam antrian kematian" katanya.
Mengingat itu saya langsung memandangi kedua orang tua saya... apa yang telah saya lakukan untuk mereka? Kemudian semua impian seketika mendesak masuk dalam ingatan. Semuanya. Saya takut... semua impian itu akan berakhir sebatas mimpi. Tidak berubah wujud.
Seperti mampu membaca semua apa yang sedang bergelayut dalam pikiran saya.. Kematian kembali berpesan.. "Diny, you still have time. And you should do more. Kejarlah mimpi, wujudkan. Sungguh saat kau telah kembali pada asalmu, berada dalam himpitan tanah, tidak ada lagi yang bisa kau lakukan. Maka gunakanlah waktumu dengan baik. Jadilah sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Genggam erat mimpimu itu dan wujudkanlah. Lakukan yang terbaik, selagi Allah masih memberimu waktu"
Perlahan kaki meninggalkan pemakaman.. Pesan kematian itu akan selalu saya jadikan reminder dalam menjalani sisa hidup. Semoga saat sang kematian datang untuk menjemput saya semua impian saya telah terwujud. Saya telah melakukan pengabdian terbaik untuk Sang Pencipta, dan telah mengumpulkan cukup bekal untuk pulang ke kampung akhirat. Dan semoga bekal-bekal itu mampu menghantarkan saya untuk bertemu denganNya dan kekasihNya. Allahu Akbar..aamiin ya Rabbal 'alamin
Semoga bermanfaat :')
@dinott

ya, mari kita kumpulkan bekal sebanyak mungkin! Ulama berpesan pada saya, ingat kematian sejumlah 21 kali sehari. itu katanya wajib?,, sehingga kita selalu di dalam momongaNya, mudah2an amiien.
ReplyDelete