July 31, 2013

Sepenggal Kisah..

Cinta Tak Berujung
diambil dari novel Perahu Kertas, karya Dee.


Sudah hampir gelap ketika Keenan sampai di rumah itu. Karel sendiri yang membukakan pintu. Ia tampak terkejut melihat kedatangan Keenan. 
     “Mas Karel, Kugy-nya ada?” tanya Keenan sopan. Pasti ada
     Karel tak langsung menjawab. Ia kelihatan sedang berpikir. “Kamu aja yang nyusulin dia, ya,” akhirnya ia berkata sambil membalik badan, menunjuk satu pintu, “dia lagi di tempat jemuran belakang. Kamu ke pintu itu. Ada tangga besi di dekat sana. Kamu naik aja. Kugy ada di atas.” 
     Keenan mengangguk. Langsung menuju tangga yang dimaksud Karel, menaikinya hati-hati. Balkon belakang itu hanya berbentuk dak beton. Sebuah kursi dan meja plastik terparkir di sana. Tampak siluet Kugy duduk memunggunginya. Kepalanya menengadah, menatap langit senja. Rambutnya tergerai di sandaran kursi, berkibar halus ditiup angin.
     Keenan menahan napas. “Kecil ....”
Siluet itu terduduk tegak seketika. Kugy menoleh, mendapatkan Keenan sudah berdiri di hadapannya. “Kamu ... kok ... bisa ada di sini?” ia bertanya, terbata.
    “Radar Neptunus,” jawab Keenan ringkas seraya tersenyum sekilas. Ia lalu berjalan mendekati Kugy. Berjongkok di depannya. “Kenapa harus ngilang, Gy?” tanyanya halus.
    “Aku juga nggak tahu kenapa,” Kugy menggelengkan kepala, “tiap hari aku di sini, cuma untuk cari tahu kenapa. Dan masih belum tahu jawabannya.”
    “Saya mau bantu kamu. Boleh?” Keenan lantas meraih tangan Kugy. “Empat tahun saya kepingin bilang ini: Kugy Karmachameleon, saya cinta sama kamu. Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai kamu. Sampai kapan pun itu, saya nggak tahu. Saya nggak melihat cinta ini ada ujungnya.”
    Kugy terenyak. Pandangannya mulai mengabur. Matanya terasa panas oleh air mata yang ingin bergulir turun tapi masih ia tahan.
    “Itu satu hal. Masih ada lagi yang harus saya bilang,” Keenan mengatur napasnya, “saya sudah tahu soal Remi, Gy. Kalau saya harus merelakan kamu untuk seseorang, cuma dialah orangnya. Nggak ada lagi. Dia orang yang sangat, sangat baik. Kamu beruntung.”
   “Kamu juga,” desis Kugy, “aku nggak sengaja ketemu Luhde di Ubud. Kami sempat mengobrol di pura. Dia ... dia seperti malaikat turun dari langit. Kamu beruntung, Nan. Jangan pernah melepaskan dia.”
   Keenan terkesiap mendengar Kugy menyebut nama Luhde. Namun, pembicaraan Remi di kantornya kembali berulang ... waktu saya ke Bali menemui Pak Wayan kemarin, dia ikut dengan saya ke Ubud, tapi sayangnya nggak ikut mampir ke galeri gara-gara dia mau memotret di pura. Kali ini, Keenan akhirnya mengerti. Sikap Luhde yang berubah drastis setelah pulang dari pura. Sikap Kugy yang juga berubah setelah kembali dari Bali. Akhirnya ia memahami.
    “Luhde nggak layak disakiti,” desis Kugy lagi.
    “Remi juga,” timpal Keenan lirih.
    Kugy menunduk, mengerjapkan mata. Ia hampir tidak bisa melihat apa-apa lagi dari matanya yang kian mengabur. Hari semakin gelap. Angin semakin halus. Hatinya semakin perih.
    “Banyak sekali yang ingin saya lakukan bareng kamu, Gy,” bisik Keenan.
    Kugy mendongak. Tersenyum sebisanya. “Bisa. Pasti bisa. Kita tetap bisa bikin buku bareng, kan? Dan aku tetap bisa jadi sahabatmu.” Kugy nyaris tersedak mengucapkan kata terakhir barusan. Menyadari bahwa persahabatan barangkali adalah muara terakhir yang harus ia paksakan untuk menampung seluruh perasaannya pada Keenan. Tak bisa lebih dari itu. Begitu luas laut yang membentang dalam hatinya. Namun, lagi-lagi, harus ia tahan.
   “Iya. Kita tetap bisa bikin karya bersama. Dan kita selalu menjadi sahabat terbaik,” Keenan menelan ludah. Kalimat itu begitu susah diucapkan. Apalagi ketika segenap hatinya berontak, menolak. Namun, ia teringat janjinya, pada Luhde, pada Remi. Jika ini memang bantuan yang Remi butuhkan, sama seperti ketika Remi menolongnya dulu, maka ia akan menggenapkannya.
    “Nan ...,” Kugy menggenggam balik tangan Keenan, suaranya makin lirih, “banyak yang aku ingin bilang ke kamu. Banyak yang ingin aku kasih. Tapi, nggak apa-apa, nggak usah. Mungkin memang bukan jatahku. Bukan jatah kita. Kamu turun, ya, Nan. Pulang.”
    Keenan mengangguk. Memang tak ada lagi yang perlu dibicarakan. Hanya akan membuat hatinya makin terluka. “Kamu juga jangan kelamaan di sini, Gy. Udah malam.” Keenan menyentuh pipi Kugy sekilas. Perlahan, berjalan pergi.
    Air mata Kugy akhirnya jatuh bergulir, membuat pandangannya kembali terang, meski langit sudah gelap, dan Keenan tinggal bayangan hitam yang berjalan menjauh. “Nan ...,” panggilnya.
     “Ya?” Keenan berbalik.
    “Aku nggak kepingin, sepuluh ... dua puluh tahun lagi dari sekarang, aku masih merasa sakit di sini tiap kali ingat kamu.” Kugy merapatkan tangannya di dada.
     Keenan tercekat mendengarnya. “Nggak, Gy. Nggak akan. Kalau saya bisa, kamu juga bisa.”
     “Dan kamu yakin bisa?” tangis Kugy.
   “Pasti ....” Suara Keenan bergetar. Penuh keraguan, kebimbangan, dan kegentaran. Namun, ia tak mungkin lagi mundur. Satu-satu, dituruninya tangga besi itu. Lenyap dari pandangan Kugy. Harus ada yang bisa, batinnya, kalau tidak .... Keenan menggosok matanya yang berkaca-kaca. Ia tak bisa mengingat, kapan hatinya pernah sepilu ini. 
    Di tempat yang sama, Kugy menangis bisu. Ia berjanji, inilah tangisan terakhirnya untuk Keenan, sekaligus tangisan yang paling menyakitkan. Ia bahagia sekaligus patah hati pada saat yang bersamaan. Saat ia tahu dan diyakinkan bahwa mereka saling mencintai, dan selamanya pula mereka tidak mungkin bersama....

a song from Kugy to Keenan...
Tahu Diri 




Hai selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau ada disini

Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernapas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini

Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan Cinta yang ada di hati

Dan upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
'Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah bisa kita bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangi mu
Lebih baik kau tiada di sini

Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan sgala khayalan gila jika kau ada 
dan ku cuma bisa meradang menjadi yang disisimu
Membenci nasibku yang tak berubah

Dan upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
'Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah bisa kita bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Berkali-kali kau berkata kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku tlah berjanji menyerah

Dan upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil

Dan upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
'Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah bisa kita bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi
Pergilah, menghilang sajalah lagi 
Pergilah, menghilang sajalah lagi...




Banyak hal dalam hidup ini tidak bisa dipaksakan karena memang bukan jalannya. hanya Dia yang tahu akan kemana alur cerita hidup ini berjalan. dan hanya Dia yang Maha Tahu alur terbaiknya. berusaha, berpasrah, dan tetap yakin padaNya itulah sejatinya jatah manusia.. jika memang telah ditakdirkan sesuatu untuk kita maka pasti akan menjadi bagian hidup kita pada akhirnya... jika memang telah ditakdirkan.. ingatlah.... jika :')

July 28, 2013

Tempat Terbaik Untuk Harapan :)

"Aku kecewa banget sama dia, aku nggak nyangka aja orang yang bener bener aku percaya ternyata dengan entengnya berkhianat di belakang aku."

"sedih rasanya, nggak keterima di universitas yang diidamkan sejak dulu. padahal kalau aku masuk universitas itu, aku pasti jadi orang hebat."

"aku selalu berharap dia yang bakal jadi imamku kelak. tapi harapan tinggal harapan, semuanya hanya berakhir di angan tanpa jadi kenyataan. sakit banget rasanya..."

Kalimat kalimat di atas adalah sebagian contoh kecil dari jutaan kalimat ungkapan rasa kecewa. Kita akan merasakan kecewa saat kenyataan nggak sejalan sama harapan. Memang segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik, benar sekali ungkapan ini. Begitu pula dengan harap yang dilambungkan terlampau tinggi. Bahkan ada sebuah ungkapan lain menyatakan bahwa saat kita berharap terlalu tinggi maka bersiaplah untuk merasakan kecewa yang teramat sangat.

Sebenarnya, ada satu titik terang, ada satu kunci yang menjadi "kojo" bagi harapan. Ini bukan tentang seberapa besar kita berharap. Ini tentang kepada siapa kita berharap? saya benar benar belajar tentang ini dari setumpuk kekecewaan dalam hidup yang pernah saya lalui. Berharap pada tempat yang salah, itulah sejatinya sebab kita merasakan kecewa. Ketika kita mengharapkan si A peduli pada kita, ternyata dia nggak. Maka sedetik kemudian kecewa hadir. Ketika kita sangat berharap bisa masuk universitas terbaik di negeri ini ternyata kita nggak diterima, maka kecewa pun menjadi jawaban.

Tahukah kita, bahwa ternyata ada orang yang tak peduli seisi dunia mengasingkannya, tak peduli  universitas yang dia inginkan tidak menerimanya, tak peduli teman yang dipercaya mengkhianati, tak peduli orang yang dia kagumi ternyata berakhir dengan perempuan/laki laki lain, tidak peduli sehebat apapun masalah yang datang, dia akan selalu merasa tenangdan tidak kecewa sama sekali. Orang tersebut adalah orang yang telah mengetahui kunci dimana harapan seharusnya ditempatkan, yaitu Tuhannya..Allah S.W.T :)

Sungguh kecewa bukan tentang seberapa tinggi harapan kita, tapi kepada siapa kita berharap. Berharap pada tempat yang salah maka bersiap menerima konsekuensi terbesar bernama kecewa. Berharap pada manusia lain, sehebat apapun manusia itu, sekalipun dia adalah superhero kelas internasional, bukan jawaban yang tepat untuk menyimpan harapan. Dia dan kita satu kelas, satu status, dia dan kita hanyalah seorang hamba dari Dia Yang Maha Segalanya. Jika kita memegang kunci ini, berharap hanya padaNya maka bukan hal penting lagi untuk meributkan seberapa besar harapan kita. toh, kita berharap pada yang Maha Besar. Walaupun bisa saja pada akhirnya Dia tidak merealisasikan harapan kita. Apa tega kita merasa kecewa padaNya? Sedangkan Dia yang Maha Mengetahui segala yang terbaik untuk kita :)

Maka saat harapan bertumbuh semakin besar, keinginan semakin membuncah, selalu ingatlah pesan ini yang dikirim langsung olehNya...

"dan hanya kepada Tuhanmu, hendaknya kamu berharap." (Q.S. Al-Insyirah : 8)




semoga bermanfaat :)

July 24, 2013

Terima Kasih, Aya (1 Litre Of Tears)


"Asou-Kun, i can't walk anymore. But, i helped others....I helped others." - Aya, 1 Litre Of Tears, 2005


Bahkan dalam segala keterbatasan, terbaring lemah, tidak bisa berjalan, berbicara dengan terbata-bata, seorang mulia bernama Aya mampu memberikan manfaat dan pertolongan bagi orang lain. Walaupun  sempat putus asa karena penyakit yang dideritanya telah merenggut kemampuannya untuk berjalan, bergerak secara bebas, dan berbicara. Aya merasa takut dan dia merasa tidak ada lagi yang bisa dia lakukan. Tetapi berkat dorongan dan semangat dari ibunya, akhirnya Aya menyadari bahwa selama ini ada hal berharga yang selalu ia lakukan. Hal tersebut adalah menulis. Awalnya Aya ditugaskan oleh dokternya untuk menulis keadaannya setiap hari agar sang dokter tahu perkembangan Aya setiap harinya sampai akhirnya hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan yang ia lakukan hingga mendekati ajalnya. Melewati buku hariannya yang dipublikasikan ia telah menginspirasi banyak orang terutama bagi mereka yang mengalami hal yang sama. Hingga ada seorang pembaca yang terjangkit penyakit serupa dengan Aya, melalui sebuah surat ia mengucapkan terima kasih pada Aya karena telah merasa termotivasi dengan tulisannya. Aya merasa sangat bahagia karena dalam keterbatasan yang dia miliki, dia masih mampu untuk berbuat sesuatu untuk orang lain :')

Terjangkit penyakit spinocerebellar degeneration adalah sesuatu yang bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Aya. Seringkali ia bertanya "Mengapa penyakit ini memilihku?" Tetapi...Aya tidak pernah menyerah dengan penyakitnya. Sekalipun dia mengetahui penyakitnya tidak dapat disembuhkan, hidupnya selalu optimis. Dia lakukan apa yang bisa dia lakukan semaksimal mungkin. Dia tetap berusaha memberikan manfaat bagi orang lain.

Lalu kita...dengan segala kesempurnaan indra. Kaki yang masih bisa berjalan dengan normal, mulut yang masih mampu berbicara dengan fasih, dan segala nikmat yang masih Allah anugerahkan pada kita. Apa yang telah kita lakukan untuk orang lain? Apakah selama ini kita hanya disibukan dengan pemuasan kebutuhan diri? Berlomba mengutamakan ego pribadi? :'(

Aya, kurasa Allah telah memilihmu karena Allah tahu engkau adalah pribadi yang kuat. Dan benar saja, memang Allah tidak pernah salah :')
 
Aya, terima kasih. Terima kasih karena telah mengajarkan hal-hal yang mungkin kini sudah jarang ditemui, yaitu..... perjuangan, ketulusan, dan kepedulian :')

July 21, 2013

Makna Penantian

Mari kita memasuki dunia imajinasi. Kita bayangkan jika semua doa doa kita dikabul dengan cepat. Nggak usah nunggu lama-lama, pas beres doa simsalabim apa yang kita pinta langsung ada di depan mata. Wih...Asik banget kan pastinya?
Coba renungkan baik baik, bayangin aja... Let's say misalnya kita berdoa meminta jodoh (hehehe ini doa favorit wanita usia 20an kayak saya :p) dan tiba tiba jreeeeeng~ ada yang ketuk pintu rumah nyariin bapak kita dan katanya mau ngelamar. wohoooo~ langsung sujud syukur kita. jingkrak jingkrak, dari gangnam style, harlem shake, sampai joget bang jali dijabanin kayaknya :D

Eh tunggu, tapi yakin nih cerita kayak gini menarik untuk dijalani? Coba kita pikirkan pelan pelan, buka pikiran kita selebar mungkin... Asik sih, tapi terjadi gitu aja. Nggak ada haru birunya. Kita nggak tahu rasanya deg degan menunggu waktu yang tepat itu datang, kita nggak tahu rasanya harap harap cemas menanti jodoh, kita nggak bakalan introspeksi diri berbenah untuk mendapatkan jodoh terbaik, dan kita akan berhenti mengirim doa doa harapan itu karena kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan. Bayangkan dan renungkan... nanti saat anak kita bertanya, "Mah, ceritain dong dulu mamah sama papa gimana ketemunya?" terus kita cuma bisa jawab,"ya gitu deh sayang, papa kamu tiba-tiba ketuk pintu cariin kakek buat ngelamar mamah." krik~ krik~ krik~ :D

Ini bukan cuma masalah jodoh, ini menyangkut segala jenis doa yang kita panjatkan pada Sang Maha Pengabul Doa. Jika segala apa yang kita pinta pada Allah terkabul sepersekian detik setelah kita selesai berdoa apakah kita akan belajar tentang sabar? apakah kita akan tahu bagaimana rasanya berjuang, berikhtiar mengiringi doa kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan? jangan heran jika apa yang kita mohonkan padaNya akan menjadi sesuatu yang sia-sia saat ia terkabul, mengingat betapa mudahnya kita mendapatkan hal tersebut maka semuanya menjadi kosong. Hampa. Nggak bernilai. Kita hanya memperoleh pengabulan ambisi tanpa ada sebuah pemahaman baik didalamnya.

Bagaikan anak kecil yang segala keinginannya dipenuhi begitu saja sama orang tuanya. Kebanyakan mereka tumbuh menjadi pribadi yang manja. Begitu juga kita. Bukan hal yang sulit bagi Allah untuk mengabulkan doa kita. Allah sedang mengajarkan kita untuk menjadi pribadi tangguh, sabar, dan ikhlas. Allah nggak mau kita manja :) Allah ingin kita bergerak, berusaha, berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Doa adalah sebuah komplemen dari sebuah ikhtiar. Doa dan ikhtiar itu unseparated.  Karena dalam setiap pergerakan, usaha, dan perjuangan itulah Allah sisipkan berjuta makna dan hikmah. Sekalipun kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi jika kita benar-benar cerdas dalam memaknai segala kejadian maka akan kita peroleh pelajaran dan pemahaman baik yang nilainya bisa jadi jauh lebih berharga dari apa yang kita inginkan.

Maka nikmatilah masa-masa ini. Allah sedang menilai usaha kita. Allah sedang mengajarkan makna bersabar. Allah senang mendengar doa-doa kita, mungkin jika doa kita langsung dikabul kita akan seketika lupa sama Allah. Naudzubillah..jangan sampai.

Keep Faith. Keep believing. Keep Khusnudzan. Allah always be there to hear our wishes. Semoga kita menjadi pribadi cerdas yang mampu memahami segala pemahaman baik yang Allah simpan dalam setiap kejadian. aamiin :) 

July 18, 2013

Pangeran Surga

Pangeran Surga by Pewski

Di dalam hatiku tertulis harapan terindah
Yang slalu ku pinta lirih dalam doaku
Kau mungkin rahasia
Ku nanti dalam ketaatan
Ku Pantaskan diriku di hadapNya

Berharap penuh keikhlasan
Kau menjadi Pangeran Surgaku
Kita merajut mimpi dalam pernikahan suci
Kabulkanlah..

Ku yakin namamu ada dalam masa depanku
menguji kesabaranku melangkah, menunggu

Kau mungkin rahasia
Ku nanti dalam ketaatan
Ku pantaskan diriku dihadapNya

Berharap penuh keikhlasan
Kau menjadi Pangeran Surgaku
Kita merajut mimpi dalam pernikahan suci
Kabulkanlah...


#DoaRamadhan hehehe :')

July 17, 2013

Lentera Jiwa (Passion)

 
 
Lama sudah kumencari
Apa yang hendak kulakukan
Sgala titik kujelajahi
Tiada satupun kumengerti
Tersesatkah aku di samudra hidupmu

Kata-kata yang kubaca
Terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan
Bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku inikah takdirku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku

Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Lentera jiwaku


Saya rekomendasiin banget buat liat video klipnya. Jamin deh bakal bikin kita mikir, merenung. Benarkah jalan yang kita tempuh sekarang adalah jalan yang benar. Sesuaikah dengan lentera jiwa (Passion) kita?
Tiga tahun berkecimpung di teknik kimia membuat saya sadar...itu bukan dunia saya. hehehe sekarang bekerja di perusahaan farmasi. wah, makin gak nyambung aja :D walaupun masih ada kimia kimianya *nyengir*
Beruntung akhirnya saya menemukan lentera jiwa saya yang sebenarnya.... Nulis. Walaupun nggak nyambung sama jurusan yang saya ambil waktu kuliah, walaupun masih amatir, walaupun belum pernah menang lomba menulis apapun. tapi, menulis adalah dunia saya. I enjoy it so much. Itu kan yang penting? hehehe enjoy! :)
Disaat orang lain nerusin ke jenjang S1, saya memutuskan untuk say bye bye sama teknik kimia :D Tapi dunia perkuliahan saya selama tiga tahun sama sekali nggak sia sia. Ada banyak hal yang mempengaruhi kebertumbuhan diri saya, my Self-Improvement. dan itu sangat pantas untuk di syukuri :) i just can't living  a wolrd where i'm not belong.

 





Your time is limited...
So don't waste it by living someone else's life!

July 15, 2013

Akal

Kurang lebih udah hampir sebelas bulan saya bekerja dan ini adalah pertama kalinya saya menjalani Ramadhan berstatuskan "pegawai". Dan lebih spesialnya lagi, minggu ini saya kebagian kerja shift malem yang otomatis menjadi pengalaman pertama juga saya sahur di tempat kerja. wohooo~ keren kan?? (biasa aja kali ya? haha :p)

Okay, sebenarnya saya nggak bakalan nyeritain tentang pengalaman sahur pertama di tempat kerja. Yang namanya sahur ya gitu aja, makan wkwk Saya mau cerita soal lain. Tadi pagi sepulang kerja, tepatnya di jemputan saya duduk dekat jendela mobil. Entah kenapa saya suka banget duduk deket jendela soalnya bisa liat pemandangan kalau lagi di tol haha #apasih, udah gitu ya ada beberapa detik dimana saya ngerasa jadi artis sinetron, so-so-an ngelamun, ngegalauin hidup gitu lah #gapenting :D :D :D dan duduk deket jendela mobil, liat suasana di luar juga bisa memberikan inspirasi. Kayak cerita yang mau saya share ini.

Jadi, inspirasi pagi ini diperoleh dari......orang gila yang saya liat di pinggir jalan. What??? Yup, begitulah. biasa deh saya kan orangnya suka over analizing gitu. hehe jadi hal sepele atau geje juga kadang suka dipikirin banget. Tadi saya ngeliat orang gilanya sekilas. Berjenis kelamin perempuan, umurnya kira kira 40an. Terus mukanya belepotan gitu kayak pake masker, kalau saya nggak salah liat sih kayak pake semen, ga ngerti deh. hehehe dia lagi duduk pinggir jalan deket selokan sambil berjemur. Pandangannya kosong, khas orang orang gila lainnya. Saya nggak diajak ngobrol apalagi mengajak ngobrol orang gila tersebut. Cuma ngeliat beliau dari jendela mobil. Kemudian seketika saya jadi tersadar....begitu berharganya pemberian Allah bernama 'Akal'

Akal adalah pembeda kita, manusia dengan makhluk hidup lain terutama hewan. Dengan akal kita bisa berpikir, dengan akal kita bisa membedakan yang baik dan yang buruk, dan dengan akal kita bisa beribadah kepada Allah. Saya waktu ngaji dulu sering disuruh ngafalin syarat syarat ibadah wajib seperti shalat, shaum, dan ibadah ibadah lain. Syarat pertama itu biasanya baligh, dan kedua berakal, lalu diikuti syarat-syarat lainnya. Nah, it shows how much Akal means..dengan akal ini kita masih bisa menikmati beribadah kepada Allah. Orang orang yang kehilangan akal tidak diwajibkan untuk melakukan ibadah. berarti hilangnya akal akan memutus kesempatan kita untuk sholat, shaum, bersyukur atas karuniaNya, berdoa memanjatkan segala jenis pinta, dan memutus banyak kenikmatan lain. 

Orang yang hilang akal itu pasti selalu dirawat Allah selama hidupnya. tapi mereka tidak memiliki kesempatan untuk memberi balasan kepada Allah atas segala kebaikanNya (walaupun memang nggak akan pernah terbalas). Jika kita masih diberi akal hari ini. masih bisa berpikir, masih bisa membaca tulisan ini dengan benar, masih bisa hidup normal nggak luntang lantung di pinggir jalan dan kadang tanpa pakaian, maka....bersyukurlah. Bersyukurlah dengan menggunakan akal kita dengan baik. Berpikirlah, renungkan segala kebesaranNya, sesuatu yang tidak bisa dilakukan mereka yang akalnya telah Allah ambil kembali.

Jangan jadi mendadak konyol yang cuma karena galau cinta bisa hilang akal lalu berdendang... hidup tanpa ada kamu aku gila~ Dih! hihihi geli deh :p Atau disaat orang sakit mau sehat, ini yang jelas sehat mau sakit.. letih disini ku ingin hilang ingatan. kemudian tersadar dan langsung bertanya tanya, "aku siapa?", "aku dimana?", "kamu dimana? dengan siapa? semalam berbuat apa?" #lho? Haha *tepokin jidat orang* :)) 

Segalau apapun kita. seberat apapun masalah yang kita hadapi, akan selalu ada sesuatu yang SANGAT PANTAS kita syukuri. Salah satunya adalah Akal :) Akal itu mahal, maka jangan dirusak dengan dikit dikit stress, dikit dikit depresi. Akal sehat dimiliki orang sehat yang dengan akalnya ia akan mengembalikan segala urusannya baik susah maupun senang pada Sang Pemberi Akal. Setuju apa setuju banget? hehehe


"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (Q.S. Ar-Rahman)


Semoga bermanfaat :)

July 14, 2013

Hijrah Story 3 : Passion

Seri sebelumnya (tengok dulu yaaa ;D) :

Here it is, saatnya saya melanjutkan seri hijrah story saya yang ke 3 tentang Passion. Passion itu apa sih? mungkin banyak diantara teman teman yang belum kenal sama si passion ini. Makanya kenalan dong. hehehehe :p Menurut sang Inspirator Sukses Mulia, Pak Jamil Azzaini, "Passion itu sesuatu yang Anda enjoy banget, asyik banget… Sehingga, Anda rela mengorbankan waktu, tenaga dan dana untuk melatihnya." Jadi passion itu adalah suatu kegiatan yang ketika kita melakukannya kita bisa sampai lupa waktu saking asyiknya. Walaupun lelah, tapi lelahnya menggembirakan, menyenangkan. Bahkan jika passion kita ini terus diasah dan dikembangkan maka bisa menjadi jalan rezeki bagi kita. Luar biasa kan si passion ini? ;)

Saya mulai dikenalkan dengan passion pada saat saya ikut Training Muda Mulia batch 3 pada Oktober tahun lalu. Jadi ini bisa dibilang titik awal dimana saya kenalan sama passion. Perkenalan terjadi pada modus kedua yang diajarkan di Training Muda Mulia, yaitu modus kenal diri. Intinya, pada modus ini peserta diharuskan mengenal lebih dalam diri sendiri. Selain itu, sang Master Trainer, kang Rendy Saputra meyakinkan bahwa Allah telah menanamkan pada setiap diri kita sebuah berlian diri (istilah kang Rendy untuk passion). Waktu itu saya benar benar dipaksa untuk mencari kira kira kelebihan apa yang saya miliki? Kemudian saya coba  tuliskan dalam beberapa paragraf yang sekiranya masuk kategori berlian diri. 

Pasca training tersebut saya belum benar benar kenal dan akrab dengan passion saya. Baru sekedar tau dan nggak langsung diseriusin karena masih bingung juga. Bener nggak sih ini passion saya? Gitulah kira kira. Mungkin memang diperlukan perkenalan perkenalan selanjutnya agar ada keterikatan batin antara saya dan passion #halah :p Dan perkenalan selanjutnya terjadi saat saya membaca buku teh Pewski yang berjudul Be A Great Muslimah. Buku motivasi yang sangat highly recommended untuk para muslimah. Saya kembali "dipaksa" untuk berkenalan dengan passion saat membaca bab yang berjudul Secret Mission. Selaras dengan penjelasan kang Rendy di modus Kenal Diri pada Training Muda Mulia, teh Pepew menjabarkan bahwa kita ini masing-masing dibekali Secret Mission oleh Allah untuk kemudian dilaksanakan saat kita hidup di dunia. Secret Mission ini adalah misi yang Allah berikan pada kita agar kita bisa memberikan kontribusi saat kita hidup di dunia. Selain memberikan misi, Allah pun memberikan tools agar kita berhasil melakukan misi tersebut dan tools ini berupa passion. Nah, kembali lagi nih saya dipertemukan dengan passion. Dan dari sinilah saya mulai menemukan passion saya yang sebenarnya. Apakah itu? Ikuti terus kelanjutan ceritanya hehehehe :p

Polanya selalu sama. Seperti kisah kisah hijrah saya sebelumnya mengenai Pakaian dan Love Life. Dalam perjalanan hijrah ini pun saya tempuh melalui pola keberulangan. Seakan Allah terus menuntun saya agar bisa segera menemukan passion yang telah Dia karuniakan kepada saya. Membaca buku ON karya pak Jamil Azzaini menjadikan saya semakin yakin dengan passion saya. Saya tidak hanya sekedar menemukan tapi juga terarah untuk mengembangkannya. Saya juga mau teman teman menemukan passionnya agar hidup lebih berisi nggak hanya menghabiskan waktu dengan kegiatan nggak berarti. Gimana sih caranya nemuin passion? Yuk coba ikuti tips menemukan passion versi Pak Jamil Azzaini. Passion itu bisa ditemukan dengan mengenali ciri-cirinya. And here they are ciri-ciri passion :
1. Kita enjoy dalam melakukannya
2. Kemampuan kita dalam hal tersebut terus bertembuh dari waktu ke waktu
3. Hal tersebut diapresiasi oleh orang lain, bahkan bisa menghasilkan uang. 
Ayoooo direnungkan. Kira kira apa sih passion teman teman yang memenuhi 3 kriteria di atas? Go Find it! ;)

Alhamdulillah melalui perjalanan panjang...akhirnya, saya menemukan sang passion. Dan passion saya adalah...... MENULIS :) *keprok dulu dong haha :p* Penemuan ini sudah melalui proses verifikasi dan riset di laboratorium pribadi haha (lebay dikit gapapa lah :p) Menulis bagi saya, telah memenuhi 3 kriteria passion di atas. Pertama, saya enjoy melakukannya. Ini betul banget, saya sangat enjoy saat saya menulis. Saking enjoy emang sering lupa waktu, sampe larut malem. Tapi pas tulisan beres dan rampung itu rasanya...Luar biasa senengnya, undescribable feeling lah kalau kata lagu A Whole New World :D Saya biasa nulis yaa di blog ini hehehe. Dan setelah saya runut perjalanan hidup saya, ternyata saya seneng nulis dari kecil. Lebih tepatnya sih, seneng curhat lewat tulisan sejak kecil. Terbukti dengan adanya diary-diary yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup saya.Walaupun nggak nulis diary tiap hari tapi garis besar hidup saya ada disana. Nggak jarang saya ketawa sendiri bacanya. Abis kocak banget, apalagi jaman alay bin ababil dulu. hahaha 

Kedua, kriteria passion itu bertumbuh. Sebenernya saya takut kepedean disini hehehe kayaknya ini yang lebih layak menilai orang lain ya. Tapi dalam kaca mata pribadi, kemampuan saya dalam menulis bisa dikatakan bertumbuh. Saya nilainya dari apa ya? hehe Saya ambil contoh dari ocehan ocehan tertulis saya di blog ini aja ya, kalau di re-read dulu tulisan saya kadang geje nggak bermakna. Tetapi sekarang saya selalu berusaha membuat tulisan yang bermakna dan bermanfaat. Menurut saya, sebuah tulisan itu bisa dinilai dari kebermanfaatannya. Sebuah tulisan adalah representatif dari suatu makna tersirat atau pemahaman dari si penulis dimana saat orang selesai membacanya maka dia secara tidak langsung akan menemukan pemahaman tersebut. Dan sebaik baik pemahaman adalah pemahaman yang positif dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang positif. Pusing nggak sih? hahaha Ya kira kira begitulah. maaf yak kalau salah karena ini pendapat pribadi aja :p Hal tersebut selalu coba saya terapkan saat saya mau menulis. Jadi semakin hari saya selalu tanamkan mindset "tulislah hal-hal yang dapat menjadi jalan manfaat bagi orang lain dan bernilai di mataNya". Kalau dulu dulu di blog ini saya sering curhat nggak jelas, sekarang saya terus mencoba membuat ocehan tertulis yang bermakna. Sehingga kemampuan menulis saya bisa terus bertumbuh dan berkembang. Dan upaya pengembangan kemampuan menulis tidak lepas dari 'Membaca'. Kegemaran saya untuk membaca sangat banyak membantu dalam upaya pengembangan kemampuan menulis saya.  Dengan banyak membaca karya-karya orang lain yang udah jauh lebih expert saya bisa mengambil banyak ilmu dalam membuat tulisan saya agar lebih menarik untuk dibaca.

Terakhir, passion itu diapresiasi orang lain. (Bismillah...semoga Allah senantiasa melindungi saya dari sifat sombong). Alhamdulillah, banyak teman-teman saya yang mengapresiasi tulisan saya. Terus sampe ada yang nunggu tulisan saya. Subhanallah, saya suka terharu sendiri jadinya. Saya jadi ingat, dulu jauh sebelum saya melalui perjalanan hijrah ini, saya pernah curhat tentang kecelakaan motor yang saya alami di blog ini. Kisahnya bisa dibaca disini ;) Saya share tulisan tersebut di facebook. Nah, tiba tiba ada teman saya ngesms, saya lupa kata per kata nya tapi intinya, dia bilang tulisan saya bagus dan saya berbakat jadi penulis katanya. Kalau orangnya baca (mudah-mudahan baca), saya mau ngucapin makasih banyaaaaak atas apresiasinya. Seharusnya itu jadi titik saya seriusin passion saya ini ya. hehe tapi karena dulu nulis karena iseng doang dan cuma ajang curhat, jadi saya cuma bilang makasih aja sama dia atas apresiasinya tanpa direnungkan lagi kata-kata "berbakat jadi penulis" nya. hehehe Tapi saya pribadi masih ngerasa sangat awam dan amatir di dunia kepenulisan. Terima kasih banyak untuk teman teman yang sudah mengapresiasi tulisan tulisan saya dan yang setia nunggu postingan saya selanjutnya. Saya jadikan motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan passion saya ini agar kemudian bisa menjadi Penulis betulan. aamiin :') 

Bagi saya menulis adalah kendaraan yang mudah-mudahan bisa menghantarkan saya menuju ridhoNya. Selain itu, bagi saya menulis adalah alat untuk bisa menebarkan manfaat. Saya selalu ingin menjadi sebaik baik manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Saya berharap tulisan tulisan yang saya produksi bisa menjadi jalan lewatnya inspirasi yang sejatinya itu datang dari Allah, sehingga tulisan saya bisa hidup dan memberikan manfaat bagi pembacanya. aamiin :) 

Terus pertanyaannya, kenapa sih kita harus menemukan passion kita? Saya coba kasih ilustrasi, jika suatu hari teman teman menghadiahkan sebuah barang yang menurut teman teman berharga, misalkan tas yang dibeli di luar negeri. Tas tersebut diberikan pada sahabat sebagai tanda kasih sayang. Lalu, setaun kemudian tanpa sengaja teman teman nemuin tas tersebut berdebu, tergeletak gitu aja di salah satu sudut kamarnya. Gendok banget kan pastinya? Sesuatu yang spesial diberikan pada seorang sahabat yang spesial tapi nggak dimanfaatkan dengan baik layaknya barang yang nggak berharga. Nah, passion itu karunia Allah yang secara spesial Allah berikan hanya untuk kita. Kalau nggak dicari bisa jadi bulukan dan berdebu kayak tas tadi. Dan kita bisa menjadi golongan manusia yang menyia-nyiakan anugerah Tuhannya. Ini bahaya!
 
Passion adalah kado dari Allah yang diberikan sejak kita lahir di dunia ini. Tak cukup hanya dicari dan ditemukan. Passion wajib kita syukuri. Syukur adalah kata kerja dan bersyukur tidak berhenti sampai kata Alhamdulillah terucap. Mengoptimalkan passion yang telah Allah anugerahkan kepada kita adalah bentuk syukur terbaik. Karena passion adalah hadiah dari Allah, maka kita harus mengembangkan dan mengoptimalkan karenaNya, untukNya, dan digunakan dalam koridorNya. Sehingga bukan hanya apresiasi dari manusia lain yang diperoleh, tetapi yang jauh lebih penting dan paling utama, kita memperoleh apresiasi yang paling agung, yaitu apresiasi dari Yang Maha Agung.  aamiin Ya Rabbal'alamin :')

Saya jadikan kisah penemuan passion ini menjadi salah satu Hijrah Story saya karena seperti yang saya ceritakan di prolog, dulu saya terbiasa hidup let it flow. Remember? hehe Menemukan passion bagi saya adalah menemukan diri saya yang baru. Berhijrah menjadi diri yang lebih baik. Hidup menjadi lebih terarah kemana harus melangkah. Dan terus berusaha tumbuh bersama passion yang telah ditemui, semoga Allah senantiasa membersamai.

Terima kasih yang terdalam saya ucapkan untuk sosok sosok hebat, Kang Rendy Saputra | Inspirator Muda Mulia (@kangrendy), Teh Pewski | Inspirator Muslimah Hijrah (@pewski), dan Pak Jamil Azzaini | Inspirator SuksesMulia (@JamilAzzaini). Beliau beliau inilah yang telah menjadi jalan yang Allah hadirkan sehingga saya bisa bertemu dengan passion saya. Barallahu lakum. Hanya Allah sebaik baik pemberi balasan :)

Semoga bermanfaat :)
Segera temukan passion mu, kembangkan, dan optimalkan!
selamat mencari and...Good Luck! ;)

Perfect Timing

Tak peduli sebenar apapun suatu pernyataan, suatu masukan, ataupun kritikan. Semuanya memiliki waktu yang paling tepat untuk diutarakan. Sebenar, seabsolut, seteoritis, atau filosofis apapun, hal benar harus disampaikan dengan cara yang benar dan di waktu yang tepat. Kehilangan satu elemen saja semuanya akan menjadi rusak. Tidak bisa hal benar diungkapkan dengan cara yang salah sekalipun waktunya tepat. Pun walau kebenaran tersebut diungkapkan dengan cara paling halus sekalipun tapi diutarakan di waktu yang salah it just only makes thing absurd. Walau tampak sepele, perfect timing adalah satu unsur yang vital.

Perfect timing itu dijemput dengan kesabaran. Kadang kita hanya perlu menunggu sedetik, tapi terdahului nafsu membara membuat segalanya tergesa. Ah, setan memang tak suka kita dibersamai Allah. Bukankah Allah beserta orang yang sabar, kan? Lalu kebenaran terungkap, terucap dalam untaian kata sehalus sutra. Tapi semua terjadi dalam sebuah ketergesaan. Setan memang pandai sekali merayu. dan kita manusia mau-maunya dirayu. Dan pada akhirnya yang diperoleh hanyalah sesal. Semulia apapun alasan yang melatarbelakangi pengungkapan kebenaran semua menghilang dalam kecepatan cahaya. Hanya kearroganan yang timbul, dan ke-so-tau-an dan ke-so-betul-an yang tersisa.

Allah Maha Besar, Allah Maha Benar. Sabar adalah hal yang sangat mulia. Hanya dengan sabar kita akan dibersamai Allah. Bayangkan, dibersamai Dia Yang Maha Kuasa, Dia Sang Pemilik Langit, Bumi, dan Segala galanya. How special! Untuk hanya bisa bertemu dengan tokoh penting semisal presiden saja perlu banyak tek tek bengek yang harus diurus terlebih dahulu, itu hanya untuk bertemu. Bukan untuk membersamai kita, menemani kita. Sedangkan untuk dibersamai langkah oleh Allah hanya butuh modal sabar. Sabar akan mengantarkan kita pada "waktu yang tepat". Sabar akan menjadikan diri kita istimewa. Karena sabar akan membuat Allah menyertai, membersamai langkah kita. Jika langkah telah dibersamaiNya, maka kaki akan otomatis melangkah pada sebuah jalan yang diridhoiNya, mengantarkan diri pada sebuah takdir terbaik dalam skenarioNya, di waktu yang paling tepat sesuai perhitunganNya. in shaa Allah, aamiin :)

 "...Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S. Al Baqarah : 153)





*berdasarkan kisah pribadi penulis yang menyesal karena telah memilih jalan ketergesaan.

semoga bermanfaat :)

July 12, 2013

Jodoh Pasti Bertemu




"Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu
Jodoh pasti bertemu"


Kadang suka dipikirin ribet banget soal jodoh ini. (saya juga pernah :p) Siapa sih orang yang nggak pernah jatuh cinta? hehehehe Urusan cinta ini emang kadang ngebingungin :D tapi kalau tau hakikatnya jadi simple. Cuma buat cewek sih emang urusannya suka kadang lebih belibet. Fitrahnya lebih banyak pake perasaan soalnya. 

Jodoh itu soal takdir ya. iya nggak sih? hihihi nggak usah terlalu dipikirin ribet juga ya? sesimple lagu afghan yang saya kutip di atas. Jika orang yang kita suka ditakdirkan untuk kita mau serumit apapun jalannya juga pasti bertemu. Kalau bukan jodoh ya mau sedeket, semudah apapun, ya nggak akan bersatu. gitu kan? Iya nggak sih? hahaha simple ternyata. Yang penting jangan terlalu ngarep. Ini tentang manajemen ekspektasi.

Yaudah, jadi nggak usah dipusingin banget. Kupasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya~ 
Fokus sama perbaikan diri aja berarti ya. Saya pernah baca kalau Allah itu menjodohkan kualitas. So now it's time to upgrade our quality. 

hey jodoh, dimanapun kamu berada. Jangan berhenti perbaiki kualitas hidup kamu ya, jadilah pribadi yang Allah sukai. ok deal? Saya juga mau gitu soalnya. Tapi kita lakukannya untuk Allah aja ya. Kamu perbaiki kualitas hidup kamu bukan untuk saya ya, tapi untuk Allah. And so do i. Deal? hehehehehe dan satu lagi. jemput saya kalau udah siap :">







NB : jangan lama lama jemputnya yaaa hahahahaha :p



Surat Kecil Untuk Mamah :')

July 12th, 2013. Mom and birthday cake <3





Mamah, Selamat ulang tahun. 50 tahun telah dilewati dengan penuh perjuangan. Kini memasuki tahun yang baru, tahun ke 51. Semoga kebahagiaan selalu menghiasi hidup mamah. Dilancarkan segala urusannya. Diberikan kekuatan dan kesehatan untuk mengarungi hidup yang tidak mudah ini. 


Mah, bagaimana rasanya melahirkanku? Pasti rasanya sakit sekali ya. tetapi engkau rela mempertaruhkan nyawamu agar aku bisa lahir ke dunia ini. Dan kini sudah 20 tahun aku hadir dalam lembaran hidup mamah. Tapi ku yakin kebahagiaan yang  diberikan tidak sebanding dengan lamanya waktuku hidup di dunia. Jumlahnya pasti jauh lebih sedikit. Mungkin sebagian besar waktu aku habiskan untuk merepotkanmu, membuat jengkel, dan merasa sakit hati. Maaf :'(

Mah, semakin lama aku hidup di dunia aku semakin paham. Hidup ini begitu rumit, kompleks dengan berbagai macam masalah yang hilir mudik datang silih berganti. Dan mamah pun pasti pernah melewatinya. Tapi hari ini, kulihat engkau masih tegar menapaki hidup, sungguh hebatnya dirimu Mah. Semoga Allah selalu mengaruniakan kekuatan dan kesabaran untuk menemani Mamah menjalani hidup kedepannya.

Walau mungkin aku bukan siapa siapa. Aku bukan seseorang yang hebat. Tetapi semoga diri yang bermodalkan "selalu ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik ini" kedepannya bisa menjadi jalan kebahagiaan yang Allah berikan untuk mamah. Bukan hanya menjadi ajang pelatihan kesabaran karena sering membuat kesal dan jengkel. 

Mah, pelukanmu adalah pelukan terhangat dan tertulus yang pernah aku rasakan. Dekapanmu begitu menenangkan. Tak peduli seberat masalah apapun yang dihadapi, dekapanmu menghapus segalanya. Walaupun kelak akan tiba masanya dimana aku memiliki kehidupan baru bersama seseorang yang Allah takdirkan untukku, dekapanmu akan menjadi dekapan yang paling aku rindukan. Selalu.

Mah, terima kasih untuk segalanya. Banyak orang mencari apa itu arti cinta sejati. Dan kutemukan itu dari dirimu, Cinta itu bukan kata tapi perbuatan. Dan engkau telah mengajarkanku secara langsung tentang arti cinta sejati melalui segala perbuatan tulus dan ikhlasmu kepadaku. 

Duhai wakil Allah di muka bumi. Tak akan pernah terbalas segala jasamu meski ku hadiahkan bumi dan seisinya untukmu.Maka kukirimkan untaian doa kepada Dia yang telah menghadiahkan ku Ibu semulia dirimu. Kulayangkan segala harapan terbaik untuk dirimu pada Dia yang memiliki segalanya. Cintamu Mah, dan cintaNya adalah sebuah kombinasi yang sangat luar biasa sehingga aku masih bisa bertahan hidup hingga detik ini. Kurasa Tuhan begitu sayang padaku sehingga Dia titipkan aku pada seorang wanita hebat bernama Lilis Kusmayati yang sabar, tulus, ikhlas merawat diriku. Subhanallah, walhamdulillah :')


 “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil :)




July 11, 2013

Challenge YourSelf! #30DaysRamadhanChallenge

Maha Suci Allah Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan yang disucikan oleh Allah SWT. Bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Bulan teristimewa, yaitu bulan Ramadhan.

Sebelumnya saya mau memohon maaf atas segala perbuatan ataupun perkataan yang bikin nggak enak di hati yang masih tertanam menghujam dalam sanubari #lebay hehehe dari lubuk hati terrrrrdalam saya memohon maaf sebesar-besarnya. Ataupun yang belum pernah ketemu cuma kenal lewat ocehan ocehan saya di dunia maya, kalau ada tulisan tulisan yang menyinggung mohon dimaafkan yaaa :) Mudah mudahan dengan hati yang bersih dari dendam, saling memaafkan dengan tulus, kita bisa menjalani ibadah ibadah di bulan Ramadhan ini dengan khusyuk dan dapat memperoleh Rahmat, keberkahan, dan ampunanNya. aamiin :) Jangan sampai dendam, iri, dengki, dan segala macam penyakit hati lainnya mengotori kesucian bulan Ramadhan. Sayang nanti ibarat mengisi air ke galon yang bocor. Useless. Naudzubillah.. jadi yuk kita saling memaafkan dan bersihkan hati dari segala kotoran kotoran yang mengganggu.

Ramadhan adalah bulan yang spesial. Dalam sebuah hadits dikatakan : Dari Salman ra., bahwasannya Rasulullah Saw. berkhutbah di hari terakhir bulan Sya’ban: ”Wahai manusia, telah datang kepada kamu bulan agung yang penuh berkat. Bulan yang terdapat di dalamnya sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang Allah jadikan puasa di dalamnya sebagai kewajiban, dan qiamul lail sebagai perkara yang disunnahkan, barang siapa mendekatkan diri di dalamnya dengan perbuat kebajikan, maka ia seperti mengerjakan kewajiban selainnya, dan barang siapa mengerjakan kewajiban di dalamnya, maka ia seperti mengerjakan tujuh puluh kewajiban selainnya…” (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya)

Ramadhan memiliki banyaaaaaaak sekali keistimewaan. Menjalankan ibadah shaum di bulan Ramadhan dapat menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu, sebagaimana tercantum dalam hadits berikut : "Barang siapa yang puasa dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim). Selain itu, pada bulan Ramadhan, pintu syurga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu. Di bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qodar. Diturunkannya Al Qur'an, pedoman hidup ummat muslim semakin melengkapi keistimewaan bulan ini. Subhanallah ya, begitu istimewanya bulan Ramadhan ini sehingga sayang sekali jika kita lewati begitu saja tanpa makna.

Allah mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan adalah sebuah anugerah yang tak ternilai harganya. Subhanallah saking sayangnya Allah sama kita, maka Allah menghadiahkan kita bulan Ramadhan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Agar kita yang selama sebelas bulan ini bisa jadi lebih banyak melakukan dosa daripada ibadahnya bisa membersihkan diri dan kembali fitri aamiin :) Bulan Ramadhan dimana pahala dilipatgandakan merupakan sebuah Golden Chance nih buat kita menebus dosa-dosa kita yang telah lalu. Allah udah baik banget ngasih kita kesempatan emas untuk memperbaiki diri, bertaubat, dan berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Walaupun sebenarnya hal-hal tersebut bisa kita lakukan anytime, tapi Ramadhan adalah waktu yang paling tepat.Tapi nggak berarti untuk memperbaiki diri dan bertaubat kita harus nunggu Ramadhan dulu hehehe

Nah, agar kita bisa benar benar mendapatkan keistimewaan Ramadhan maka kita juga harus benar benar berusaha. Jangan sampai deh kita lempeng lempeng aja menjalani Ramadhan. Cuma dapet lapar dan haus doang. Tau tau udah nyampe akhir Ramadhan, punya baju baru. dan selesai. Aduh jangan deh jangaaaaan. Sayang banget!

Maka dari itu saya mau ngajak teman teman semua buat Challenge YourSelf! #30DaysRamadhanChallenge apa sih itu? hehehe jadi Challenge YourSelf! #30DaysRamadhanChallenge itu menantang diri kita untuk melakukan hal hal yang baru, bermanfaat, dan in shaa Allah bernilai di mata Allah. Jadikan Ramadhan sebagai ajang MOVE ON ke arah yang lebih baik. Saya kasih contoh nih, misal buat teman teman yang belum terbiasa solat dhuha coba dibiasakan sekarang. Sisihkan kurang lebih 10 menit antara jam 7 pagi sampai jam 11 untuk shalat dhuha minimal dua Rakaat dulu. Cuma 10 menit meeeen 10 menit doang. hehehe Lakukan tantangan ini selama 30 hari. Mudah mudahan setelah Ramadhan selesai kita jadi terbiasa shalat Dhuha. Usahakan dijaga terus jangan sampai putus. Bagi teman teman yang sudah terbiasa shalat Dhuha coba tingkatkan jumlah rakaatnya dari 2 jadi 4, dari 4 jadi 6 dst.

Pas banget nih, dalam tayangan Ramadhan SeHati pada tanggal 1 Ramadhan kemarin, pak Jamil Azzaini memaparkan bahwa agar Ramadhan kita penuh makna maka kita harus memiliki program untuk diri sendiri dan orang lain. Program untuk diri sendiri misalnya menantang diri kita untuk melakukan peningkatan amal ibadah, salah satunya seperti pembiasaan shalat Dhuha di atas. Nah, selain untuk diri pribadi kita juga harus memiliki program untuk orang lain. Misalnya menyediakan tajil buat teman teman, nggak harus banyak dan besar besaran. Hanya dengan memberikan minum pada orang yang sedang shaum (ini memberinya pas buka yaaa tentu aja hehe :D) itu pahalanya sudah luar biasa. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa memberi minum orang yang sedang shaum maka akan dihadiahi Allah minum dari telagaNya di Syurga. Subhanallah :) Contoh lain program untuk orang lain: buat yang masih suka buang sampah dimana aja, coba lakukan tantangan membuang sampah pada tempatnya. Eits, jangan anggap masalah sampah ini sepele lho. Justru karena banyak yang menyepelekan malah jadi masalah besar nih sampah. Menjaga lingkungan agar tetap bersih juga ibadah, Ingat Allah tidak suka pada orang orang yang berbuat kerusakan di bumi.

Jadikan program untuk diri sendiri dan untuk orang lain ini menjadi #30DaysRamadhanChallenge mu. Masih baaanyak hal-hal positif lainnya yang bisa kita lakukan. #30DaysRamadhanChallenge is about Making New Good Habits. Saya juga punya banyak #30DaysRamadhanChallenge, apakah itu? ..... Rahasia doong. hehehehe :p Semoga usaha pembiasaan good habits melalui #30DaysRamadhanChallenge ini bisa memperoleh nilai plus tersendiri di mata Allah, menjadikan bulan Ramadhan yang mulia ini nggak sia sia dan lewat gitu aja. aamiin Jangan sampai shaum kita habiskan dengan perbanyak tidur walaupun itu ibadah. hehehehe Tips dari pak Jamil Azzaini agar kita bisa memperoleh kemuliaan Ramadhan maka jadilah ahli ibadah sekaligus ahli manfaat. Karena jika hanya ahli ibadah pahalanya akan putus saat kita meninggal, tapi menjadi ahli manfaat pahalanya terus mengalir. Bukan menjadi salah satunya tapi jadilah keduanya, ahli ibadah sekaligus ahli manfaat. Ingat hidup bukan hanya tentang aku tapi juga tentang kita :) 

Let's do our #30DaysRamadhanChallenge ! Semoga walaupun nanti tiba saatnya berpisah dengan bulan Ramadhan, kebiasaan-kebiasaan baik ini tetap terjaga. Semoga Ramadhan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik di mataNya, membuat iman semakin bertambah dan dosa semakin berkurang. aamiin Ya Rabbal 'alamin

So, what's your #30DaysRamadhanChallenge? Challenge YourSelf and do it! 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat :)
Free Blog Template by June Lily