July 14, 2013

Hijrah Story 3 : Passion

Seri sebelumnya (tengok dulu yaaa ;D) :

Here it is, saatnya saya melanjutkan seri hijrah story saya yang ke 3 tentang Passion. Passion itu apa sih? mungkin banyak diantara teman teman yang belum kenal sama si passion ini. Makanya kenalan dong. hehehehe :p Menurut sang Inspirator Sukses Mulia, Pak Jamil Azzaini, "Passion itu sesuatu yang Anda enjoy banget, asyik banget… Sehingga, Anda rela mengorbankan waktu, tenaga dan dana untuk melatihnya." Jadi passion itu adalah suatu kegiatan yang ketika kita melakukannya kita bisa sampai lupa waktu saking asyiknya. Walaupun lelah, tapi lelahnya menggembirakan, menyenangkan. Bahkan jika passion kita ini terus diasah dan dikembangkan maka bisa menjadi jalan rezeki bagi kita. Luar biasa kan si passion ini? ;)

Saya mulai dikenalkan dengan passion pada saat saya ikut Training Muda Mulia batch 3 pada Oktober tahun lalu. Jadi ini bisa dibilang titik awal dimana saya kenalan sama passion. Perkenalan terjadi pada modus kedua yang diajarkan di Training Muda Mulia, yaitu modus kenal diri. Intinya, pada modus ini peserta diharuskan mengenal lebih dalam diri sendiri. Selain itu, sang Master Trainer, kang Rendy Saputra meyakinkan bahwa Allah telah menanamkan pada setiap diri kita sebuah berlian diri (istilah kang Rendy untuk passion). Waktu itu saya benar benar dipaksa untuk mencari kira kira kelebihan apa yang saya miliki? Kemudian saya coba  tuliskan dalam beberapa paragraf yang sekiranya masuk kategori berlian diri. 

Pasca training tersebut saya belum benar benar kenal dan akrab dengan passion saya. Baru sekedar tau dan nggak langsung diseriusin karena masih bingung juga. Bener nggak sih ini passion saya? Gitulah kira kira. Mungkin memang diperlukan perkenalan perkenalan selanjutnya agar ada keterikatan batin antara saya dan passion #halah :p Dan perkenalan selanjutnya terjadi saat saya membaca buku teh Pewski yang berjudul Be A Great Muslimah. Buku motivasi yang sangat highly recommended untuk para muslimah. Saya kembali "dipaksa" untuk berkenalan dengan passion saat membaca bab yang berjudul Secret Mission. Selaras dengan penjelasan kang Rendy di modus Kenal Diri pada Training Muda Mulia, teh Pepew menjabarkan bahwa kita ini masing-masing dibekali Secret Mission oleh Allah untuk kemudian dilaksanakan saat kita hidup di dunia. Secret Mission ini adalah misi yang Allah berikan pada kita agar kita bisa memberikan kontribusi saat kita hidup di dunia. Selain memberikan misi, Allah pun memberikan tools agar kita berhasil melakukan misi tersebut dan tools ini berupa passion. Nah, kembali lagi nih saya dipertemukan dengan passion. Dan dari sinilah saya mulai menemukan passion saya yang sebenarnya. Apakah itu? Ikuti terus kelanjutan ceritanya hehehehe :p

Polanya selalu sama. Seperti kisah kisah hijrah saya sebelumnya mengenai Pakaian dan Love Life. Dalam perjalanan hijrah ini pun saya tempuh melalui pola keberulangan. Seakan Allah terus menuntun saya agar bisa segera menemukan passion yang telah Dia karuniakan kepada saya. Membaca buku ON karya pak Jamil Azzaini menjadikan saya semakin yakin dengan passion saya. Saya tidak hanya sekedar menemukan tapi juga terarah untuk mengembangkannya. Saya juga mau teman teman menemukan passionnya agar hidup lebih berisi nggak hanya menghabiskan waktu dengan kegiatan nggak berarti. Gimana sih caranya nemuin passion? Yuk coba ikuti tips menemukan passion versi Pak Jamil Azzaini. Passion itu bisa ditemukan dengan mengenali ciri-cirinya. And here they are ciri-ciri passion :
1. Kita enjoy dalam melakukannya
2. Kemampuan kita dalam hal tersebut terus bertembuh dari waktu ke waktu
3. Hal tersebut diapresiasi oleh orang lain, bahkan bisa menghasilkan uang. 
Ayoooo direnungkan. Kira kira apa sih passion teman teman yang memenuhi 3 kriteria di atas? Go Find it! ;)

Alhamdulillah melalui perjalanan panjang...akhirnya, saya menemukan sang passion. Dan passion saya adalah...... MENULIS :) *keprok dulu dong haha :p* Penemuan ini sudah melalui proses verifikasi dan riset di laboratorium pribadi haha (lebay dikit gapapa lah :p) Menulis bagi saya, telah memenuhi 3 kriteria passion di atas. Pertama, saya enjoy melakukannya. Ini betul banget, saya sangat enjoy saat saya menulis. Saking enjoy emang sering lupa waktu, sampe larut malem. Tapi pas tulisan beres dan rampung itu rasanya...Luar biasa senengnya, undescribable feeling lah kalau kata lagu A Whole New World :D Saya biasa nulis yaa di blog ini hehehe. Dan setelah saya runut perjalanan hidup saya, ternyata saya seneng nulis dari kecil. Lebih tepatnya sih, seneng curhat lewat tulisan sejak kecil. Terbukti dengan adanya diary-diary yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup saya.Walaupun nggak nulis diary tiap hari tapi garis besar hidup saya ada disana. Nggak jarang saya ketawa sendiri bacanya. Abis kocak banget, apalagi jaman alay bin ababil dulu. hahaha 

Kedua, kriteria passion itu bertumbuh. Sebenernya saya takut kepedean disini hehehe kayaknya ini yang lebih layak menilai orang lain ya. Tapi dalam kaca mata pribadi, kemampuan saya dalam menulis bisa dikatakan bertumbuh. Saya nilainya dari apa ya? hehe Saya ambil contoh dari ocehan ocehan tertulis saya di blog ini aja ya, kalau di re-read dulu tulisan saya kadang geje nggak bermakna. Tetapi sekarang saya selalu berusaha membuat tulisan yang bermakna dan bermanfaat. Menurut saya, sebuah tulisan itu bisa dinilai dari kebermanfaatannya. Sebuah tulisan adalah representatif dari suatu makna tersirat atau pemahaman dari si penulis dimana saat orang selesai membacanya maka dia secara tidak langsung akan menemukan pemahaman tersebut. Dan sebaik baik pemahaman adalah pemahaman yang positif dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang positif. Pusing nggak sih? hahaha Ya kira kira begitulah. maaf yak kalau salah karena ini pendapat pribadi aja :p Hal tersebut selalu coba saya terapkan saat saya mau menulis. Jadi semakin hari saya selalu tanamkan mindset "tulislah hal-hal yang dapat menjadi jalan manfaat bagi orang lain dan bernilai di mataNya". Kalau dulu dulu di blog ini saya sering curhat nggak jelas, sekarang saya terus mencoba membuat ocehan tertulis yang bermakna. Sehingga kemampuan menulis saya bisa terus bertumbuh dan berkembang. Dan upaya pengembangan kemampuan menulis tidak lepas dari 'Membaca'. Kegemaran saya untuk membaca sangat banyak membantu dalam upaya pengembangan kemampuan menulis saya.  Dengan banyak membaca karya-karya orang lain yang udah jauh lebih expert saya bisa mengambil banyak ilmu dalam membuat tulisan saya agar lebih menarik untuk dibaca.

Terakhir, passion itu diapresiasi orang lain. (Bismillah...semoga Allah senantiasa melindungi saya dari sifat sombong). Alhamdulillah, banyak teman-teman saya yang mengapresiasi tulisan saya. Terus sampe ada yang nunggu tulisan saya. Subhanallah, saya suka terharu sendiri jadinya. Saya jadi ingat, dulu jauh sebelum saya melalui perjalanan hijrah ini, saya pernah curhat tentang kecelakaan motor yang saya alami di blog ini. Kisahnya bisa dibaca disini ;) Saya share tulisan tersebut di facebook. Nah, tiba tiba ada teman saya ngesms, saya lupa kata per kata nya tapi intinya, dia bilang tulisan saya bagus dan saya berbakat jadi penulis katanya. Kalau orangnya baca (mudah-mudahan baca), saya mau ngucapin makasih banyaaaaak atas apresiasinya. Seharusnya itu jadi titik saya seriusin passion saya ini ya. hehe tapi karena dulu nulis karena iseng doang dan cuma ajang curhat, jadi saya cuma bilang makasih aja sama dia atas apresiasinya tanpa direnungkan lagi kata-kata "berbakat jadi penulis" nya. hehehe Tapi saya pribadi masih ngerasa sangat awam dan amatir di dunia kepenulisan. Terima kasih banyak untuk teman teman yang sudah mengapresiasi tulisan tulisan saya dan yang setia nunggu postingan saya selanjutnya. Saya jadikan motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan passion saya ini agar kemudian bisa menjadi Penulis betulan. aamiin :') 

Bagi saya menulis adalah kendaraan yang mudah-mudahan bisa menghantarkan saya menuju ridhoNya. Selain itu, bagi saya menulis adalah alat untuk bisa menebarkan manfaat. Saya selalu ingin menjadi sebaik baik manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Saya berharap tulisan tulisan yang saya produksi bisa menjadi jalan lewatnya inspirasi yang sejatinya itu datang dari Allah, sehingga tulisan saya bisa hidup dan memberikan manfaat bagi pembacanya. aamiin :) 

Terus pertanyaannya, kenapa sih kita harus menemukan passion kita? Saya coba kasih ilustrasi, jika suatu hari teman teman menghadiahkan sebuah barang yang menurut teman teman berharga, misalkan tas yang dibeli di luar negeri. Tas tersebut diberikan pada sahabat sebagai tanda kasih sayang. Lalu, setaun kemudian tanpa sengaja teman teman nemuin tas tersebut berdebu, tergeletak gitu aja di salah satu sudut kamarnya. Gendok banget kan pastinya? Sesuatu yang spesial diberikan pada seorang sahabat yang spesial tapi nggak dimanfaatkan dengan baik layaknya barang yang nggak berharga. Nah, passion itu karunia Allah yang secara spesial Allah berikan hanya untuk kita. Kalau nggak dicari bisa jadi bulukan dan berdebu kayak tas tadi. Dan kita bisa menjadi golongan manusia yang menyia-nyiakan anugerah Tuhannya. Ini bahaya!
 
Passion adalah kado dari Allah yang diberikan sejak kita lahir di dunia ini. Tak cukup hanya dicari dan ditemukan. Passion wajib kita syukuri. Syukur adalah kata kerja dan bersyukur tidak berhenti sampai kata Alhamdulillah terucap. Mengoptimalkan passion yang telah Allah anugerahkan kepada kita adalah bentuk syukur terbaik. Karena passion adalah hadiah dari Allah, maka kita harus mengembangkan dan mengoptimalkan karenaNya, untukNya, dan digunakan dalam koridorNya. Sehingga bukan hanya apresiasi dari manusia lain yang diperoleh, tetapi yang jauh lebih penting dan paling utama, kita memperoleh apresiasi yang paling agung, yaitu apresiasi dari Yang Maha Agung.  aamiin Ya Rabbal'alamin :')

Saya jadikan kisah penemuan passion ini menjadi salah satu Hijrah Story saya karena seperti yang saya ceritakan di prolog, dulu saya terbiasa hidup let it flow. Remember? hehe Menemukan passion bagi saya adalah menemukan diri saya yang baru. Berhijrah menjadi diri yang lebih baik. Hidup menjadi lebih terarah kemana harus melangkah. Dan terus berusaha tumbuh bersama passion yang telah ditemui, semoga Allah senantiasa membersamai.

Terima kasih yang terdalam saya ucapkan untuk sosok sosok hebat, Kang Rendy Saputra | Inspirator Muda Mulia (@kangrendy), Teh Pewski | Inspirator Muslimah Hijrah (@pewski), dan Pak Jamil Azzaini | Inspirator SuksesMulia (@JamilAzzaini). Beliau beliau inilah yang telah menjadi jalan yang Allah hadirkan sehingga saya bisa bertemu dengan passion saya. Barallahu lakum. Hanya Allah sebaik baik pemberi balasan :)

Semoga bermanfaat :)
Segera temukan passion mu, kembangkan, dan optimalkan!
selamat mencari and...Good Luck! ;)

2 komentar:

Free Blog Template by June Lily