Tak peduli sebenar apapun suatu pernyataan, suatu masukan, ataupun kritikan. Semuanya memiliki waktu yang paling tepat untuk diutarakan. Sebenar, seabsolut, seteoritis, atau filosofis apapun, hal benar harus disampaikan dengan cara yang benar dan di waktu yang tepat. Kehilangan satu elemen saja semuanya akan menjadi rusak. Tidak bisa hal benar diungkapkan dengan cara yang salah sekalipun waktunya tepat. Pun walau kebenaran tersebut diungkapkan dengan cara paling halus sekalipun tapi diutarakan di waktu yang salah it just only makes thing absurd. Walau tampak sepele, perfect timing adalah satu unsur yang vital.
Perfect timing itu dijemput dengan kesabaran. Kadang kita hanya perlu menunggu sedetik, tapi terdahului nafsu membara membuat segalanya tergesa. Ah, setan memang tak suka kita dibersamai Allah. Bukankah Allah beserta orang yang sabar, kan? Lalu kebenaran terungkap, terucap dalam untaian kata sehalus sutra. Tapi semua terjadi dalam sebuah ketergesaan. Setan memang pandai sekali merayu. dan kita manusia mau-maunya dirayu. Dan pada akhirnya yang diperoleh hanyalah sesal. Semulia apapun alasan yang melatarbelakangi pengungkapan kebenaran semua menghilang dalam kecepatan cahaya. Hanya kearroganan yang timbul, dan ke-so-tau-an dan ke-so-betul-an yang tersisa.
Allah Maha Besar, Allah Maha Benar. Sabar adalah hal yang sangat mulia. Hanya dengan sabar kita akan dibersamai Allah. Bayangkan, dibersamai Dia Yang Maha Kuasa, Dia Sang Pemilik Langit, Bumi, dan Segala galanya. How special! Untuk hanya bisa bertemu dengan tokoh penting semisal presiden saja perlu banyak tek tek bengek yang harus diurus terlebih dahulu, itu hanya untuk bertemu. Bukan untuk membersamai kita, menemani kita. Sedangkan untuk dibersamai langkah oleh Allah hanya butuh modal sabar. Sabar akan mengantarkan kita pada "waktu yang tepat". Sabar akan menjadikan diri kita istimewa. Karena sabar akan membuat Allah menyertai, membersamai langkah kita. Jika langkah telah dibersamaiNya, maka kaki akan otomatis melangkah pada sebuah jalan yang diridhoiNya, mengantarkan diri pada sebuah takdir terbaik dalam skenarioNya, di waktu yang paling tepat sesuai perhitunganNya. in shaa Allah, aamiin :)
"...Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S. Al Baqarah : 153)
*berdasarkan kisah pribadi penulis yang menyesal karena telah memilih jalan ketergesaan.
semoga bermanfaat :)

Comments:
Post a Comment