Mari kita memasuki dunia imajinasi. Kita bayangkan jika semua doa doa kita dikabul dengan cepat. Nggak usah nunggu lama-lama, pas beres doa simsalabim apa yang kita pinta langsung ada di depan mata. Wih...Asik banget kan pastinya?
Coba renungkan baik baik, bayangin aja... Let's say misalnya kita berdoa meminta jodoh (hehehe ini doa favorit wanita usia 20an kayak saya :p) dan tiba tiba jreeeeeng~ ada yang ketuk pintu rumah nyariin bapak kita dan katanya mau ngelamar. wohoooo~ langsung sujud syukur kita. jingkrak jingkrak, dari gangnam style, harlem shake, sampai joget bang jali dijabanin kayaknya :D
Eh tunggu, tapi yakin nih cerita kayak gini menarik untuk dijalani? Coba kita pikirkan pelan pelan, buka pikiran kita selebar mungkin... Asik sih, tapi terjadi gitu aja. Nggak ada haru birunya. Kita nggak tahu rasanya deg degan menunggu waktu yang tepat itu datang, kita nggak tahu rasanya harap harap cemas menanti jodoh, kita nggak bakalan introspeksi diri berbenah untuk mendapatkan jodoh terbaik, dan kita akan berhenti mengirim doa doa harapan itu karena kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan. Bayangkan dan renungkan... nanti saat anak kita bertanya, "Mah, ceritain dong dulu mamah sama papa gimana ketemunya?" terus kita cuma bisa jawab,"ya gitu deh sayang, papa kamu tiba-tiba ketuk pintu cariin kakek buat ngelamar mamah." krik~ krik~ krik~ :D
Ini bukan cuma masalah jodoh, ini menyangkut segala jenis doa yang kita panjatkan pada Sang Maha Pengabul Doa. Jika segala apa yang kita pinta pada Allah terkabul sepersekian detik setelah kita selesai berdoa apakah kita akan belajar tentang sabar? apakah kita akan tahu bagaimana rasanya berjuang, berikhtiar mengiringi doa kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan? jangan heran jika apa yang kita mohonkan padaNya akan menjadi sesuatu yang sia-sia saat ia terkabul, mengingat betapa mudahnya kita mendapatkan hal tersebut maka semuanya menjadi kosong. Hampa. Nggak bernilai. Kita hanya memperoleh pengabulan ambisi tanpa ada sebuah pemahaman baik didalamnya.
Bagaikan anak kecil yang segala keinginannya dipenuhi begitu saja sama orang tuanya. Kebanyakan mereka tumbuh menjadi pribadi yang manja. Begitu juga kita. Bukan hal yang sulit bagi Allah untuk mengabulkan doa kita. Allah sedang mengajarkan kita untuk menjadi pribadi tangguh, sabar, dan ikhlas. Allah nggak mau kita manja :) Allah ingin kita bergerak, berusaha, berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Doa adalah sebuah komplemen dari sebuah ikhtiar. Doa dan ikhtiar itu unseparated. Karena dalam setiap pergerakan, usaha, dan perjuangan itulah Allah sisipkan berjuta makna dan hikmah. Sekalipun kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi jika kita benar-benar cerdas dalam memaknai segala kejadian maka akan kita peroleh pelajaran dan pemahaman baik yang nilainya bisa jadi jauh lebih berharga dari apa yang kita inginkan.
Maka nikmatilah masa-masa ini. Allah sedang menilai usaha kita. Allah sedang mengajarkan makna bersabar. Allah senang mendengar doa-doa kita, mungkin jika doa kita langsung dikabul kita akan seketika lupa sama Allah. Naudzubillah..jangan sampai.
Keep Faith. Keep believing. Keep Khusnudzan. Allah always be there to hear our wishes. Semoga kita menjadi pribadi cerdas yang mampu memahami segala pemahaman baik yang Allah simpan dalam setiap kejadian. aamiin :)

Comments:
Post a Comment