"Aku kecewa banget sama dia, aku nggak nyangka aja orang yang bener bener aku percaya ternyata dengan entengnya berkhianat di belakang aku."
"sedih rasanya, nggak keterima di universitas yang diidamkan sejak dulu. padahal kalau aku masuk universitas itu, aku pasti jadi orang hebat."
"aku selalu berharap dia yang bakal jadi imamku kelak. tapi harapan tinggal harapan, semuanya hanya berakhir di angan tanpa jadi kenyataan. sakit banget rasanya..."
Kalimat kalimat di atas adalah sebagian contoh kecil dari jutaan kalimat ungkapan rasa kecewa. Kita akan merasakan kecewa saat kenyataan nggak sejalan sama harapan. Memang segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik, benar sekali ungkapan ini. Begitu pula dengan harap yang dilambungkan terlampau tinggi. Bahkan ada sebuah ungkapan lain menyatakan bahwa saat kita berharap terlalu tinggi maka bersiaplah untuk merasakan kecewa yang teramat sangat.
Sebenarnya, ada satu titik terang, ada satu kunci yang menjadi "kojo" bagi harapan. Ini bukan tentang seberapa besar kita berharap. Ini tentang kepada siapa kita berharap? saya benar benar belajar tentang ini dari setumpuk kekecewaan dalam hidup yang pernah saya lalui. Berharap pada tempat yang salah, itulah sejatinya sebab kita merasakan kecewa. Ketika kita mengharapkan si A peduli pada kita, ternyata dia nggak. Maka sedetik kemudian kecewa hadir. Ketika kita sangat berharap bisa masuk universitas terbaik di negeri ini ternyata kita nggak diterima, maka kecewa pun menjadi jawaban.
Tahukah kita, bahwa ternyata ada orang yang tak peduli seisi dunia mengasingkannya, tak peduli universitas yang dia inginkan tidak menerimanya, tak peduli teman yang dipercaya mengkhianati, tak peduli orang yang dia kagumi ternyata berakhir dengan perempuan/laki laki lain, tidak peduli sehebat apapun masalah yang datang, dia akan selalu merasa tenangdan tidak kecewa sama sekali. Orang tersebut adalah orang yang telah mengetahui kunci dimana harapan seharusnya ditempatkan, yaitu Tuhannya..Allah S.W.T :)
Sungguh kecewa bukan tentang seberapa tinggi harapan kita, tapi kepada siapa kita berharap. Berharap pada tempat yang salah maka bersiap menerima konsekuensi terbesar bernama kecewa. Berharap pada manusia lain, sehebat apapun manusia itu, sekalipun dia adalah superhero kelas internasional, bukan jawaban yang tepat untuk menyimpan harapan. Dia dan kita satu kelas, satu status, dia dan kita hanyalah seorang hamba dari Dia Yang Maha Segalanya. Jika kita memegang kunci ini, berharap hanya padaNya maka bukan hal penting lagi untuk meributkan seberapa besar harapan kita. toh, kita berharap pada yang Maha Besar. Walaupun bisa saja pada akhirnya Dia tidak merealisasikan harapan kita. Apa tega kita merasa kecewa padaNya? Sedangkan Dia yang Maha Mengetahui segala yang terbaik untuk kita :)
Maka saat harapan bertumbuh semakin besar, keinginan semakin membuncah, selalu ingatlah pesan ini yang dikirim langsung olehNya...
"dan hanya kepada Tuhanmu, hendaknya kamu berharap." (Q.S. Al-Insyirah : 8)
semoga bermanfaat :)

Comments:
Post a Comment