January 14, 2015

(Bukan) Kebetulan

Disaat lagi kerjain tugas dan butuh inspirasi. Akhirnya colokin flashdisk dan coba cari-cari inspirasi dari file-file jadul jaman kuliah D3. Taunya...i bumped in to something else!  ada satu file judulnya itu "(Bukan) Kebetulan". eh? apa ini? dan ternyata.... itu isinya cerpen yang terlupakan dooong. ahahaha sampe lupa juga itu bikinnya kapan. tapi dari detail file nya cerpen itu dibuat Agustus 2013. Pas dibaca... ga nyangka juga pernah bikin cerpen sampai beres. walaupun yaaaah masih ecek ecek sih mhehehe, ga jelas lah ini siapa, ngomongin apa, dan sad ending juga :)) dari dulu emang pengen banget bisa bikin cerpen fiksi, malah pengennya bisa bikin novel. tapi belum kesampean terus soalnya ga nemu jalan cerita yang kece atau kadang mandeg di seperempat jalan. Ah yasudahlah yaa daripada banyak babibu ga penting langsung cekidot aja deh cerpen fiksi abal abal ala dinot. haha enjooooy~ 


***


(Bukan) Kebetulan



Jika kebetulan hanya sebuah kejadian tak bermakna mengapa bisa menyisakan sedikit luka yang menganga?

Satu minggu yang lalu kamu bilang kamu sedang kerepotan mencari buku sastra lama berjudul Deru Campur Debu karangan Chairil Anwar. Saking seriusnya kamu sering menghilang dari kampus dan datang telat saat ada kegiatan mengerjakan tugas kelompok.

"Maaf, barusan abis dari Palasari dulu nyari buku Deru Campur Debu lagi, hehe. kemarin belum dapet soalnya, sorry yaa." dengan helm yang masih menempel dan muka bak kerang rebus kamu meminta maaf pada kami yang sudah berkutat dua jam mengotak atik tugas rumit dan menyebalkan.

Sejujurnya, aku sangat terkejut mendengar alasanmu. Setahuku kamu adalah orang yang paling anti dunia sastra. Katamu sastra itu dunianya pengkhayal, sastra itu bertele-tele. lebih baik ilmu eksak, jelas dan nyata. Aku masih ingat persis kata-katamu lengkap dengan intonasi so ilmuan nya. Lalu apakah hari ini kutub utara pindah ke kutub selatan hingga kamu si manusia antisastra rela ngos-ngosan jedak jeduk keliling kota untuk mencari sebuah buku sastra lama?

            Jika saja saat itu si tugas menyebalkan tidak menahanku mungkin aku sudah mencaci maki dia yang dulu mati-matian ngatain aku si pengkhayal karena aku sangat menyukai sastra. Lalu seketika pikiran gila itu muncul.. Mungkinkah dia membeli buku itu untuk hadiah ulang tahunku yang sebenarnya sudah lewat 5 minggu? Untunglah, si tugas menyebalkan berhasil membuyarkan segala kegilaan itu.

Hari ini disela sela hari libur, kujelajahi dunia mikroblog bernama twitter. Sekedar membaca twit twit konyol atau selewat membaca tulisan tulisan curhat. dan aku menemukan nama dia bertengger di timeline. Dia yang dulu sangat dikagumi si manusia antisastra. Dia yang cantik, anggun, pintar, dan segala tek tek bengek ciri putri kerajaan Inggris bisa kalian temukan pada dirinya. Sangat berbeda 180 derajat dengan diriku yang dandanpun asal asalan, pakai baju sekenanya. Sayangnya, kisahnya nggak berakhir bahagia karena sang puteri kerajaan Inggris ternyata memilih lelaki lain dan kini sudah bertunangan, tapi aku tak tahu apakah sahabatku, si manusia antisastra ini masih menyimpan rasa atau tidak. Entahlah aku tidak peduli....em...peduli sih, masihkah dia..? Ah sudahlah.

Kini aku sedang asik menjadi stalker twitter sang puteri kerajaan Inggris, tweet terbaru sih kebanyakan isinya cuma obrolan haha hihi dia dan temannya. Hingga kemudian kutemukan sebuah kicauannya yang menyedot segala indraku untuk bertahan lama, membaca hati-hati setiap katanya..

"Duh susah banget nyari buku Deru Campur Debu nya Chairil Anwar. Tweeps, adakah yg punya rekomendasi tmpt jualan buku sastra lama? I do  really need that."

DEG! Aku pernah mendengar judul buku itu...Rasanya sering sekali akhir-akhir ini judul buku itu tertangkap oleh indra pendengaranku. Dan.. ya, dia yang membuat si manusia antisastra akhir akhir ini sering menghilang dari kampus atau sekedar telat datang mengerjakan tugas kelompok. Mungkinkah? Inikah penyebabnya? Tapi..setahuku mereka sudah lama tidak berkomunikasi lewat apapun.

Hey, Ada apa ini? Mengapa tampak seperti ada gempa berskala 6,8 SR dihati? Ini mungkin hanya sebuah kebetulan. Ya...kebetulan saja dia ngetweet seminggu yang lalu bertepatan dengan episode menghilangnya si manusia antisastra. Kebetulan yang begitu sulit dianggap kebetulan. Lalu apa peduliku? Memang kenapa kalau ini nyata? Sepertinya tidak ada sanggut pautnya denganku. Aku tahu dalam kamusnya, aku hanyalah seorang sahabat.. Ya, sahabat yang siap dia ledekin kapanpun dia mau tanpa takut aku akan sakit hati atau tidak. Dalam kamusnya, aku adalah sahabat yang siap menampung segala luapan cerita dia yang kadang nggak penting penting banget buat diceritain. Inilah aku seorang perempuan penggila sastra yang bersahabat dengan manusia tereksak sepanjang sungai cikapundung.

Jadi, kuputuskan untuk kali ini membiarkan pikiran negatif memenuhi segala ruang di otaku. Biarkan semesta mengiyakan segala dugaan, segala khayal yang memggambarkan saat ini entah di pojok kafe mana mereka sedang asik mengobrol dan si manusia antisastra itu dengan degupan jantung yang kencang sedang menunggu momen paling pas untuk memberikan seonggok buku sastra yang dibutuhkan sang puteri kerajaan Inggris.

Biar, biar khayalan itu terus menjalar. Mungkin itu lebih baik daripada aku berpositif thinking dengan berpikir bahwa dia membeli buku sastra lama tersebut untuk neneknya mungkin? Atau tetangganya. Atau mungkin bisa jadi untuk dilemparkan pada anjing tetangganya yang berisik. Atau untuk hadiah ulang tahunku? Ok, Aku tahu yang terakhir adalah pemikiran paling tidak logis. Terserahlah. Tapi yang pasti berpikir positif dapat berefek pada khayalan gilaku tentang aku dan kamu.. Khayalan yang mungkin hanya bisa terjadi jika langit berubah warna menjadi pink. Jadi tolong biarkan aku terus menjejali pikiran dengan segala kemungkinan negatif tentang kebetulan ini. Aku sadar, mencoba memikirkan kemungkinan baik hanya akan melumuri diri dengan segala asa yang bisa seketika lenyap bagai asap. Dan biarkan kemungkinan buruk itu menjadi alarm diri, agar terbangun dari segala mimpi.

Dan kuucapkan...Selamat bersatu kembali pangeran dan puteri. Saatnya aku terbangun.

 -Tamat-

***


January 13, 2015

Hey Patah Hati, Terima Kasih :)


Dimulai dengan sebuah pertemuan yang sama sekali nggak terduga, dengan kawan lama.. atau musuh lama? hehe rasanya masih abu-abu. entah dia kawan atau musuh. tapi dia memang cukup memberikan pelajaran berharga untuk layak menjadi seorang kawan, sekaligus cukup menyakitkan sehingga bisa dikategorikan menjadi musuh. Dia adalah... patah hati :)

Nggak ketemu dengan sesuatu yang udah lama ngilang itu nggak selamanya bikin kangen. ya termasuk sama patah hati ini. ada gitu yang ngerasa kangen patah hati? adakah? adakah? haha kalau ada yang kangen berarti kamu keren guys! :D 

Sejujurnya udah males ketemu dia lagi tau, haha aselinya. eh tapi mungkin memang ada yang belum selesai di antara  saya dan patah hati. Mungkin sih.. kemungkinan besar gitu hehe

ada kalanya dulu saat patah hati ini bikin down banget. sampai akhirnya karena dia ini nih dimulai lah perkenalan dengan Pencipta hati. hati yang patah ini justru ngajak saya kenalan sama Penciptanya, ya Pencipta saya juga :) dan patah hati ini salah satu pemicu awal langkah hijrah. Ih, baik juga ternyata si hati yang patah ini.

Dikira teh ya apa yang dialami di masa lalu udah cukup membuat hati dan otak ini pintar dalam masalah mencintai makhluk. nyatanya sih belum begitu. karena faktanya, memutuskan untuk nggak pacaran sebelum nikah nggak bikin pensiun jadi secret admirer. ehehehe Cinta dalam diam. istilah kerennya sih gitu. kalau kata Tulus mah.. Mengagumimu dari jauh #tsaaah

Walaupun diakui sih emang nggak selabil dulu lah. Nggak sealay dulu dalam mencintai. Logikanya dengan penuh perjuangan diusahakan untuk always ON. biar nggak terlalu kebawa perasaan dan mendayu dayu yang bikin lebay haha

mendoakan orang yang dikagumi, diam diam merhatiin, yaaah ciri khas orang orang jatuh cinta lah ya gimana. tapi sebisa mungkin sekarang harapannya nggak digantungin sama dia, tapi Dia. dan ini dirasa agak berat sih (buat saya) dalam prakteknya. karena sadar atau nggak, saat menyukai seseorang pasti aja ada lah dikit dikit mah berharap. berharap bisa deket. berharap bisa sering ketemu. level paling ekstremnya sih berharap dia juga balik menyukai. dan itu udah ke tahap warning! kalau di hati ada sensor bahaya mungkin udah nyala ngiung ngiung dengan kerassss.

Mencintai manusia itu memang rasanya halus, lembut, tapi berat. bahayanya adalah saat jatuh cinta tanpa sadar mood controler nya itu pindah ke dia. jadi, senang, sedihnya itu gimana dia. Ini yang paling nyebelin dari mencintai manusia. Aselinya! hehe nyebelin beneeeer deh. karena udah pernah ngerasain yang namanya tenaaang dan damainya berharap sama Allah, disaat ngerasain ini lagi itu rasanya nyebelin aja. Nggak suka. saya sukanya bebas, nggak bergantung sama siapa-siapa selain Allah. bukan karena nggak butuh manusia, bukaaaan. nggak ada keleeeuusshh di dunia ini yang nggak butuh manusia lain, ya karena fitrahnya kita kan makhluk sosial.

Cuma ya yang salahnya itu ketergantungannya dan berharapnya. kalau nggak dapet kabar apa-apa dari yang dikagumi itu rasanya bete, atau kalau tau dia memiliki perempuan idaman lain itu jadi bete banget. hahaha kalau udah gini tuh ya ngerusak konsentrasi aja. bikin nggak fokus dalam hal lain. hal-hal yang tentunya jauh lebih penting gitu daripada urusan remeh temeh kayak beginian. Menyebalkan syekali bukaaaan? lah dia siapa sih kok bisa bisanya sebegitu mengaruhin kehidupan. sepenting apa dia sampe mood saya tergantung di dia? ini nggak bisa dibiarin! (tjiyeee~ lebayyyy :D)

Oya, familiar ga sih dengan gambar ini?



Entahlah akhir akhir ini diketemuin terus sama gambar di atas. Konon katanya gambar tersebut punya filosofi bahwa kadang kita itu terlalu fokus memayungi (mengagumi) seseorang, padahal tanpa kita sadari ada seseorang di belakang kita yang juga memayungi(mengagumi) kita. Dan gambar di atas itu adalah sebuah bentuk rantai cinta yang nggak akan saling menemukan, ya karena si A suka sama si B, si B nya suka sama si C, eeeh si C nya suka sama si D. ya ribeeeeddd kan guys? nggak ada ujungnya gitu haha

well, jujur jujuran aja sih ini. saya pernah masuk dalam rantai itu. malah kerennya pernah berada di dua peran. haha Pertama, di peran perempuan yang fokusss memayungi pria di depannya. padahal tuh pria di depannya cuek bebek aja, diem, nggak bergeming, nggak berbalik. Fiuh...melelahkan.

Kedua, pernah juga di peran pria di belakang wanita itu. Bukan berarti saya jadi pria bukaaaaaaan yah! maksudnya kasusnya sama gitu sama si pria tersebut. Memayungi orang dan ternyata orang yang dipayungi lagi sibuk memayungi orang lain juga. halahhhh pedihhh pedihhhh~ ahahaha

Terjebak lah saya di dalam rantai cinta nggak berujung itu (adeuuuuhh). rasanya itu melelahkan dan pedih emang. nah di sini lah kawan atau entah musuh lama kembali menghampiri. hai patah hati! kita bertemu kembali~ duh ko kamu nggak ada bosen bosennya sih ketemu saya? haha

disini sih diceritainnya kayak yang menggembirakan gitu ya ketemu lagi sama patah hati. padahal aselinya mah duh yaaaa sakitnya tuh disini di dalam hatiku~ :D  hati panassss nggak keruan dan nggak tenang, efeknya ke pikiran jadi nggak puguh, dan ya itu tadi bikin nggak konsentrasi.

sadar bahwa ternyata apa yang dialami dulu belum cukup membuat diri ini pintar dalam urusan hati. tiba tiba teringat quote,
“lessons in life will be repeated until they are learned.”

Nah nah, pantesaaaaan aja ini si patah hati teh masihhhh aja seneng dateng ke hidup saya, ya karena emang saya belum sepenuhnya belajar dan ambil hikmah. ckck terus saya kudu piye? gimana cara terbaik untuk ngeberesin ke-pabalatak-an ini? 

di tengah kebingungan tersebut saya dipertemukan dengan sebuah nasihat yang katanya sih jadi sebuah solusi dari rantai payung payungan tadi. biar ada yang ketemu, biar jadi gayung bersambut, maka salah satu ada yang harus rela berhenti memayungi dan berbalik arah.. Jeng jeeeeenggg~

berbalik arah bukan karena pasrah, nyerah, dan merasa kalah katanya. tapi...lebih ke membuka mata lebar lebaaaar sama orang lain yang udah mayungin kita. rela melepas kaca mata kuda yang selama ini dipakai untuk fokus sama orang yang dikagumi. karena bisa jadi mereka mereka yang nawarin payung itu lebih baik dari yang selama ini dipayungin.

disitu sempat ada aha! moment yang terjadi. sempet sih, kepikiran. Jadi, pensiun aja nih jadi ojeg payung buat orang lain? terus nyoba balik arah aja gitu sama mereka meraka yang nawarin payung ke saya? hmmm.... sempet ada kebingungan dan kebimbangan. namanya udah nyentuh nyentuh perasaan pasti ada berat berat gimanaaaa gitu. harus banget nih berbalik arah? yakin? hehe

tapi ya... engga tau deh rasanya itu ada yang salah aja. kan choice nya ada dua ya, bertahan memayungi atau berlindung di payung orang. dalam memilih sesuatu pasti kan bakalan memilih yang resiko atit atinya lebih sedikit. kira kira mana nih yang ujungnya bisa bikin bahagia? gitu kan? apa menunggu yang dikagumi untuk berbalik arah? ini sih bahagianya terjamin yah, disukai balik sama yang saya suka. tapi mau sampe kapaaaaannn nunggu? apalagi misal yang kita suka jelas sukanya sama orang lain. aduuuh ya ini sih lebih ribet lagi deh. haha

atau saya yang berbalik arah aja? lalu belajar menyukai orang yang selama ini (katanya sih) tulus menyukai saya? tapi kalau ujungnya jadi maksa maksain perasaan gimana? arghhh bingungiiiinnnn. .
ih tapi kenapa yaa, rasanya it doesnt feel right aja. nggak tau sih, pikiran saya gitu. kayaknya dua duanya ga kece aja. simple nya gini, mau maju apa mau mundur dua dua nya berarah ke manusia. manusia yang sama diri sendirinya aja dia nggak punya kontrol penuh. manusia yang hatinya bukan milik dia sendiri dan bisa bolak-balik sewaktu waktu jika Sang Pencipta mengijinkan. manusia yang labil dan nggak bisa mendatangkan manfaat atau mudharat tanpa ada campur tangan dari Dia.

Dari kebingungan kebingungan itu akhirnya saya memutuskan untuk...... kabur. hehehe kabur ajaaaa deh dari pada pusing pusing. haha mau keluar aja dari rantai payung payungannya. cape dan bikin nggak tenang. malesin.

eits, tapi bukan kabur sembarang kabur. saking bingungnya saya lalu keluar, kabur, dan berlari sekencang kencangnya ke.....Allah :) lari terus, terus, dan terus. jarak larinya nggak pendek karena ternyata akibat terjebak di rantai payung tadi saya bergerak menjauh dariNya lumayan jauh.

dengan ngos-ngosan akhirnya sampai juga di payung teduhnya Allah. dan seperti biasa Allah sambut dengan tangan terbuka. kayaknya udah nunggu dari lamaaaa gitu. ai dinot kemana ajaa? hehehe saking sayangnya dan nggak mau saya terjebak lama lama di rantai payung payungan itu, maka Allah kirimkan si patah hati tadi buat jemput saya. ma syaa Allah.. karena Allah paham betul seorang dinot ini bisa sadar kalau hatinya dibikin patahnya agak dalem gitu ya biar bisa balik lagi kepada Dia :”)

sesampainya di dalam payung teduhnya Allah itu rasanya..... nyesssss adem, bikin tenang, keindahnya itu undescribable dan nggak ada yang bisa gantiin. ini adalah tempat kabur paling indah yang nggak akan ditemui dimanapun atau dari manusia manapun. betah bangeeeet deh rasanya. nggak mau pergi.

dalam payung teduhMu ya Rabb aku berlindung dari teriknya godaan dunia yang menyilaukan. karena hanya bersamaMu jiwa ini menjadi tenang :)

sekarang rasanya udah kapok aja, kapok jadi manusia yang so tau tentang mana yang terbaik. karena pengetahuan tentang yang terbaik itu cuma Allah aja yang tau. Makanya saya sekarang mau berlindung aja di sini, di payung teduhnya Allah, mudah mudahan senantiasa Allah istiqamahkan. aamiin

lalu masalah jodoh? hmmm.... gimana yaa? ehehe udah sampe di payung teduhnya Allah teh rasanya kayak udah nemu garis finish, tapi sadar sih ada disini bukan akhir perjalanan, tapi mungkin lebih tepatnya ini akhir dari pencarian muara hati. karena akhir perjalanan itu nanti saat Allah bilang, “Ayo, dinot ini saatnya kamu pulang.” ya saat nafas udah nggak berhembus lagi. tapi karena Allah masih mengamanahkan hidup berarti masih banyak hal yang harus dilakukan. Cuma sekarang sih kemana-mana pengennya ditemenin Allah aja. tantangan apapun yang menghadang di masa yang akan datang saya nggak mau beranjak dari payung teduh ini. pengen bareng-bareng terussss :)
 
karena menikah adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW, dimana apa apa yang beliau lakukan pasti mengundung unsur kebaikan dan Allah juga memerintahkan untuk menikah di dalam AlQur’an ya pasti saya juga pengen dong nikah. mhehehehe~ tapi ya itu tadi, sekarang mah udah nggak mau so tau ini atau itu yang terbaik. semoga Allah karuniakan kemampuan untuk memilih karenaNya kemudian mencintai pun karenaNya. jadi inget lagu jodoh dunia akhirat nya Kang Abay

bukan cinta yang memilihmu. tapi Allah yang memilihmu untuk kucintai~ #tsaaah :D

Allah memberikan nikmat sadar untuk kemudian membuat langkah ini bergegas berlari menujuNya itu udah nikmat yang luarrrr biasa. Ngerasa beruntung deh dikasih kesempatan untuk bisa merasakan nikmatnya berteduh di payungNya dalam lindunganNya. nah...mudah mudahan sih, dia yang Allah pilihkan juga ada di payung ini. atau mungkin belum? masih terjebak dengan payung KW KW an di luar sana? mungkin aja. hehe

hey kamu, dimanapun kamu berada. nama kita udah berdampingan di Lauhil Mahfudz :) mungkin sekarang belum saatnya kita bertemu. ai kamu sekarang dimana hey? ehehehe masih berlelah lelahkah dalam permainan hati dan payung payungan? kalau iya, ayo siniiii jangan mau panas panasan sama teriknya godaan dunia di luar. atau jangan jangan kita udah ada di payung yang sama, di dalam payung teduhnya Allah, bahkan kamu udah duluan sampe?

well, now i really have no idea deh beneran kamu ada dimana. tapi boleh minta sesuatu? :) saya cuma kepingin, kamu sebelum nemuin saya hatinya titipin dulu ya full sama Allah, pleaseee. karena saya pun sedang berjuang hal yang sama. kenapa? karena saya nggak mau nanti terjebak sama cinta kamu. mengagung-agungkan kamu. sekalipun kamu kelak halal bagi saya. karena dari pelajaran patah hati ini kemudian saya mulai paham apa yang dimaksud dengan mencintai karena Allah. dan karena menjadi teman hidup kamu di dunia aja kayaknya kurang kece, kan lebih kece lagi kalau kita di dunia bareng bareng berjuang untuk dapetin ridha Allah biar kelak di akhirat kita bisa bareng bareng lagi di SyurgaNya. itu baru kece maksimaaaaaal. hihihi aamiin :)

teringat sebuah kisah istrinya imam syafi’i, beliau bertanya kepada sang suami. “apakah kau mencintaiku?”

“ya, saya mencintaimu”, jawab Imam Syafi’i

istrinya kemudian kembali bertanya, “apakah kau mencintai Allah?”

“tentu saja, saya mencintai Allah”,

sang istri pun merasa heran dan melontarkan pertanyaan berikutnya, “bagaimana bisa ada dua cinta di dalam satu hati?”

dengan tenang Imam syafi’i menjawab, “karena aku mencintai Allah, maka aku mencintaimu.”

#tsaaaaaaaahhhh so sweet ya? hehehehe :">

nah jadi, mencintai manusia itu landasannya adalah karena Allah, bahkan untuk mencintai orang tua sekalipun. dan untuk mewujudkan semua itu ya hatinya harus dikembaliin dulu sama Yang Punya nya. hatinya harus di rajai dulu sama Sang Maha Raja. karena bagaimana bisa kita mencintai karena Allah jika di hatinya tidak ada Allah? bagaimana bisa kita mencintai Allah kalau di hatinya udah keburu penuh sama hal-hal selainNya? iya ngga? iya ngga? :D

sekarang jadi ngerasa berterima kasih banget sama kamuuu hey patah hati. makasih yah udah jadi jalan perkenalan saya dengan Allah. makasih juga untuk orang-orang yang menjadi jalan perantara pengantar rasa sakit hati ehehehe, mudah mudahan Allah limpahkan kasih sayangnya pada kalian ;)

dan mudah mudahan kali ini saya benar benar dinyatakan LULUS yaaa guys! aamiin ({})

kalau ada yang lagi ngerasa patah hati juga, udaaaah kabur aja kabuuur cepeeettt.. cepet kabur ke Allah hehe karena cuma di sana ada obat yang manjur dan tokcer buat hati kamu yang patah :)

Selamat berjuang untuk kabuuur! :D

ini maaf maaf aja ya kalau kata katanya so betul, so menggurui, atau so nasihatin. ingin berbagi aja sih karena rasanya perjalanan ini terlalu berharga untuk di keep sendiri. and i just want you to believe, seribet apapun tantangan kamu sekarang, jangan khawatir, jangan nyerah, itu tandanya Allah lagi kangen, mungkin langkah kita udah terlalu jauh dari Allah.

karena salah satu nikmat terbesar dalam hidup adalah ketika mulai salah jalan, mulai menjauh dari Nya, lalu dengan kasih sayangNya Allah tegur. Biar ujungnya balik lagi. Nikmat, ya Allah.. Alhamdulillah. Alhamdulillah..Alhamdulillah.. Nggak kebayang aja, udah salah jalan, dicuekin, dibiarin. Ngerasa udah bener aja hidup teh dalam kamuflase kesenangan. Padahal dibalik itu sebenarnya Allah murka. Naudzubillah kan yah, serem deh ngebayanginnya juga.

selalu ingat apa yang Allah takdirkan pasti yang terbaik. dan jika Allah takdirkan pasti Allah mampukan. tinggal yakin aja, it’s all about faith :)

se ma ngaaaaaat! dan semoga bermanfaat ;)

-dinot-
at kasur.
13 Januari 2015.
Free Blog Template by June Lily