October 29, 2012

Tak Selamanya yang Sepele Itu Sepele :)

Bismillahirrahmanirrahim..
Hari ini ada satu eksperimen konyol yang saya lakukan. Sembari menunggu bapa ku tercinta beli tahu sumedang sepulang saya bekerja tadi, saya mencoba meniupkan napas saya lewat mulut ke sedotan teh kotak (iklan) yang sebenernya udah abis. Kurang kerjaan banget ya? haha terus pas saya tiupkan udara lewat mulut kemudian saya sedot lagi, tiup lagi, sedot lagi, ternyata semakin sesak, mungkin karena saya terus mensirkulasikan gas karbondioksida ke dalam paru paru atau entah bagaimana ilmiahnya pun saya belum paham, yang pasti kendati saya menghembuskan dan kembali menarik (lebih tepatnya menyedot) napas lewat sedotan tapi rasanya sama seperti menahan napas. bingung kan? :D ya intinya sih, walaupun ada udara yang keluar dan masuk tapi rasanya seperti tidak bernapas.
Nah, dari kejadian aneh dan kurang kerjaan itu saya langsung terpikirkan, Subhanallah, betapa ada sesuatu hal yang selama ini saya sepelekan kehadirannya, sesuatu yang sangat saya butuhkan tapi jarang saya syukuri keberadaannya. Ya, Bernapas.
Lamunan itu saya lanjutkan dengan menelaah orang orang yang ada di sekitar saya, ada dua anak kecil yang sedang berlari girang, ada para pengendara yang berlalu lalang, ada para pedagang yang sedang sibuk melayani para konsumen, dan tentu saja ada saya yang sedang mengamati mereka. Sungguh semua kegiatan yang terjadi di sekitar saya waktu itu tidak akan ada kalau tidak ada oksigen masuk dan karbondioksida yang keluar dari hidung mereka.
Astaghfirullah, saya jadi merenung dan maluuuu sendiri rasanya. Selama 20 tahun lebih 2 bulan saya hidup di dunia berapa kalikah saya bersyukur pada Allah SWT atas anugerah bernapas dengan normal yang masih Dia berikan hingga detik aku menulis postingan ini? :'(
Dear, bahkan di saat kamu merasa hidup kamu penuh penat sesak dengan masalah akan selalu, ya SELALU ada hal yang patut kamu syukuri kehadirannya. Salah satu contohnya adalah bernapas yang pasti sangat kita butuhkan kapanpun bahkan di saat kita mengeluh pun kita masih butuh bernapas. paham? :) jadi sebenarnya, kita dikelilingi oleh hal hal besar yang sering kita sepelekan kawan, hal hal besar yang sungguh sangat patut kita syukuri yang sering terblock oleh keluhan keluhan kita.
Maka dari itu kawan, dari mulai detik ini mari kita lebih fokuskan pikiran kita pada kebaikan kebaikan Allah
yang patut kita syukuri. sebanyak apapun masalah kita, PASTI ada hal yang dapat kita syukuri karena Allah yang Maha Penyayang tidak mungkin membiarkan hambaNya menderita. Jika kita mau mengganti kacamata suudzan kita dengan kacamata khusnudzan, pada hakikatnya masalah yang menghampiri kita pun patut kita syukuri karena itulah saat dimana Allah berbicara pada kita, itulah saat dimana Allah ingin kan kita merintih berdoa padaNya, itulah saat dimana Allah inginkan kita lebih mendekatkan diri padaNya.
Mari kita belajar mensyukuri nikmat nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya. Bernapas, hanya salah satu contoh hal besar yang disepelekan di antara sederetan hal hal besar pemberianNya yang sering kita abaikan. Bersyukurlah karena banyak hal yang patut kita syukuri. Bersyukurlah karena tak selamanya yang sepele itu sepele :)

October 19, 2012

kenalkan, aku sampah

Namaku sampah. tidak asing bukan mendengar namaku? ya betul, dan aku yakin kalian juga tidak asing dengan bentuk rupaku yang bermacam-macam. tentu saja kalian tidak asing denganku. bagaimana bisa merasa asing kalian seringkali melihatku tergeletak dimana saja. mencium bauku yang menyengat. Apakah kalian tidak merasa terganggu denganku? kukira begitu.
Musim hujan pun tiba, aku yang memang terbiasa tergeletak di mana saja, di selokan, di jalan raya, di pekarangan rumah, menghambat laju alir hujan mengalir ke salurannya. Hasilnya air semakin menggenang tinggi, bercampur dengan puing puing tubuhku sehingga memberikan aroma tidak sedap. Jangan! Jangan salahkan aku. itu semua bukan salahku, aku tidak punya control atas diriku sendiri. Memang kalian kira aku senang hidup dalam ketidak pedulian. aku pun sebenarnya punya rumah yang layak. Jika aku ditempatkan di rumahku, selanjutnya aku akan diolah kembali menjadi sesuatu yang baru dan berguna. Namun sayangnya kalian memilih untuk tidak peduli dan membiarkan ku terlantar.
Akan tetapi, ketika banjir sudah terjadi dan menyebabkan beberapa jiwa melayang kalian baru menyebut nyebut aku sebagai penyebabnya. Asal kalian ketahui, kalian sendiri penyebabnya. Jangan kalian salahkan aku ataupun hujan deras yang terus mengguyur. Karena aku tidak akan menghalangi laju air jika aku berada ditempat dimana seharusnya aku berada dan karena hujan hakikatnya adalah anugerah dariNya yang dapat membawa keberkahan bagi kalian. tapi karena ketidak pedulian kalian keadaannya menjadi terbalik.
Aku tidak meminta banyak, aku hanya ingin kau tempatkan aku di tempat yang seharusnya. Karena ketika hal itu terwujud, bukan hanya aku saja yang memperoleh kenyamanan kalian pun begitu. kalian akan mendapati lingkungan kalian akan jauuuuh lebih indah tanpa kehadiranku. Air hujan akan mengalir pada tempatnya dan tidak terhalangi oleh tubuhku yang berserakan. coba pikirkan dengan betul. betapa indahnya jika keadaan tersebut bisa terwujud.
Ingatlah, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi. Aku hanya benda mati yang tidak akan dimintai pertanggung jawaban apapun. tapi berbeda dengan kalian, kalian harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan kalian di alam akhirat nanti. janganlah kau jadikan aku sebagai pemberat timbangan dosamu hanya karena kamu tidak bisa menjaga lingkunganmu dengan benar.

Mulai saat ini, berjanjilah untuk menempatkanku ditempat yang seharusnya. Bukankah kebersihan merupakan sebagian dari iman? Maka simpanlah aku pada tempatnya jika kalian beriman.

:)

October 17, 2012

face your fear and be brave!

Bismillahirrahmanirrahim
Pagi ini ada suatu kejadian sederhana yang mungkin menurut kebanyakan orang hal tersebut bisa dikatakan biasa saja, atau mungkin sangat biasa. tapi menurut saya tidak, kejadian kecil ini begitu menyedot perhatian saya selama beberapa menit :D
Jadi begini ceritanya, kira-kira pukul 06.05 seperti biasanya saya dan teman kerja saya sudah nongkrong di daerah kopo sayati menunggu bis jemputan, memang pada hari ini bis jemputan datang sedikit (heem, banyak sih kayaknya) telat, walaupun memang bis jemputan kopo biasa terlambat tapi hari ini lebih terlambat dari pada terlambat yang biasanya. #intermezzopenting :))
Back to the story, nah dalam masa penantian bis tadi. saya memperhatikan ada seorang ibu-ibu yang hendak menyebrang. Biasa kan ceritanya? tunggu dulu... hehehe, beliau terlihat sangat ragu untuk menyebrang karena memang kendaraan yang datang dari arah sebelah kanan begitu deras mengalir (air kaliiii -______-) dan berhubung itu jam-jam berangkatnya anak sekolah dan para pegawai kantor jadi memang lalu lintas sangat ramai dan terlihat saling berebut ingin segera sampai pada tujuan masing-masing.
Hal yang menarik disini adalah ibu penyebrang tadi terlihat pasrah akan keadaan tersebut. Ketika para penyebrang pada umumnya berusaha sekuat tenaga melambai-lambaikan tangan pertanda meminta para pengendara motor atau mobil untuk memberi jalan, berbeda dengan ibu penyebrang yang satu ini. Beliau hanya terdiam terpaku melihat derasnya kendaraan yang melaju tanpa berusaha melambaikan tangan, akhirnya beliau diam cukup lama di jalan hingga akhirnya kendaraan yang melaju dari arah kanan mulai berkurang jumlahnya, jalan cukup kosong dan ibu penyebrang tadi pun berhasil menyebrang. yeaaaay! berhasil berhasil berhasil hore! :D
Mungkin memang cerita di atas terlihat biasa saja dan yaaaa banyak terjadi di antara penyebrang penyebrang lainnya. tapi, otak saya yang memang senang over-analizing something ini seketika berpikir tentang sebuah penganalogian yang luar biasa. Menurut pandangan saya, dari kejadian di atas ada hikmah yang bisa di ambil, yaitu "Face your fear and be brave!" maksudnya? hehehe oke, jadi ibu penyebrang tadi merupakan pengibaratan manusia atau human being. aliran deras laju kendaraan adalah pengibaratan masalah masalah yang memang tidak akan ada hentinya hadir di dalam hidup kita. jalan di sebrang adalah tujuan hidup yang ingin dicapai. dan diamnya ibu tadi merupakan pilihan beliau dalam menghadapi masalah.
Jadi, dalam hidup terutama dalam menghadapi masalah, kita selalu diberikan kebebasan dalam bertindak untuk menghadapi suatu masalah. dalam cerita di atas, ibu penyebrang memilih untuk diam dan tidak berusaha keras untuk membuat kendaraan kendaraan dari arah lawan memperlambat kecepatannya sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk ibu tersebut menyebrang.
begitu pula pada kehidupan kita sehari-hari, kita pasti akan selalu dihadapkan dengan ratusan, ribuan, bahkan mungkin jutaan masalah yang dapat menghambat kita untuk mencapai tujuan. Dan cara ibu tadi, yaitu berpasrah, tidak berusaha maksimal melawan hambatan yang menghampiri adalah salah satu sikap yang tidak boleh dilakukan. karena seperti yang telah diceritakan, walaupun beliau berhasil menyebrang tapi diperlukan waktu yang cukup lama untuk dapat menyebrang ke arah yang dituju. Begitu pula, bila kita memilih bersikap pasrah, tidak berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, hal tersebut sangat beresiko pada pencapaian tujuan kita. bisa jadi tujuan kita tercapai tapi memakan waktu yang lama atau bahkan tujuan kita tidak tercapai sama sekali. disini saya tidak menyiratkan bahwa ibu penyebrang tadi adalah orang yang suka lari dari masalah ataupun orang yang tidak mengusahakan kemampuan terbaik dirinya dalam menghadapi suatu masalah, saya hanya ingin mengambil hikmah dari suatu kejadian kecil yang saya lihat pagi ini hehehe :)
Kalau di analogikan memang hidup ini seperti menyebrang, ketika kita punya tujuan pasti akan selalu ada hambatan yang menghampiri. dalam menyebrang juga harus banyak perhitungan, jangan terlalu terburu buru karena bisa mengakibatkan nyawa melayang. dan jangan pula pasrah berdiam diri menunggu jalanan kosong karena banyak waktu yang terbuang, kita akan tertinggal. istilahnya sih "batur mah geus ka bulan ieu mah di bandung keneh" (orang lain mah udah ke bulan, eh ini masih di bandung aja):D
menyebrang lah dengan hati hati dan penuh perhitungan, cepat tanggap. hadapi dengan gagah, usahakan untuk memberikan kode pada para pengendara untuk memperlambat laju kendaraannya, sehingga kita dapat menyebrang dan segera mencapai tempat yang dituju. (lah ko jadi kayak iklan sosial lalu lintas ya? haha)
Ketika kita dihadapkan pada masalah, mari gunakan akal kita yang telah Allah anugerahkan sebagai pembeda kita dengan makhluk hidup lainnya dengan maksimal. Hadapilah masalah dengan gagah berani. jadilah orang yang berpola fikir visioner, yaitu orang yang fokus pada tujuan. Jangan biarkan derasnya aliran masalah melemahkan semangatmu untuk menggapai tujuan, tapi jadikan masalah sebagai penguat. Kok bisa? tentu saja bisa karena semakin banyak masalah yang kita hadapi dan atasi maka kemampuan/kapasitas diri kita akan semakin meningkat (self-improvement). dengan kapasitas diri yang semakin meningkat maka insyaAllah jalan menuju tujuan kita akan semakin mudah. masih belum percaya? udah lakuin aja dulu, nanti rasakan hasilnya :)
so, kawan kawanku yang dicipatakan Allah menjadi makhluk yang paling unggul... Face your fear and be brave! then you will have your dream comes true aamiin :)

October 16, 2012

Haramkah? kunantikan dirimu di batas waktu :)

"haram - haramkah aku bila aku terus menantinya? biar waktu berakhir bumi dan langit berantakan, aku tetap ingin dirinya, tak mungkin hatiku berdusta. Hanya Tuhan yang bisa jadikan yang tak mungkin menjadi mungkin."

Alunan lagu Haramkah yang dinyanyikan oleh teh Melly Goeslow itu seakan dapat menerawang isi hati dan pikiran. setiap kata dalam lirik yang terlantun menggambarkan rasa yang menggebu dalam hati. Rasa apakah itu mungkin sudah tidak perlu dijelaskan. rasanya semakin hari semakin mengakar kuat. Kata istighfar lah yang terucap setiap kali bayangannya terlintas. haramkah? Ya Allah.. jangan biarkan rasa ini menjerumuskan dan mengotori hati, apalagi hingga membuat jarak di antara aku dan Engkau.

"aku hanya ingin cinta yang halal dimata dunia juga akhirat. biar aku sepi, aku hampa, aku basi, Tuhan sayang aku. aku hanya ingin cinta yang halal dengan 'dia' tentu atas izinNya..."

sudah cukup aku bandel padaNya. tak akan lagi aku khianati Dia dengan merajut cinta yang tak halal. sekalipun rasa ini terus semakin menjalar meluas ke setiap bagian diri kubiarkan cinta tumbuh dalam diam. Ya, diam walau tak bisa diredam. kubiarkan begitu saja karena aku menikmati setiap detiknya. lamunan kadang membawaku pada sebuah kursi megah dan kita berada di sana berdua bersama berbalut pakaian indah, saling menebar senyum dan kebahagiaan terpancar dari masing-masing kita. Astaghfirullah.. aku (terlalu) inginkan dia, apakah Engkau izinkan? semoga :')

Karena cinta adalah fitrah setiap orang, tapi tak ingin ku jerumuskan diri menjadi pribadi yang salah mengolah cinta. wahai lelaki indah ciptaan Allah, mungkinkah kau salah satu sayap ku? Aku inginkan sayap yang utuh agar bisa menjadi mulia :')
wahai lelaki indah ciptaan Allah, mungkinkah disana kau sedang bersyair seperti ini...

"Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu"


aamiin semoga :')
ku manage ekspektasiku. Bagaimanapun sayap kiriku masih menjadi misteri dan masih Allah rahasiakan, Allah masih memberi ku waktu untuk memperbaiki dan menyiapkan diri untuk pada akhirnya di pertemukan dengannya dan menjadikan sayap utuh ku terwujud :)
Free Blog Template by June Lily