October 16, 2012

Haramkah? kunantikan dirimu di batas waktu :)

"haram - haramkah aku bila aku terus menantinya? biar waktu berakhir bumi dan langit berantakan, aku tetap ingin dirinya, tak mungkin hatiku berdusta. Hanya Tuhan yang bisa jadikan yang tak mungkin menjadi mungkin."

Alunan lagu Haramkah yang dinyanyikan oleh teh Melly Goeslow itu seakan dapat menerawang isi hati dan pikiran. setiap kata dalam lirik yang terlantun menggambarkan rasa yang menggebu dalam hati. Rasa apakah itu mungkin sudah tidak perlu dijelaskan. rasanya semakin hari semakin mengakar kuat. Kata istighfar lah yang terucap setiap kali bayangannya terlintas. haramkah? Ya Allah.. jangan biarkan rasa ini menjerumuskan dan mengotori hati, apalagi hingga membuat jarak di antara aku dan Engkau.

"aku hanya ingin cinta yang halal dimata dunia juga akhirat. biar aku sepi, aku hampa, aku basi, Tuhan sayang aku. aku hanya ingin cinta yang halal dengan 'dia' tentu atas izinNya..."

sudah cukup aku bandel padaNya. tak akan lagi aku khianati Dia dengan merajut cinta yang tak halal. sekalipun rasa ini terus semakin menjalar meluas ke setiap bagian diri kubiarkan cinta tumbuh dalam diam. Ya, diam walau tak bisa diredam. kubiarkan begitu saja karena aku menikmati setiap detiknya. lamunan kadang membawaku pada sebuah kursi megah dan kita berada di sana berdua bersama berbalut pakaian indah, saling menebar senyum dan kebahagiaan terpancar dari masing-masing kita. Astaghfirullah.. aku (terlalu) inginkan dia, apakah Engkau izinkan? semoga :')

Karena cinta adalah fitrah setiap orang, tapi tak ingin ku jerumuskan diri menjadi pribadi yang salah mengolah cinta. wahai lelaki indah ciptaan Allah, mungkinkah kau salah satu sayap ku? Aku inginkan sayap yang utuh agar bisa menjadi mulia :')
wahai lelaki indah ciptaan Allah, mungkinkah disana kau sedang bersyair seperti ini...

"Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu"


aamiin semoga :')
ku manage ekspektasiku. Bagaimanapun sayap kiriku masih menjadi misteri dan masih Allah rahasiakan, Allah masih memberi ku waktu untuk memperbaiki dan menyiapkan diri untuk pada akhirnya di pertemukan dengannya dan menjadikan sayap utuh ku terwujud :)

Comments:

Post a Comment

Free Blog Template by June Lily