Namaku sampah. tidak asing bukan mendengar namaku? ya betul, dan aku yakin kalian juga tidak asing dengan bentuk rupaku yang bermacam-macam. tentu saja kalian tidak asing denganku. bagaimana bisa merasa asing kalian seringkali melihatku tergeletak dimana saja. mencium bauku yang menyengat. Apakah kalian tidak merasa terganggu denganku? kukira begitu.
Musim hujan pun tiba, aku yang memang terbiasa tergeletak di mana saja, di selokan, di jalan raya, di pekarangan rumah, menghambat laju alir hujan mengalir ke salurannya. Hasilnya air semakin menggenang tinggi, bercampur dengan puing puing tubuhku sehingga memberikan aroma tidak sedap. Jangan! Jangan salahkan aku. itu semua bukan salahku, aku tidak punya control atas diriku sendiri. Memang kalian kira aku senang hidup dalam ketidak pedulian. aku pun sebenarnya punya rumah yang layak. Jika aku ditempatkan di rumahku, selanjutnya aku akan diolah kembali menjadi sesuatu yang baru dan berguna. Namun sayangnya kalian memilih untuk tidak peduli dan membiarkan ku terlantar.
Akan tetapi, ketika banjir sudah terjadi dan menyebabkan beberapa jiwa melayang kalian baru menyebut nyebut aku sebagai penyebabnya. Asal kalian ketahui, kalian sendiri penyebabnya. Jangan kalian salahkan aku ataupun hujan deras yang terus mengguyur. Karena aku tidak akan menghalangi laju air jika aku berada ditempat dimana seharusnya aku berada dan karena hujan hakikatnya adalah anugerah dariNya yang dapat membawa keberkahan bagi kalian. tapi karena ketidak pedulian kalian keadaannya menjadi terbalik.
Aku tidak meminta banyak, aku hanya ingin kau tempatkan aku di tempat yang seharusnya. Karena ketika hal itu terwujud, bukan hanya aku saja yang memperoleh kenyamanan kalian pun begitu. kalian akan mendapati lingkungan kalian akan jauuuuh lebih indah tanpa kehadiranku. Air hujan akan mengalir pada tempatnya dan tidak terhalangi oleh tubuhku yang berserakan. coba pikirkan dengan betul. betapa indahnya jika keadaan tersebut bisa terwujud.
Ingatlah, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi. Aku hanya benda mati yang tidak akan dimintai pertanggung jawaban apapun. tapi berbeda dengan kalian, kalian harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan kalian di alam akhirat nanti. janganlah kau jadikan aku sebagai pemberat timbangan dosamu hanya karena kamu tidak bisa menjaga lingkunganmu dengan benar.
Mulai saat ini, berjanjilah untuk menempatkanku ditempat yang seharusnya. Bukankah kebersihan merupakan sebagian dari iman? Maka simpanlah aku pada tempatnya jika kalian beriman.
:)

Comments:
Post a Comment