Rasa lelah, jenuh, bosen, memang nggak bisa dihindarkan. Hal tersebut bisa terjadi karena akumulasi dari melakukan hal yang itu itu saja setiap hari. Rutinitas yang sama dan dilakukan terus menerus kadang membuat kita ngerasa jalan ditempat, nggak ada perkembangan diri yang signifikan ke arah yang lebih baik. Biasanya kalau udah ngerasa gini saya pribadi suka jadi galau. Tapi nggak nyampe showeran hehehe Cuma galau disini saya rasa adalah galau yang positif atau bahkan halusnya sih lebih seperti perenungan a.k.a muhasabah diri.
Pengalaman saya pribadi biasanya saat ngerasa cape, lelah, jenuh, jengah, bosan, dan sanak saudaranya. Saya bakal ngerasa males. Yup, males biasanya jadi buntut dari segala kebosanan yang dialami. Kalau si males ini udah mulai ngasih tanda tanda kehadirannya, ada beberapa hal yang biasa saya lakukan untuk membasminya.
Pertama, kembali merenungi mengapa saya diciptakan? Ini sangat penting dan menjadi landasan awalnya. Saya sering bertanya dalam hati, "Ya Allah, why me? mengapa Engkau memilih saya, mempercayai saya untuk bisa merasakan hidup di dunia, merasakan segala nikmat dan kasih sayangMu." Coba renungkan deh, biasanya perenungan ini berujung kepada rasa malu. Maluuuu sekali kalau misal saya masih hidup males-malesan nggak bergairah. Coba bayangkan, dari sekian juta sel sperma yang diproduksi, kitalah satu sel sperma yang berhasil menembus sel indung telur hingga kita bisa lahir ke dunia. hebat kan! Lalu, coba kita renungkan.. apakah Allah cuma iseng menciptakan kita? apakah Allah cuma iseng mempercayai kita untuk terlahir ke dunia? Jawabannya sudah pasti TIDAK. Jadi sungguh nggak layak kalau kita banyak menghabiskan waktu hidup kita untuk males-malesan. Hal yang sangat mustahil jika Allah menciptakan kita dengan iseng. Kita terlahir di dunia tidak mungkin Allah ciptakan hanya untuk memenuhi bagian bumi yang kosong. Hanya sekedar tumbuh, bekerja, berkeluarga, menua, dan kemudian meninggal. Maka bergeraklah dengan penuh energi, berkontribusilah. Lakukan sesuatu yang positif dengan penuh energi sebagai salah satu bentuk rasa syukur kita atas amanah hidup yang Allah embankan pada kita. Biasanya kalau sudah merenungi hal ini si males langsung blessss menghilang dengan perlahan. Semangat menghampiri dan siap untuk melanjutkan hidup dengan penuh energi.
Kedua, melakukan hal hal yang baru. membiasakan diri dengan menambah target target kerja yang belum pernah dilakukan adalah cara kedua saya saat diri merasa jenuh dan nggak ada peningkatan. Hidup yang terasa lempeng itu indikasi diri kita tidak berkembang atau
bahkan sedang mengalami penurunan. Nah, makanya saat saya merasa hidup
saya gini gini aja saya langsung merenung dan menyimpulkan bahwa hidup
saya sedang mengalami penurunan. Maka..lakukan sesuatu yang baru! Buat tantangan
tantangan untuk diri kita sendiri. Orang yang terbiasa hidup dalam
tantangan dirinya akan senantiasa berkembang. mencari tantangan bukan
berarti mencari masalah yaaa... jangan #gagalpaham hehehehe. Masalah mah
nggak dicari juga bakal datang dengan sendirinya kayak jelangkung yang
datang tak diundang :D tantangan disini simplenya adalah target target kerja baru. Melakukan hal hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Benamkanlah diri kita dalam tantangan maka otot-otot di tubuh kita akan terbiasa bergerak maju dan pemahaman hidup kita akan bertambah. Jangan pernah merasa cepat puas dalam mencari ilmu dan pengalaman hidup. Kalau kata Steve Jobs "Stay hungry. Stay foolish"
Selain karena bosan dengan kegiatan yang mirip dalam setiap harinya. Rasa malas biasanya hinggap menghampiri di tengah perjuangan kita meraih mimpi. Saya sendiri sering bangeeeet mengalaminya. Di awal menggebu akhirnya menjadi debu #tsaaah haha Mungkin banyak dari kalian juga sering menemui hal serupa. Tapi memang sudah menjadi jatah bagi semua orang untuk mendapatkan hambatan dalam setiap usaha pencapaian mimpi. Nah, untuk persoalan yang satu ini maka lakukan cara yang ketiga.
Tips ketiga ini gabungan dari ilmu yang saya dapat dari teh pepew dan pak Jamil Azzaini. Jadi cerita dulu nih, waktu saya hadir di launching bukunya teh pepew yang berjudul Be A Great Muslimah (yang belum baca harus baca! hehehe) tepatnya di saat acara 'book signing' saya sedikit curhat sama teh pepew.
"Teh gimana ya kalau kita udah nemuin passion kita tapi kadang ditengah-tengah suka ngerasa males gitu."
Teh pepew bilang, "jawabannya ada di buku ini ya."
Teh pepew bilang, "jawabannya ada di buku ini ya."
"Pernah ikut muda mulia kan? Strong why nya harus diperkuat lagi" lanjutnya.
Kemudian teh pepew membubuhkan pesan di dekat tanda tangannya. Pesan tersebut berbunyi: "to Diny: Keep Your Passion Strong. And Keep Your Strong Why"
aha! Inilah kuncinya! hehe kita harus terus mengasah passion kita. Selain itu, untuk menangkis segala malas dan semangat yang menurun maka kita harus menjaga Strong Why atau alasan kuat kita. Jadi setiap semangat saya menurun untuk mengasah passion saya dalam menulis saya langsung mengingat kembali strong why saya, kenapa saya harus menulis? Setelah itu saya akan merasa kembali bersemangat untuk terus mengasah kemampuan menulis saya.
Ilmu berharga lain juga saya peroleh dari kata pengantar di buku Pak Jamil Azzaini yang berjudul Makelar Rezeki. Keluhan kita tentang semangat yang menurun ditengah tengah perjuangan kita meraih visi atau resolusi kita adalah bisa jadi karena kita terlalu memikirkan diri sendiri. Semua resolusi dan mimpi kita hanya berisi tentang 'aku'. Maka agar semangat terus tumbuh, pak Jamil berpesan cobalah untuk berpikir tentang 'Kita'. Jadikanlah resolusi kita itu tidak hanya menghadirkan benefit untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain. Mengapa harus 'kita'? karena kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu manusia dengan manusia lain. Hidup bukan hanya tentang 'aku', tapi juga tentang 'kita'. Selelah apapun seorang ibu dalam mengurus anak, dia akan selalu menemukan semangat untuk terus mengasihi anaknya. karena dengan membuat anak bahagia, maka ibu pun akan bahagia. Sekuat apapun cobaan dan hinaan yang diterima Rasulullah S.A.W tidak pernah menyurutkan semangat beliau untuk menebarkan ajaran Islam untuk umatnya. Itulah contoh visi yang tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tapi untuk orang lain. Jadi, mari kita revisi resolusi kita. Jangan-jangan kebanyakan isinya hanya tentang 'aku', 'aku', dan 'aku'. Kalau iya.. ayo segera revisi! Kita buat resolusi resolusi yang bermanfaat untuk orang banyak agar semangat kita tidak mudah padam dan saat resolusi tercapai tidak hanya kita yang merasakan manisnya. tapi orang lain juga. bahagianya berlipat ganda. Seru kan? Yuk, kita segera praktekan! :)
Sekian tips membangkitkan semangat ala Dinot hehehe. Saya pun masih harus banyak belajar. Buat temen temen yang lagi down semangatnya semoga bisa kembali bersemangat dan meneruskan hidup dengan penuh energi. Jangan sampai kita jadi zombie, raganya saja yang hidup tapi jiwanya merunduk terkulai tanpa semangat.
SEMANGAT !!!

