Apa arti sukses untukmu? Masing-masing orang bisa saja memiliki definisi sukses yang berbeda. Bagi saya, sukses adalah keadaan dimana kita telah berhasil menjadi diri kita yang terbaik, memaksimalkan potensi yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta, kemudian dengan hal tersebut memberikan manfaat bagi orang lain. Ada beberapa tokoh yang dalam kacamata pribadi saya telah memenuhi definisi sukses tersebut. Dan ternyata nggak perlu jauh-jauh ke Eropa dan Amerika. Kita bisa menemukan banyak sosok-sosok sukses dan inspiratif di Indonesia, negeri kita tercinta yang mirisnya sering di cap buruk oleh rakyatnya sendiri. Dari sekian banyak tokoh yang sukses dan inspiratif akan saya ambil dua contoh, yaitu Bapak Ridwan Kamil dan Bapak B.J. Habibie.
***
Sosok sukses pertama ialah Bapak Ridwan Kamil, seorang arsitektur hebat yang rancangannya sudah digunakan di berbagai belahan dunia nggak cuma di Indonesia. Seorang pria bersahaja yang juga senang bercanda ini kini menjadi walikota di kota tercinta saya, Bandung.
Saat
gembar-gembor kampanye pemilihan walikota jujur saya sama sekali nggak kenal sama
pak Ridwan Kamil ini. Yaa bolehlah dibilang kuper atau nggak gaul
bingits :p Melihat begitu ramenya orang ngomongin beliau in a positive way,
ditambah mulai bertebaran spanduk beliau di jalan-jalan kota Bandung
saya jadi penasaran dan nanya ke teman kantor saya. Dari beliaulah akhirnya saya mengetahui bahwa, Bapak Ridwan Kamil ini adalah seorang arsitek, salah satu
mahakarya nya adalah masjid Al-Irsyad di Komplek Kota Baru Parahyangan
di Padalarang, Bandung yang mendapatkan penghargaan internasional
diantaranya dari BCI
(Building Construction Information) Asia, yaitu FuturArc Green
Leadership
Award 2011 dan terpilih oleh National Frame Building Association sebagai
lima besar “Building of the Year 2010” kategori arsitektur religius.
Selain itu, Kang Emil (panggilan akrab Bapak Ridwan Kamil) melalui komunitas Bandung Creative City Forum (BCCF) membuat gerakan #SaveBabakanSiliwangi untuk menyelamatkan Hutan Kota Babakan Siliwangi yang dulu sempat akan dijadikan restoran. Juga mengadakan program bikebdg sebagai upaya mengurangi kemacetan. Saking penasarannya, saya mulai mencari artikel-artikel dan video tentang beliau. Dari situlah saya tahu bahwa beliau ini bukan arsitek biasa (jangan disingkat yaa. Bahaya :D). Beliau adalah seorang arsitek yang sangat peduli lingkungan dan bisa dipastikan memiliki kepedulian besar terhadap kota kelahirannya, Bandung. Kalau saya istilahkan sih, beliau ini action dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk melenggang ke pemilihan walikota Bandung Periode 2013-2018. Sesaat kemudian saya langsung mengagumi sosok beliau. Walaupun pada akhirnya saya nggak bisa partisipasi menyumbang suara untuk beliau di pemilu walkot karena saya tinggal di daerah kabupaten :'(
Sampai pada akhirnya sekarang beliau menjadi Walikota Bandung. Alhamdulillah, bersyukur sekali saya karena memiliki pemimpin yang problem solver dan nggak money oriented.
Berangkat dari kecintaan atas kota kelahiran yang menimbulkan rasa
kepedulian untuk membangun kotanya menjadi #BandungJuara, maka beliau
ini fokus pada pengembangan kota. Terbukti dengan banyaknya program
keren dan ketje badai yang beliau usung. Misalnya program-program harian
#SeninDamriGratis, #SelasaTanpaRokok, #ReboNyunda, #KamisInggris, dan
#JumatBersepeda. Karena pada dasarnya beliau ini memang seorang arsitek profesional, maka wajah Bandung pun mulai dipercantik. Contohnya seperti penertiban PKL, kemudian mantan tempat-tempat PKL tersebut ditanami pohon-pohon dan berbagai macam bunga sehingga menjadi lebih asri.
Selain penertiban PKL pak Ridwan Kamil juga
memanfaatkan lahan-lahan yang dulunya belum terpakai menjadi taman-taman
yang bisa dinikmati semua penduduk Bandung dengan gratis. Salah satu
contohnya adalah dibuatnya taman yang unik dan banyak diperbincangkan,
yaitu Taman Jomblo yang berada di daerah balubur di bawah jembatan
Pasopati.
Rasa
bangga saya terhadap beliau semakin meningkat. Tapi saya nggak berharap
apa-apa dari beliau karena KangEmil ini juga manusia. Hehehe Saya
berharapnya sama Pencipta saya juga Pencipta Kang Emil untuk senantiasa
memberikan keiistiqamahan pada Kang Emil untuk membangun Bandung atas
dasar cinta dan peduli. Sebagai warga saya siap mendukung :) (walaupun saya warga kabupaten. hiks :p)
***
Beralih
pada sosok mengagumkan berikutnya, ialah Bapak Bacharuddin Jusuf
Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia. Saya mulai mengenal lebih
dalam sosok beliau saat membaca buku Habibie&Ainun. Kisah
yang luar biasa mengharu biru, disamping cerita cinta yang melegenda,
saya juga menemukan napak tilas perjalanan hebat beliau belajar dan
menjadi seorang Insinyur sukses di Jerman yang tak membuat beliau lupa
untuk mencintai negeri sendiri.
Sebelumnya
saya hanya mengenal sosok beliau sebagai seorang yang luar biasa
kepintarannya hingga mampu mengerjakan matriks 100x100. Saya 5x5 aja
suka belibet dan sekarang lupa lupa ingat :( Pak Habibie juga dikenal
sebagai seorang jenius yang mampu membuat pesawat terbang pertama di
Indonesia. Hal terakhir yang saya tahu saat saya awal masuk SMA, atau
kira-kira 8 tahun lalu (udah lama bingit euy :(( ) bahwa saat itu beliau
sedang di Jerman. Dan saya ngedumel "emang gitu sih orang Pinter di
Indonesia mah nggak dihargain, malah lebih dihargain di luar negeri."
Mudah-mudahan dumelan saya itu salah. aamiin
Setelah
mengenal sosok pak Habibie lebih jauh pasca membaca buku Habibie dan
Ainun saya semakin yakin akan kejeniusan beliau. Terbukti ada beberapa
bagian di bukunya yang menurut saya bahasa anak teknik banget yang
walaupun dibaca oleh saya yang anak teknik juga, agak sulit dipahami :(
mungkin karena saya seorang sosial yang terjebak di dunia eksak haha #curhat
Dari buku Habibi&Ainun saya mulai memahami bahwa Pak Habibie ini
memiliki kecintaan yang luar biasa tinggi akan tanah air Indonesia.
Hingga ketika lulus pun beliau sengaja mengirim surat dari Jerman ke
pemerintah Indonesia untuk menawarkan diri membuat dan mengembangkan
industri pesawat di Indonesia.
Jika
mungkin kebanyakan mindset kita, atau katakanlah saya (dulu) kuliah
hanya untuk bekerja, beliau ini jauh berbeda, tentu saja. Dengan
kejeniusannya dan kecakapannya membuat pesawat terbang yang sudah diakui
di Jerman beliau berniat untuk memajukan bangsanya. Padahal kalau
memikirkan ego pribadi beliau bisa saja menetap disana dan hidup enak
dan senang, karena membuat pesawat tentu mampu menghadirkan pundi-pundi
yang nggak sedikit. Tapi saya tahu, dalam benak beliau ada yang jauh
lebih penting dibandingkan mementingkan ego pribadi, yaitu semangat
untuk berbagi dan memberi manfaat bagi Indonesia yang dicintai.
Tepat 08 Februari 2014 kemarin, saya menonton acara Mata Najwa, temanya
adalah : Habibie Hari Ini dan narasumbernya adalah Bapak Habibie
sendiri. Alhamdulillah, walaupun nggak nonton dari awal tapi banyak pelajaran besar yang bisa diambil. Dan apa
yang saya saksikan saat itu semakin menambah kekaguman saya pada
beliau. Di acara tersebut dikupas tuntas semua isu yang menyangkut nama
beliau, dari mulai hubungan beliau dengan Alm. Bapak Soeharto,
pemberhentian produksi pesawat, isu yang sempat menyulut api kemarahan
pak SBY, yaitu saat Pak Habibie dicap sebagai pengkhianat bangsa oleh
salah satu Menteri Malaysia, dan banyak hal menarik lain yang mampu
menciptakan decak kagum siapapun yang menyimaknya.
Pak
Habibie menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban khas seorang
eksak : singkat, padat, jelas, filosofis, dan kadang menggelitik. Hehehe
Seperti saat membahas tentang ketidaksetujuan beliau akan rangkap
jabatan. Saat beliau menjabat menjadi presiden RI, beliau melepaskan
jabatannya di partai. Beliau juga menghimbau anggota lain untuk mengikuti jejaknya. Pak Akbar Tandjung saat itu kebingungan dan menanyakan siapa
yang akan mengisi kekosongan pengurus partai. Pak Habibie dengan santai
menjawab, "Ya kamu cari sendiri." Hehehehe
Bapak
Habibie memimpin dalam waktu yang singkat, yaitu 517 hari karena
laporan pertanggung jawaban beliau ditolak oleh wakil rakyat. Saat
ditanya apakah beliau kecewa tentang hasil tersebut, beliau menjawab,
"saya tidak kecewa dengan keputusan tersebut, jika memang rakyat dan
wakil rakyat merasa Indonesia tidak pantas dipimpin oleh seorang
Habibie, saya terima kenyataan, tidak perlulah saya menolak dan
memberontak."
Tidak
diterimanya laporan pertanggung jawaban beliau ini menjadi alasan
beliau tidak akan kembali mencalonkan diri menjadi Presiden. Mendengar
hal tersebut, sang istri Almh Ibu Ainun hanya tersenyum dan mengajak
beliau untuk memimpin shalat bersama kedua anak beserta istrinya. Seusai
shalat beliau mengucap syukur pada Sang Maha Kuasa karena selama 517
hari beliau mampu mengerjakan tugas sesuai kemampuan beliau. Alih-alih
berkeluh kesah, beliau lebih memilih untuk bersyukur. Sesuatu yang
sangat sulit untuk dilakukan bagi orang yang sedang ditimpa musibah. Ma
SyaaAllah :')
Pada saat terjadi krisis moneter dengan berat hati pak habibie dipaksa oleh keadaan untuk mengubur mimpinya mengembangkan industri pesawat. Hal yang cukup sulit mengingat segala perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan. Terutama pengorbanan waktu untuk keluarga yang sudah pasti banyak tersita. Kita bisa berpikir perjuangan yang telah dilakukan pak Habibie terlihat sia-sia. Tapi dengan mantap beliau mengatakan bahwa, baginya hal tersebut tidak sia-sia. Keberhasilan anak-anak bangsa membuat pesawat membuktikan bahwa kita itu sama dengan bangsa Jerman dan bangsa-bangsa lain yang mampu membuat pesawat sendiri.
Pada masa kepemimpinan beliau, sebenarnya mudah saja untuk kembali memajukan industri pesawat. Akan tetapi saat itu, terjadi inflasi besar-besaran, keadaan ekonomi memburuk, PHK terjadi dimana-mana dan hal-hal itulah yang menurut Pak Habibie jauh lebih penting untuk diperhatikan saat itu. Sehingga, beliau memutuskan mengalah untuk menang. Dan pengertian menang disini bukan untuk pak Habibie tapi kemenangan rakyat yang dipimpinnya :) this is what a nation leader should do, rite? menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Saya sangat bangga karena Indonesia memiliki seorang jenius bernama B.J. Habibie. Dan yang pasti, Indonesia juga bangga karena memiliki anak bangsa seperti beliau. Indonesia juga merindukan pemimpin yang benar-benar peduli terhadap rakyatnya, bukan sekedar peduli terhadap partainya :) Semoga harapan ini bisa segera terwujud. aamiin :)
***
Ada banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari sosok-sosok pemimpin yang inspiratif seperti Kang Emil dan Bapak B.J. Habibie. Mereka telah meraih kesuksesan yang sesungguhnya dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki lalu kemudian berkontribusi nyata dan memberikan manfaat bagi orang banyak. Benar-benar berangkat dari rasa cinta dan peduli bukan semata-mata mencari tahta.
Sosok sukses dan inspiratif di Indonesia ini banyak, bukan hanya kang Emil dan pak B.J. Habibie. Saat melihat mereka disamping muncul rasa bangga dan kagum, timbul pula rasa malu dan iri. Malu karena rasanya saya belum mengusahakan yang terbaik sehingga belum memberikan kontribusi apapun. Juga rasa iri yang tercipta karena ingin bisa menjadi sukses dalam arti yang sesungguhnya seperti mereka. Sukses yang tidak hanya tentang "aku" tapi tentang "kita".
Orang mungkin bisa mengatakan bahwa dunia ini, terutama Negara kita Indonesia, kini sudah semrawut, absurd, dan kacau. Mungkin iya. Tapi apa dengan melabeli bangsa dengan hal negatif semua menjadi selesai? :) Inilah saatnya kita untuk pensiun menjadi penonton, yaitu pensiun menjadi penonton kekacauan dunia juga pensiun menjadi penonton kesuksesan orang. Hanya menjadi penonton sama dengan menjadi pribadi yang pasif. Ambil pelajaran dari apa yang sudah selama ini disaksikan dan mulai bergerak. Karena kita ini berharga, setiap diri kita adalah harapan bagi masa depan yang lebih baik :)
Semoga Bermanfaat
Diny Gustini
#InspiWriter

