February 12, 2014

Belajar dari Kang Emil dan Pak Habibie

Apa arti sukses untukmu? Masing-masing orang bisa saja memiliki definisi sukses yang berbeda. Bagi saya, sukses adalah keadaan dimana kita telah berhasil menjadi diri kita yang terbaik, memaksimalkan potensi yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta, kemudian dengan hal tersebut memberikan manfaat bagi orang lain. Ada beberapa tokoh yang dalam kacamata pribadi saya telah memenuhi definisi sukses tersebut. Dan ternyata nggak perlu jauh-jauh ke Eropa dan Amerika. Kita bisa menemukan banyak sosok-sosok sukses dan inspiratif di Indonesia, negeri kita tercinta yang mirisnya sering di cap buruk oleh rakyatnya sendiri. Dari sekian banyak tokoh yang sukses dan inspiratif akan saya ambil dua contoh, yaitu Bapak Ridwan Kamil dan Bapak B.J. Habibie.

***

Sosok sukses pertama ialah Bapak Ridwan Kamil, seorang arsitektur hebat yang rancangannya sudah digunakan di berbagai belahan dunia nggak cuma di Indonesia. Seorang pria bersahaja yang juga senang bercanda ini kini menjadi walikota di kota tercinta saya, Bandung.
Saat gembar-gembor kampanye pemilihan walikota jujur saya sama sekali nggak kenal sama pak Ridwan Kamil ini. Yaa bolehlah dibilang kuper atau nggak gaul bingits :p Melihat begitu ramenya orang ngomongin beliau in a positive way, ditambah mulai bertebaran spanduk beliau di jalan-jalan kota Bandung saya jadi penasaran dan nanya ke teman kantor saya. Dari beliaulah akhirnya saya mengetahui bahwa, Bapak Ridwan Kamil ini adalah seorang arsitek, salah satu mahakarya nya adalah masjid Al-Irsyad di Komplek Kota Baru Parahyangan di Padalarang, Bandung yang mendapatkan penghargaan internasional diantaranya dari BCI (Building Construction Information) Asia, yaitu FuturArc Green Leadership Award 2011 dan terpilih oleh National Frame Building Association sebagai lima besar “Building of the Year 2010” kategori arsitektur religius. 

Selain itu, Kang Emil (panggilan akrab Bapak Ridwan Kamil) melalui komunitas Bandung Creative City Forum (BCCF) membuat gerakan #SaveBabakanSiliwangi untuk menyelamatkan Hutan Kota Babakan Siliwangi yang dulu sempat akan dijadikan restoran. Juga mengadakan program bikebdg sebagai upaya mengurangi kemacetan. Saking penasarannya, saya mulai mencari artikel-artikel dan video tentang beliau. Dari situlah saya tahu bahwa beliau ini bukan arsitek biasa (jangan disingkat yaa. Bahaya :D). Beliau adalah seorang arsitek yang sangat peduli lingkungan dan bisa dipastikan memiliki kepedulian besar terhadap kota kelahirannya, Bandung. Kalau saya istilahkan sih, beliau ini action dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk melenggang ke pemilihan walikota Bandung Periode 2013-2018. Sesaat kemudian saya langsung mengagumi sosok beliau. Walaupun pada akhirnya saya nggak bisa partisipasi menyumbang suara untuk beliau di pemilu walkot karena saya tinggal di daerah kabupaten :'( 

Sampai pada akhirnya sekarang beliau menjadi Walikota Bandung. Alhamdulillah, bersyukur sekali saya karena memiliki pemimpin yang problem solver dan nggak money oriented. Berangkat dari kecintaan atas kota kelahiran yang menimbulkan rasa kepedulian untuk membangun kotanya menjadi #BandungJuara, maka beliau ini fokus pada pengembangan kota. Terbukti dengan banyaknya program keren dan ketje badai yang beliau usung. Misalnya program-program harian #SeninDamriGratis, #SelasaTanpaRokok, #ReboNyunda, #KamisInggris, dan #JumatBersepeda. Karena pada dasarnya beliau ini memang seorang arsitek profesional, maka wajah Bandung pun mulai dipercantik. Contohnya seperti penertiban PKL, kemudian mantan tempat-tempat PKL tersebut ditanami pohon-pohon dan berbagai macam bunga sehingga menjadi lebih asri.
Selain penertiban PKL pak Ridwan Kamil juga memanfaatkan lahan-lahan yang dulunya belum terpakai menjadi taman-taman yang bisa dinikmati semua penduduk Bandung dengan gratis. Salah satu contohnya adalah dibuatnya taman yang unik dan banyak diperbincangkan, yaitu Taman Jomblo yang berada di daerah balubur di bawah jembatan Pasopati. 

Rasa bangga saya terhadap beliau semakin meningkat. Tapi saya nggak berharap apa-apa dari beliau karena KangEmil ini juga manusia. Hehehe Saya berharapnya sama Pencipta saya juga Pencipta Kang Emil untuk senantiasa memberikan keiistiqamahan pada Kang Emil untuk membangun Bandung atas dasar cinta dan peduli. Sebagai warga saya siap mendukung :) (walaupun saya warga kabupaten. hiks :p)

***

Beralih pada sosok mengagumkan berikutnya, ialah Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia. Saya mulai mengenal lebih dalam sosok beliau saat membaca buku Habibie&Ainun. Kisah yang luar biasa mengharu biru, disamping cerita cinta yang melegenda, saya juga menemukan napak tilas perjalanan hebat beliau belajar dan menjadi seorang Insinyur sukses di Jerman yang tak membuat beliau lupa untuk mencintai negeri sendiri.

Sebelumnya saya hanya mengenal sosok beliau sebagai seorang yang luar biasa kepintarannya hingga mampu mengerjakan matriks 100x100. Saya 5x5 aja suka belibet dan sekarang lupa lupa ingat :( Pak Habibie juga dikenal sebagai seorang jenius yang mampu membuat pesawat terbang pertama di Indonesia. Hal terakhir yang saya tahu saat saya awal masuk SMA, atau kira-kira 8 tahun lalu (udah lama bingit euy :(( ) bahwa saat itu beliau sedang di Jerman. Dan saya ngedumel "emang gitu sih orang Pinter di Indonesia mah nggak dihargain, malah lebih dihargain di luar negeri." Mudah-mudahan dumelan saya itu salah. aamiin

Setelah mengenal sosok pak Habibie lebih jauh pasca membaca buku Habibie dan Ainun saya semakin yakin akan kejeniusan beliau. Terbukti ada beberapa bagian di bukunya yang menurut saya bahasa anak teknik banget yang walaupun dibaca oleh saya yang anak teknik juga, agak sulit dipahami :( mungkin karena saya seorang sosial yang terjebak di dunia eksak haha #curhat Dari buku Habibi&Ainun saya mulai memahami bahwa Pak Habibie ini memiliki kecintaan yang luar biasa tinggi akan tanah air Indonesia. Hingga ketika lulus pun beliau sengaja mengirim surat dari Jerman ke pemerintah Indonesia untuk menawarkan diri membuat dan mengembangkan industri pesawat di Indonesia. 

Jika mungkin kebanyakan mindset kita, atau katakanlah saya (dulu) kuliah hanya untuk bekerja, beliau ini jauh berbeda, tentu saja. Dengan kejeniusannya dan kecakapannya membuat pesawat terbang yang sudah diakui di Jerman beliau berniat untuk memajukan bangsanya. Padahal kalau memikirkan ego pribadi beliau bisa saja menetap disana dan hidup enak dan senang, karena membuat pesawat tentu mampu menghadirkan pundi-pundi yang nggak sedikit. Tapi saya tahu, dalam benak beliau ada yang jauh lebih penting dibandingkan mementingkan ego pribadi, yaitu semangat untuk berbagi dan memberi manfaat bagi Indonesia yang dicintai.
Tepat 08 Februari 2014 kemarin, saya menonton acara Mata Najwa, temanya adalah : Habibie Hari Ini dan narasumbernya adalah Bapak Habibie sendiri. Alhamdulillah, walaupun nggak nonton dari awal tapi banyak pelajaran besar yang bisa diambil. Dan apa yang saya saksikan saat itu semakin menambah kekaguman saya pada beliau. Di acara tersebut dikupas tuntas semua isu yang menyangkut nama beliau, dari mulai hubungan beliau dengan Alm. Bapak Soeharto, pemberhentian produksi pesawat, isu yang sempat menyulut api kemarahan pak SBY, yaitu saat Pak Habibie dicap sebagai pengkhianat bangsa oleh salah satu Menteri Malaysia, dan banyak hal menarik lain yang mampu menciptakan decak kagum siapapun yang menyimaknya.

Pak Habibie menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban khas seorang eksak : singkat, padat, jelas, filosofis, dan kadang menggelitik. Hehehe Seperti saat membahas tentang ketidaksetujuan beliau akan rangkap jabatan. Saat beliau menjabat menjadi presiden RI, beliau melepaskan jabatannya di partai. Beliau juga menghimbau anggota lain untuk mengikuti jejaknya. Pak Akbar Tandjung saat itu kebingungan dan menanyakan siapa yang akan mengisi kekosongan pengurus partai. Pak Habibie dengan santai menjawab, "Ya kamu cari sendiri." Hehehehe

Bapak Habibie memimpin dalam waktu yang singkat, yaitu 517 hari karena laporan pertanggung jawaban beliau ditolak oleh wakil rakyat. Saat ditanya apakah beliau kecewa tentang hasil tersebut, beliau menjawab, "saya tidak kecewa dengan keputusan tersebut, jika memang rakyat dan wakil rakyat merasa Indonesia tidak pantas dipimpin oleh seorang Habibie, saya terima kenyataan, tidak perlulah saya menolak dan memberontak."

Tidak diterimanya laporan pertanggung jawaban beliau ini menjadi alasan beliau tidak akan kembali mencalonkan diri menjadi Presiden. Mendengar hal tersebut, sang istri Almh Ibu Ainun hanya tersenyum dan mengajak beliau untuk memimpin shalat bersama kedua anak beserta istrinya. Seusai shalat beliau mengucap syukur pada Sang Maha Kuasa karena selama 517 hari beliau mampu mengerjakan tugas sesuai kemampuan beliau. Alih-alih berkeluh kesah, beliau lebih memilih untuk bersyukur. Sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan bagi orang yang sedang ditimpa musibah. Ma SyaaAllah :')

Pada saat terjadi krisis moneter dengan berat hati pak habibie dipaksa oleh keadaan untuk mengubur mimpinya mengembangkan industri pesawat. Hal yang cukup sulit mengingat segala perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan. Terutama pengorbanan waktu untuk keluarga yang sudah pasti banyak tersita. Kita bisa berpikir perjuangan yang telah dilakukan pak Habibie terlihat sia-sia. Tapi dengan mantap beliau mengatakan bahwa, baginya hal tersebut tidak sia-sia. Keberhasilan anak-anak bangsa membuat pesawat membuktikan bahwa kita itu sama dengan bangsa Jerman dan bangsa-bangsa lain yang mampu membuat pesawat sendiri.

Pada masa kepemimpinan beliau, sebenarnya mudah saja untuk kembali memajukan industri pesawat. Akan tetapi saat itu, terjadi inflasi besar-besaran, keadaan ekonomi memburuk, PHK terjadi dimana-mana dan hal-hal itulah yang menurut Pak Habibie jauh lebih penting untuk diperhatikan saat itu. Sehingga, beliau memutuskan mengalah untuk menang. Dan pengertian menang disini bukan untuk pak Habibie tapi kemenangan rakyat yang dipimpinnya :) this is what a nation leader should do, rite? menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya. 

Saya sangat bangga karena Indonesia memiliki seorang jenius bernama B.J. Habibie. Dan yang pasti, Indonesia juga bangga karena memiliki anak bangsa seperti beliau. Indonesia juga merindukan pemimpin yang benar-benar peduli terhadap rakyatnya, bukan sekedar peduli terhadap partainya :) Semoga harapan ini bisa segera terwujud. aamiin :) 

***

Ada banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari sosok-sosok pemimpin yang inspiratif seperti Kang Emil dan Bapak B.J. Habibie. Mereka telah meraih kesuksesan yang sesungguhnya dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki lalu kemudian berkontribusi nyata dan memberikan manfaat bagi orang banyak. Benar-benar berangkat dari rasa cinta dan peduli bukan semata-mata mencari tahta.

Sosok sukses dan inspiratif di Indonesia ini banyak, bukan hanya kang Emil dan pak B.J. Habibie. Saat melihat mereka disamping muncul rasa bangga dan kagum, timbul pula rasa malu dan iri. Malu karena rasanya saya belum mengusahakan yang terbaik sehingga belum memberikan kontribusi apapun. Juga rasa iri yang tercipta karena ingin bisa menjadi sukses dalam arti yang sesungguhnya seperti mereka. Sukses yang tidak hanya tentang "aku" tapi tentang "kita".

Orang mungkin bisa mengatakan bahwa dunia ini, terutama Negara kita Indonesia, kini sudah semrawut, absurd, dan kacau. Mungkin iya. Tapi apa dengan melabeli bangsa dengan hal negatif semua menjadi selesai? :) Inilah saatnya kita untuk pensiun menjadi penonton, yaitu pensiun menjadi penonton kekacauan dunia juga pensiun menjadi penonton kesuksesan orang. Hanya menjadi penonton sama dengan menjadi pribadi yang pasif. Ambil pelajaran dari apa yang sudah selama ini disaksikan dan mulai bergerak. Karena kita ini berharga, setiap diri kita adalah harapan bagi masa depan yang lebih baik :)



Semoga Bermanfaat
Diny Gustini
#InspiWriter

February 2, 2014

Ya Allah, Saya Ingin Sembuh

Dear Blog, 
02 Februari 2013 saya mulai menjalani terapi penyembuhan sikap menunda-nunda. Dimulai dengan mulai membiasakan Daftar Kegiatan Harian, yang saya labeli To-Do-List. Dulu pernah mencoba membiasakan hal ini, tapi karena bosen dan ngerasa so jagoan saya tinggalin deh. Kirain karena udah kebiasa maka saya nggak perlu lagi tuh yang namanya To-Do -List. Ternyata nggak punya daftar kegiatan harian itu membuat nggak fokus terhadap apa yang wajib dikerjakan. Akhirnya berantakan dan nggak teratur.

Terdapat 17 daftar kegiatan hari ini, dan 15 saya coret Alhamdulillah :) Yang tidak saya kerjakan hari ini adalah posting tentang seminarnya bu Septi : Magic Communication In Parenting dan yang terakhir adalah target untuk tidur jam 10 malem. Hehe According to Mr. Jeffery Combs, seorang penunda-nunda yang sedang menjalani proses penyembuhan juga harus belajar mengapresiasi keberhasilan-keberhasilan kecil dalam hidupnya. Jadi, walaupun nggak 100 persen dicoret tapi saya harus celebrate atas 15 target yang tercoret. Yippie!

Ada tujuh langkah penyembuhan yang harus saya lakukan untuk benar-benar terbebas dari penyakit menunda-nunda ini. Langkah-langkah ini diperoleh dari buku The Procrastination Cure nya Pak Jeffery Combs. And here they are :
1. Belajar bersahabat dengan waktu. Alih-alih merasa dikejar waktu saya harus belajar untuk berjalan beriringan dengan waktu. Perasaan dikejar waktu hanya akan membawa saya pada perasaan tidak menyenangkan yang lain bernama kewalahan. Dan kewalahan akan menumbuhkan keinginan untuk menunda-nunda.

2. Mematok Tujuan Kecil. Itulah yang sedang saya lakukan dengan mencoba kembali membiasakan membuat tujuan-tujuan kecil harian. Menurut Pak Jeffery Combs, bukan tidak boleh mematok tujuan tujuan gigantic, tapi perlu diingat bahwa ada anak-anak tangga yang harus dilalui untuk menggapai tujuan besar itu. There are a lot little goals ahead to reach before reaching your big one.

3. Membiasakan Teratur. Teratur berarti mengembangkan kebiasaan, rutinitas, keterampilan, dan pola pikir yang akan memungkinkan kita untuk berhasil dalam setiap pekerjaan yang dikerjakan.

4. Menuliskan Segala Sesuatu. Setelah kita mengetahui tujuan maka tuliskanlah hal-hal tersebut menjadi sebuah To-Do-List. Hal ini mampu mengembangkan pola keteraturan dalam hidup. 

5. Menghilangkan Pengalih Perhatian. ketidakfokusan saat kita menekuni suatu pekerjaan diakibatkan kita menjawab panggilan semua pengalih perhatian. Akibatnya kita tidak fokus, tidak benar-benar hadir dalam percakapan. Kita memberikan perhatian pada setiap situasi kecuali tugas yang ada di hadapan kita. Jadi kalau si pengalih perhatian ini mulai manggil-manggil langsung di reject aja! ;p

6. Menjadi Sadar Ganjaran. Ganjaran yang dimaksud adalah hasil dari perbuatan kita. dan apa yang kita dapatkan untuk risiko yang ada. Selain menjadi sadar ganjaran, kita juga perlu belajar sadar kerja. Jadi intinya, sadar ganjaran ini bisa mengilhami kita untuk lebih produktif. Sadar ganjaran juga berarti belajar untuk mengapresiasi sekecil apapun keberhasilan yang diraih.

7. Pintar Mengintrospeksi Diri. 
"Introspeksi memberi Anda kemampuan memantul, yang memungkinkan Anda tetap di dalam permainan. Tanpa Introspeksi, kemungkinan besar Anda akan menyalahkan orang lain. Anda akan menunjuk hidung orang lain." 
Jeffery Combs

Introspeksi berarti legowo akan kesalahan yang telah diperbuat sehingga akan melahirkan objektifitas dalam melihat suatu hal. Ketimbang menyalahkan diri terus menerus, introspeksi akan membimbing kita untuk melihat dengan tenang kesalahan yang telah diperbuat dan mengambil pelajaran berharga darinya. Introspeksi objektif akan memungkinkan kita bergerak cepat kembali ke ruang tempat kita bisa menyelaraskan diri dengan tujuan yang telah dipatok.

Dan Tadaaa~ itulah langkah-langkah yang harus saya lakukan dalam masa penyembuhan dari penyakit menunda-nunda. Ini bukan hal yang mudah, terlebih bagi seorang plegmatis seperti saya. Terbebas dari penyakit menunda-nunda memerlukan perjuangan yang cukup panjaaaang dan terjal karena ini merupakan perjuangan melawan ego diri sendiri. Tapi jika saya mampu melewatinya in shaa Allah atas izinNya saya dapat meraih segala impian, dan juga visi dunia akhirat saya. aamiin Patut Diperjuangkan? Ya! then i'll TAKE it! Hehehe

Bismillahirrahmanirrahim, wish me luck! ;) dan doakan saya cepat sembuh yaaa ^^

Semoga Bermanfaat
Diny Gustini
#InspiWriter :)
Free Blog Template by June Lily