October 10, 2015

Bersyukur

Ada kebaikan pada apa yang tidak kita miliki.
Ada kebaikan pada apa yang kita miliki.
Ada kebaikan pada apa yang belum kita miliki.
Tugas kita?
Bersyukur banyak - banyak.
Pada setiap tahap.
Pada setiap proses.

Tergesa adalah sifat alamiah manusia.
Allah mendeskripsikan langsung melalui firmanNya.
Bersabar dan bersyukur itu lebih utama
itu juga firman Allah di ayat yang lainnya.

Jika bersyukur adalah sebuah kurikulum yang harus dipelajari
maka itu adalah pelajaran favorit saya.
Saya belum menjadi ahli syukur
maka dari itu kini sedang mempelajarinya
dan sangat menikmatinya

Bersyukur itu kayak nyalain lampu
membuat yang tidak terlihat menjadi terlihat
lalu menyadari ternyata ada banyak hal yang menarik
hal yang sebelumnya tidak saya sadari

Bersyukur itu kayak kunci
kunci pembuka kotak harta karun

Bersyukur itu kayak peluntur otot
melenturkan otot muka biar sering - sering senyum

Bersyukur itu kayak tombol ON
tombol ON untuk menghidupkan semangat

Bersyukur, maka nikmat akan semakin akan bertambah.
Allah tidak pernah menyalahi janji :)

Bersyukur pada apa yang tidak kita miliki.
Bersyukur pada apa yang kita miliki.
Bersyukur pada apa yang belum kita miliki.

Tapi...apakah kita benar benar memiliki sesuatu?
Jawabannya?
Kita tidak pernah benar - benar memiliki
bahkan diri kita sendiri.
ruh dan raga adalah amanah.
ada masa nya.

Jadi,
Lakukanlah yang terbaik pada apa yang kini sedang diamanahkan.
Bersiaplah dengan apa yang akan diamanahkan.
Relakanlah apa apa yang pernah diamanahkan.

Karena bersyukur tak hanya sekedar ucapan lisan
tapi juga diwujudkan dalam perbuatan.

:)

Bandung,
11 Oktober 2015
07:37





August 16, 2015

Abadi

People come. people go.
bukan satu hal yang aneh kan dalam hidup?
balik lagi karena semua peran ada masa nya.

karena pada akhirnya... yang selalu ada... dan tak akan pernah pergi...
hanya.... Allah SWT :)

Allah ada dan Allah kekal
manusia ada tapi manusia tidak kekal


July 10, 2015

Untuk Para Matahari

Kali ini aku hanya ingin berterima kasih pada matahari.
Ini bukan tentang sang surya yang setia memancarkan sinarnya pada bumi.
Ini tentang manusia yang menjelma matahari.
yang terkadang membuatku iri dengan kilauan sinarnya.
yang seakan tak pernah henti menginspirasi.
menyinari setiap hal yang ditemui.
tak ada yang sempurna di dunia ini. Itu benar
tapi sinarmu, matahari, selalu berhasil menutupi setiap kekurangan.

ketahuilah ini bukan cerita tentang satu jiwa
ini tentang berpuluh puluh jiwa
yang memiliki cahaya sendiri
yang bersinar menerangi
menjelma jadi matahari

dan aku
belum kumiliki cahayaku sendiri.
atau mungkin masih tersembunyi.
tapi yang pasti
walaupun tak ku miliki cahaya
aku akan berusaha menjelma menjadi bulan
yang memantulkan cahaya matahari

sampai nanti akhirnya ku miliki cahaya ku sendiri

terima kasih kalian para matahari yang senantiasa menyinari, menginspirasi.




Tertanda, Bulan.
:)

10-07-15



May 17, 2015

Sekedar Sadar

ada yang lebih menyebalkan dan merugikan dibanding terjatuh.
jatuh itu sebenarnya tanda
kata Allah ada yang tidak beres dengan hidupmu
ada yang tidak beres dengan jalan yang kau ambil
karena jatuh kita sadar.

ada yang lebih menyebalkan dan merugikan dibanding terjatuh.
saat sadar kita sengaja dijatuhkan demi kebaikan
saat sadar dan tahu jalan apa yang harus ditempuh
saat sadar tapi ujungnya memilih diam

jatuh..lalu sadar..kemudian sekedar diam.
sangat menyebalkan.
sangat merugikan.

menyia-nyiakan kurikulum yang sudah Allah persiapkan begitu indahnya.
bodoh, bukan?

faghfirlii..

April 23, 2015

Masa dan Peran

tentang apa saja dan siapa saja yang pernah datang.
lalu menetap barang sejenak atau lama.
bahwa benar setiap peran ada masanya.
tak peduli seberapa kuat genggaman menahan
si peran akan pergi jika perannya sudah selesai
sesuai dengan aturan Sang Sutradara
juga tak ada kuasanya kita untuk mengusir
jika perannya belum selesai, peran akan tetap tinggal
tapi yang tinggal pun tetap ada masanya
tak berarti selamanya

dan setiap masa ada perannya.
masa lalu yang katanya jangan dipandang terlalu lekat
hati hati terjebak
masa kini yang katanya penentu yang belum tentu
masa depan yang katanya ketidak tentuan yang harus diperjuangkan
setiap masa ada perannya

jangan bertanya kapan.
jangan bertanya sampai kapan.
masa dan peran bukan untuk dipertanyakan
tapi dimaknai
disyukuri
tidak ada yang sia - sia
percaya saja pada skenarioNya
 :)

February 17, 2015

Tanda Tanya Besar






Dari dulu selalu ngerasa tersindir sama pendapat psikologist di atas yang pertama. Kenapa? karena itu gue bangeeeet. a person laugh too much, even at stupid things. kadang hal yang kata orang nggak lucu, tapi bisa bikin saya dengan mudahnya ketawa. Udah gitu ketawanya nggak ada anggun anggunnya banget :p

terus yang bikin kesepetnya itu tentang kesimpulan lonely deep inside nya. hmm? iya gitu? ini beneran? malah kadang jadi nanya sama diri sendiri ujungnya, "dinot, kamu kecepian gitu?" :D
tapi da nggak ngerasa kesepian juga sih sebenernya. terus ko tersindir? haha auk ah~

yaaah mungkin antara psikologistnya yang abal abal, atau saya nya yang nggak jujur.
Mungkin.



February 15, 2015

Kita masih terus berputar.
Untuk putaran yang entah keberapa.
Berputar tapi tidak saling bertemu.
Sampai kapan?
Tidak lelah?
Mungkin kita hanya butuh jujur
kemudian berhenti berputar
untuk selanjutnya menentukan arah
lalu berjalan searah
Bisa?

February 8, 2015

Tertampar Habis Habisan

Capek. Mumet. Absurd. Chaos. ngalamin semua itu dalam satu waktu ternyata pusing juga yak. Segala dipikirin. Tapi kadang nggak paham juga 'segala' nya itu apa. sulit diterjemahin. Emang dasarnya orang introvert. Ngungkapin apa apa susah, nggak bisa cablak semaunya. Kebanyakan mikir kurang dzikir, ujungnya pusing sendiri. Ditambah pas banget waktunya sama period nya cewek. Nggak bisa shalat, rasanya jadi kayak kehilangan moment buat ngabangbrangkeun semuanya. Lengkap! hehehe

Seminggu kemarin tuh, emang jadi minggu yang agak agak horror. ngerasa down. ngerasa nggak puas sama diri sendiri. ngerasa terjebak sama aktifitas sendiri. Pokoknya banyak "ngerasa" nya lah. Padahal mungkin ya semua itu dibikin bikin sendiri. Kenyataannya mah nggak seperti apa yang dirasa. Saya memang orang yang sensitif nya luar biasa. Dikit dikit dipikirin, ditelaah, diobservasi. tapi hasil mikirnya ga tau kemana, action nya lama. jadi gitu aja terus, sampe ujungnya jadi mumet sendiri.

Peak moment nya adalah sabtu tanggal 7 februari 2015 kemarin. Rasanya udah ada di tahap saturated. Jenuh. Pulang kuliah, istirahat bentar, langsung cus lagi kerja. Dengan mood acak acakan gitu datanglah saya ke tempat kerja, masuk di shift 3. Pertama nginjekin kaki di sanbe aja pikirannya udah kasur..kasur..dan kasur. Udah berasa jadi orang paling capek sedunia gitu. ckck

dan..7 Februari 2015 kemarin juga Allah kirimin banyak kejadian yang luar biyasaaa~

Pertama : dipertemukan dengan mereka yang senasib.
Tiba di ruangan, ketemu sama partner kerja yang ternyata sama belum istirahat dari pagi karena abis manggung dari 4 undangan. Wih, senasib nih. Seuseurian aja kita berdua, seuri miris gitu. ehehehe Lalu ada operator yang nyamperin ke ruangan mau minjem pulpen, tetiba cerita kalau dia juga belum istirahat dari pagi, abis hiking katanya. baru turun jam 7 malem, nyampe rumah jam 8 malem. paregel banget badannya. Eh? ada lagi nih yang senasib seperjuangan. Dan terakhir, dateng admin yang ikut nebeng kerja di ruangan saya, soalnya di ruangannya sepi keueung. Matanya kereyep kereyep juga. Kasian. Keliatannya ngantuk banget. dan ternyata dia juga sama baru pulang kuliah dari pagi sampai sore, ga istirahat dulu dan langsung kerja. 

awalnya yah diketemuin sama mereka saya cuma seuseurian aja. yaampun kita sama ya, sama sama manusia sibuk. Hahaha~ tapi... tiba tiba kepikiran, tiba tiba ngerasa ditampol, ditabokin. rasanya ada yang toyor toyorin dan bilang "eh dinot, elu liat. elu nggak sendirian. ada orang lain yang juga sama kayak elu. Jadi, masih ngerasa jadi orang paling capek sedunia? masih ngerasa paling menderita? wake up dinot! wake up!"

rasanya malu sendiri. maluuuu. malu sama Allah. walaupun emang agak hectic, seenggaknya saya ga perlu nyetir motor sendiri, karena Allah kasih saya bapak yang super baik, rela jemput jauh jauh ke setiabudhi. terus pas nyampe rumah bisa curi curi waktu bentar buat tidur, dijemputan juga sempet tidur. Ini kondisi yang jauh lebih enak dibanding 3 temen saya. mereka nggak tidur sama sekali. ditambah harus nyetir sendiri yang butuh fokus 100%. karena saya udah pernah ngerasain gimana cangkeul nya bawa motor jarak jauh, ditambah kondisi ngantuk. apalagi temen saya yang baru pulang kuliah itu, minggu nya dia harus masuk kuliah lagi jam 7. saya sih enak pulang kerja bisa langsung hibernasi. ah...gilaaaakk ketampol abis. malu sendiriiii. mereka jauh lebih luar biasa hebat dari saya :") 

Kedua : diketemuin sama nasihat Aa Gym di facebook 
ini tabokan kedua, yang makjleb warbiyasaaaa~ judul nasihatnya adalah "Ujian Kesenangan" isinya sebagai berikut..

Ujian Kesenangan

Ujian hidup adalah sesuatu yang pasti dijalani.
Tidak ada seorang pun yang tidak menemui ujian.
Murid yang akan naik kelas, pasti diuji.
Yang tidak diuji adalah yang tidak sekolah.

Orang yang beriman pasti diuji.
Ujian hidup sama sekali tidak berbahaya.
Bahkan ujian hidup bagian dari nikmat dari Alloh Swt.

Jadi jangan pernah takut dengan ujian hidup, tapi takutlah dengan salah menyikapi ujian hidup.
Dihinaan sama sekali tidak berbahaya, yang berbahaya adalah salah menyikapi penghinaan.
Sakit sama sekali tidak berbahaya, yang berbahaya adalah salah menyikapi penyakit.
Ditipu orang / bangkrut sama sekali tidak berbahaya. yang berbahaya adalah salah menyikapinya.
Tapi selama ini, kita mengangggap ujian yang berbahaya itu adalah yang susah-susah.
Seperti disakiti orang, ditipu, susah jodoh, dan sakit.
Padahal ujian yang tidak enak atau susah, banyak yang berhasil mengemasnya untuk dekat dengan Alloh Swt.
Dibanding dengan ujian kelapangan / kesenangan.
Kita jarang mengaggap naik pangkat itu ujian, bisa membeli barang-barang mewah itu ujian, atau mengaangap pujian itu ujian.


كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةً۬‌ۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ 
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan [yang sebenar-benarnya]. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
QS : Al-Anbiya : 35


أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ 
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan [saja] mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?.” 

وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ‌ۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَـٰذِبِينَ
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
QS : Al-Ankabut : 2 – 3

bisa pas yah, sama mood absurd saya yang lagi ngerasa jadi orang paling capek sedunia, ngerasa segala beban ada. Tamparan ini bikin saya menyadari bahwa ternyata kemumetan ini adalah hasil dari kegagalan saya menyikapi ujian hidup.

 "Ujian hidup adalah sesuatu yang pasti dijalani... jangan pernah takut dengan ujian hidup, tapi takutlah dengan salah menyikapi ujian hidup."

ma syaa Allah..kok bisa pas yah? cuma Allah yang bisa bikin semuanya jadi pas. cuma Allah... :)

Ketiga : diketemuin sama status Islampos
Allah itu ya emang paling luarrr biasa dalam bikin skenario hidup. lagi scrolling di home setelah ketemu sama nasihatnya Aa Gym tadi, jeng jeeeennngg~ tiba tiba ada nyempil status nya Islampos padahal itu di post nya jam 10:10. dari sekian banyak status dan artikel, kok bisa status ini yang muncul? balik lagi.. cuma Allah yang bisa bikin semuanya jadi pas :)

Isi statusnya adalah sebuah hadits sebagai berikut :
"Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal," (HR. Ad-Dailami).

disaat lagi jenuh-jenuhnya, lagi capek capek nya, terus diketemuin sama hadits di atas rasanya kayak lagi abissss banget energi, lalu ada yang kasih minuman dingin, segerrrrr. ma syaa Allah :") 

ketamparrr lagi dan lagi~
Ngalamin hal ini tuh kayak ditabokin terus menerus. bahasa perahu kertas nya mah, kayak dapet hunusan pedang es. rasanya mungkin sakit. tapi ini yang saya butuhin. dan emang cuma Allah yang paling paham, paling ngerti, paling tau apa yang saya butuhin.

ah, Allah.. terima kasih yaaa :")
sekarang saatnya bangun, bangkit, dan kembali berusaha melakukan yang terbaik.
Bismillah... semoga Allah senantiasa membersamai.
aamiin






Bandung,
08 Februari 2015
23:10
-dinot, si Overthinker yang lagi berusaha kerassss untuk insyaf-

January 14, 2015

(Bukan) Kebetulan

Disaat lagi kerjain tugas dan butuh inspirasi. Akhirnya colokin flashdisk dan coba cari-cari inspirasi dari file-file jadul jaman kuliah D3. Taunya...i bumped in to something else!  ada satu file judulnya itu "(Bukan) Kebetulan". eh? apa ini? dan ternyata.... itu isinya cerpen yang terlupakan dooong. ahahaha sampe lupa juga itu bikinnya kapan. tapi dari detail file nya cerpen itu dibuat Agustus 2013. Pas dibaca... ga nyangka juga pernah bikin cerpen sampai beres. walaupun yaaaah masih ecek ecek sih mhehehe, ga jelas lah ini siapa, ngomongin apa, dan sad ending juga :)) dari dulu emang pengen banget bisa bikin cerpen fiksi, malah pengennya bisa bikin novel. tapi belum kesampean terus soalnya ga nemu jalan cerita yang kece atau kadang mandeg di seperempat jalan. Ah yasudahlah yaa daripada banyak babibu ga penting langsung cekidot aja deh cerpen fiksi abal abal ala dinot. haha enjooooy~ 


***


(Bukan) Kebetulan



Jika kebetulan hanya sebuah kejadian tak bermakna mengapa bisa menyisakan sedikit luka yang menganga?

Satu minggu yang lalu kamu bilang kamu sedang kerepotan mencari buku sastra lama berjudul Deru Campur Debu karangan Chairil Anwar. Saking seriusnya kamu sering menghilang dari kampus dan datang telat saat ada kegiatan mengerjakan tugas kelompok.

"Maaf, barusan abis dari Palasari dulu nyari buku Deru Campur Debu lagi, hehe. kemarin belum dapet soalnya, sorry yaa." dengan helm yang masih menempel dan muka bak kerang rebus kamu meminta maaf pada kami yang sudah berkutat dua jam mengotak atik tugas rumit dan menyebalkan.

Sejujurnya, aku sangat terkejut mendengar alasanmu. Setahuku kamu adalah orang yang paling anti dunia sastra. Katamu sastra itu dunianya pengkhayal, sastra itu bertele-tele. lebih baik ilmu eksak, jelas dan nyata. Aku masih ingat persis kata-katamu lengkap dengan intonasi so ilmuan nya. Lalu apakah hari ini kutub utara pindah ke kutub selatan hingga kamu si manusia antisastra rela ngos-ngosan jedak jeduk keliling kota untuk mencari sebuah buku sastra lama?

            Jika saja saat itu si tugas menyebalkan tidak menahanku mungkin aku sudah mencaci maki dia yang dulu mati-matian ngatain aku si pengkhayal karena aku sangat menyukai sastra. Lalu seketika pikiran gila itu muncul.. Mungkinkah dia membeli buku itu untuk hadiah ulang tahunku yang sebenarnya sudah lewat 5 minggu? Untunglah, si tugas menyebalkan berhasil membuyarkan segala kegilaan itu.

Hari ini disela sela hari libur, kujelajahi dunia mikroblog bernama twitter. Sekedar membaca twit twit konyol atau selewat membaca tulisan tulisan curhat. dan aku menemukan nama dia bertengger di timeline. Dia yang dulu sangat dikagumi si manusia antisastra. Dia yang cantik, anggun, pintar, dan segala tek tek bengek ciri putri kerajaan Inggris bisa kalian temukan pada dirinya. Sangat berbeda 180 derajat dengan diriku yang dandanpun asal asalan, pakai baju sekenanya. Sayangnya, kisahnya nggak berakhir bahagia karena sang puteri kerajaan Inggris ternyata memilih lelaki lain dan kini sudah bertunangan, tapi aku tak tahu apakah sahabatku, si manusia antisastra ini masih menyimpan rasa atau tidak. Entahlah aku tidak peduli....em...peduli sih, masihkah dia..? Ah sudahlah.

Kini aku sedang asik menjadi stalker twitter sang puteri kerajaan Inggris, tweet terbaru sih kebanyakan isinya cuma obrolan haha hihi dia dan temannya. Hingga kemudian kutemukan sebuah kicauannya yang menyedot segala indraku untuk bertahan lama, membaca hati-hati setiap katanya..

"Duh susah banget nyari buku Deru Campur Debu nya Chairil Anwar. Tweeps, adakah yg punya rekomendasi tmpt jualan buku sastra lama? I do  really need that."

DEG! Aku pernah mendengar judul buku itu...Rasanya sering sekali akhir-akhir ini judul buku itu tertangkap oleh indra pendengaranku. Dan.. ya, dia yang membuat si manusia antisastra akhir akhir ini sering menghilang dari kampus atau sekedar telat datang mengerjakan tugas kelompok. Mungkinkah? Inikah penyebabnya? Tapi..setahuku mereka sudah lama tidak berkomunikasi lewat apapun.

Hey, Ada apa ini? Mengapa tampak seperti ada gempa berskala 6,8 SR dihati? Ini mungkin hanya sebuah kebetulan. Ya...kebetulan saja dia ngetweet seminggu yang lalu bertepatan dengan episode menghilangnya si manusia antisastra. Kebetulan yang begitu sulit dianggap kebetulan. Lalu apa peduliku? Memang kenapa kalau ini nyata? Sepertinya tidak ada sanggut pautnya denganku. Aku tahu dalam kamusnya, aku hanyalah seorang sahabat.. Ya, sahabat yang siap dia ledekin kapanpun dia mau tanpa takut aku akan sakit hati atau tidak. Dalam kamusnya, aku adalah sahabat yang siap menampung segala luapan cerita dia yang kadang nggak penting penting banget buat diceritain. Inilah aku seorang perempuan penggila sastra yang bersahabat dengan manusia tereksak sepanjang sungai cikapundung.

Jadi, kuputuskan untuk kali ini membiarkan pikiran negatif memenuhi segala ruang di otaku. Biarkan semesta mengiyakan segala dugaan, segala khayal yang memggambarkan saat ini entah di pojok kafe mana mereka sedang asik mengobrol dan si manusia antisastra itu dengan degupan jantung yang kencang sedang menunggu momen paling pas untuk memberikan seonggok buku sastra yang dibutuhkan sang puteri kerajaan Inggris.

Biar, biar khayalan itu terus menjalar. Mungkin itu lebih baik daripada aku berpositif thinking dengan berpikir bahwa dia membeli buku sastra lama tersebut untuk neneknya mungkin? Atau tetangganya. Atau mungkin bisa jadi untuk dilemparkan pada anjing tetangganya yang berisik. Atau untuk hadiah ulang tahunku? Ok, Aku tahu yang terakhir adalah pemikiran paling tidak logis. Terserahlah. Tapi yang pasti berpikir positif dapat berefek pada khayalan gilaku tentang aku dan kamu.. Khayalan yang mungkin hanya bisa terjadi jika langit berubah warna menjadi pink. Jadi tolong biarkan aku terus menjejali pikiran dengan segala kemungkinan negatif tentang kebetulan ini. Aku sadar, mencoba memikirkan kemungkinan baik hanya akan melumuri diri dengan segala asa yang bisa seketika lenyap bagai asap. Dan biarkan kemungkinan buruk itu menjadi alarm diri, agar terbangun dari segala mimpi.

Dan kuucapkan...Selamat bersatu kembali pangeran dan puteri. Saatnya aku terbangun.

 -Tamat-

***


January 13, 2015

Hey Patah Hati, Terima Kasih :)


Dimulai dengan sebuah pertemuan yang sama sekali nggak terduga, dengan kawan lama.. atau musuh lama? hehe rasanya masih abu-abu. entah dia kawan atau musuh. tapi dia memang cukup memberikan pelajaran berharga untuk layak menjadi seorang kawan, sekaligus cukup menyakitkan sehingga bisa dikategorikan menjadi musuh. Dia adalah... patah hati :)

Nggak ketemu dengan sesuatu yang udah lama ngilang itu nggak selamanya bikin kangen. ya termasuk sama patah hati ini. ada gitu yang ngerasa kangen patah hati? adakah? adakah? haha kalau ada yang kangen berarti kamu keren guys! :D 

Sejujurnya udah males ketemu dia lagi tau, haha aselinya. eh tapi mungkin memang ada yang belum selesai di antara  saya dan patah hati. Mungkin sih.. kemungkinan besar gitu hehe

ada kalanya dulu saat patah hati ini bikin down banget. sampai akhirnya karena dia ini nih dimulai lah perkenalan dengan Pencipta hati. hati yang patah ini justru ngajak saya kenalan sama Penciptanya, ya Pencipta saya juga :) dan patah hati ini salah satu pemicu awal langkah hijrah. Ih, baik juga ternyata si hati yang patah ini.

Dikira teh ya apa yang dialami di masa lalu udah cukup membuat hati dan otak ini pintar dalam masalah mencintai makhluk. nyatanya sih belum begitu. karena faktanya, memutuskan untuk nggak pacaran sebelum nikah nggak bikin pensiun jadi secret admirer. ehehehe Cinta dalam diam. istilah kerennya sih gitu. kalau kata Tulus mah.. Mengagumimu dari jauh #tsaaah

Walaupun diakui sih emang nggak selabil dulu lah. Nggak sealay dulu dalam mencintai. Logikanya dengan penuh perjuangan diusahakan untuk always ON. biar nggak terlalu kebawa perasaan dan mendayu dayu yang bikin lebay haha

mendoakan orang yang dikagumi, diam diam merhatiin, yaaah ciri khas orang orang jatuh cinta lah ya gimana. tapi sebisa mungkin sekarang harapannya nggak digantungin sama dia, tapi Dia. dan ini dirasa agak berat sih (buat saya) dalam prakteknya. karena sadar atau nggak, saat menyukai seseorang pasti aja ada lah dikit dikit mah berharap. berharap bisa deket. berharap bisa sering ketemu. level paling ekstremnya sih berharap dia juga balik menyukai. dan itu udah ke tahap warning! kalau di hati ada sensor bahaya mungkin udah nyala ngiung ngiung dengan kerassss.

Mencintai manusia itu memang rasanya halus, lembut, tapi berat. bahayanya adalah saat jatuh cinta tanpa sadar mood controler nya itu pindah ke dia. jadi, senang, sedihnya itu gimana dia. Ini yang paling nyebelin dari mencintai manusia. Aselinya! hehe nyebelin beneeeer deh. karena udah pernah ngerasain yang namanya tenaaang dan damainya berharap sama Allah, disaat ngerasain ini lagi itu rasanya nyebelin aja. Nggak suka. saya sukanya bebas, nggak bergantung sama siapa-siapa selain Allah. bukan karena nggak butuh manusia, bukaaaan. nggak ada keleeeuusshh di dunia ini yang nggak butuh manusia lain, ya karena fitrahnya kita kan makhluk sosial.

Cuma ya yang salahnya itu ketergantungannya dan berharapnya. kalau nggak dapet kabar apa-apa dari yang dikagumi itu rasanya bete, atau kalau tau dia memiliki perempuan idaman lain itu jadi bete banget. hahaha kalau udah gini tuh ya ngerusak konsentrasi aja. bikin nggak fokus dalam hal lain. hal-hal yang tentunya jauh lebih penting gitu daripada urusan remeh temeh kayak beginian. Menyebalkan syekali bukaaaan? lah dia siapa sih kok bisa bisanya sebegitu mengaruhin kehidupan. sepenting apa dia sampe mood saya tergantung di dia? ini nggak bisa dibiarin! (tjiyeee~ lebayyyy :D)

Oya, familiar ga sih dengan gambar ini?



Entahlah akhir akhir ini diketemuin terus sama gambar di atas. Konon katanya gambar tersebut punya filosofi bahwa kadang kita itu terlalu fokus memayungi (mengagumi) seseorang, padahal tanpa kita sadari ada seseorang di belakang kita yang juga memayungi(mengagumi) kita. Dan gambar di atas itu adalah sebuah bentuk rantai cinta yang nggak akan saling menemukan, ya karena si A suka sama si B, si B nya suka sama si C, eeeh si C nya suka sama si D. ya ribeeeeddd kan guys? nggak ada ujungnya gitu haha

well, jujur jujuran aja sih ini. saya pernah masuk dalam rantai itu. malah kerennya pernah berada di dua peran. haha Pertama, di peran perempuan yang fokusss memayungi pria di depannya. padahal tuh pria di depannya cuek bebek aja, diem, nggak bergeming, nggak berbalik. Fiuh...melelahkan.

Kedua, pernah juga di peran pria di belakang wanita itu. Bukan berarti saya jadi pria bukaaaaaaan yah! maksudnya kasusnya sama gitu sama si pria tersebut. Memayungi orang dan ternyata orang yang dipayungi lagi sibuk memayungi orang lain juga. halahhhh pedihhh pedihhhh~ ahahaha

Terjebak lah saya di dalam rantai cinta nggak berujung itu (adeuuuuhh). rasanya itu melelahkan dan pedih emang. nah di sini lah kawan atau entah musuh lama kembali menghampiri. hai patah hati! kita bertemu kembali~ duh ko kamu nggak ada bosen bosennya sih ketemu saya? haha

disini sih diceritainnya kayak yang menggembirakan gitu ya ketemu lagi sama patah hati. padahal aselinya mah duh yaaaa sakitnya tuh disini di dalam hatiku~ :D  hati panassss nggak keruan dan nggak tenang, efeknya ke pikiran jadi nggak puguh, dan ya itu tadi bikin nggak konsentrasi.

sadar bahwa ternyata apa yang dialami dulu belum cukup membuat diri ini pintar dalam urusan hati. tiba tiba teringat quote,
“lessons in life will be repeated until they are learned.”

Nah nah, pantesaaaaan aja ini si patah hati teh masihhhh aja seneng dateng ke hidup saya, ya karena emang saya belum sepenuhnya belajar dan ambil hikmah. ckck terus saya kudu piye? gimana cara terbaik untuk ngeberesin ke-pabalatak-an ini? 

di tengah kebingungan tersebut saya dipertemukan dengan sebuah nasihat yang katanya sih jadi sebuah solusi dari rantai payung payungan tadi. biar ada yang ketemu, biar jadi gayung bersambut, maka salah satu ada yang harus rela berhenti memayungi dan berbalik arah.. Jeng jeeeeenggg~

berbalik arah bukan karena pasrah, nyerah, dan merasa kalah katanya. tapi...lebih ke membuka mata lebar lebaaaar sama orang lain yang udah mayungin kita. rela melepas kaca mata kuda yang selama ini dipakai untuk fokus sama orang yang dikagumi. karena bisa jadi mereka mereka yang nawarin payung itu lebih baik dari yang selama ini dipayungin.

disitu sempat ada aha! moment yang terjadi. sempet sih, kepikiran. Jadi, pensiun aja nih jadi ojeg payung buat orang lain? terus nyoba balik arah aja gitu sama mereka meraka yang nawarin payung ke saya? hmmm.... sempet ada kebingungan dan kebimbangan. namanya udah nyentuh nyentuh perasaan pasti ada berat berat gimanaaaa gitu. harus banget nih berbalik arah? yakin? hehe

tapi ya... engga tau deh rasanya itu ada yang salah aja. kan choice nya ada dua ya, bertahan memayungi atau berlindung di payung orang. dalam memilih sesuatu pasti kan bakalan memilih yang resiko atit atinya lebih sedikit. kira kira mana nih yang ujungnya bisa bikin bahagia? gitu kan? apa menunggu yang dikagumi untuk berbalik arah? ini sih bahagianya terjamin yah, disukai balik sama yang saya suka. tapi mau sampe kapaaaaannn nunggu? apalagi misal yang kita suka jelas sukanya sama orang lain. aduuuh ya ini sih lebih ribet lagi deh. haha

atau saya yang berbalik arah aja? lalu belajar menyukai orang yang selama ini (katanya sih) tulus menyukai saya? tapi kalau ujungnya jadi maksa maksain perasaan gimana? arghhh bingungiiiinnnn. .
ih tapi kenapa yaa, rasanya it doesnt feel right aja. nggak tau sih, pikiran saya gitu. kayaknya dua duanya ga kece aja. simple nya gini, mau maju apa mau mundur dua dua nya berarah ke manusia. manusia yang sama diri sendirinya aja dia nggak punya kontrol penuh. manusia yang hatinya bukan milik dia sendiri dan bisa bolak-balik sewaktu waktu jika Sang Pencipta mengijinkan. manusia yang labil dan nggak bisa mendatangkan manfaat atau mudharat tanpa ada campur tangan dari Dia.

Dari kebingungan kebingungan itu akhirnya saya memutuskan untuk...... kabur. hehehe kabur ajaaaa deh dari pada pusing pusing. haha mau keluar aja dari rantai payung payungannya. cape dan bikin nggak tenang. malesin.

eits, tapi bukan kabur sembarang kabur. saking bingungnya saya lalu keluar, kabur, dan berlari sekencang kencangnya ke.....Allah :) lari terus, terus, dan terus. jarak larinya nggak pendek karena ternyata akibat terjebak di rantai payung tadi saya bergerak menjauh dariNya lumayan jauh.

dengan ngos-ngosan akhirnya sampai juga di payung teduhnya Allah. dan seperti biasa Allah sambut dengan tangan terbuka. kayaknya udah nunggu dari lamaaaa gitu. ai dinot kemana ajaa? hehehe saking sayangnya dan nggak mau saya terjebak lama lama di rantai payung payungan itu, maka Allah kirimkan si patah hati tadi buat jemput saya. ma syaa Allah.. karena Allah paham betul seorang dinot ini bisa sadar kalau hatinya dibikin patahnya agak dalem gitu ya biar bisa balik lagi kepada Dia :”)

sesampainya di dalam payung teduhnya Allah itu rasanya..... nyesssss adem, bikin tenang, keindahnya itu undescribable dan nggak ada yang bisa gantiin. ini adalah tempat kabur paling indah yang nggak akan ditemui dimanapun atau dari manusia manapun. betah bangeeeet deh rasanya. nggak mau pergi.

dalam payung teduhMu ya Rabb aku berlindung dari teriknya godaan dunia yang menyilaukan. karena hanya bersamaMu jiwa ini menjadi tenang :)

sekarang rasanya udah kapok aja, kapok jadi manusia yang so tau tentang mana yang terbaik. karena pengetahuan tentang yang terbaik itu cuma Allah aja yang tau. Makanya saya sekarang mau berlindung aja di sini, di payung teduhnya Allah, mudah mudahan senantiasa Allah istiqamahkan. aamiin

lalu masalah jodoh? hmmm.... gimana yaa? ehehe udah sampe di payung teduhnya Allah teh rasanya kayak udah nemu garis finish, tapi sadar sih ada disini bukan akhir perjalanan, tapi mungkin lebih tepatnya ini akhir dari pencarian muara hati. karena akhir perjalanan itu nanti saat Allah bilang, “Ayo, dinot ini saatnya kamu pulang.” ya saat nafas udah nggak berhembus lagi. tapi karena Allah masih mengamanahkan hidup berarti masih banyak hal yang harus dilakukan. Cuma sekarang sih kemana-mana pengennya ditemenin Allah aja. tantangan apapun yang menghadang di masa yang akan datang saya nggak mau beranjak dari payung teduh ini. pengen bareng-bareng terussss :)
 
karena menikah adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW, dimana apa apa yang beliau lakukan pasti mengundung unsur kebaikan dan Allah juga memerintahkan untuk menikah di dalam AlQur’an ya pasti saya juga pengen dong nikah. mhehehehe~ tapi ya itu tadi, sekarang mah udah nggak mau so tau ini atau itu yang terbaik. semoga Allah karuniakan kemampuan untuk memilih karenaNya kemudian mencintai pun karenaNya. jadi inget lagu jodoh dunia akhirat nya Kang Abay

bukan cinta yang memilihmu. tapi Allah yang memilihmu untuk kucintai~ #tsaaah :D

Allah memberikan nikmat sadar untuk kemudian membuat langkah ini bergegas berlari menujuNya itu udah nikmat yang luarrrr biasa. Ngerasa beruntung deh dikasih kesempatan untuk bisa merasakan nikmatnya berteduh di payungNya dalam lindunganNya. nah...mudah mudahan sih, dia yang Allah pilihkan juga ada di payung ini. atau mungkin belum? masih terjebak dengan payung KW KW an di luar sana? mungkin aja. hehe

hey kamu, dimanapun kamu berada. nama kita udah berdampingan di Lauhil Mahfudz :) mungkin sekarang belum saatnya kita bertemu. ai kamu sekarang dimana hey? ehehehe masih berlelah lelahkah dalam permainan hati dan payung payungan? kalau iya, ayo siniiii jangan mau panas panasan sama teriknya godaan dunia di luar. atau jangan jangan kita udah ada di payung yang sama, di dalam payung teduhnya Allah, bahkan kamu udah duluan sampe?

well, now i really have no idea deh beneran kamu ada dimana. tapi boleh minta sesuatu? :) saya cuma kepingin, kamu sebelum nemuin saya hatinya titipin dulu ya full sama Allah, pleaseee. karena saya pun sedang berjuang hal yang sama. kenapa? karena saya nggak mau nanti terjebak sama cinta kamu. mengagung-agungkan kamu. sekalipun kamu kelak halal bagi saya. karena dari pelajaran patah hati ini kemudian saya mulai paham apa yang dimaksud dengan mencintai karena Allah. dan karena menjadi teman hidup kamu di dunia aja kayaknya kurang kece, kan lebih kece lagi kalau kita di dunia bareng bareng berjuang untuk dapetin ridha Allah biar kelak di akhirat kita bisa bareng bareng lagi di SyurgaNya. itu baru kece maksimaaaaaal. hihihi aamiin :)

teringat sebuah kisah istrinya imam syafi’i, beliau bertanya kepada sang suami. “apakah kau mencintaiku?”

“ya, saya mencintaimu”, jawab Imam Syafi’i

istrinya kemudian kembali bertanya, “apakah kau mencintai Allah?”

“tentu saja, saya mencintai Allah”,

sang istri pun merasa heran dan melontarkan pertanyaan berikutnya, “bagaimana bisa ada dua cinta di dalam satu hati?”

dengan tenang Imam syafi’i menjawab, “karena aku mencintai Allah, maka aku mencintaimu.”

#tsaaaaaaaahhhh so sweet ya? hehehehe :">

nah jadi, mencintai manusia itu landasannya adalah karena Allah, bahkan untuk mencintai orang tua sekalipun. dan untuk mewujudkan semua itu ya hatinya harus dikembaliin dulu sama Yang Punya nya. hatinya harus di rajai dulu sama Sang Maha Raja. karena bagaimana bisa kita mencintai karena Allah jika di hatinya tidak ada Allah? bagaimana bisa kita mencintai Allah kalau di hatinya udah keburu penuh sama hal-hal selainNya? iya ngga? iya ngga? :D

sekarang jadi ngerasa berterima kasih banget sama kamuuu hey patah hati. makasih yah udah jadi jalan perkenalan saya dengan Allah. makasih juga untuk orang-orang yang menjadi jalan perantara pengantar rasa sakit hati ehehehe, mudah mudahan Allah limpahkan kasih sayangnya pada kalian ;)

dan mudah mudahan kali ini saya benar benar dinyatakan LULUS yaaa guys! aamiin ({})

kalau ada yang lagi ngerasa patah hati juga, udaaaah kabur aja kabuuur cepeeettt.. cepet kabur ke Allah hehe karena cuma di sana ada obat yang manjur dan tokcer buat hati kamu yang patah :)

Selamat berjuang untuk kabuuur! :D

ini maaf maaf aja ya kalau kata katanya so betul, so menggurui, atau so nasihatin. ingin berbagi aja sih karena rasanya perjalanan ini terlalu berharga untuk di keep sendiri. and i just want you to believe, seribet apapun tantangan kamu sekarang, jangan khawatir, jangan nyerah, itu tandanya Allah lagi kangen, mungkin langkah kita udah terlalu jauh dari Allah.

karena salah satu nikmat terbesar dalam hidup adalah ketika mulai salah jalan, mulai menjauh dari Nya, lalu dengan kasih sayangNya Allah tegur. Biar ujungnya balik lagi. Nikmat, ya Allah.. Alhamdulillah. Alhamdulillah..Alhamdulillah.. Nggak kebayang aja, udah salah jalan, dicuekin, dibiarin. Ngerasa udah bener aja hidup teh dalam kamuflase kesenangan. Padahal dibalik itu sebenarnya Allah murka. Naudzubillah kan yah, serem deh ngebayanginnya juga.

selalu ingat apa yang Allah takdirkan pasti yang terbaik. dan jika Allah takdirkan pasti Allah mampukan. tinggal yakin aja, it’s all about faith :)

se ma ngaaaaaat! dan semoga bermanfaat ;)

-dinot-
at kasur.
13 Januari 2015.
Free Blog Template by June Lily