Dimulai dengan sebuah pertemuan yang sama sekali nggak
terduga, dengan kawan lama.. atau musuh lama? hehe rasanya masih abu-abu. entah
dia kawan atau musuh. tapi dia memang cukup memberikan pelajaran berharga untuk
layak menjadi seorang kawan, sekaligus cukup menyakitkan sehingga bisa
dikategorikan menjadi musuh. Dia adalah... patah hati :)
Nggak ketemu dengan sesuatu yang udah lama ngilang itu nggak
selamanya bikin kangen. ya termasuk sama patah hati ini. ada gitu yang ngerasa
kangen patah hati? adakah? adakah? haha kalau ada yang kangen berarti kamu
keren guys! :D
Sejujurnya udah males ketemu dia lagi tau, haha aselinya. eh
tapi mungkin memang ada yang belum selesai di antara saya dan patah hati.
Mungkin sih.. kemungkinan besar gitu hehe
ada kalanya dulu saat patah hati ini bikin down banget. sampai
akhirnya karena dia ini nih dimulai lah perkenalan dengan Pencipta hati. hati
yang patah ini justru ngajak saya kenalan sama Penciptanya, ya Pencipta saya
juga :)
dan patah hati ini salah satu pemicu awal langkah hijrah. Ih, baik juga
ternyata si hati yang patah ini.
Dikira teh ya apa yang dialami di masa lalu udah cukup
membuat hati dan otak ini pintar dalam masalah mencintai makhluk. nyatanya sih
belum begitu. karena faktanya, memutuskan untuk nggak pacaran sebelum nikah
nggak bikin pensiun jadi secret admirer.
ehehehe Cinta dalam diam. istilah kerennya sih gitu. kalau kata Tulus mah..
Mengagumimu dari jauh #tsaaah
Walaupun diakui sih emang nggak selabil dulu lah. Nggak
sealay dulu dalam mencintai. Logikanya dengan penuh perjuangan diusahakan untuk always ON. biar nggak terlalu kebawa perasaan dan mendayu dayu yang bikin
lebay haha
mendoakan orang yang dikagumi, diam diam merhatiin, yaaah
ciri khas orang orang jatuh cinta lah ya gimana. tapi sebisa mungkin sekarang
harapannya nggak digantungin sama dia, tapi Dia. dan ini dirasa agak berat sih
(buat saya) dalam prakteknya. karena sadar atau nggak, saat menyukai seseorang
pasti aja ada lah dikit dikit mah berharap. berharap bisa deket. berharap bisa
sering ketemu. level paling ekstremnya sih berharap dia juga balik menyukai.
dan itu udah ke tahap warning! kalau di hati ada sensor bahaya mungkin udah
nyala ngiung ngiung dengan kerassss.
Mencintai manusia itu memang rasanya halus, lembut, tapi
berat. bahayanya adalah saat jatuh cinta tanpa sadar mood controler nya itu pindah ke
dia. jadi, senang, sedihnya itu gimana dia. Ini yang paling nyebelin dari
mencintai manusia. Aselinya! hehe nyebelin beneeeer deh. karena udah pernah ngerasain
yang namanya tenaaang dan damainya berharap sama Allah, disaat ngerasain ini
lagi itu rasanya nyebelin aja. Nggak suka. saya sukanya bebas, nggak bergantung
sama siapa-siapa selain Allah. bukan karena nggak butuh manusia, bukaaaan.
nggak ada keleeeuusshh di dunia ini yang nggak butuh manusia lain, ya karena
fitrahnya kita kan makhluk sosial.
Cuma ya yang salahnya itu ketergantungannya dan berharapnya.
kalau nggak dapet kabar apa-apa dari yang dikagumi itu rasanya bete, atau kalau
tau dia memiliki perempuan idaman lain itu jadi bete banget. hahaha kalau udah
gini tuh ya ngerusak konsentrasi aja. bikin nggak fokus dalam hal lain. hal-hal
yang tentunya jauh lebih penting gitu daripada urusan remeh temeh kayak
beginian. Menyebalkan syekali bukaaaan? lah dia siapa sih kok bisa bisanya
sebegitu mengaruhin kehidupan. sepenting apa dia sampe mood saya tergantung di
dia? ini nggak bisa dibiarin! (tjiyeee~ lebayyyy :D)
Oya, familiar ga sih dengan gambar ini?
Entahlah akhir akhir ini diketemuin terus sama gambar di atas.
Konon katanya gambar tersebut punya filosofi bahwa kadang kita itu terlalu fokus
memayungi (mengagumi) seseorang, padahal tanpa kita sadari ada seseorang di
belakang kita yang juga memayungi(mengagumi) kita. Dan gambar di atas itu
adalah sebuah bentuk rantai cinta yang nggak akan saling menemukan, ya karena
si A suka sama si B, si B nya suka sama si C, eeeh si C nya suka sama si D. ya
ribeeeeddd kan guys? nggak ada ujungnya gitu haha
well, jujur
jujuran aja sih ini. saya pernah masuk dalam rantai itu. malah kerennya pernah
berada di dua peran. haha Pertama, di peran perempuan yang fokusss memayungi
pria di depannya. padahal tuh pria di depannya cuek bebek aja, diem, nggak
bergeming, nggak berbalik. Fiuh...melelahkan.
Kedua, pernah juga di peran pria di belakang wanita itu.
Bukan berarti saya jadi pria bukaaaaaaan yah! maksudnya kasusnya sama gitu sama
si pria tersebut. Memayungi orang dan ternyata orang yang dipayungi lagi sibuk
memayungi orang lain juga. halahhhh pedihhh pedihhhh~ ahahaha
Terjebak lah saya di dalam rantai cinta nggak berujung itu (adeuuuuhh).
rasanya itu melelahkan dan pedih emang. nah di sini lah kawan atau entah musuh
lama kembali menghampiri. hai patah hati! kita bertemu kembali~ duh ko kamu
nggak ada bosen bosennya sih ketemu saya? haha
disini sih diceritainnya kayak yang menggembirakan gitu ya
ketemu lagi sama patah hati. padahal aselinya mah duh yaaaa sakitnya tuh disini
di dalam hatiku~ :D hati panassss nggak
keruan dan nggak tenang, efeknya ke pikiran jadi nggak puguh, dan ya itu tadi
bikin nggak konsentrasi.
sadar bahwa ternyata apa yang dialami dulu belum cukup
membuat diri ini pintar dalam urusan hati. tiba tiba teringat quote,
“lessons in life will be repeated until they are learned.”
Nah nah, pantesaaaaan aja ini si patah hati teh masihhhh aja
seneng dateng ke hidup saya, ya karena emang saya belum sepenuhnya belajar dan
ambil hikmah. ckck terus saya kudu piye? gimana cara terbaik untuk ngeberesin
ke-pabalatak-an ini?
di tengah kebingungan tersebut saya dipertemukan dengan
sebuah nasihat yang katanya sih jadi sebuah solusi dari rantai payung payungan
tadi. biar ada yang ketemu, biar jadi gayung bersambut, maka salah satu ada
yang harus rela berhenti memayungi dan berbalik arah.. Jeng jeeeeenggg~
berbalik arah bukan karena pasrah, nyerah, dan merasa kalah
katanya. tapi...lebih ke membuka mata lebar lebaaaar sama orang lain yang udah
mayungin kita. rela melepas kaca mata kuda yang selama ini dipakai untuk fokus
sama orang yang dikagumi. karena bisa jadi mereka mereka yang nawarin payung
itu lebih baik dari yang selama ini dipayungin.
disitu sempat ada aha! moment yang terjadi. sempet sih,
kepikiran. Jadi, pensiun aja nih jadi ojeg payung buat orang lain? terus nyoba
balik arah aja gitu sama mereka meraka yang nawarin payung ke saya? hmmm....
sempet ada kebingungan dan kebimbangan. namanya udah nyentuh nyentuh perasaan
pasti ada berat berat gimanaaaa gitu. harus banget nih berbalik arah? yakin?
hehe
tapi ya... engga tau deh rasanya itu ada yang salah aja. kan
choice nya ada dua ya, bertahan memayungi atau berlindung di payung orang.
dalam memilih sesuatu pasti kan bakalan memilih yang resiko atit atinya lebih
sedikit. kira kira mana nih yang ujungnya bisa bikin bahagia? gitu kan? apa
menunggu yang dikagumi untuk berbalik arah? ini sih bahagianya terjamin yah,
disukai balik sama yang saya suka. tapi mau sampe kapaaaaannn nunggu? apalagi
misal yang kita suka jelas sukanya sama orang lain. aduuuh ya ini sih lebih
ribet lagi deh. haha
atau saya yang berbalik arah aja? lalu belajar menyukai
orang yang selama ini (katanya sih) tulus menyukai saya? tapi kalau ujungnya
jadi maksa maksain perasaan gimana? arghhh bingungiiiinnnn. .
ih tapi kenapa yaa, rasanya it doesnt feel right aja. nggak tau sih, pikiran saya gitu.
kayaknya dua duanya ga kece aja. simple nya gini, mau maju apa mau mundur dua
dua nya berarah ke manusia. manusia yang sama diri sendirinya aja dia nggak
punya kontrol penuh. manusia yang hatinya bukan milik dia sendiri dan bisa
bolak-balik sewaktu waktu jika Sang Pencipta mengijinkan. manusia yang labil
dan nggak bisa mendatangkan manfaat atau mudharat tanpa ada campur tangan dari
Dia.
Dari kebingungan kebingungan itu akhirnya saya memutuskan
untuk...... kabur. hehehe kabur ajaaaa deh dari pada pusing pusing. haha mau
keluar aja dari rantai payung payungannya. cape dan bikin nggak tenang.
malesin.
eits, tapi bukan kabur sembarang kabur. saking bingungnya
saya lalu keluar, kabur, dan berlari sekencang kencangnya ke.....Allah :) lari terus, terus, dan
terus. jarak larinya nggak pendek karena ternyata akibat terjebak di rantai
payung tadi saya bergerak menjauh dariNya lumayan jauh.
dengan ngos-ngosan akhirnya sampai juga di payung teduhnya
Allah. dan seperti biasa Allah sambut dengan tangan terbuka. kayaknya udah
nunggu dari lamaaaa gitu. ai dinot kemana ajaa? hehehe saking sayangnya dan
nggak mau saya terjebak lama lama di rantai payung payungan itu, maka Allah
kirimkan si patah hati tadi buat jemput saya. ma syaa Allah.. karena Allah
paham betul seorang dinot ini bisa sadar kalau hatinya dibikin patahnya agak
dalem gitu ya biar bisa balik lagi kepada Dia :”)
sesampainya di dalam payung teduhnya Allah itu rasanya..... nyesssss
adem, bikin tenang, keindahnya itu undescribable
dan nggak ada yang bisa gantiin. ini adalah tempat kabur paling indah yang
nggak akan ditemui dimanapun atau dari manusia manapun. betah bangeeeet deh
rasanya. nggak mau pergi.
dalam payung teduhMu ya Rabb aku berlindung dari teriknya
godaan dunia yang menyilaukan. karena hanya bersamaMu jiwa ini menjadi tenang :)
sekarang rasanya udah kapok aja, kapok jadi manusia yang so
tau tentang mana yang terbaik. karena pengetahuan tentang yang terbaik itu cuma
Allah aja yang tau. Makanya saya sekarang mau berlindung aja di sini, di payung
teduhnya Allah, mudah mudahan senantiasa Allah istiqamahkan. aamiin
lalu masalah jodoh? hmmm.... gimana yaa? ehehe udah sampe di
payung teduhnya Allah teh rasanya kayak udah nemu garis finish, tapi sadar sih ada disini
bukan akhir perjalanan, tapi mungkin lebih tepatnya ini akhir dari pencarian muara hati. karena akhir perjalanan itu nanti saat Allah bilang, “Ayo,
dinot ini saatnya kamu pulang.” ya saat nafas udah nggak berhembus lagi. tapi
karena Allah masih mengamanahkan hidup berarti masih banyak hal yang harus
dilakukan. Cuma sekarang sih kemana-mana pengennya ditemenin Allah aja. tantangan
apapun yang menghadang di masa yang akan datang saya nggak mau beranjak dari
payung teduh ini. pengen bareng-bareng terussss :)
karena menikah adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW,
dimana apa apa yang beliau lakukan pasti mengundung unsur kebaikan dan Allah
juga memerintahkan untuk menikah di dalam AlQur’an ya pasti saya juga pengen
dong nikah. mhehehehe~ tapi ya itu tadi, sekarang mah udah nggak mau so tau ini
atau itu yang terbaik. semoga Allah karuniakan kemampuan untuk memilih
karenaNya kemudian mencintai pun karenaNya. jadi inget lagu jodoh dunia akhirat
nya Kang Abay
bukan cinta yang memilihmu. tapi Allah yang memilihmu untuk
kucintai~ #tsaaah :D
Allah memberikan nikmat sadar untuk kemudian membuat langkah
ini bergegas berlari menujuNya itu udah nikmat yang luarrrr biasa. Ngerasa
beruntung deh dikasih kesempatan untuk bisa merasakan nikmatnya berteduh di
payungNya dalam lindunganNya. nah...mudah mudahan sih, dia yang Allah pilihkan
juga ada di payung ini. atau mungkin belum? masih terjebak dengan payung KW KW
an di luar sana? mungkin aja. hehe
hey kamu, dimanapun kamu berada. nama kita udah berdampingan
di Lauhil Mahfudz :)
mungkin sekarang belum saatnya kita bertemu. ai kamu sekarang dimana hey?
ehehehe masih berlelah lelahkah dalam permainan hati dan payung payungan? kalau
iya, ayo siniiii jangan mau panas panasan sama teriknya godaan dunia di luar.
atau jangan jangan kita udah ada di payung yang sama, di dalam payung teduhnya
Allah, bahkan kamu udah duluan sampe?
well, now i really have no idea deh beneran kamu ada dimana. tapi
boleh minta sesuatu? :)
saya cuma kepingin, kamu sebelum nemuin saya hatinya titipin dulu ya full sama
Allah, pleaseee. karena saya pun sedang berjuang hal yang sama. kenapa? karena
saya nggak mau nanti terjebak sama cinta kamu. mengagung-agungkan kamu. sekalipun kamu kelak halal bagi saya. karena
dari pelajaran patah hati ini kemudian saya mulai paham apa yang dimaksud
dengan mencintai karena Allah. dan karena menjadi teman hidup kamu di dunia aja
kayaknya kurang kece, kan lebih kece lagi kalau kita di dunia bareng bareng
berjuang untuk dapetin ridha Allah biar kelak di akhirat kita bisa bareng
bareng lagi di SyurgaNya. itu baru kece maksimaaaaaal. hihihi aamiin :)
teringat sebuah kisah istrinya imam syafi’i, beliau bertanya
kepada sang suami. “apakah kau mencintaiku?”
“ya, saya mencintaimu”, jawab Imam Syafi’i
istrinya kemudian kembali bertanya, “apakah kau mencintai
Allah?”
“tentu saja, saya mencintai Allah”,
sang istri pun merasa heran dan melontarkan pertanyaan
berikutnya, “bagaimana bisa ada dua cinta di dalam satu hati?”
dengan tenang Imam syafi’i menjawab, “karena aku mencintai
Allah, maka aku mencintaimu.”
#tsaaaaaaaahhhh so sweet ya? hehehehe :">
nah jadi, mencintai manusia itu landasannya adalah karena
Allah, bahkan untuk mencintai orang tua sekalipun. dan untuk mewujudkan semua
itu ya hatinya harus dikembaliin dulu sama Yang Punya nya. hatinya harus di
rajai dulu sama Sang Maha Raja. karena bagaimana bisa kita mencintai karena Allah
jika di hatinya tidak ada Allah? bagaimana bisa kita mencintai Allah kalau di
hatinya udah keburu penuh sama hal-hal selainNya? iya ngga? iya ngga? :D
sekarang jadi ngerasa berterima kasih banget sama kamuuu hey
patah hati. makasih yah udah jadi jalan perkenalan saya dengan Allah. makasih
juga untuk orang-orang yang menjadi jalan perantara pengantar rasa sakit hati
ehehehe, mudah mudahan Allah limpahkan kasih sayangnya pada kalian ;)
dan mudah mudahan kali ini saya benar benar dinyatakan LULUS
yaaa guys! aamiin ({})
kalau ada yang lagi ngerasa patah hati juga, udaaaah kabur
aja kabuuur cepeeettt.. cepet kabur ke Allah hehe karena cuma di sana ada obat
yang manjur dan tokcer buat hati kamu yang patah :)
Selamat berjuang untuk kabuuur! :D
ini maaf maaf aja ya kalau kata katanya so betul, so
menggurui, atau so nasihatin. ingin berbagi aja sih karena rasanya perjalanan
ini terlalu berharga untuk di keep sendiri.
and i just want you to believe, seribet apapun tantangan kamu sekarang, jangan
khawatir, jangan nyerah, itu tandanya Allah lagi kangen, mungkin langkah kita
udah terlalu jauh dari Allah.
karena salah satu nikmat terbesar dalam hidup adalah ketika
mulai salah jalan, mulai menjauh dari Nya, lalu dengan kasih sayangNya Allah
tegur. Biar ujungnya balik lagi. Nikmat, ya Allah.. Alhamdulillah. Alhamdulillah..Alhamdulillah..
Nggak kebayang aja, udah salah jalan, dicuekin, dibiarin. Ngerasa udah bener
aja hidup teh dalam kamuflase kesenangan. Padahal dibalik itu sebenarnya Allah
murka. Naudzubillah kan yah, serem deh ngebayanginnya juga.
selalu ingat apa yang Allah takdirkan pasti yang terbaik. dan
jika Allah takdirkan pasti Allah mampukan. tinggal yakin aja, it’s all about faith :)
se ma ngaaaaaat! dan semoga bermanfaat ;)
-dinot-
at kasur.
13 Januari 2015.

Comments:
Post a Comment