October 17, 2012

face your fear and be brave!

Bismillahirrahmanirrahim
Pagi ini ada suatu kejadian sederhana yang mungkin menurut kebanyakan orang hal tersebut bisa dikatakan biasa saja, atau mungkin sangat biasa. tapi menurut saya tidak, kejadian kecil ini begitu menyedot perhatian saya selama beberapa menit :D
Jadi begini ceritanya, kira-kira pukul 06.05 seperti biasanya saya dan teman kerja saya sudah nongkrong di daerah kopo sayati menunggu bis jemputan, memang pada hari ini bis jemputan datang sedikit (heem, banyak sih kayaknya) telat, walaupun memang bis jemputan kopo biasa terlambat tapi hari ini lebih terlambat dari pada terlambat yang biasanya. #intermezzopenting :))
Back to the story, nah dalam masa penantian bis tadi. saya memperhatikan ada seorang ibu-ibu yang hendak menyebrang. Biasa kan ceritanya? tunggu dulu... hehehe, beliau terlihat sangat ragu untuk menyebrang karena memang kendaraan yang datang dari arah sebelah kanan begitu deras mengalir (air kaliiii -______-) dan berhubung itu jam-jam berangkatnya anak sekolah dan para pegawai kantor jadi memang lalu lintas sangat ramai dan terlihat saling berebut ingin segera sampai pada tujuan masing-masing.
Hal yang menarik disini adalah ibu penyebrang tadi terlihat pasrah akan keadaan tersebut. Ketika para penyebrang pada umumnya berusaha sekuat tenaga melambai-lambaikan tangan pertanda meminta para pengendara motor atau mobil untuk memberi jalan, berbeda dengan ibu penyebrang yang satu ini. Beliau hanya terdiam terpaku melihat derasnya kendaraan yang melaju tanpa berusaha melambaikan tangan, akhirnya beliau diam cukup lama di jalan hingga akhirnya kendaraan yang melaju dari arah kanan mulai berkurang jumlahnya, jalan cukup kosong dan ibu penyebrang tadi pun berhasil menyebrang. yeaaaay! berhasil berhasil berhasil hore! :D
Mungkin memang cerita di atas terlihat biasa saja dan yaaaa banyak terjadi di antara penyebrang penyebrang lainnya. tapi, otak saya yang memang senang over-analizing something ini seketika berpikir tentang sebuah penganalogian yang luar biasa. Menurut pandangan saya, dari kejadian di atas ada hikmah yang bisa di ambil, yaitu "Face your fear and be brave!" maksudnya? hehehe oke, jadi ibu penyebrang tadi merupakan pengibaratan manusia atau human being. aliran deras laju kendaraan adalah pengibaratan masalah masalah yang memang tidak akan ada hentinya hadir di dalam hidup kita. jalan di sebrang adalah tujuan hidup yang ingin dicapai. dan diamnya ibu tadi merupakan pilihan beliau dalam menghadapi masalah.
Jadi, dalam hidup terutama dalam menghadapi masalah, kita selalu diberikan kebebasan dalam bertindak untuk menghadapi suatu masalah. dalam cerita di atas, ibu penyebrang memilih untuk diam dan tidak berusaha keras untuk membuat kendaraan kendaraan dari arah lawan memperlambat kecepatannya sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk ibu tersebut menyebrang.
begitu pula pada kehidupan kita sehari-hari, kita pasti akan selalu dihadapkan dengan ratusan, ribuan, bahkan mungkin jutaan masalah yang dapat menghambat kita untuk mencapai tujuan. Dan cara ibu tadi, yaitu berpasrah, tidak berusaha maksimal melawan hambatan yang menghampiri adalah salah satu sikap yang tidak boleh dilakukan. karena seperti yang telah diceritakan, walaupun beliau berhasil menyebrang tapi diperlukan waktu yang cukup lama untuk dapat menyebrang ke arah yang dituju. Begitu pula, bila kita memilih bersikap pasrah, tidak berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, hal tersebut sangat beresiko pada pencapaian tujuan kita. bisa jadi tujuan kita tercapai tapi memakan waktu yang lama atau bahkan tujuan kita tidak tercapai sama sekali. disini saya tidak menyiratkan bahwa ibu penyebrang tadi adalah orang yang suka lari dari masalah ataupun orang yang tidak mengusahakan kemampuan terbaik dirinya dalam menghadapi suatu masalah, saya hanya ingin mengambil hikmah dari suatu kejadian kecil yang saya lihat pagi ini hehehe :)
Kalau di analogikan memang hidup ini seperti menyebrang, ketika kita punya tujuan pasti akan selalu ada hambatan yang menghampiri. dalam menyebrang juga harus banyak perhitungan, jangan terlalu terburu buru karena bisa mengakibatkan nyawa melayang. dan jangan pula pasrah berdiam diri menunggu jalanan kosong karena banyak waktu yang terbuang, kita akan tertinggal. istilahnya sih "batur mah geus ka bulan ieu mah di bandung keneh" (orang lain mah udah ke bulan, eh ini masih di bandung aja):D
menyebrang lah dengan hati hati dan penuh perhitungan, cepat tanggap. hadapi dengan gagah, usahakan untuk memberikan kode pada para pengendara untuk memperlambat laju kendaraannya, sehingga kita dapat menyebrang dan segera mencapai tempat yang dituju. (lah ko jadi kayak iklan sosial lalu lintas ya? haha)
Ketika kita dihadapkan pada masalah, mari gunakan akal kita yang telah Allah anugerahkan sebagai pembeda kita dengan makhluk hidup lainnya dengan maksimal. Hadapilah masalah dengan gagah berani. jadilah orang yang berpola fikir visioner, yaitu orang yang fokus pada tujuan. Jangan biarkan derasnya aliran masalah melemahkan semangatmu untuk menggapai tujuan, tapi jadikan masalah sebagai penguat. Kok bisa? tentu saja bisa karena semakin banyak masalah yang kita hadapi dan atasi maka kemampuan/kapasitas diri kita akan semakin meningkat (self-improvement). dengan kapasitas diri yang semakin meningkat maka insyaAllah jalan menuju tujuan kita akan semakin mudah. masih belum percaya? udah lakuin aja dulu, nanti rasakan hasilnya :)
so, kawan kawanku yang dicipatakan Allah menjadi makhluk yang paling unggul... Face your fear and be brave! then you will have your dream comes true aamiin :)

Comments:

Post a Comment

Free Blog Template by June Lily