October 13, 2013

Jangan Sampai..

Semenjak pertama kali mengikuti training motivasi, Training Muda Mulia, saya jadi ketagihan mengikuti training-training atau seminar motivasi lainnya. Selain mengikuti training saya juga menjadi anggota sebuah kelompok mentoring bersama teman-teman di kantor. Alhamdulillah banget bisa dipertemukan dengan mereka. Karena belajar bersama mereka menjadi penyegar di sela-sela ke(so)sibukan kerjaan yang melanda.

Oke saya akui, saya merasa pentingnya menimba ilmu setelah saya lulus kuliah. Telat? banget. Hehehehe tapi ya nggak apa apa lah ya, lebih baik terlambat dari pada nggak nyadar seumur hidup. Naudzubillah :( Beneran kerasa pentingnya ilmu. Karena dalam setiap gerak gerik dalam kehidupan ini ada ilmunya. Atas kesadaran itulah maka saya selalu berusaha untuk mencari ilmu dari majelis ta'lim, seminar, training, mentoring, atau dari buku-buku. Pengen sih sekolah formal, alias ngelanjutin lagi kuliah. Tapi pindah jurusan ke psikologi boleh nggak? ehehehehe :D

Nah tapiiii..ada satu kekhawatiran yang mempertakut dan mempersuram juga mengakibatkan kontroversi hati. Saya takut kesibukan menimba ilmu ini nggak dibarengi dengan kesibukan mempraktekannya atau mengamalkannya. kalau udah kayak gitu kan ilmunya sia-sia. Saya nggak mau jadi orang yang jago teori doang. Dua kutipan ini menohok banget ke sanubari #halah

"There is difference between KNOWING the path and WALKING the path"
(Morpheus – The Matrix Revolution)

"Di dunia ini tak sedikit orang yang berpengetahuan. Namun, apakah dunia jadi lebih baik hanya dengan itu. Dunia akan berubah ketika mereka melakukan sesuatu yang baik berdasarkan pengetahuan yang mereka punya." 
(Ustadz Herry Nurdi - The Secret of Heaven)

Selain itu, karena saya seneng berbagi ilmu dan share hasil pemikiran saya lewat blog, atau saat cerita sama temen itu makin menambah kelabilan hati saya -_________- Saya tahu persis Allah sangat membenci golongan orang-orang munafik, salah satu ciri munafik adalah mengatakan apa yang tidak dilakukan. Saya takut banget menjadi salah satu dari golongan itu...takut banget :'( Nggak pernah mau ngebayangin gimana rasanya dibenci sama Allah. Astaghfirullahaladzim. hidup jauh dari keberkahan. Naudzubillahimindzalik. 

Ketakutan ini bukannya nggak beralasan karena sering saya dapati diri saya mengetahui/berbagi sesuatu tapi saya sendiri nggak mengamalkannya. Atau masih ngelakuin sesuatu yang salah padahal saya tau itu nggak boleh, ya contohnya ngegossip, mengundur waktu shalat, ngelawan orang tua, dan lainnya :'( Astaghfirullahaladzim

Jangan sampai ya Rabb...jangan biarkan saya masuk golongan munafik yang Engkau benci itu. Yang Engkau janjikan Jahanam sebagai tempat bagi mereka sebagaimana yang Engkau firmankan dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 68. Jangan sampai... :'( :'(

Kekhawatiran ini nggak akan mengkudeta keinginan saya untuk terus belajar. Bagaimanapun untuk menjadikan waktu hidup-kita-yang-singkat-ini berkualitas kita membutuhkan ilmu. Dan saya adalah Dinot si pembelajar. Sampai kapanpun saya akan terus belajar. Selain itu, saya juga ingin menyebarkannya agar menjadi ilmu bermanfaat yang pahalanya nggak putus sampai tubuh saya ditimbun tanah kelak. Berbagi ilmu juga menjadi salah satu cara untuk menjadi sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.

Ketakutan ini akan saya jadikan cambuk untuk menjalani hidup kedepannya agar meningkatkan perhatian dan kepedulian saya pada pasangan abadi sang ilmu, yaitu amal. Semoga saya nggak menjadi si tong-kosong-nyaring-bunyinya. Dan semoga temen-temen bisa mengambil manfaat dari sejumput kegalauan saya ini. hehehehe :)


Salam,
Dinot si pembelajar
@dinott

1 komentar:

  1. Sip bgt ini tulisan nya. Emang keseringan gitu uy, ngomong n ngasih tau mah gampang, tp ngelakuin nya?
    Haha
    Nice share, keep write.

    fahmi si pembaca
    :D

    ReplyDelete

Free Blog Template by June Lily