Pernahkah temen temen mengedit bermacam jenis tugas kuliah atau tugas sekolah, seperti laporan praktikum, makalah, dan sebagainya? Pasti pernah doooong. Buat anak tingkat akhir atau yang udah lulus kuliah, pernah nggak temen temen ngedit Tugas Akhir atau Skripsi? Nah ini jawabannya pasti agak agak membara dengan sedikit bumbu emosi. "Ngedit TA? hah, jangan ditanya. Bukan pernah lagi kaleeee tapi sering. Lu tau nggak, dosen pembimbing gue itu perfeksionis banget. Sangat menjunjung tinggi EYD. Alhasil, TA gua sulit di ACC. tiap bimbingan pasti ada yang harus di revisi. hufffttt" Ini pertanyaannya cuma sekalimat tapi jawabannya bisa jadi buku saking panjangnya hihihihi.
Next question, pernahkah temen temen mengedit doa? Kalau belum kebayang saya kasih contoh. Misalnya gini nih, awal awalnya setiap abis shalat doanya kayak gini, "Ya, Allah hamba ingin pergi haji dan umrah sekeluarga ke Mekah, berziarah ke makam Rasulullah ke Madinah, keliling Eropa dan......" kemudian hening sejenak. tiba tiba inget tabungan yang tipis, mana kemarin makan di warung ngebon dulu dan belum dibayar, seketika doanya pun di edit. "Aduh ya Allah, kayaknya ngga deh, heem Eropanya di cancel aja ya Allah. Haji dan Umrah juga kayaknya nggak usah dua duanya, salah satu aja ya Allah mudah mudahan saya bisa haji atau umrah yaaah yang penting pernah ke tanah suci Mu ya Allah, kalau nggak bisa sekeluarga juga nggak apa apa ya Allah, saya aja cukup." Naaaaaah, ini dia yang disebut dengan ngedit doa. Hayooooh pernah nggak? atau malah sering? :D
Saya juga pernah mengalaminya temen temen. Sekarang kita telaah bersama. Kira kira apa ya yang menyebabkan kita sampai berani mengedit doa kita?
Di acara Inspirasi Muda Mulia batch 2 yang saya ikuti tanggal 16 Juni 2013 kemarin. Ada satu topik yang judulnya sama dengan judul postingan saya ini, yaitu : Berdoalah Seukuran-Nya. Sang Grand Master Muda Mulia, kang Rendy Saputra menjelaskan bahwa permintaan atau doa yang kita panjatkan adalah refleksi keyakinan kita kepada Allah. Jadi, jelaslah sudah saat kita merevisi kapasitas doa kita menjadi lebih rendah, itu mengindikasikan bahwa kita kurang yakin atau lebih jahatnya nggak yakin pada Allah S.W.T. Astaghfirullahaladzim.. :(
Sering kali kita berdoa sesuai ukuran kita. Seperti contoh doa di atas, karena melihat dirinya dengan tabungan yang kurang, terus masih ada utang yang belum lunas, dan kekurangan kekurangan lainnya dengan teganya doa pun di edit. Padahal perhitungan Allah itu di luar nalar. Allah nggak melihat tabungan kita ada berapa. Jika Allah berkata "Jadi" maka terjadilah. "Kun Fayakun." Tidak ada yang sulit bagi Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Siti Maryam yang dikaruniai anak, yaitu nabi Isa A.S. tanpa seorang suami, nabi Zakaria A.S yang diusia tuanya dikaruniai seorang anak bernama nabi Yahya A.S. padahal istrinya dalam kondisi mandul. Semua itu diluar nalar kita, tapi semua itu MUDAH bagi Allah. Allah pencipta, pemilik, dan pemelihara langit, bumi, dan seisinya. Ke-Maha Besar-an Allah mampu menciptakan galaxy galaxy di jagat raya ini dengan perhitungan yang sempurna, apalagi hanya untuk mengabulkan doa doa kita. Itu mah ecek ecek bagi Allah.
Allah itu Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Agung. maka doa doa kita pun harus besar, gigantic, fantastic! Jangan berdoa seukuran kita. Pasti akan banyak doa yang di edit, maka berdoalah seukuran Allah. Yakin full 100% pada Allah, selalu berbaik sangka pada Allah. Allah Maha Mendengar doa doa kita, dan Allah Maha Mengabulkan doa kita. Allah selalu menjawab doa kita dengan tiga jawaban, Ya, Nanti, atau diganti dengan yang lebih baik. Allah tidak pernah tidak mengabulkan doa kita.
Kang Rendy pun menjelaskan bahwa dengan berdoa seukuran Allah SWT. Akan memberikan dampak positif pada diri, seperti diri yang semakin bertumbuh karena doa akan mempengaruhi sikap kita saat menjalani hidup. Pengalaman pribadi saya, biasanya setelah saya bermunajat pada Allah mendeklarasikan keinginan keinginan saya, semangat saya yang sempet melempem akan meroket kembali. Sehingga saya menjalani hari hari saya dengan bersemangat dan penuh energi.
Selain itu, berdoa seukuranNya akan melahirkan keajaiban keajaiban dalam hidup. Saya kasih contoh real yang saya ambil dari kisah hidup saya sendiri. Saya sudah mulai mempraktekkan berdoa seukuran-Nya setelah diajari modus Hidup Yakin pada training Muda Mulia batch 3 oleh kang Rendy, saya menjalani kehidupan saya dengan keyakinan full 100% pada Allah. Saya percaya akan kebesaran dan kekuasaan Allah. Saya menanamkan mindset ke dalam diri saya bahwa Allah itu Maha Baik. Saya selalu berdoa tanpa keraguan sedikit pun. Dan memang keajaiban keajaiban itu sering muncul. Banyaaaaaak banget. Kalau lagi kerja, ngambilin sample yang beratnya kira kira nyampe 18 kiloan pas mau saya angkut manual pake tangan saya sendiri, tiba tiba ada yang lewat bawa trolley. Akhirnya otot otot saya selamet, sample nya tinggal di dorong pake trolley jadi lebih ringan. Ini beneran sering banget kejadian. Dan keajaiban yang paling terupdate nih, beberapa hari kemarin sehabis shift malem pas saya mau pulang, saya ngerasa laper banget dan entah kenapa pengen makan roti bakar. Tiba tiba, saat saya ke loker mau beresin barang bersiap pulang, disana ada temen saya yang lagi siap siap mau pulang juga. Dan tau nggak temen temen, temen saya tersebut menawarkan isi bungkusan yang sedang digenggamnya, dan isi bungkusan tersebut adalah...... roti bakar! saya nggak perlu nunggu seminggu, atau beberapa hari, tapi dalam waktu kurang dari satu jam Allah langsung memberikan apa yang saya idamkan. Subhanallah, Walhamdulillah, Walaailaahaillallah, Waallahu Akbar.... :')
Hmmmm, next time mungkin saya harus mulai ngidam jodoh kali ya siapa tahu bisa jadi kayak kasus roti bakar itu #lho #curcol hehehehe :p
Ini asik banget, saya ngerasa semakin saya berbaik sangka pada Allah, berdoa dengan kepercayaan full 100% tanpa keraguan sebesar atom pun pada Allah, maka Allah semakin memudahkan segala urusan saya dan memberikan segala yang saya butuhkan. memang benar bahwa Allah itu sesuai prasangka hamba hambaNya :)
Jika teman teman ingin diri yang semakin tumbuh, ingin menghadirkan keajaiban keajaiban dalam hidup, ingin dimudahkan segala urusan, cobalah berdoa seukuranNya. Jangan diedit edit lagi doa nya. Jangan diturunin kapasitas doanya. Panjatkanlah, deklarasikanlah. Allah Maha Mendengar. Allah Maha Pengabul Doa.
Selamat mencoba! :)
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka menaati perintahKu dan beriman kepadaKu agar mereka memperoleh kebenaran."
(Q.S. Al Baqarah : 186)
:')
Next question, pernahkah temen temen mengedit doa? Kalau belum kebayang saya kasih contoh. Misalnya gini nih, awal awalnya setiap abis shalat doanya kayak gini, "Ya, Allah hamba ingin pergi haji dan umrah sekeluarga ke Mekah, berziarah ke makam Rasulullah ke Madinah, keliling Eropa dan......" kemudian hening sejenak. tiba tiba inget tabungan yang tipis, mana kemarin makan di warung ngebon dulu dan belum dibayar, seketika doanya pun di edit. "Aduh ya Allah, kayaknya ngga deh, heem Eropanya di cancel aja ya Allah. Haji dan Umrah juga kayaknya nggak usah dua duanya, salah satu aja ya Allah mudah mudahan saya bisa haji atau umrah yaaah yang penting pernah ke tanah suci Mu ya Allah, kalau nggak bisa sekeluarga juga nggak apa apa ya Allah, saya aja cukup." Naaaaaah, ini dia yang disebut dengan ngedit doa. Hayooooh pernah nggak? atau malah sering? :D
Saya juga pernah mengalaminya temen temen. Sekarang kita telaah bersama. Kira kira apa ya yang menyebabkan kita sampai berani mengedit doa kita?
Di acara Inspirasi Muda Mulia batch 2 yang saya ikuti tanggal 16 Juni 2013 kemarin. Ada satu topik yang judulnya sama dengan judul postingan saya ini, yaitu : Berdoalah Seukuran-Nya. Sang Grand Master Muda Mulia, kang Rendy Saputra menjelaskan bahwa permintaan atau doa yang kita panjatkan adalah refleksi keyakinan kita kepada Allah. Jadi, jelaslah sudah saat kita merevisi kapasitas doa kita menjadi lebih rendah, itu mengindikasikan bahwa kita kurang yakin atau lebih jahatnya nggak yakin pada Allah S.W.T. Astaghfirullahaladzim.. :(
Sering kali kita berdoa sesuai ukuran kita. Seperti contoh doa di atas, karena melihat dirinya dengan tabungan yang kurang, terus masih ada utang yang belum lunas, dan kekurangan kekurangan lainnya dengan teganya doa pun di edit. Padahal perhitungan Allah itu di luar nalar. Allah nggak melihat tabungan kita ada berapa. Jika Allah berkata "Jadi" maka terjadilah. "Kun Fayakun." Tidak ada yang sulit bagi Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Siti Maryam yang dikaruniai anak, yaitu nabi Isa A.S. tanpa seorang suami, nabi Zakaria A.S yang diusia tuanya dikaruniai seorang anak bernama nabi Yahya A.S. padahal istrinya dalam kondisi mandul. Semua itu diluar nalar kita, tapi semua itu MUDAH bagi Allah. Allah pencipta, pemilik, dan pemelihara langit, bumi, dan seisinya. Ke-Maha Besar-an Allah mampu menciptakan galaxy galaxy di jagat raya ini dengan perhitungan yang sempurna, apalagi hanya untuk mengabulkan doa doa kita. Itu mah ecek ecek bagi Allah.
Allah itu Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Agung. maka doa doa kita pun harus besar, gigantic, fantastic! Jangan berdoa seukuran kita. Pasti akan banyak doa yang di edit, maka berdoalah seukuran Allah. Yakin full 100% pada Allah, selalu berbaik sangka pada Allah. Allah Maha Mendengar doa doa kita, dan Allah Maha Mengabulkan doa kita. Allah selalu menjawab doa kita dengan tiga jawaban, Ya, Nanti, atau diganti dengan yang lebih baik. Allah tidak pernah tidak mengabulkan doa kita.
Kang Rendy pun menjelaskan bahwa dengan berdoa seukuran Allah SWT. Akan memberikan dampak positif pada diri, seperti diri yang semakin bertumbuh karena doa akan mempengaruhi sikap kita saat menjalani hidup. Pengalaman pribadi saya, biasanya setelah saya bermunajat pada Allah mendeklarasikan keinginan keinginan saya, semangat saya yang sempet melempem akan meroket kembali. Sehingga saya menjalani hari hari saya dengan bersemangat dan penuh energi.
Selain itu, berdoa seukuranNya akan melahirkan keajaiban keajaiban dalam hidup. Saya kasih contoh real yang saya ambil dari kisah hidup saya sendiri. Saya sudah mulai mempraktekkan berdoa seukuran-Nya setelah diajari modus Hidup Yakin pada training Muda Mulia batch 3 oleh kang Rendy, saya menjalani kehidupan saya dengan keyakinan full 100% pada Allah. Saya percaya akan kebesaran dan kekuasaan Allah. Saya menanamkan mindset ke dalam diri saya bahwa Allah itu Maha Baik. Saya selalu berdoa tanpa keraguan sedikit pun. Dan memang keajaiban keajaiban itu sering muncul. Banyaaaaaak banget. Kalau lagi kerja, ngambilin sample yang beratnya kira kira nyampe 18 kiloan pas mau saya angkut manual pake tangan saya sendiri, tiba tiba ada yang lewat bawa trolley. Akhirnya otot otot saya selamet, sample nya tinggal di dorong pake trolley jadi lebih ringan. Ini beneran sering banget kejadian. Dan keajaiban yang paling terupdate nih, beberapa hari kemarin sehabis shift malem pas saya mau pulang, saya ngerasa laper banget dan entah kenapa pengen makan roti bakar. Tiba tiba, saat saya ke loker mau beresin barang bersiap pulang, disana ada temen saya yang lagi siap siap mau pulang juga. Dan tau nggak temen temen, temen saya tersebut menawarkan isi bungkusan yang sedang digenggamnya, dan isi bungkusan tersebut adalah...... roti bakar! saya nggak perlu nunggu seminggu, atau beberapa hari, tapi dalam waktu kurang dari satu jam Allah langsung memberikan apa yang saya idamkan. Subhanallah, Walhamdulillah, Walaailaahaillallah, Waallahu Akbar.... :')
Hmmmm, next time mungkin saya harus mulai ngidam jodoh kali ya siapa tahu bisa jadi kayak kasus roti bakar itu #lho #curcol hehehehe :p
Ini asik banget, saya ngerasa semakin saya berbaik sangka pada Allah, berdoa dengan kepercayaan full 100% tanpa keraguan sebesar atom pun pada Allah, maka Allah semakin memudahkan segala urusan saya dan memberikan segala yang saya butuhkan. memang benar bahwa Allah itu sesuai prasangka hamba hambaNya :)
Jika teman teman ingin diri yang semakin tumbuh, ingin menghadirkan keajaiban keajaiban dalam hidup, ingin dimudahkan segala urusan, cobalah berdoa seukuranNya. Jangan diedit edit lagi doa nya. Jangan diturunin kapasitas doanya. Panjatkanlah, deklarasikanlah. Allah Maha Mendengar. Allah Maha Pengabul Doa.
Selamat mencoba! :)
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka menaati perintahKu dan beriman kepadaKu agar mereka memperoleh kebenaran."
(Q.S. Al Baqarah : 186)
:')

Comments:
Post a Comment