Bismillahirrahmanirrahim..
Suatu kepastian bagi setiap diri manusia mengalami fasa naik turunnya iman. Ada saat dimana kita terus mendekat padaNya, berusaha melakukan segala apa yang diperintahkan dan berusaha menjauhi segala yang dilarangNya. tapi sepandai pandainya manusia akan selalu mengalami kondisi futur, atau turunnya iman. Kondisi dimana kita malas beribadah, mentolelir kesalahan atau mentolelir apa yang telah dilarang oleh Allah. Atau bisa jadi melakukan ibadah tapi rasanya hampa dan nggak ada "feel" nya karena kita tidak benar benar menghadirkan Allah dalam setiap ibadah ataupun kegiatan yang kita lakukan.
Dan itulah yang saya alami beberapa hari kemarin. Saya sadar sebagai manusia yang normal saya pun pasti akan mengalami kondisi turunnya iman tersebut. Akan tetapi, saya selalu teringat nasihat ustadz Felix Siauw "iman kita boleh naik dan turun, tapi tren nya harus naik". Jadi kita harus terus mengupgrade diri kita, ibadah kita sehingga pun disaat iman kita mengalami fasa penurunan tapi tidak akan terpuruk terlalu jauh. Selaras dengan nasihat ust Felix Siauw, Aa Gym menganalogikan bahwa jika iman kita turunnya 2 maka naiknya harus 5, jangan sebaliknya :)
Nah kisah pribadi saya ini, berhubungan dengan cara Allah menyayangi saya yang sangat unik dan subhanallah luar biasa. Disaat saya sangat merasa kondisi iman saya sedang turun Allah hadirkan skenario indah ini.
Kejadian ini saya alami kemarin, saya mengalami kehilangan uang, lebih tepatnya sih saya lupa naruh uang saya dimana. setelah ditelusuri uangnya tak kunjung ketemu, dan setelah saya coba mengingat ngingat, saya yakin uangnya ketinggalan di luar saat saya jajan. Saya pasrah disitu. Saya langsung menyadari, semua yang saya miliki adalah titipan dariNya, saya berharap dengan hilangnya uang tersebut bisa menggugurkan dosa dosa saya aamiin.
Kemudian, saya pun teringat sesuatu hal. kejadian yang menurut saya bisa menjadi indikasi utama mengapa kehilangan ini terjadi. Jadi ceritanya saya makan diluar bersama teman teman kerja saya, dan terakhir ketika saya mau membayar makan, jumlah total biaya yg harus saya bayar terasa lebih murah dari makanan yang telah saya konsumsi, padahal teman saya yang menu nya lebih sedikit mengeluarkan uang lebih banyak. Jahatnya saya waktu itu, saya tidak berkata jujur dan lempeng saja. Astaghfirullah... saya pun tersadar. sikap ketidak jujuran inilah yang bisa menjadi akibat Allah kembali mengambil rezeki yang Ia titipkan. Saya langsung beristighfar dan menyadari kesalahan saya dan saya berniat membayar kekurangan biaya tersebut. Saya sudah ikhlaskan kan semuanya, ampunan Allah jauh lebih berharga dari pada nominal harga uang saya yang hilang.
Dan hari ini, Kuasa Allah terjadi..
jadi ceritanya hari ini saya nggak makan diluar, bawa bekel dari rumah sedangkan teman teman saya makan di luar. Singkat cerita, setelah selesai makan kami bertemu di loker dan subhanallah... Allah sungguh luar biasa baik, uang saya ketemu! ternyata uang saya ketinggalan di bangku tukang baso, jadi kemarin setelah makan kami mampir dulu sebentar ke tukang baso dan dengan cerobohnya saya simpan begitu saja uang tsb di bangku. Alhamdulillah, di jaman sekarang masih ada seorang yg jujur seperti mang baso yang satu ini. Saya jadi malu sendiri akan ketidak jujuran saya pada pedagang warung nasi, saya pun berniat untuk segera membayar kekurangannya, in shaa Allah semoga Allah masih memberi saya umur :')
Subhanallah, Allah telah menegur saya dengan cara yang sangaaaaaat unik :) kehilangan yang ujungnya dikembalikan lagi. Betapa baiknya Allah pada saya. Dari kisah ini saya belajar, untuk berusaha tidak berbuat kejahatan sekecil apapun. Disaat iman saya sedang turun, Allah seketika menegur saya dan mengarahkan saya agar kembali kepada jalan yang Allah Ridhoi. Alhamdulillah beginilah cara Allah menyayangi kita kawan. saat kita ditimpa suatu musibah, hal pertama yang harus dilakukan adalah merenungi diri. Sebab di dalam AlQur'an Allah berfirman bahwa Allah tidak pernah mendzalimi kita melainkan kita yang mendzalimi diri kita sendiri. Artinya, setiap musibah yang menimpa kita bisa jadi akibat dari perbuatan kita sendiri. perbuatan kita yang Allah tidak sukai, maka renungilah, beristighfarlah, ikhlaslah, dan ridholah. Hal tersebut akan jauh lebih baik dan lebih menenangkan karena jika disikapi dengan ikhlas maka setiap musibah in shaa Allah menjadi penghapus dosa dosa kita aamiin :')
Subhanallah, Walhamdulillah.
Saya benar benar terhalu, Allah telah mengabulkan doa saya. Selama ini, saya selalu berdoa kepada Allah agar Allah segera menegur saya ketika saya mulai melenceng dari jalanNya, dan Allah pun mengabulkan.
Ya Rabb, sungguh KuasaMu luar biasa. KebaikanMu tiada terhitung, tak peduli seberapa banyak dosa yang hamba lakukan Engkau masih memperhatikan hamba, Engkau masih peduli kepada hamba, Engkau masih membimbing hamba untuk kembali. Ya Rabb, jika dengan musibah membuat jarak kita semakin dekat hamba Ridho :') teruslah seperti ini yaRabb, tegurlah hamba saat mulai melenceng dari jalanMu agar hamba senantiasa berada dekat denganMu. aamiin :)
Semoga kisah saya tadi bisa memberikan pelajaran bagi kawan kawan semua. ketidak jujuran saya adalah akibat dari adanya penurunan iman yang terjadi pada diri saya. Bagi teman teman yang sedang mengalami kondisi futur, ayo terus upgrade diri, ingat turun 2 naik 5, jangan sebaliknya hehe
Teruslah berusaha right on the track, berbuat sesuai apa yang Allah sukai :)

Comments:
Post a Comment