"Everyone of us has someone who is hidden in the bottom of our heart.. and when we think of that person, we feel like umm..like there's always a little pain inside. but we still want to keep that person. Eventhough i don't know where he is today, what he is doing. i know that he is the one who taught me this. a crazy little thing called Love." - Nam, Crazy Little Thing Called Love, 2010
For those who has watched this movie must be sooo familiar with that quote rite? that's what Nam said at the beginning of this movie. iseng hari ini kembali saya tonton film ini. Well, honestly i kinda people who love romantic movie. hehehe tapiii pilh pilih juga sih. kalau yang terlalu lebay banget nggak suka juga. apalagi ada kata kata "aku tak bisa hidup tanpamu" padahal besoknya masih hidup hidup aja. sorry that's not my type :D
ok, berhubung baru rewatched Crazy Little Thing Called Love a.k.a First Love jadi mau sedikit bahas sama sedikit ambil hikmah atau pelajaran dari filmnya hehehehe
Pertama nonton film ini tahun 2011 an. Alasan kenapa suka sama film ini? soalnya waktu nonton...kayak lagi nontonin diri pribadi jaman jaman ababil kalau lagi fall in love. jadi suka senyum senyum sendiri. "ih gue banget" sering saya ucapkan, dalam hati tentunya soalnya nontonnya rame rame jadi malu juga kalau diomongin, mana pasti keseringan kalau diomongin :D Liat Nam ngelakuin hal hal konyol ke Shone, nelpon si Shone terus lari dulu, jerit jerit sendiri nyampe akhirnya ditutup sama si Shone, nyimpen barang pemberian, itu hal hal yang mostly orang lagi fall in love lakuin. iya ngga? ayooo ngaku (termasuk saya juga #ehem :D)
Menurut saya pribadi sih, film ini tuh menggambarkan garis besar realita yang terjadi pada orang-orang yang terpanah asmara. namanya orang fall in love, sedikit saja hal yang dilakukan orang yang disukai walaupun kadang biasa saja, atau nggak ada nyambung nyambungnya, kadang suka dijadiin layaknya 'sign'."tadi papasan di lorong", "hari ini pake warna baju yang sama ih...seneng banget kayaknya kita jodoh", "kemarin aku seangkot sama dia", "aku sama dia sekelompok terus dooong, bener jodoh ini mah" (padahal di absen urutan namanya deketan :D), dan celotehan lainnya yang kadang bikin seneng banget, bikin good mood all day long, bahkan taraf lebaynya nyampe nggak bisa tidur karena kebayang terus haha. padahal kalau dipikir itu semua hasil sugesti dan pemikiran kita sendiri. but hey, dont care whatever it is, yang penting untuk mereka yang jatuh cinta, batrawali pun terasa madu tambah gula pake coklat #tsaaah semuanya manissss :D
Kayak Nam yang bahagia sebahagia bahagianya bahagia karna ternyata Shone tau nama dia. amazing rite? hihi, i know you all have ever gone through this. atau mungkin bisa jadi ada yang sedang mengalami hihi
di film ini juga diperlihatkan perjuangan Nam untuk bisa mendapatkan perhatian Shone. berusaha memperbaiki penampilan, ngasih kado, dan belajar giat. hanya semata mata agar Shone 'ngeh' sama dia.
you know the ending? bagi yang belum nonton ini bisa jadi spoiler. hehehe well the nearly ending is sad. yup. ternyata Shone udah jadian sama temen sekelasnya. walaupun sebenarnya ternyata Shone juga ngerasain hal yang sama kayak Nam. Dia nyimpen perasaan juga, tapi karna udah terlanjur janji sama Top (sahabatnya Shone yang suka sama Nam tapi ditolak) kalau dia nggak akan jadian sama Nam alhasil dia pendam semuanya dan akhirnya jadian sama temen sekelasnya.
so sad rite? terpukul? pasti. Nam yang di nearly endingnya menyatakan semua yang dia rasa sama Shone, semua perjuangan dia selama ini harus dibalas dengan bad news kalau Shone ternyata udah jadian sama perempuan lain. totally ouch! hehe
tapiii...semua usaha Nam, segala pencapaian yang telah dia raih, dari mulai penampilan yang dia perbaiki, belajar giat dan mendapat ranking 1 sampai akhirnya bisa belajar di USA terus 9 tahun kemudian dia jadi designer terkenal disana, itu semua nggak sia sia :)
ini yang saya suka banget. dimana cinta membawa Nam menjadi lebih baik. menurut saya itulah cinta yang baik dan benar. hehehehe
Seperti apa yang Nam katakan di akhir film, walaupun kisah cintanya bisa dibilang berakhir tragis, tapi dia berusaha untuk "see the bright side". Dia nggak menyesal karena cintanya telah membawanya menjadi dia yang sekarang, dia yang lebih baik, menjadi seorang designer ternama di luar negeri, sukses, membanggakan keluarga, teman, dan gurunya. what a precious achievement! sampai akhirnya mereka kembali bertemu Setelah 9 tahun terpisah, dan dalam 9 tahun itu mereka nggak terpuruk, mereka merajut masing masing mimpi mereka, then the story end happily, Shone ternyata masih menyimpan perasaan pada Nam dan sebaliknya, dan yang terpenting mereka ternyata masih sama sama single hehe
Sungguh penantian yang bermakna dan berkualitas :) itulah kenapa saya suka mungkin pake banget sama film ini. Nam yang patah hati nggak jadi depresi malah jadi semakin grow then glow. begitu pula Shone dia menjadi pemain bola walaupun pada akhirnya dia berhenti dan serius menekuni hobinya di bidang fotografi dan menjadi fotografer terkenal :) keduanya meraih sukses dalam masa penantian mereka. cool!
jadi...buat yang lagi merasa galau, daripada cape sama hasil pemikiran diri sendiri, nangisin terus, nggak semangat jalani hidup, coba deh yuk mulai pikirkan diri kita sendiri :) ada hal yang jauh lebih berharga dari sekedar nangis, ngelamun, dan galauin orang lain. mari coba tengok diri kita sendiri, pandangi lekat lekat diri kamu sendiri, tegakah kamu menghabiskan masa muda, masanya tenaga full power, kita habiskan hanya untuk memikirkan hal lain atau orang lain. lihat sekali lagi diri kita sendiri, itu lho orang yang harus benar benar kita sayangi terlebih dahulu. bagaimana masa depan kita tergantung apa yang kita lakukan sekarang, lalu akan menjadi apakah pribadi pribadi yang rapuh dan galau? hehehe ayo coba bayangkan :)
apa mungkin Nam bisa jadi designer terkenal kalau dia menghabiskan waktunya untuk galau, hidup tanpa semangat, menangis seharian atau se-abad-an? saya rasa nggak :)
jadi, yuk lakukan perbaikan diri, mulai susun visi hidup, cari tau kekurangan kita untuk kemudian kita perbaiki perlahan, cari tahun passion dan potensi kita lalu asah agar kita terus tumbuh dan bersinar hingga bisa go extra miles, dan jangan lupa untuk lebih peka terhadap sekitar, kepada cinta yang bertebaran di sekitar kita yang tak jarang tertutup karena kita selalu terpaku pada cinta kita yang nggak terealisasi pada seseorang, padahal cinta untuk kita tersebar dimana mana, cinta orang tua, cinta sahabat dan teman teman, dan yang paling utama adalah cintaNya yang tidak pernah berhenti sejak detik kita lahir hingga sekarang :') bersyukurlah maka kita akan merasa cukup :)
tidak ada yang salah dengan cinta, saya pun pernah merasakannya. tapi, jika cinta itu membawa keburukan, menjadikan kita lebih buruk, bikin galau seharian atau se-abad-an, membuat kita nggak semangat hidup, membuat prestasi menurun, membuat sinar cerah matahari bagaikan hujan badai setiap hari, membuat kita (wanita) mau mau saja dengan bodohnya memberi harta-paling-berharga-kita dengan dalih pembuktian cinta pada dia yang belum jadi siapa siapa kita, dan parahnya membuat kita jauh dariNya dengan merajut cinta tak halal, saya rasa itu bukan cinta. waspadalah teman teman! kita harus segera sadar kalau merasakan cinta yang seperti ini. cinta itu tidak buta, tapi melumpuhkan logika :)
Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan sebaliknya, itulah jaminan dari Allah. maka dari itu, jika kita menginginkan seorang yang begini begitu, maka begini begitu kan diri kita sendiri dulu :)
mari kita berusaha jadikan waktu penantian kita untuk raih prestasi, belajar tanpa henti, memahami kekurangan dan memperbaikinya, mengetahui kelebihan dan memaksimalkannya. Intinya jadikanlah masa penantian kita menjadi masa penantian yang berkualitas :)
Perkara jodoh atau tidaknya dengan dia yang kita harapkan itu bukan lagi wilayah kita, itu sudah wilayahnya Dia yang Maha cinta. Lagipula, jika kita melakukan penantian yang berkualitas, dan nyatanya kemudian tidak berjodoh dengan dia yang diharapkan, in shaa Allah penyesalan cuma datang beberapa saat atau bahkan detik saja. mengingat segala pencapaian yang telah diraih, rasanya semua itu tidak layak dikatakan "sia-sia", maka akan kita dapati diri yang tetap tersenyum optimis. itu KALAU kita melakukan penantian yang berkualitas ya. asyik bukan? maka mari kita lakukan.
Ya...alhamdulillah kalau misalnya bisa jadi happy ending kayak Nam dan Shone. hehehe tapi baiknya jangan berharap pada dia tapi pada Dia, hanya pada Dia. ikhtiar (menanti dalam taat) kemudian tawakal (berharap hanya padaNya) karena Dia pemilik segalanya, yup segalanya. dan tentu saja pemilik dia yang kamu suka. jadi lebih baik benar benar berharap pada yang punyanya langsung, yang menciptakan, yang memegang hatinya. Jika pada akhirnya tetap tidak berjodoh? ingat postingan saya sebelumnya ya. Semua yang Allah takdirkan PASTI baik. Allah yang Maha Mengetahui yang terbaik untuk kita. Tanamkan kuat kuat mind set ini, maka akan kita dapati diri kita yang baru, diri kita yang sulit merasa kecewa. aamiin :)
"Kau mungkin rahasia. Kunanti dalam ketaatan. Ku pantaskan diriku dihadapNya" - Pangeran Surga by Pewski
:')

that's nice :D
ReplyDeletesetuju bener bener dah :D
Nice post (y)
ReplyDeleteJadi kalau jodoh ditangan Tuhan, kita mau minta jodoh, sama yang menggenggamnya ya teh? :D
to mbakputi : terima kasih banyak udah meluangkan waktu utk membaca tulisan saya hehehe :)
ReplyDeleteto ui : Betul bangeeeet! meminta pada pemilik sejatinya ;)