Ada banyak sekali pertanyaan dalam hidup saya. Especially when i think that thing goes wrong. Kenapa gini, kenapa gitu. Kenapa orang lain bisa, saya nggak? Kenapa orang lain hidupnya keliatan lebih menyenangkan? Kenapa hidup saya gini-gini aja? Kenapa saya mengalami ini? Kenapa saya mengalami itu? Dan beribu 'kenapa' lainnya yang nggak jarang langsung saya tanyakan sama Allah kalau lagi berdoa.
Pertanyaan-pertanyaan itu yang sering banget bikin saya 'ngebatin'. Ngerasa nggak puas sama diri sendiri. Ngerasa things always go wrong for me. Kadang sampe bingung sendiri, parahnya bisa sampe nimbulin sikap pesimis. Bahaya nih!
Terus setelah saya telaah, kita...errr mungkin saya aja sih, ya saya itu sering banget menyadari sesuatu itu amat berharga saat saya udah nggak terlibat dengan sesuatu itu. Misal saat SD ngeluh, pas SMP kangen SD. Udah SMP ngeluh lagi, pas SMA kangen SMP. Di SMA ngeluh ini itu juga, dan keluhan yang kadang sejenis. Sekolah teh meuni bla... bla... bla...., bandingin sama sekolah itu mah ya enak..bla..bla..bla. Terus lanjut kuliah, eh ujung-ujungnya kangen juga tuh sama masa-masa sekolah yang dulu dikeluhin. BLAH! suka kayak gitu nggak sih kalian? hahaha mudah mudahan nggak deh, jangan kayak saya.
Dan keluhan itu tuh nggak berhenti. Pas tahun terakhir kuliah, khususnya semester 6an, pokoknya deket deket lulus lah, rasanya tuh pengeeeen banget cepet-cepet kerja. Kalau obrolan udah nyentuh topik-topik kayak "nerusin kuliah" pasti jawabannya, "nggak dulu ah sekarang mah mau kerja dulu. pengen dulu ngerasain punya uang sendiri. Pengen ngerasain hasil dari belajar selama kuliah teh mana." Sip! (sounds) so diplomatic, rite?
Sekarang udah kerja, dan kalian pasti bisa nebak apa yang akan saya tulis selanjutnya. Gilaaaa sumpah saya kangen banget masa-masa kuliah. Nyesel dulu kadang ogah-ogahan belajar. Nyesel di himpunan nggak berkontribusi banyak. Nyesel nggak ikut UKM ini-itu. Nyesel kenapa cuma kuliah-nongkrong-kuliah-nongkrong. Nyesel kenapa nggak ikut BEMA. Dan banyaaak penyesalan lainnya yang saya tahu udah sangat terlambat.
Jadi.. mau sampai kapan kayak gini terus ya, dinot? *hening*....
Hari ini saya ke kampus lagi dan rasanya seneeeeeeng banget. Walaupun nggak banyak tapi tadi Alhamdulillah bisa kumpul lagi bareng teman seangkatan, saling ngasih kabar ter-update, dan ngobrolin target angkatan. Betah banget rasanya di kampus. Menatap lekat-lekat setiap sudut kampus yang dulu menjadi tempat saya dikasih ilmu sama dosen-dosen yang hebat. Menatap setiap sudut kampus dengan segala kenangan indah berjuang bareng temen-temen seangkatan. Menatap setiap sudut kampus dengan segala kenangan haha-hihi, bercanda, ngerjain tugas, dan segala moment yang mungkin dulu dilewatin gitu aja. *sigh*
Padahal dulu, nggak jarang saya ngeluhin kampus yang kadang sistemnya anehlah, banding-bandingin sama kampus lain, ngeluhin fasilitas, dan keluhan-keluhan lainnya. Dan nyatanya kampus yang sering saya keluhin itu sekarang jadi tempat yang paling saya rindukan. Selayaknya saya kangen sama SD, kangen SMP, dan kangen SMA. Tapi emang yang paling 'ngena' dan ngangenin itu masa-masa kuliah.
Dan sekarang ada suatu keadaan lagi yang sedang saya idam-idamkan... Married Life. Ok, emang itu yang sering terngiang-ngiang akhir-akhir ini. Jatuhnya malah jadi fokus meratapi apa yang belum tercapai dibandingkan dengan memanfaatkan masa single ini sebaik-baiknya untuk terus belajar dan mempersiapkan diri. Selain itu, saya juga sering ngeluh soal kerjaan yang emang sering menyita sebagian besar waktu saya. Tapi dari pengalaman saya belajar bahwa.....
Apa yang kita keluhkan saat ini sangat mungkin bisa menjadi hal yang kita rindukan di masa depan. Dan apa yang kita idamkan selama ini tidak selalu seindah dan semenakjubkan seperti apa yang kita pikirkan.
Dalam setiap keadaan pasti selalu ada baik dan (kelihatannya saja) buruk. Akan selalu ada. Pasti. Sekeluh-able apapun kondisi kita saat ini pasti ada sisi baiknya. Begitu juga dengan apa yang kita idamkan, semanis apapun itu pasti ada paitnya. Dan ternyata, solusinya itu sesimple.... terima dan syukuri. Ya, terima dan syukuri apapun kondisi kita saat ini. Walau dihadapkan dengan masalah dan kondisi yang sama, output yang diberikan pasti akan berbeda antara orang yang bersyukur dan tidak. Misal seperti yang pernah saya ceritain di Hijrah Story 2 saya tentang Love Life (bagi yang belum baca, sila baca disini),
Dulu saat saya single (sekarang juga masih sih hahahaha) dan masih punya mindset pacaran-sebelum-nikah, saya selalu menginginkan punya someone special a.k.a pacar. Rasanya beban banget tuh nggak punya pacar. Wkwkwkwk Titik balik saya adalah saat saya mulai menerima dan mensyukuri kondisi single saya. Apalagi setelah saya sadari Allah lebih menyukai ke-single-an saya ini dibanding saya ngejalin hubungan yang nggak halal. Setelah mengubah perspektif saya yang tadinya ngeluh jadi menerima dan mensyukuri apakah kondisi berubah dan saya ujug-ujug nggak single lagi? Nggak teman-teman, kondisi tetap sama, i'm still single. Tapi apa yang saya rasakan jauuuuuuh berbeda. Ini beneran, aseli, nggak bohong. Dengan menerima dan mensyukuri, mata dan pikiran saya lebih tenang dan menjadi lebih terbuka bagi cinta-cinta yang selama ini terabaikan, yaitu cintanya Allah, orang tua, kakak, dan teman-teman saya. Allah nggak pernah menyalahi janji, jika kita bersyukur maka bertambahlah nikmat. Subhanallah..
Jadi solusi bagi segala keluhan saya ternyata mengubah perspektif dari suudzan menjadi khusnudzan. Dari kufur jadi syukur. Dari tidak menerima menjadi menerima. Formula-formula itulah yang harus kembali saya praktikan untuk membasmi segala keluhan saya tentang dunia kerja yang saya geluti saat ini. Dan untuk menahan segala gejolak dan ekspektasi berlebih tentang Married Life.
Mungkin nanti setelah menikah dan memutuskan untuk menjadi Full time wife and Full time mom saya akan merindukan masa-masa kerja saya. Mungkin nanti setelah menikah saya akan merindukan masa-masa single saya, masa dimana saya masih punya "me time", masa dimana saya masih bisa sepenuhnya mengabdi buat mamah sama bapak. Maka saya harus menikmati setiap moment-moment ini :)
Jangan sampai penyesalan-penyesalan itu tertoreh lagi. Saya harus mensyukuri apapun keadaan saya sekarang. Dan berusaha melakukan yang terbaik adalah suatu bentuk kesyukuran yang paling nyata. I will do my best and let Allah do the rest. Selain itu, saya harus terus belajar, belajar, dan belajar, juga senantiasa membekali diri dengan ilmu dan pemahaman yang baik untuk menghadapi masa depan yang bisa jadi nggak semudah dan nggak seindah ekspektasi saya saat ini. Hidup akan terus bergerak maju, tapi kita memiliki batas waktu. Maka jangan sampai waktu hidup kita habis cuma buat meratapi dan menyesali.
Masalah adalah suatu kepastian dalam hidup, sama pastinya dengan kematian. Jadi daripada repot-repot dan cape-cape bertanya kenapa begini kenapa begitu, lebih baik sekarang kita (terutama saya) ubah perspektif negatif yang menghambat terbukanya pikiran kita menjadi perspektif positif sehingga kita akan menjadi pribadi yang solutif. Aamiin in shaa Allah.
Saya beneran nggak ada maksud buat so nasehatin atau so betul apalagi menggurui. Cuma ingin berbagi pemahaman yang baru aja saya peroleh. Pemahaman dari pengalaman hidup yang saya alami. Allah wanna say something to me. And maybe Allah wanna say something to you, too. Bukan sebuah kebetulan kan kalian kesasar di blog saya ini? hehehe Semua udah diatur sama Allah ;)
Walau kenyataannya praktik memang selalu nggak semudah teori, semoga dengan bermodalkan belajar-dari-pengalaman ini saya bisa menjalani hidup kedepannya dengan cara yang lebih baik. Dengan cara yang Allah sukai. Aamiin Doain yaa :')
Walau kenyataannya praktik memang selalu nggak semudah teori, semoga dengan bermodalkan belajar-dari-pengalaman ini saya bisa menjalani hidup kedepannya dengan cara yang lebih baik. Dengan cara yang Allah sukai. Aamiin Doain yaa :')
Semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman pribadi saya ini. Semoga Allah selalu membersemai dan membimbing setiap langkah kaki, setiap degupan jantung, dan setiap hembusan nafas kita.
From Dinot with Much Love <3
semoga bermanfaat :)

Comments:
Post a Comment