“Kau tahu, Irfan. Ayah dan Ummi telah berpuluh-puluh tahun lamanya
hidup bersama. Tidak mudah bagi Ayah melupakan kebaikan Ummi. Itulah
sebabnya bila datang ingatan Ayah terhadap Ummi, Ayah mengenangnya
dengan bersenandung. Namun, bila ingatan Ayah kepada Ummi itu muncul
begitu kuat, Ayah lalu segera mengambil air wudhu. Ayah shalat Taubat
dua rakaat. Kemudian Ayah mengaji. Ayah berupaya mengalihkannya dan
memusatkan pikiran dan kecintaan Ayah semata-mata kepada Allah,” jawab Ayah.
“Mengapa Ayah sampai harus melakukan shalat Taubat?” tanyaku lagi.
“Ayah takut, kecintaan Ayah kepada Ummi melebihi kecintaan Ayah kepada Allah. Itulah mengapa Ayah shalat Taubat terlebih dahulu,” jawab Ayah lagi.
(dikutip dari buku Ayah... Kisah Buya Hamka)
<3

Comments:
Post a Comment