July 4, 2012

Mind War

seperti biasa si A dan si B ini suka sekali berdebat. aku hanya bisa tertegun, diam, hening cukup lama. aku hanya bingung pada mereka berdua. entahlah semuanya abstrak. sulit untuk aku deskripsikan dengan lisan maupun tulisan.

#1
A : hari ini menyebalkan! kenapa semua orang tidak bertindak seperti apa yang aku inginkan. mengapa semua orang ini tampak menyebalkan. aku benci
B : sudahlah, memang dirimu sudah seutuhnya benar? kau kira kau siapa? malaikat? seringlah berkaca, bukan untuk berhias, tapi renungkan! ketika kamu ingin orang lain memperlakukanmu dengan baik. sudahkah kamu memperlakukan mereka dengan baik?
A : (tertegun. hatinya tersentak kaget. dia tidak bisa berkata. dia tersadar..)

#2
A : hari ini aku sakit hati dengan kelakuannya. ah aku ingin sekali dia merasakan apa yang aku rasakan. biar dia tahu rasa sakitnya seperti apa.
B : hey A! agama kamu apa sih?
A : Islam dong. terus kenapa?
B : Siapa Tuhanmu?
A : Tentu saja Alloh SWT
B : Siapa Nabimu?
A : ya ampuuun, semua orang juga udah tahu kali. Islam itu Agama Alloh, dan Nabi yang membawa agama Islam itu adalah kekasih Alloh Nabi Muhammad SAW.
B : Ah kamu mengaku saja sebagai orang islam. sekarang saya tanya, di bagian Al Quran sebelah mana Alloh memerintahkanmu untuk membalas dendam kepada sesamamu? bahkan kepada orang yang pernah menyakitimu? coba perlihatkan kepadaku? adakah?
A : (kembali tertegun tanpa kata)
B : Kamu mengatakan Nabimu kekasih Alloh Muhammad SAW. pernahkah Rasulullah melakukan dendam pada musuhnya? pada mereka yang melempari Beliau dengan batu dan kotoran? Pernah?
A : (semakin tertegun, di sudut matanya tercipta butiran air. semakin lama semakin menggenang. dia kembali tak bisa berkata - kata)

#3
A : Hidup ini berat sekali untukku. kenapa semua musibah ini terjadi pada diri ini? rasanya aku ingin pergi jauh jauh dan jauuuuh meninggalkan semua kepenatan ini.
B : A, sekarang saya ajukan pertanyaan padamu.
A : silahkan.
B : terima kasih :) saya tanya padamu. ketika kamu tersesat karena kamu sedang tidak fokus pada jalan yang sedang kau tapaki. kamu terlena dengan berbagai gangguan yang datang dari sisi kiri dan kananmu. Kamu terus berbelok belok tanpa arah. kamu semakin menjauh dengan tujuanmu. Bahagiakah kamu jika tidak ada seorang pun yang menepukmu dan meluruskanmu? ataukah kamu senang dengan kesesatan yang menimpamu lantas kamu semakin jauh dengan tujuanmu dan tidak akan pernah meraihnya?
A : aku tidak mengerti. kenapa kamu bertanya seperti itu?
B : Sudah jawab saja
A : Tentu saja aku ingin ada seseorang yang menepuk ku, mengingatkanku hingga aku sadar dan kembali menapaki jalan menuju tujuanku,
B : ya betul. Itulah Alloh yang menegurmu dengan musibah yang menimpamu. Alloh sayang padamu. Dia tidak ingin kan kamu melangkah tersesat terlalu jauh. Dia ingin kamu kembali ke jalanNya, menuju tujuanmu, yaitu meraih cintaNya. bersyukurlah atas masalah dan musibah yang datang kepadamu. Alloh sedang berbicara padamu. Kau tahu kan sifat manusia itu seperti apa. Kebanyakan manusia memang berhubungan dengan Tuhannya ketika masalah menimpanya. Bayangkan jika tidak ada masalah di dunia. Akan sesombong apa manusia di dunia ini? Entah akan sejauh apa manusia dengan Alloh? Silahkan renungkan...
A : (kembali bibirnya kelu, tak dapat berucap. hanya air matanya yang dapat menggambarkan penyesalannya yang begitu mendalam. menyesal karena tidak dapat mengartikan cinta Alloh dengan baik.)


dan perkenalkan si A dan si B adalah aku. ya, mereka berdua ada dalam diriku. si A yang selalu mengeluh dan si B yang selalu menenangkan. berjuanglah B! jangan biarkan si A mendominasi diri ini yang tiada berarti tanpa adanya cinta dari Rabb nya :')



.dinot.

Comments:

Post a Comment

Free Blog Template by June Lily