March 20, 2013

jangan mengatur Sang Maha Mengatur

Pagi ini saya sangat bersyukur karena ditakdirkan Allah untuk membaca suatu nasihat yang luar biasa. Nasihat yang saya temui dalam sebuah buku luar biasa berjudul "Menjadi Kekasih Allah". Buku tersebut berisi kumpulan nasihat-nasihat dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailani.
Sedikit intermezzo dan curhat, saya benar benar merasa jauh dari Allah akhir-akhir ini entah karena apa tapi yang jelas saya tidak ingin menyalahkan kondisi apapun yang terjadi di hidup saya. Jauhnya jarak pasti saya yang membuatnya sendiri. yang pasti sangat tidak layak membuat sebuah pembenaran atas kesalahan diri sendiri. Maka sekarang pun saya sedang giat kembali memperbaiki ikhtiar langit dan hubungan vertikal saya dengan Nya. doakan ya teman teman agar saya bisa selalu istiqomah di jalanNya. aamiin
Jadi sepulang kerja shift 3 hari ini saya sempatkan membaca buku "Menjadi Kekasih Allah" ini. buku yang sudah lama mejeng di meja kamar tapi seringnya hanya dilirik judulnya saja. dari total 451 halaman baru 18 halaman yang saya baca dan itupun jarak baca per bab nya lama sekali jadi kadang sudah lupa isi bab sebelumnya apa. huhuhu really describing how lazy i am lately.
Oke lanjut cerita, hari ini saya pun melanjutkan penjelajahan buku "Menjadi Kekasih Allah" dan sampai di nasihat ke 3. Judul bab nya adalah "Jangan bercita-cita menjadi kaya". Saya sangat menikmati setiap butiran kata yang tersaji. saya hayati, rasanya benar benar seperti dinasihati secara langsung oleh beliau. Saya sangat yakin beliau menasihati dari hati sehingga terdeliver langsung ke hati :') Banyak rangkaian katanya yang membuat diri saya tertampar, menyadarkan betapa hina nya diri dan betapa banyak kemunafikan yang telah saya lakukan. Dan sampailah saya di penghujung nasihat ke 3 ini. sebuah paragraf yang telah berhasil memproduksi air mata saya. berikut nasihat beliau:

"Engkau jangan menentang Allah SWT berkenaan dengan dirimu, keluargamu, hartamu, maupun orang-orang pada zamanmu. Jika engkau meminta Dia agar mengubahnya, seakan-akan engkau lebih bijak, lebih mengetahui, dan lebih penyayang daripada-Nya, apakah engkau tidak malu terhadap-Nya? Seluruh makhluk dan dirimu adalah hamba-hambaNya, dan Dia lah Yang Maha Mengatur dirimu dan diri mereka. Hendaklah engkau diam, tidak berbicara, dan membisu, jika engkau memang ingin bershuhbah dengan Dia di dunia dan di akhirat. Para wali Allah itu berpegang pada adab, mereka tidak bergerak atau melangkah kecuali dengan izin-Nya yang jelas bagi hati mereka. Mereka tidak mau makan dari sesuatu yang mubah. Mereka berpakaian, menikah, atau berperilaku dalam seluruh asbab nya hanya dengan izin yang jelas dari hati mereka. Bersama Al Haq 'Azza wa Jalla mereka berdiri. Tidak ada ketetapan bagi mereka bersama Tuhan mereka, sehingga dengan hati mereka menemuiNya di dunia dan dengan jasad mereka menemuiNya di akhirat. Mereka bersama Dzat Yang Membolak-balikan hati dan mata. Ya Allah, berilah kami rezeki untuk dapat bertemu denganMu di dunia dan di akhirat. Lezatkanlah kami dengan berdekatan kepada-Mu dan dengan melihat-Mu. Jadikanlah kami dalam golongan orang yang ridha kepada-Mu dari selain Engkau. Ya Rabbi, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka."

Sungguh luar biasa nasihat dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailani tsb. terutama sulaman kata di awal paragraf yang sengaja saya cetak tebal karena saya benar benar tertampar saat membaca kalimat tersebut. Seberapa seringkah kita mengatur Allah? menolak takdir Allah hanya karena di pandangan mata kita yang terbatas ini hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang menurut kita baik? apakah kita merasa lebih tau dari Nya? astaghfirullahaladzim.. :'(
Mudah mudahan nasihat di atas bisa menyadarkan kita, bahwa setiap ketetapan dari Allah PASTI baik bagi kita. yang perlu kita lakukan adalah mengubah sudut pandang kita. Jangan sampai kita mendikte Allah harus begini harus begitu. Apakah itu berarti kita tidak boleh berdoa? Tentu saja tidak teman teman. sudah jelas dari kalimat beliau di atas kita jangan "menentang". Menentang itu identik dengan sikap marah ataupun sikap tidak menerima terhadap sesuatu. itulah yang tidak boleh kita lakukan terhadap Allah swt. Menentang jelas berbeda dengan berdoa. Justru Allah senang kepada hambaNya yang rajin berdoa kepadaNya.
Jadi intinya, kita jangan mengatur Sang Maha Mengatur. kita ingat ingat kembali tujuan hidup kita adalah untuk beribadah kepadaNya. bukan hanya ibadah ritual tetapi mari kita berusaha setiap kegiatan yang dilakukan menjadi sebuah ibadah. Caranya? Lakukan dengan niat Lillahi ta'ala dan lakukanlah apa yang Allah sukai :)
Dan kita juga harus tahu persis bahwa job desk kita di dunia ini adalah ikhtiar semaksimal mungkin untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Mengenai hasil itu bukan urusan kita. Jika kita memperoleh apa yang kita ikhtiarkan berarti itu memang baik menurut Allah, dan jika tidak tercapai berarti itu pun yang terbaik menurut Allah. apakah ikhtiar kita sia-sia? tentu saja tidak. bagaimanapun akan berbeda antara orang yang melakukan sesuatu walaupun tidak mendapatkan apa yang dicita-citaka dengan orang yang tidak melakukan apa-apa sama sekali.

Tetap semangat, yakinlah HANYA padaNya, dan jangan mengatur Sang Maha Mengatur :)
segala kebaikan yang ada di tulisan ini berasal dari Allah dan segala kesalahan murni dari pribadi saya.
semoga bermanfaat :)

1 komentar:

Free Blog Template by June Lily