Pekat malam menyuguhkan sebuah keheningan. Tubuh telah terbaring nyaman beralaskan kasur empuk. Namun mata masih enggan terpejam. Imajinasiku terbang bebas menembus segala batas.
Kini kedua indra penglihat tengah tertuju pada deretan foto tempat-tempat yang belum terjamah. Mereka terhimpun dalam selembar karton yang tertempel tepat di depan tempat tubuh ini berbaring. Dia diam tapi berbicara. Ia tak lelah bercerita tentang mimpi melalui gambar-gambar. Keyakinan telah memberi mereka nyawa.
Kemudian samar terdengar sebuah nada indah. Simfoni yang begitu sempurna untuk menemani imajinasi yang masih menikmati penerbangannya ke negeri tanpa batas. Ku dengarkan dengan baik, ternyata keindahan simfoni itu berasal dari dentuman hati. Dan seketika menyebutkan satu nama yang hanya hati dan Sang Penggenggam hati yang tahu.
Dia mencoba bergabung bersama selembar karton berisi gambar dan mulai menaiki armada yang sama untuk ikut terbang ke negeri tanpa batas.
Sebuah perjalanan indah menggunakan maskapai penerbangan bernama Lullaby. Dikendarai seorang pilot bernama Imajinasi. Menuju Negeri tanpa batas.
dan Negeri Tanpa Batas itu bernama mimpi.

Comments:
Post a Comment