Berada dalam situasi yang serba bingung itu nggak enak. Bingung kenapa? Kadang bingung juga untuk jawabnya hehehe. Rasanya itu ada sesuatu yang mengganjal. Banyak yang dipikirkan dan menyesakkan, menyita waktu. Tapi semakin dipikirkan semakin bingung dan bikin pusing. Bisa dikatakan ini galau kehidupan.
Ternyata berdasarkan self-observation fasa galau kehidupan ini berkala selama sebulan sekali (in my case). Udah kayak datang bulan. Kirain setelah berhasil melewati satu kegalauan dan biasanya menjadi semangat dan penuh harap, kedepannya bakalan terus kayak gitu. but hey it's life! kata iklan snack juga life it's never flat. Nggak mungkin lempeng terus, pasti ada naik turunnya. Itulah dinamika kehidupan.
Menyebalkan? Memang. Tapi yang harus diyakini bahwa dinamika kehidupan ini sangat penting untuk peningkatan kualitas hidup. Ingat kata Pak Jamil Azzaini bahwa "Pelaut yang ulung tidak dilahirkan di laut yang tenang". Untuk menjadi seorang hebat memang butuh diuji kelayakan. Uji kelayakan itu bernama ujian kehidupan yang merupakan bagian dari dinamika kehidupan.
Parahnya kalau badai ujian ini datang berbarengan dengan futurnya iman. Wih bikin tambah galau guys :( Rasanya makin pusing, bingung, sesak (lebay dikit). Saat iman futur, biasanya semuanya itu nambah rumit. Kenapa? Karena kadang suka dipikirin sendiri, dibikin pusing sendiri, nyari solusi sendiri, semua serba sendiri. Tidak melibatkan Allah. Dan itu adalah fatal error! Sebab kita SELALU butuh Allah. Apalagi saat-saat genting seperti itu. Nggak bisa dilakukan sendiri dan memang nggak akan pernah bisa. PASTI butuh Allah.
Tapi syaitan semakin gencar dan genit aja goda-godain. Saat mau Curhat time dibikin males, sewaktu shalat dibikin ngantuk, ditambah bisikan-bisikan yang bahayanya bisa bikin putus asa..rasanya semakin mumet. Bawaannya pengen ngeluh. Lebih sering berpikir negatif. Duh! Udah tahap danger banget ini.
Pas udah mumet-mumetnya banget akhirnya saya cobain terapi bersyukur. Saya ngoceh sendiri, coba menyebutkan hal-hal baik yang patut saya syukuri hari ini.
"Alhamdulillah saya masih bisa bernapas hari ini."
"Alhamdulillah masih dikaruniai fisik yang sehat."
"Alhamdulillah mata saya masih bisa melihat".
"Alhamdulillah masih bisa makan enak."
"Alhamdulillah masih memiliki keluarga yang utuh."
"Alhamdulillah masih memiliki keluarga yang utuh."
"Alhamdulillah masih punya rumah."
"Alhamdulillah punya temen-temen yang baik"
"Alhamdulillah disaat banyak orang susah mencari kerja saya punya kerja."
Dan masih banyaaaaaaak sekali hal-hal lain yang patut disyukuri. Bahkan jika kita mau mencoba mengganti kaca mata ngeluh dengan kaca mata syukur maka kita akan melihat banyaaaaak sekali hal yang patut disyukuri dari masalah itu sendiri.
Saat mensyukuri nikmat-nikmat tersebut biasanya otomatis muka langsung berseri-seri. Rasanya itu menyenangkan dan menenangkan. Semua beban hilang.. Masya Allah indahnya bersyukur :)
Kejadian-kejadian buruk (menurut kita) biasanya akan menjauhkan diri dari rasa syukur. Padahal semakin jauh dari rasa syukur maka semakin jauh pula dengan solusi. Ingatlah dengan pesan Allah pada kita....
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)
Semakin bersyukur maka nikmat semakin bertambah. Tapi semakin diingkari maka bersiap azabNya menanti. Naudzubillah. Inilah kenapa saat kita mengeluh semuanya malah terasa jadi semakin rumit. Astaghfirullahaladzim.. Semoga Allah mengampuni segala kekufuran kita ya. aamiin
Terapi syukur ini sangat penting untuk mengalihkan fokus kita dari masalah. Eits bukan maksudnya jadi menghindar dari masalah ya. No..No.. Maksudnya gini lho kalau lagi ada masalah kita kan bawaannya ruwet gitu ya mikirin masalahnya. Sedangkan masalah itu butuh dikasih solusi kan bukan cuma dipikirin. Ketua himpunan saya dulu waktu kuliah bilang, "Jangan fokus sama masalahnya, tapi fokus sama solusinya." Dan untuk memikirkan solusi kita butuh kepala dingin yang itu nggak kita dapatan kalau cuma fokus ke masalahnya. Kalau itu sih yang ada makin pusing. Nah terapi syukur ini dibutuhkan untuk mendinginkan otak kita yang panas biar adem. Nyesss.... hehehe Selain itu, SELALU berpikir positif atau khusnudzan pada Allah juga menjadi bekal wajib yang kita kantongi ;)
Terapi syukur ini sangat penting untuk mengalihkan fokus kita dari masalah. Eits bukan maksudnya jadi menghindar dari masalah ya. No..No.. Maksudnya gini lho kalau lagi ada masalah kita kan bawaannya ruwet gitu ya mikirin masalahnya. Sedangkan masalah itu butuh dikasih solusi kan bukan cuma dipikirin. Ketua himpunan saya dulu waktu kuliah bilang, "Jangan fokus sama masalahnya, tapi fokus sama solusinya." Dan untuk memikirkan solusi kita butuh kepala dingin yang itu nggak kita dapatan kalau cuma fokus ke masalahnya. Kalau itu sih yang ada makin pusing. Nah terapi syukur ini dibutuhkan untuk mendinginkan otak kita yang panas biar adem. Nyesss.... hehehe Selain itu, SELALU berpikir positif atau khusnudzan pada Allah juga menjadi bekal wajib yang kita kantongi ;)
Dinamika kehidupan adalah sunatullah, atau bahasa universalnya mah hukum alam. Nggak akan ada hidup yang bahagiaaaaa terus atau sedihhhhhh terus. Naik, turun, semua punya periodenya masing-masing. Cuma kebanyakan kita siap untuk fase naik nya aja tapi nggak siap mental saat disatronin fase turun. Sebagai seorang yang beriman kita harus selalu siapkan senjata syukur saat fase naik dan sabar saat fase turun.
Karena Allah memang Maha Baik banget, sebenarnya Allah menguji kita agar kapasitas diri kita meningkat. Syaratnya, kita harus berhasil melewati ujian tersebut. Tapi sayangnya banyak dari kita yang memilih untuk hanya mengeluh, terus putus asa di tengah jalan, dan malah menjauh dari sumber solusi. Siapakah sumber solusi? ya Allah, nggak ada lagi. Akhirnya bukan menaikan tapi jadinya menurunkan kapasitas diri. Naudzubillah mudah-mudahan nggak kejadian sama kita ya. Ngeri :(
Menceritakan ini bukan berarti i'm being Mrs. Right. Nope. as always, i just DO want to share hal menakjubkan atau pengalaman luar biasa yang dialami. Dan kali ini tentang terapi bersyukur yang Masya Allah sangat mujarab. Semoga kedepannya tulisan ini bisa menjadi self-reminder dan bilang.. "hey lihat, dulu kamu pernah mengalami galau kehidupan juga, kamu bisa melewatinya..ini lho obatnya." dan semoga bisa membantu meringankan teman-teman yang lagi ngerasa berat banget ditimpa beban masalah aamiin :)
Semoga Bermanfaat :)
Diny Gustini
@dinott

Comments:
Post a Comment