Sharing atau yang lebih dikenal dengan istilah curhat memang selalu menjadi agenda yang menyenangkan apalagi untuk kaum perempuan. hehehe
Saya sendiri sangat menyukai berbagi atau mendengarkan cerita. entah kenapa Alhamdulillah banyak teman saya yang memercayai saya untuk mereka bagi dengar cerita-cerita unik, sedih, bahagia, atau mengharukan yang mereka alami. Bahkan ada yang baru kenal beberapa waktu tapi udah cerita panjang lebar ngalor ngidul. Tapi saya senang sekali dan sangat menikmati setiap detiknya. Walaupun tak sering ujung ujungnya saya cuma jadi pendengar setia aja tanpa ngasih solusi aplikatif apapun. hehehe tapi setidaknya mudah mudahan dengan kedua telinga yang siap mendengar dan pundak yang siap untuk jadi sandaran #tsaaah bisa sedikit memberikan kelegaan.
Alhamdulillah pada hari sabtu-ahad tanggal 6-7 april kemarin Allah meridhai saya untuk bisa mengikuti Training Muslimah Hijrah di Hotel Banana Inn Setiabudi, Bandung. Singkat cerita di hari kedua training ada satu sesi dimana peserta diharuskan membuat sebuah kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang. Saya segera berkelompok bersama teman saya Ui dan adiknya Agnes, juga bersama dua orang teman baru saya bernama Ria, dan Andini. Lalu hubungannya sama sharing apa yaaa? hehehehe :D
Naaaaah, di sesi tersebut ternyata kita disuruh curhat. wuihhh, seneng dong. Agenda favorit kaum hawa, hehe. Dengan sifat naluriah perempuan yang susah di stop kalau lagi curhat, maka sang co-trainer membatasi waktu curhat hanya 3 menit saja :D Konten curhat nya adalah menceritakan satu peristiwa menyenangkan atau menyedihkan yang terjadi pada seminggu terakhir, menceritakan prestasi yang diraih di sebulan terakhir, dan terakhir kita dituntut untuk menceritakan harapan kita kedepannya.
sesi curhat di kelompok kami dimulai dengan..... gambreng, dan saya menjadi pencurhat urutan ke 3. Saya ngga akan cerita apa yang saya ceritakan hehehe rasanya udah terlalu sering saya penuhin blog ini sama curhatan pribadi. jadi sekarang saya mau share sebuah percakapan jleb, menohok, penuh hikmah yang terjadi pada sesi curhat ini.
Saya sendiri sangat menyukai berbagi atau mendengarkan cerita. entah kenapa Alhamdulillah banyak teman saya yang memercayai saya untuk mereka bagi dengar cerita-cerita unik, sedih, bahagia, atau mengharukan yang mereka alami. Bahkan ada yang baru kenal beberapa waktu tapi udah cerita panjang lebar ngalor ngidul. Tapi saya senang sekali dan sangat menikmati setiap detiknya. Walaupun tak sering ujung ujungnya saya cuma jadi pendengar setia aja tanpa ngasih solusi aplikatif apapun. hehehe tapi setidaknya mudah mudahan dengan kedua telinga yang siap mendengar dan pundak yang siap untuk jadi sandaran #tsaaah bisa sedikit memberikan kelegaan.
Alhamdulillah pada hari sabtu-ahad tanggal 6-7 april kemarin Allah meridhai saya untuk bisa mengikuti Training Muslimah Hijrah di Hotel Banana Inn Setiabudi, Bandung. Singkat cerita di hari kedua training ada satu sesi dimana peserta diharuskan membuat sebuah kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang. Saya segera berkelompok bersama teman saya Ui dan adiknya Agnes, juga bersama dua orang teman baru saya bernama Ria, dan Andini. Lalu hubungannya sama sharing apa yaaa? hehehehe :D
Naaaaah, di sesi tersebut ternyata kita disuruh curhat. wuihhh, seneng dong. Agenda favorit kaum hawa, hehe. Dengan sifat naluriah perempuan yang susah di stop kalau lagi curhat, maka sang co-trainer membatasi waktu curhat hanya 3 menit saja :D Konten curhat nya adalah menceritakan satu peristiwa menyenangkan atau menyedihkan yang terjadi pada seminggu terakhir, menceritakan prestasi yang diraih di sebulan terakhir, dan terakhir kita dituntut untuk menceritakan harapan kita kedepannya.
sesi curhat di kelompok kami dimulai dengan..... gambreng, dan saya menjadi pencurhat urutan ke 3. Saya ngga akan cerita apa yang saya ceritakan hehehe rasanya udah terlalu sering saya penuhin blog ini sama curhatan pribadi. jadi sekarang saya mau share sebuah percakapan jleb, menohok, penuh hikmah yang terjadi pada sesi curhat ini.
Cerita yang berasal dari sosok perempuan anggun dengan jilbab oranye dan kerudung senada yang lebar menutupi dada, berkulit putih berwajah cerah, cantik sekali. Dia bernama Ria, siswa kelas 1 Madrasah Aliyah di sebuah sekolah penghafal Qur'an. Dia mulai bercerita dengan semangat pada kami. Dia menceritakan pengalaman menyenangkan di seminggu terakhirnya adalah dia berhasil menambah hafalan qur'an dengan lancar. Saya dengan segala penasaran dan kekaguman bertanya "sampai sekarang udah hafal berapa Juzz?" dan Ria menjawab, "Udah hafal 4 Juzz teh". Subhanallah :') saya semakin kagum di usia yang jauh lebih muda dari saya hafalan qur'annya jauuuuuh lebih banyak. Selain kagum saya juga jd malu sendiri :(
Ternyata Ria ini sudah menghafal Juzz 1,2, 29, dan 30. *standing applause* Ria pun menambahkan bahwa di pesantrennya selain dituntut untuk bisa menjadi seorang hafidzah mereka pun dibekali dengan ilmu Tauhidnya. Jadi dua hal tersebut yang benar-benar diperdalam karena menurut Ria hafal Qur'an saja kurang lengkap tanpa ilmu Tauhidnya. Saya mengangguk semangat dan penuh iri positif saat mendengarkan setiap penuturan Ria.
Banyak sekali hal yang saya pelajari dari Ria, begitu banyak hikmah yang saya ambil. Syukur Alhamdulillah Allah mentakdirkan kedua telinga saya mendengar cerita inspiratif tersebut dengan segala kejutannya. Selain kejutan hafalan Qur'annya yang sudah banyak ada satu kejutan lain yang benar-benar mengejutkan, yaitu saat Ria bertanya dengan muka berbinarnya.. "Kalau teteh udah hafal berapa Juzz?" #JLEBBB disitu saya hanya bisa nyengir malu (maluin :d)
Jujur sampai saat ini saya cuma hafal surat-surat pendek Juz 'Amma. Sebenarnya, "Hafal Juzz 30" sudah masuk resolusi saya tahun ini dan sudah mulai saya jalani. perkembangan sampai saat ini hafalan saya sudah menapaki Ayat ke 30 di surat....... An-Naba -______________- yup, surat pertama di Juzz ke 30. huhuhuhu *tutup muka*
Pertemuan saya dengan Ria beserta segala ceritanya tentang hafalan suratnya menjadi mood booster saya kembali untuk menambah hafalan. Semangat Semangaaaaat!!! Semoga teman teman yang membaca ini juga jadi terpacu semangatnya untuk terus menambah hafalan Qur'annya ya dan tentu saja pengamalannya juga.
Lalu kenapa kita harus menghafal Qur'an? Saya jawab sama jawaban pribadi aja ya hehe, kalau saya pribadi sih yang jadi motivasinya adalah.....di akhirat nanti, ketika saya ternyata tidak layak masuk ke syurganya Allah, saya bisa setorin hafalan Qur'an saya. Mudah-mudahan bisa menjadi jalan penolong aamiin :')
Cita-cita saya, saya ingin mendapat perhatian dari Allah, saya ingin istimewa dihadapanNya makanya saya cari cara-cara yang bisa jadi jalan agar saya bisa istimewa di mataNya kini dan nanti di akhirat di antara bertriliun triliun manusia yang telah Allah ciptakan dari jaman Nabi Adam A.S. Bantu aamiin kan ya teman-teman dan saya aamiin kan juga untuk teman-teman semua.
Semoga dengan hafal Qur'an atau minimal hafal beberapa juzz bisa menjadi salah satu cara menarik perhatian Allah di akhirat kelak yaa. aamiin Pengen kan dapet perhatian dari Allah Sang Pencipta, Sang Maha Pemurah, Pemilik bumi langit dan segala isinya ? Kalau saya sih pengen BANGEEEEET hehehe :')
jadi, ini hafalanku mana hafalanmu? :)
mari menghafal.
HAMASAH! :)
Ternyata Ria ini sudah menghafal Juzz 1,2, 29, dan 30. *standing applause* Ria pun menambahkan bahwa di pesantrennya selain dituntut untuk bisa menjadi seorang hafidzah mereka pun dibekali dengan ilmu Tauhidnya. Jadi dua hal tersebut yang benar-benar diperdalam karena menurut Ria hafal Qur'an saja kurang lengkap tanpa ilmu Tauhidnya. Saya mengangguk semangat dan penuh iri positif saat mendengarkan setiap penuturan Ria.
Banyak sekali hal yang saya pelajari dari Ria, begitu banyak hikmah yang saya ambil. Syukur Alhamdulillah Allah mentakdirkan kedua telinga saya mendengar cerita inspiratif tersebut dengan segala kejutannya. Selain kejutan hafalan Qur'annya yang sudah banyak ada satu kejutan lain yang benar-benar mengejutkan, yaitu saat Ria bertanya dengan muka berbinarnya.. "Kalau teteh udah hafal berapa Juzz?" #JLEBBB disitu saya hanya bisa nyengir malu (maluin :d)
Jujur sampai saat ini saya cuma hafal surat-surat pendek Juz 'Amma. Sebenarnya, "Hafal Juzz 30" sudah masuk resolusi saya tahun ini dan sudah mulai saya jalani. perkembangan sampai saat ini hafalan saya sudah menapaki Ayat ke 30 di surat....... An-Naba -______________- yup, surat pertama di Juzz ke 30. huhuhuhu *tutup muka*
Pertemuan saya dengan Ria beserta segala ceritanya tentang hafalan suratnya menjadi mood booster saya kembali untuk menambah hafalan. Semangat Semangaaaaat!!! Semoga teman teman yang membaca ini juga jadi terpacu semangatnya untuk terus menambah hafalan Qur'annya ya dan tentu saja pengamalannya juga.
Lalu kenapa kita harus menghafal Qur'an? Saya jawab sama jawaban pribadi aja ya hehe, kalau saya pribadi sih yang jadi motivasinya adalah.....di akhirat nanti, ketika saya ternyata tidak layak masuk ke syurganya Allah, saya bisa setorin hafalan Qur'an saya. Mudah-mudahan bisa menjadi jalan penolong aamiin :')
Cita-cita saya, saya ingin mendapat perhatian dari Allah, saya ingin istimewa dihadapanNya makanya saya cari cara-cara yang bisa jadi jalan agar saya bisa istimewa di mataNya kini dan nanti di akhirat di antara bertriliun triliun manusia yang telah Allah ciptakan dari jaman Nabi Adam A.S. Bantu aamiin kan ya teman-teman dan saya aamiin kan juga untuk teman-teman semua.
Semoga dengan hafal Qur'an atau minimal hafal beberapa juzz bisa menjadi salah satu cara menarik perhatian Allah di akhirat kelak yaa. aamiin Pengen kan dapet perhatian dari Allah Sang Pencipta, Sang Maha Pemurah, Pemilik bumi langit dan segala isinya ? Kalau saya sih pengen BANGEEEEET hehehe :')
jadi, ini hafalanku mana hafalanmu? :)
mari menghafal.
HAMASAH! :)

biar lebih hafal .. surat" di juz 30 itu di pakai dalam shalat
ReplyDelete