January 7, 2014

Following Allah's sign

Akhir-akhir ini mulai meragukan sebuah hal berharga yang entah itu benar-benar ada tertanam dalam diri, atau sekedar tersugesti.

Menulis adalah passion saya. Begitulah gaung 2013 yang paling nyaring terdengar dalam kehidupan. Tapi gaung itu perlahan menghilang seperti ditelan angin. Walau saya akui sejak sejarah blog didirikan, 2013 menjadi tahun terproduktif menulis.

Tapi target saya menulisnya nggak angin-anginan begitu. Inginnya setiap hari. Menulis seperti bernafas. Nggak menulis sama kayak idung dipencet nggak bisa nafas, sesak. Nah perasaan itulah yang belum terbentuk. Rasa tersiksa saat gagal melakukannya dan saat melewatkan satu hari tanpanya. Saya butuh itu. Karena dengan itulah saya akan terpacu untuk menulis agar mampu terbebas dari ketersiksaan.

Galau ini sudah menjangkit selama beberapa bulan terakhir. Ada rasa ingin menyerah, dan mulai mensugesti diri bahwa menulis kayaknya bukan passion saya. Ah benarkah? kadang galau adalah waktu yang paling sempurna bagi syaitan untuk membisiki diri, bukan?

Saat perasaan galau itu muncul, imajinasi saya selalu bermain. Membayangkan apa yang bakal saya jawab saat di akhirat nanti Allah bertanya, "Prestasi terbaik apa yang telah kamu lakukan di dunia?" Hal tersebut sukses membuat hati semakin galau. Hehehe saya pun berpikir kalau saya berhenti menulis lalu mau ngapain dong? :( Mengingat menemukan passion ini pun membutuhkan perjalanan yang cukup panjang maka saya putuskan untuk terus berjuang.

Lalu saya terinspirasi dari program One Day One Juzz yang sudah saya ikuti. Sebelum ikut itu saya nggak pernah berhasil baca satu juzz sehari pun dalam bulan Ramadhan. Tapi setelah ikut program itu saya bisa dan berhasil. Karna saat berjamaah akan ada rasa tanggung jawab terbentuk otomatis untuk mentuntaskan target. Selain itu nikmatnya berjamaah adalah ada tim cheerleader yang akan selalu menyemangati saat kita merasa down. Asyik kan? :)

Nggak perlu waktu berbulan bulan untuk Allah menjawab doa saya tersebut. Setelah paginya pikiran sekaligus doa itu muncul siangnya jawaban doa sudah langsung terbit. Ma shaa Allah :') begitu baiknya Allah sama saya.

Jadi ceritanya saya dengan Kuasa Allah terbimbing untuk membaca salah satu postingan seseorang yang belum saya kenal sebelumnya. Kalian tahu isi postingannya apa? nggak lain dan nggak bukan adalah tentang program One Day One Article! duaaarrrrr rasanya langsung kaget bercampur terharu. Dan dia ini ternyata temannya teman saya, Ria Nurfitriani Dewi :)

Postingan di blognya teh Karina Azzahra yang saya temukan tersebut ternyata terinspirasi dari postingan Ria yang sebelumnya juga pernah membahas tentang target One Day One Article sebagai resolusinya di tahun 2014. Akhirnya teh Karina ini membentuk lah program One Day One Article bersama beberapa orang temannya untuk menjadikan menulis sebagai habits. And right at that time, saya langsung berpikir THIS IS IT, I MUST JOIN :)

Tapi nggak rame ya kalau nggak ada kendala hehehehe. Kendalanya adalah program ini diadakan di grup BBM dan aplikasi BBM saya entah kenapa selalu gagal pas sign-in nya :( but give up is not a choice, saya udah coba install ulang aplikasinya dan doakan semoga berhasil ;)

Kendala kedua adalah waktu. Ok alasan klise memang, tapi ini serius. *mata ditekuk* :D Berhubung jadwal kerja di shift ditambah jam kerja yang mostly 14 jam (plus perjalanan pulang pergi), saya masih kewalahan nyari waktu untuk menulis.

Kendala itu pernah saya hadang dengan membeli sebuah tablet. Tadinya sih biar bisa menulis kapanpun dan dimanapun. Tapi tetap gagal :( waktu istirahat kerja yang cuma sejam itu harus dibagi 3 kegiatan: makan, shalat, nulis. Dan kenyataannya cuma dapet waktu nulisnya 5-10 menit. Belum ditambah mikirnya, beuuuuh abis aja.

Kendala ketiga adalah ribet. Di tablet biasanya saya nulis di polaris office. Saya bingung tuh gimana caranya biar bisa share langsung ke blog. Karena fakta menyakitkannya adalah saat saya buka blogger.com di web, dan saya klik lama di kolom tempat nulisnya buat mem-paste tulisan saya, ternyata nggak ada opsi apapun yang keluar. Artinya saya harus menulis ulang. Hahaha Selain itu nulis blog di tablet via web itu rempong bangeeet. Perlu kesabaran extra. Kalau ada kata yang mau di edit nggak bisa segampang pindahin kursor dan klik. Karena saat di klik kata yang mau di edit eh kursornya malah nunjuk ke kata yang lain, bukan yang dimaksud. Jadinya kayak main kejar kejaran sama kursor. Fiuh...

Mungkin kendala kendala tersebut emang klise banget, tapi bagi saya yang menjalani itu cukup menjadi pemicu galau luar biasa. Bagi saya, rasanya itu menyebalkan banget saat hidup cuma dipake buat kerja dan nggak ada kegiatan lain. i wanna do much more. Pengen banget melakukan sesuatu yang mampu memberi manfaat lebih luas bukan cuma atas tuntutan pekerjaan. Itulah salah satu alasan kuat saya ingin bisa menulis setiap hari. Menulis = Menebar Manfaat.

Di saat-saat galau seperti itu saya berusaha sekuat tenaga menghindari putus asa. Putus asa itu sama aja kayak nggak percaya sama kuasa Allah. Maka saya tetap yakin berpasrah sambil mencari solusi. Dan solusi itu pun hadir di postingan One Day One Article nya Ria :)

Ria menemukan kendala yang sama untuk program One Day One Article karna dia nggak setiap hari online di netbook/PC/laptop. Tapi Ria sudah menemukan solusinya! yaitu dengan menggunakan aplikasi Wordpress for Blackberry. Deg! detik itu pun saya baru kepikiran mencari aplikasi Blogger for Android. hehe Dan begitulah Allah dengan Maha Baiknya mengirimkan sinyal solusi atas  kendala saya selama ini.

Saya pun mencoba mengikuti petunjuk Allah dengan search di playstore dan... ketemu!!!! Ma shaa Allah :') dan karna memang di design untuk mobile phone jadinya pas dan nggak ribet. Alhamdulillah :) Dan inilah tulisan perdana saya menggunakan blogger for android :) sekarang tinggal membereskan masalah BBM biar segera bisa bergabung di program One Day One Article. Doakan saya yaaaa *wink ;))

Kejadian ini membuat saya yakin untuk terus berbagi manfaat dengan menulis. Menemukan program ODOA dan blogger for android bagi saya adalah bukti Allah mendukung dan menginginkan saya untuk terus menulis. So i decide to Following Allah's sign and do the best. Harus! Dan sebenarnya ada kendala yang paling berbahaya, yaitu malas. Makanya saya harus segera join ODOA karna berjamaah adalah penawar racun malas terampuh dan penjaga keistiqamahan paling mujarab :)

Semoga Bermanfaat :)
Diny Gustini
@dinott

Comments:

Post a Comment

Free Blog Template by June Lily